cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)
ISSN : 30264723     EISSN : 30264715     DOI : https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) merupakan Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini merupakan jurnal yang dapat akses secara terbuka bagi para Peneliti, Mahasiswa dan Dosen yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Obat-obatan, Psikologi Kesehatan dan bidang penelitian lain yang berkaitan dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 125 Documents
GAMBARAN PENDAMPINGAN PEMBERIAN ASI ESKLUSIF BAGI IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS SIWALANKERTO Rizka Fiyadila; Novera Herdiani; Martha Ariana Wijayanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1506

Abstract

ASI adalah sumber makanan utama bagi bayi ketika mereka masih terlalu kecil untuk mengonsumsi makanan padat. Pemberian makanan pendamping ASI dini pada bayi dapat menyebabkan gangguan pencernaan . Faktanya, hanya 5% anak-anak di Indonesia yang masih mendapat ASI eksklusif pada usia 23 bulan, dan hanya 1 dari 2 bayi di bawah 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif. Bayi diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) setelah mencapai usia enam bulan. Pemerintah menargetkan pemberian ASI Ekslusif mecapai 80%, tetapi pada tahun 2022 masih mencapai 66% .Metode dalam penelitian ini menggunakan penyajian data secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis kegiatan ini berupa pendampingan ASI ekslusif dengan melakukan edukasi manajemen laktasi dan edukasi menu gizi seimbang. Hasil kegiatan pendampingan ASI esklusif dengan jumlah responden 24 dengan terbanyak Tingkat Pendidikan SMA 58,3% berdampak baik khususnya pada ibu menyusui , dimana ibu menyusui mengetahui cara memberikan ASI Esklusif. Kesimpulan Hasil pendampingan ASI eksklusif sesuai dengan target yaitu keluarga bisa memberikan dukungan kepada ibu menyusui dalam mencapai keberhasilan pemberian ASI ekslusif.
GAMBARAN PEMBERIAN DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (TTD) PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN SIDOARJO Erica Dwi Dithasari; Novera Herdiani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1549

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan kadar hemoglobin di dalam darah yang rentan terjadi kepada ibu hamil. Kehamilan yang disertai anemia memiliki kadar hemoglobin <11 gr% pada trimester I dan III, sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin <10,5 gr%. Angka kejadian ibu hamil risiko tinggi di Sidoarjo masih tinggi berdasarkan jenis komplikasi kebidanan paling tinggi disebabkan karena anemia mencapai angka 2.341 (6,10%) ibu hamil dengan anemia dari 38.316 jumlah ibu hamil yang ada pada tahun 2022. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui gambaran pemberian dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah untuk ibu hamil di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo tahun 2019-2022. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu adanya penurunan pemberian tablet tambah darah dengan cakupan 97,4% (2019) menjadi 96,59% (2020) karena pandemi covid-19 kemudian mengalami peningkatan menjadi 97,13% (2021) dan terus meningkat menjadi 98,84% (2022) dengan adanya peningkatan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) tersebut angka kasus ibu hamil anemia mengalami penurunan hingga 30,25% pada tahun 2022. Kesimpulan yang didapatkan yaitu pemberian dan kepatuhan dalam konsumsi tablet tambah darah di Kabupaten Sidoarjo telah mencapai keseluruhan jumlah ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD).
Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Bagi Peserta Didik SMP Panca Jaya Surabaya Nudiah Rahma Fahlevi; Atik Qurrota A’Yunin Al Isyrofi; Anna Mahsusoh
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1551

Abstract

Tujuan dari acara ini adalah untuk melakukan sosialisasi kepada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Panca Jaya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba agar peserta memahami dampak dari penyalahgunaan narkoba. Acara sosial menggunakan pendekatan partisipatif, ceramah dan diskusi. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 2 November yang diikuti oleh 150 siswa dan 3 orang guru. Untuk itu, melalui kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba ini dapat meningkatkan kesadaran siswa sekolah menengah di Panca Jaya Surabaya tentang jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaan narkoba, serta cara pencegahan dan penanggulangan narkoba. pelecehan pada anak-anak. dan remaja. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi ini dapat melindungi generasi muda sebagai generasi penerus bangsa khususnya siswa Sekolah Menengah Panca Jaya dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Gambaran Pelaksanaan Surveilans Difteri Berdasarkan Komponen Sistem Di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Eva Komalasari; Dwi Handayani; Qudrotin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1557

Abstract

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacteria diphtheriae. Menurut data WHO pada tahun 2022, Indonesia menempati urutan kedua di Dunia dengan jumlah kasus difteri sebanyak 540 kasus. Kondisi kasus difteri di Kabupaten Sidoarjo, pada tahun 2020 terdapat kasus difteri sebanyak 13 kasus, pada tahun 2021 mengalami penurunan menjadi 5 kasus, jumlah kematian difteri sebanyak 1 kasus dengan penyebab utama yaitu karena penyakit komorbid berupa kelainan darah, pada tahun 2022 kembali mengalami peningkatan sebanyak 10 kasus, serta 28 kasus per bulan November di tahun 2023. Penelitian ini menggambarkan pelaksanaan surveilans difteri di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo berdasarkan komponen sistem surveilans berupa input, proses, output. Informan dari penelitian ini terdiri dari 1 orang penanggungjawab surveilans dan 2 orang tenaga surveilans difteri. Hasil menunjukkan bahwa tenaga dan sarana surveilans sudah memadai, pengumpulan data dilakukan secara aktif dan pasif, pengolahan data SKDR berdasarkan waktu dan tempat, analisis data menggunakan analisis deskriptif di buletin, Diseminasi dilakukan dengan pembuatan buletin di setiap minggunya. Simpulan dari penelitian ini  yaitu pelakasanaan surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo sudah sesuai dengan pedoman dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2014.
PERBANDINGAN TINGGI BADAN BALITA SEBELUM DAN SESUDAH DI BERI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) DENGAN KEJADIAN ISPA DI WILAYAH PESISIR Nurmitha , Nurmitha; Ferawati , Ferawati; Vela Devista; Fitri Yanti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1571

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pentingnya masa anak usia dini dalam pendidikan dan perkembangan manusia. Gizi adalah ilmu yang mempelajari makanan dan zat gizi dalam  tubuh, termasuk proses asimilasi zat gizi, pencernaan, pengangkutan, penyerapan, metabolisme, interaksi, penyimpanan, dan pelepasan. Program Makanan Tambahan (PMT) merupakan intervensi gizi yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak, terutama balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama pada anak kecil. Analisis statistik kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder  untuk mengembangkan strategi intervensi yang efektif. Sampel yang digunakan adalah ibu balita sebanyak 34 orang. Hasil penelitian diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan anak. Berdasarkan hasil uji wilcoxon di dapatkan p-value = 0,000 artinya nilai < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara tinggi badan balita bulan lalu dan tinggi badan balita bulan ini sebelum dan sesudah di beri pemberian makanan tambahan (PMT), dimana pemberian makanan tambahan dengan memperhatikan gizi dan vitamin yang di kandung makanan akan meningkatkan pertumbuhan balita di desa Nii Tanasa.
PENERAPAN WATER TEPID SPONGE UNTUK MENGATASI MASALAH HIPERTERMIA PADA ANAK DHF DI RUANG ANGGREK RST BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG Chintami Wiji Risdiantari; Witri Hastuti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1572

Abstract

Menurut World Health Organization, (2018) memperkirakan bahwa 2,5 milyar atau 40% populasi didunia berisiko terhadap penyakit Dengue Hemorragic Fever terutama yang tinggal di daerah perkotaan di negara tropis dan subtropis. Saat ini juga diperkirakan ada 390 juta infeksi dengue yang terjadi diseluruh dunia setiap tahun. Dengue Hemorragic Fever adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypty yang ditandai berupa demam tinggi yang tiba-tiba kurang lebih dua sampai tujuh hari. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan dalam menurunkan demam dan mengurangi peningkatan suhu tubuh secara mendadak adalah mealakukan kompres hangat dengan metode tepid water sponge Tujuan : Penulisan adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami dengue hemorrhagic fever dengan masalah hipertermi di ruang Anggrek RST Bhakti Wira Tamtama dengan menggunakan terapi tepid water sponge Metode Peneletian :Jenis penelitian ini adalah study kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian. Pelaksanaan tepid water sponge dilakukan selama pasien mengalami hipertermi dan dihentikan ketika suhu tubuh menurun. Hasil penelitian : Analisis data menunjukkan beberapa diagnosis yaitu hipertermi, Resiko deficit nutrisi dan Resiko perdarahan. Pemberian terapi tepid water sponge adalah salah satu intervensi yang bisa digunakan dalam menurunkan suhu tubuh pada masalahb hipertermi Kesimpulan: Berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa penerapan terapi tepid water sponge yang dilakukan selama klien mengalami hipertermi efektif dilakukan dalam menurunkan suhu tubuh pasien
Gambaran Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya Diva Ali Savitri; Akas Yekti Pulih Asih
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1599

Abstract

Kejadian diare menjadi salah satu penyebab kematian dan gizi buruk pada balita. Faktor kejadian diare disebabkan pengetahuan ibu yang kurang sehingga menjadi masalah tiap tahunnya mengalami peningkatan kejadian diare. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh ibu yang mempunyai balita satu sampai lima tahun di wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya dengan besar sampel 90 ibu balita. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan ibu dengan analisis univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah ibu balita yang memiliki pengetahuan kurang tentang diare sekitar 39 responden (43,3%). Sedangkan pengetahuan ibu tentang diare memiliki pengetahuan cukup sebanyak 29 (32,2%) responden ibu balita dan pengetahuan ibu tentang diare memiliki pengetahuan baik sebanyak 22 (24,4%) responden ibu balita. Simpulan pada penelitian ini yaitu gambaran pengetahuan ibu tentang kejadian diare pada balita di wilayah Puskesmas Kalijudan Surabaya menunjukkan hasil pengetahuan ibu masih kurang. Saran dari penelitian yaitu diharapkan ibu balita menerapkan dan mengaplikasikan cara mencegah diare balita dalam kehidupan sehari-hari dengan memberikan pola makan yang sehat, bergizi dan teratur.
Identifikasi Vektor Jentik dan Nyamuk Iqvan Maulana Rahmansyah; Debby Novitasari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil identifikasi jenis jentik dan nyamuk berdasarkan morfologi jentik dan nyamuk yang berada di luar maupun didalam rumah. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada Kamis 30 Mei 2024 di Laboratorium Kualitatif, Gedung Graha lantai 3 Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri. Hasil penelitian diperoleh bahwa Terdapat 3 jentik outdoor memiliki shifon dan tidak bergerigi begitu juga dengan 3 jentik indoor memiliki shifon dan tidak bergerigi. Identifikasi selanjutnya berdasarkan jumlah berkas rambut yang ada pada shifon, pada 2 jentik outdoor dan 3 jentik indoor memiliki 2 berkas rambut sehingga jentik tersebut termasuk ke dalam jentik Culex, sedangkan 1 jentik outdoor memiliki 1 berkas rambut sehingga jentik tersebut merupakan jentik Aedes. Dan berdasarkan identifikasi nyamuk diluar, diperoleh 1 Nyamuk Anopheles Jantan dan 1 Nyamuk Anopheles Betina. Sedangkan pada nyamuk dalam ruangan, terdapat 1 Nyamuk Anopheles Betina dan Culex Jantan.  
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual dan Eksploitasi Anak Di Internet Pada Siswa MTs. Ittaqu Nada, Ashfiatin; Afridah, Wiwik; Anna Mahsusoh
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1620

Abstract

Penyebab kekerasan seksual dan eksploitasi pada anak di internet atau OCSEA (Online Child Sexual Exploitation and Abuse) yakni kemudahan akses pelaku untuk berinteraksi dengan korban, kurangnya pemahaman anak menggunakan media sosial, dan kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua. Tujuan dari sosialisasi ini yaitu memberikan pengetahuan kepada siswa tentang pencegahan kekerasan seksual dan eksploitasi anak di internet.  Sosialisasi ini menggunakan metode sosialisasi tatap muka langsung di aula. Pada kegiatan sosialisasi ini siswa berpatispasi aktif selama penyusluhan berlangsung sehingga sosialisasi ini berjalan dengan baik. Hasil dari kegiatan sosialisasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait pencegahan kekerasan seksual dan eksploitasi anak di internet.    
Gambaran Perilaku Masyarakat Terkait Potensi Gigitan Nyamuk Di Daerah Penularan Filariasis Ita Nur Rahma; Efi Sriwahyuni; Yudied Agung M; Abdul Hakim Zakkiy Fasya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1664

Abstract

Filariasis atau penyakit kaki gajah adalah penyakit menular menahun yang disebabkan cacing filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening. Ada empat faktor yang yang mempengaruhi status kesehatan manusia, yaitu : lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Perilaku masyarakat yang beraktivitas pada malam hari seperti meronda, tidak menggunakan pakaian panjang atau obat nyamuk dapat memperbesar resiko penularan filariasis. Jenis penilitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan menggambarkan karakteristik populasi. Penularan filariasis dapat dicegah dengan membiasakan diri menggunakan rapellen saat tidur, menggunakan kelambu saat tidur, membersihkan saluran air yang ada di dekat rumah, membersihkan semak-semak yang ada disekitar rumah dan menjauhkan rumah dari kandang-kandang. Penggunaan kelambu dan rapellen merupakan upaya untuk menghindari diri dari kontak dengan nyamuk filariasis agar terhindar dari gigita nyamuk.

Page 5 of 13 | Total Record : 125