cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)
ISSN : 30264723     EISSN : 30264715     DOI : https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) merupakan Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini merupakan jurnal yang dapat akses secara terbuka bagi para Peneliti, Mahasiswa dan Dosen yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Obat-obatan, Psikologi Kesehatan dan bidang penelitian lain yang berkaitan dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 138 Documents
Edukasi Fisioterapi Komunitas Tentang Inkontinensia Urine Pada Ibu Pascamelahirkan dengan Memberikan Latihan Kegel Exercise Di Puskesmas Ciptomulyo, Kota Malang Sarah Nur Azizah; Ali Multazam; Indah Ningtiyas Hidayat
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober 
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i1.6015

Abstract

Inkontinensia urine merupakan kondisi yang berkaitan erat dengan kehamilan dan pascamelahirkan kondisi ini memilki dampak yang besar terhadap kualitas hidup penderita. Inkontinensia urin adalah suatu kondisi kehilangan urin secara tidak disengaja. fisioterapi memainkan peran penting sebagai bagian dari proses pemulihan kesehatan ibu pascamelahirkan. Latihan otot dasar panggul ataupun Senam Kegel telah terbukti sebagai terapi pilihan utama dan pencegahan terhadap inkontinensia urine. Senam kegel didasarkan pada gerakan volunter yang berulang untuk meningkatkan kekuatan otot. Senam kegel direkomendasikan untuk dilakukan 2-3 kali seminggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi  tentang inkontinensia urine pada ibu pascamelahirkan terutama tentang penyebab, gejala dan bagaimana cara pencegahannya, serta melakukan latihan mandiri dirumah untuk mencegah dan mengurangi terjadinya Inkontinensia urine yang lebih parah. Penelitian ini menggunakan metode yang diberikan berupa edukasi kepada ibu-ibu, berupa promosi kesehatan tentang Inkontinensia urine, dengan menggunakan leaflet sebagai media dan desain quasi-Eksperimental dengan kelompok kontrol pretest post-test. Pengambilan data sampel dilakukan dengan menggunakan teknik accidental samplin. Sebelum diberikan penyuluhan 60,0% responden tidak mengetahui sama sekali tentang inkontinensia urine, akan tetapi setelah diberikan penyuluhan sebanyak 100 % responden dapat menjawab semua pertanyaan di quesioner dengan benar. Terdapat perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan terkait Inkontinensia Urine.
PENYULUHAN FISIOTERAPI KOMUNITAS TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN SPRAIN ANKLE SAAT BERMAIN FUTSAL PADA SISWA KELAS 8 DI SMPN 29 GADANG Alifah Rohiidatul Arham; Ali Mutazam; Indah Ningtiyas Hidayati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober 
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i1.6038

Abstract

Sprain ankle merupakan cedera pada ligamen akibat peregangan berlebihan yang umumnya terjadi saat posisi kaki mengalami inversi dan fleksi plantar. Cedera ini sering muncul secara tiba-tiba ketika kaki tidak bertumpu secara stabil pada permukaan datar, sehingga menyebabkan robekan ligamen yang menimbulkan nyeri, pembengkakan, serta ketidakstabilan pada pergelangan kaki. Kurangnya pengetahuan tentang cedera ini dapat meningkatkan risiko terjadinya sprain ankle, terutama pada remaja yang aktif berolahraga seperti futsal. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas 8 SMPN 29 Gadang mengenai sprain ankle yang meliputi definisi, pencegahan, dan penanganan awal cedera. Penyuluhan dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Oktober 2024 pukul 09.30–10.30 WIB menggunakan media poster sebagai sarana edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, seluruh siswa belum mengetahui tentang sprain ankle, sedangkan setelah penyuluhan seluruh siswa mengalami peningkatan pemahaman yang mencakup pengertian, cara pencegahan, dan langkah pertolongan pertama terhadap cedera tersebut. Dengan demikian, penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai sprain ankle dan diharapkan dapat mendorong kebiasaan olahraga yang lebih aman.
EDUKASI PENTINGNYA AKTIVITAS FISIK, KEBIASAAN SCREENTIME, DAN TIDUR PADA BALITA DI PUSKESMAS CIPTOMULYO Widya Puspitasari; Ali Multazam; Indah Ningtiyas Hidayati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober 
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i1.6069

Abstract

Edukasi Aktivitas Fisik, Kebiasaan Screentime, dan Tidur Anak Balita Pada Ibu Di Puskesmas Ciptomulyo. Aktivitas fisik anak di bawah usia 5 tahun berhubungan baik dengan indikator Kesehatan seperti adipositas, kesehatan tulang dan rangka, kesehatan kardiometabolik, perkembangan kognitif, dan keterampilan motoriknya. Kegiatan yang membuat anak pasif seperti menonton layar elektronk, handphone atau televisi jika menjadi kebiasaan akan berkaitan dengan kesehatan yang buruk. Selain itu, waktu tidur juga memengaruhi kesehatan anak, dengan durasi tidur yang pendek dapat menyebabkan kelebihan berat badan di masa anak-anak maupun remaja. Fisioterapi di puskesmas menyediakan layanan yang ditujukan bagi kelompok atau komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang aktivitas fisik, kebiasaan screen time, dan pola tidur pada anak balita. Metode yang digunakan ialah analitik dengan desain quasi-experimental dan kelompok kontrol pre-test post-test. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling. Sebelum diberikan penyuluhan 38% responden tidak mengetahui tentang aktivitas fisik, kebiasaan screen time, dan pola tidur pada anak balita, namun setelah diberikan penyuluhan 100% responden mengetahui topik tersebut. Sehingga terdapat perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan.
Edukasi Fisioterapi Komunitas Untuk Pencegahan Forward Head Posture Pada Siswa Sekolah Dasar Islam Al-Abror Pakisaji Malang I Komang Wira Kusuma; Ali Multazam; Qonitatul Fitriyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober 
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i1.6070

Abstract

Anak-anak merupakan kelompok masyarakat dengan prevalensi pengguna smartphone yang tinggi, karena sebagian besar dari mereka menggunakan smartphone untuk bermain game. Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan perubahan postur dimana postur yang buruk selama penggunaan smartphone akan memiliki dampak jangka panjang yang serius pada postur anak. Salah satu dampak dari postur tubuh yang buruk adalah postur kepala ke depan (forward head posture). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan manajemen mandiri kepada siswa sekolah dasar islam al-abror pakisaji agar dapat secara mandiri dalam manajemen gangguan atau keluhan nyeri leher dan bah.  Metode yang digunakan adalah penyuluhan kepada siswa berupa promosi kesehatan mengenai forward head posture dan tata cara mencegahnya dengan menggunakan poster. Hasil  Penyuluhan berjalan dengan baik dan mudah dipahami oleh siswa dari 20% menjadi 100% setelah diberikan materi mengenai definisi, penyebab, dampak, dan cara mencegah serta dosis dari self treatment exercise.
Subhyaloid Hemorrhage Secondary to Valsalva Retinopathy Triggered by Emotional Stress: A Case Report Reza Erik; Mossadeq Reza
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober 
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i1.6164

Abstract

Retinopati Valsalva adalah kondisi langka yang disebabkan oleh peningkatan mendadak tekanan vena intraokular yang menyebabkan pecahnya kapiler retina superfisial. Kondisi ini biasanya terjadi setelah aktivitas yang meningkatkan tekanan intratorakal, seperti batuk, muntah, mengejan, atau aktivitas fisik yang berat. Kami melaporkan kasus seorang perempuan berusia 17 tahun yang mengalami kehilangan penglihatan mendadak setelah episode menangis hebat akibat stres emosional. Diagnosis retinopati Valsalva dengan perdarahan subhialoid di makula ditegakkan dan ditangani menggunakan laser hialidotomi Nd:YAG. Tindak lanjut menunjukkan perbaikan tajam penglihatan yang signifikan dan resolusi total perdarahan dalam dua minggu tanpa komplikasi. Kasus ini menyoroti pentingnya mengenali stres emosional sebagai pemicu non-fisik retinopati Valsalva dan menunjukkan efektivitas laser hialidotomi sebagai pengobatan minimal invasif untuk mempercepat pemulihan penglihatan.
A Rare Case Report: Stroke Infark In A 5 Years Old Children with Suspected Moya-Moya Disease Zakki K, Ahmad; Ganda Septianda H
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6323

Abstract

Ischemic stroke in children is extremely rare, with an incidence rate of approximately 1.0-2.0 per 100,000 children annually in Western countries. The highest incidence occurs in infants and children under 5 years, with a higher prevalence among males than females and among Black and Asian children than White children. Ischemic stroke is commonly associated with arteriopathy, particularly moyamoya disease. A 5-year-old male presented to the Emergency Department with weakness of the right limbs for 1 day, starting in the morning upon waking, accompanied by left-sided facial drooping and slurred speech. Vital signs were normal, general physical examination was unremarkable, with motor strength 3/5 in the right arm and 2/5 in the right leg. Laboratory results were normal, and CT scan revealed focal ischemia in the left lentiform nucleus. Acute stroke symptoms in children are similar to those in adults, commonly presenting with hemiparesis, hemifacial weakness, and speech or language disturbances. Pediatric ischemic stroke often has uncertain risk factors, including moyamoya disease, characterized by chronic, progressive stenosis of the distal internal carotid artery and proximal middle cerebral artery. Neuroimaging is crucial for diagnosis, with CT scans of the head being essential but limited in detecting acute ischemia, necessitating MRI. Conventional angiography remains the gold standard for cerebrovascular imaging, defining specific arteriopathy. This patient underwent a head CT scan revealing left lentiform nucleus ischemia and was referred to PON Hospital for MRI and further management. The diagnosis of stroke in children is primarily based on clinical presentation and radiological findings, allowing for targeted management given the heterogeneous etiology.
PERBANDINGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI  DALAM KEHAMILAN PADA USIA REMAJA DAN USIA REPRODUKTIF TERHADAP MORTALITAS MATERNAL Indra Dharmadi, Buntoro; Hadi Susiarno; Siti Salima
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kejadian komplikasi hipertensi dalam kehamilan antara kelompok usia remaja dan usia reproduktif di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode 2021–2024. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan total sampling dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 untuk menilai perbedaan kejadian hipertensi, komplikasi, dan mortalitas pada kedua kelompok usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diagnosis terbanyak adalah superimposed preeklamsia dan preeklamsia berat, dengan mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia reproduktif. Angka komplikasi tertinggi adalah HELLP syndrome (5,4%), diikuti perdarahan antepartum, sedangkan kejadian eklampsia sangat rendah. Mayoritas pasien mengalami persalinan prematur, mencerminkan beratnya kondisi hipertensi pada populasi rujukan tersier. Analisis bivariat menunjukkan adanya perbedaan signifikan kejadian hipertensi berdasarkan usia, di mana usia ekstrem baik remaja maupun lanjut memiliki kerentanan lebih tinggi melalui mekanisme berbeda. Mortalitas maternal tercatat sangat rendah dan hanya terjadi pada kelompok usia reproduktif, menandakan efektivitas tata laksana dan sistem rujukan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa hipertensi dalam kehamilan tetap menjadi penyebab utama komplikasi obstetri, sehingga diperlukan skrining risiko yang komprehensif, optimalisasi antenatal care, serta manajemen aktif terutama pada kelompok usia berisiko.
Optimalisasi Gizi Anak Melalui Program Makanan Tambahan Dan Edukasi Gizi Berbasis Leaflet Dalam Pencegahan Stunting : Studi Kasus di Desa Massaile Henni Permata Sulis; Sulaeha Sulaeha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6645

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan memerlukan intervensi yang terarah, salah satunya melalui pemberian Program Makanan Tambahan (PMT) dan edukasi gizi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Massaile dengan sasaran anak sekolah dasar dan ibu anak usia dini. PMT diberikan satu kali dengan menu bergizi seimbang untuk mendukung asupan energi dan zat gizi penting, sementara edukasi gizi disampaikan kepada ibu melalui media leaflet yang memuat informasi tentang gizi seimbang, pola makan sehat, dan pencegahan stunting.
Pengetahuan dan Sikap Putri Usia Dewasa Awal Terhadap Pencegahan Anemia Siti Nazwa Ramadhani; Ade Asiilah Asri; Aisyah Fani Rahimah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6749

Abstract

Anemia tetap menjadi masalah kesehatan yang sering dialami oleh perempuan usia muda, terutama di rentang usia 17 sampai 25 tahun. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi akibat siklus menstruasi dan pola makan yang belum seimbang. Pengetahuan dan sikap seseorang memainkan peran penting dalam membentuk perilaku untuk mencegah anemia sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap perempuan usia muda terhadap upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain potong lintang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2025 secara daring menggunakan kuesioner yang sudah disusun. Jumlah responden sebanyak 33 orang yang merupakan perempuan usia 17 sampai 25 tahun, dengan metode pengambilan sampel total. Pengolahan data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang anemia (78,8%) dan sikap yang positif terhadap pencegahannya (81,8%). Meski demikian, masih ada beberapa hal yang belum dipahami dengan baik, seperti peran vitamin C dalam menyerap zat besi dan dampak jangka panjang dari anemia. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan yang terus menerus.  
Pengaruh Budaya Keselamatan terhadap Perilaku Tidak Aman (Unsafe Action) Pekerja di Rumah Sakit Nurani Promisetyaningrum Fitria; Rahayu Dinda Sinta; Yudhanto Satrio Bhagas
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6768

Abstract

Abstrak Kecelakaan kerja di rumah sakit Indonesia meningkat 35,6%, dengan perilaku tidak aman pekerja sebagai faktor utama yang dipengaruhi oleh budaya keselamatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya keselamatan terhadap perilaku tidak aman pekerja di rumah sakit. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif pada 245 responden yang terdiri dari perawat, dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya. Budaya keselamatan diukur menggunakan Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) 2.0 versi Indonesia, sedangkan perilaku tidak aman diukur dengan kuesioner tervalidasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan skor budaya keselamatan sebesar 3,59±0,58 (kategori baik) dan frekuensi perilaku tidak aman 2,48±0,68 (kategori rendah-sedang). Ditemukan korelasi negatif yang kuat antara kedua variabel (r=-0,683, p<0,001), dengan budaya keselamatan menjelaskan 56,6% variasi perilaku tidak aman. Prediktor terkuat adalah pelaporan insiden keselamatan, respons terhadap kesalahan, dan komunikasi tentang kesalahan. Rumah sakit perlu mengembangkan sistem pelaporan yang efektif, menerapkan just culture, memperbaiki rasio kepegawaian, dan mengimplementasikan pelatihan berbasis risiko.