cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI)
ISSN : 30264723     EISSN : 30264715     DOI : https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i2
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) merupakan Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini merupakan jurnal yang dapat akses secara terbuka bagi para Peneliti, Mahasiswa dan Dosen yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada bidang kesehatan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat mempublikasikan artikel-artikel kajian empiris dan teoritis dalam bidang Gizi, Rekam medis dan Informasi Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Obat-obatan, Psikologi Kesehatan dan bidang penelitian lain yang berkaitan dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 125 Documents
GAMBARAN KESEHATAN LINGKUNGAN PASAR DI WILAYAH KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2023 Romadhona, Nafiatul; Akas Yekti Pulihasih
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1665

Abstract

Kesehatan lingkungan pasar meliputi upaya pengawasan, pencegahan, dan pengendalian segala hal di lingkungan pasar terutama yang dapat menyebabkan penularan penyakit. Pasar termasuk tempat umum di mana orang berkumpul untuk berinteraksi dan menjalin hubungan. Jika sanitasi pasar tidak terjaga, risiko penyebaran penyakit dapat meningkat, berdampak negatif pada kesehatan masyarakat. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui gambaran kesehatan lingkungan pasar di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini yaitu pasar yang tidak memenuhi syarat sebesar 63,64%,  pasar yang memenuhi syarat sebesar 22,73%, dan yang belum dilakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan sebesar 13,63%. Kesimpulan yang didapatkan yaitu sebagaian besar pasar di wilayah Kabupaten Sidoarjo tidak memenuhi syarat kesehatan lingkungan.
Kelurahan Sehat Paru melalui Program YOGA PPOK di Kelurahan Siwalankerto Surabaya Bilgis Khoirun Nisa’; Agus Aan Adriansyah; Martha Ariana Wijayanti; Indri Riza Priescisila
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1667

Abstract

Menjaga kebersihan udara, menghindari paparan zat berbahaya, dan merawat kesehatan paru-paru melalui pola hidup sehat merupakan langkah-langkah penting untuk mencegah penyakit pernafasan dan memelihara fungsi optimal paru-paru. Sayangnya kesadaran dan pengetahuan warga upaya menjaga kesehatan paru masih sangat rendah. Pendidikan kesehatan tentang kesehatan paru menjadi penting dan aplikatif bagi warga. Tujuan kegiatan ini adalah membangun kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman warga terkait pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Metode yang dilaksanakan adalah pengisian kuisioner PUMA serta edukasi interaktif bersama semua peserta yang datang pada saat Posyandu Keluarga di Kelurahan Siwalankerto. Kegiatan yang dilakukan meliputi analisis situasi, pengambilan data primer berupa kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 183 masyarakat dan 89 kader kesehatan, dilanjutkan dengan pemberian intervensi berupa Program “YOGA PPOK”. Hasil kuesioner menyatakan bahwa sebanyak 48,6% masyarakat tidak mengetahui PPOK dan 61,7% tidak mengetahui bahwa di Puskesmas Siwalankerto terdapat pelayanan deteksi dini PPOK. Sedangkan terdapat 48,3% kader menjawab bahwa di posyandu mereka belum melakukan penyuluhan terkait PPOK dan 44,9% kader menjawab mereka belum pernah mensosialisasikan terkait adanya pelayanan deteksi dini PPOK. Pada pengisian kuesioner PUMA terdapat 29 responden dengan hasil terdapat 10 orang berpotensi terkena PPOK. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan edukasi berjalan dengan baik dan lancar, peserta merespon dengan aktif menjawab pertanyaan, mengikuti kegiatan dengan kondusif, dan melakukan transfer pengetahuan ke warga lain.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN POS KESEHATAN KELURAHAN DI SIWALANKERTO Nindy Kurnia Cahyawati; Novera Herdiani; Martha Ariana Wijayanti; Indri Riza Priescisila
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1668

Abstract

Sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan, Puskesmas memiliki tanggung jawab utama dalam penyelenggaraan upaya kesehatan tingkat pertama di wilayahnya. Sesuai fungsinya, Puskesmas harus berkomitmen untuk memberikan pelayanan berkualitas guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sejalan dengan tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat, maka dibentuk Poskeskel (Pos Kesehatan Kelurahan) yang merupakan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka menekan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas pelayanan Poskeskel. Metode yang di gunakan deskriptif kualitatif, dengan melakukan analisis yang dilakukan secara terus menerus dari awal penelitian hingga analisis data. Hasil dari penelitian variabel input yaitu 73%, beberapa indikator yang belum tercapai yaitu tidak ada ruang rapat, hanya mempunyai kader aktif sebanyak 4 orang. Sedangkan variabel proses yaitu 79,4%, yang diamana indikator hanya melakukan penyuluhan dengan 4 topik yaitu kadarzi, Kesehatan ibu & anak, penyehat lingkungan, dan PHBS harusnya ada 8 topik yaitu yaitu survey dan pemetaan kadarzi, P4K (program perencanaan, persalinan dan pencegahan komplikasi), kesiapsiagaan rawan bencana, penyehatan lingkungan, survey dan pembinaan PHBS, pengamatan faktor resiko masalah kesehatan (SBM = Surveilans Berbasis Masyarakat), menumbuhkembangkan UKBM. Untuk variabel output yaitu Jumlah KK yang disurvey kadarzi <10% atau dalam kategori belum sesuai yang sesuai dengan standar pengukuran harusnya 70%-100% KK yang disurvey kadarzi hasil dari penelitian ini bahwa banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya Poskeskel di Kelurahan Siwalankerto diharapkan petugas puskesmas dapat mensosialisasikan mengenai pelayanan Poskeskel yang ada di Puskesmas Siwalankerto. Tujuannya agar masyarakat mengetahui adanya Poskeskel.
EDUKASI GIZI DALAM DEMO MASAK MENU IBU HAMIL GUNA PENCEGAHAN STUNTING DI POSYANDU MELATI KALISARI SURABAYA Nazilatul Khurin; Akas Yekti Pulih Asih; Selviana Larasati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1700

Abstract

Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan  hingga  anak berusia dua tahun. Kondisi  stunting dapat  menyumbang  angka  kesakitan  dan  kematian  pada  bayi  dan anak  dan  juga  dapat menghambat  pertumbuhan  dan  perkembangan. Tujuan kegiatan ini edukasi gizi seimbang dan demo masak ibu hamil  untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait gizi seimbang yang perlu dikonsumsi selama kehamilan guna pencegahan stunting. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode sosialisasi dengan menggunakan media booklet serta demo masak makanan sehat untuk ibu hamil. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 ibu hamil di Posyandu Melati Kalisari sebagai sasaran kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan  bahwa  terjadi  peningkatan  pengetahuan  ibu hamil  setelah  diberikan  edukasi  gizi  seimbang dan  pendampingan  penerapan  gizi  seimbang  serta  demo masak berbasis pangan lokal.
PENERAPAN KOMPRES AIR HANGAT DAN TARIK NAPAS DALAM UNTUK MENGATASI NYERI PADA PASIEN HIPERTENSI Selmar Putrami First Basy; Sonhaji , Sonhaji
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1785

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang ditemukan pada masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg (WHO ,2018). Hipertensi yang terjadi pada lansia diakibatkan oleh adanya proses menua dimana terjadi penuruan ke elastisitas dinding aorta, katub jantung menebal dan kaku hingga adanya penurunan kemampuan jantung dalam memompa darah (Brunner dan Suddarth, 2018). Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi mengalami peningkatan dari tahun 2013 sebesar (25,8%) menjadi (34,1%) prevalensi hipertensi tertinggi di Indonesia berada di Kalimantan Selatan yaitu sebesar (44,1%). Metode: Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan case study research (study kasusStudi kasus merupakan suatu metode untuk menyelidiki atau mempelajari suatu kejadian mengenai perseorangan. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil pengumpulan data maka penulis dapat menegakkan masalah keperawatan sebagai berikut: Nyeri Akut B/D Agen Pencedera Fisiologis (mis. Inflamasi, Iskemia, Neoplasma), Gangguan pola tidur B/D Kurang Kontrol Tidur Ditandai Dengan Mengeluh Sulit Tidur dan Resiko Jatuh B/D Riwayat Jatuh. Kesimpulan dan saran: Dalam melakukan pengkajian perawat dapat lebih dalam menggali permasalahan dari pasien. Pasien dengan nyeri hipertensi terdapat beberapa masalah keperawatan yaitu Nyeri akut, gangguan pola tidur dan resiko jatuh. Pelaksanaan rencana keperawatan dilakukan dengan terkoordinasi untuk pelaksanaan diagnosa. Evaluasi keperawatan dapat teratasi sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan.
Studi Deskriptif:  Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kesehatan Reproduksi di SMA Negeri I Kota Kediri Dessy Erliyan Mega Wahyuning; Estin Gita Maringga
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1787

Abstract

Remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Hasil survey SDKI (2017) kontak seksual pertama antara wanita dan pria terjadi pada kelompok usia 15-19 tahun, dengan persentase wanita yang pernah kontak sesksual pada kelompok usia tersebut adalah 59%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskrpisikam pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskrptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas X dan XI di SMA Negeri 1 Kota Kediri. Besar sampel sebanyak 95 responden, yang diambil menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data mengunakan kuisioner dan pengumpulan data dilakukan pada 19  Januari 2024. Hasil penelitian, didapatkan tingkat pengetahuan responden tentang konsep dasar kesehatan reproduksi dalam kategori  cukup (72,4%), tingkat pengetahuan tentang konsep menstruasi termasuk dalam kategori baik (76,2%), tingkat pengetahuan tentang masalah kesehatan reproduksi wanita dalam kategori cukup (62,6%), tingkat pengetahuan tentang cara perawatan organ reproduksi dalam kategori cukup (58,6%), dan tingkat pengetahua tentang bahaya seks bebas dalam kategori baik (97,2%). Tingkat pengetahuan remaja putri di SMAN 1 Kota Kediri tentang kesehatan reproduksi dalam kategori baik dan cukup. Faktor yang meempengaruhi Tingkat pengetahuan responden tresebut dilihat dari akses informasi tentang kesehatan reproduksi yang mudah didapatkan
ANALISIS SPASIAL SEBARAN TIKUS PEMBAWA LEPTOSPIRA DI PELABUHAN TANJUNG PERAK DAN GRESIK Syndi Munawaroh; Maki Zamzam; Mas Adhi Hardian Utama
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1788

Abstract

Berdasarkan data angka kematian akibat dari penyakit leptospirosis, Indonesia menduduki posisi teratas ketiga setelah Uruguay dan India. Bakteri leptospira muncul di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Tikus dapat memberikan dampak negatif yang signifikan pada kesehatan, salah satu penyakit yang disebabkan oleh kehadiran tikus adalah leptospirosis. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan analisis spasial dengan data sekunder. Data didapatkan dari KKP wilayah kerja Tanjung Perak dan Gresik Data penelitian ini pada bulan Mei tahun 2023. Lokasi penelitian berada di dua titik yaitu Pelabuhan Tanjung Perak Dan Pelabuhan Gresik.. Hasil penelitian terhadap tikus pembawa leptospirosis di lokasi penelitian membuktikan, bahwa dari 100 perangkap tikus dari pelabuhan tanjung perak ditemukan 17 tikus, 3 jenis yang teridentifikasi sebagai Mus Musculus, Rattus tanezumi, dan Rottus norvegicus. Sedangkan perangkap tikus yang ada di wilker Gresik mengidentifikasi hanya satu jenis tikus yang diidentifikasikan sebagai Rattus norvegicus, dan tidak menunjukkan positif leptospirosis. Analisis hasil pemetaan menunjukkan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak memiliki sebaran tikus pembawa leptospirosis yang lebih banyak daripada pelabuhan Gresik. diperlukan pengendalian lebih intensif di wilayah tersebut dan rekomendasi termasuk peningkatan program pengendalian tikus, kebersihan lingkungan, dan edukasi masyarakat. Hasil ini menjadi dasar penting untuk strategi pengendalian dan pencegahan leptospirosis di Pelabuhan Tanjung Perak.
Gambaran Jumlah Timbulan Sampah di RW 5 Kedung Baruk Kecamatan Rungkut Kota Surabaya dalam Program Pengurangan Jumlah Timbulan Sampah Kampung Zero Waste Fihris Nabiilah Rohmad; Achmad Syafiuddin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1884

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak program Kampung Zero Waste (KZW) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya terhadap perubahan timbulan sampah di RW 5 Kedung Baruk selama lima bulan. Evaluasi dan monitoring dilakukan untuk mengetahui pengurangan jumlah sampah sebelum dan setelah implementasi program. Metode melibatkan pengalahan di awal kegiatan, pendampingan warga, dan pemantauan perilaku masyarakat terhadap pengolahan sampah rumah tangga. Hasil menunjukkan perubahan signifikan dalam jumlah sampah, namun sebagian masyarakat masih tidak aktif dalam pemilahan dan pengolahan sampah. Studi ini menyajikan gambaran tentang tantangan dan potensi perbaikan dalam mencapai tujuan Kampung Zero Waste di lingkungan tersebut.
The Relationship Between Menarche Age And Menopause Age In The Majelis Ta’lim Congregation In Batang Kabung Ganting Neighborhood, Koto Tangah District Padang City Shinta Pertiwi; Ariadi , Ariadi; Lili Irawati; Husna Yetti; Rahmani Welan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1920

Abstract

Menopause is a natural and unique period for women. Menopause occurs naturally in most women between the ages of 45 and 52 and is characterized by changes in hormonal status and the cessation of menstrual cycles. Menopause This causes a decrease in a person’s quality of life because they will experience unpleasant symptoms such as anxiety, depression, decreased desire, and concentration and vasomotor disorders. The purpose of the research is to find out the relationship between the age of menarche and the age of menopause that occurs in the congregation of the ta’lim assembly in the Batang Kabung Ganting sub-district, Koto Tangah sub-district, Padang City. This type of research is correlative analytic research. The sampling technique used a consecutive sampling technique. The minimum sample in this study amounted to 106 samples. The results showed that most respondents experienced menarche at the age of 12 years, as many as 24 respondents (22.6%). Most respondents experienced menopause at the age of 50 years, namely as many as 24 respondents (22.6%). The results of statistical tests using Pearson correlation obtained Sig. 0.000, and the calculated r result is -0,809, which means that there is a relationship between the age of menarche and the age of menopause. The result of the calculated r-value is negative -0,809, so both variables have a relationship that is very strong but contradictory, which means that the slower a person experiences menarche, the faster they will experience menopause and vice versa. In conclusion, most respondents experienced menarche at the age of 12 years, and most respondents experienced menopause at the age of 50 years.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI SMA NEGERI 3 PALANGKARAYA Halida Suryadini; Syahrida Dian Ardani; Egi Melia
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i1.2057

Abstract

Keputihan merupakan gejala berupa cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genitalia yang tidak berupa darah, pengeluaran cairan ini sebagai keadaan normal dari saluran kelamin wanita. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Tentang Keputihan Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 3 Palangkaraya. Metode penelitian yang digunakan ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian survei deskriptif untuk mengukur persentase tingkat pengetahuan tentang keputihan pada remaja putri di SMA Negeri 3 Palangkaraya yang diukur dengan tiga tingkatan yaitu kategori baik 76-100%, cukup 56%-75% dan kurang <56%. Hasil penelitian pada tingkat pengetahuan pada remaja putri di SMA Negeri 3 Palangkaraya adalah termasuk tingkat kriteria kategori “Baik” dengan persentase 84,33%.

Page 6 of 13 | Total Record : 125