cover
Contact Name
Masda Surti Simatupang
Contact Email
jurnal.dialektika@uki.ac.id
Phone
+6282244341592
Journal Mail Official
jurnal.dialektika@uki.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia, Gedung AB Jln. Mayjend Sutoyo no. 2, Cawang Jakarta 13630
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA
ISSN : 23382635     EISSN : 27981371     DOI : https://doi.org/10.33541/dia.v9i1
FOCUS AND SCOPE Journal of Dialektika is a professional, double-blind peer-reviewed international journal devoted to promoting scholarly knowledge and exchanging academic research and professional findings on all aspects of English such as English literature, second or foreign language (ESL/EFL) learning, including translation studies. To this end, Dialektika publishes theoretical and empirical studies in the form of original research, research reviews, case studies, conceptual frameworks, and innovative educational and social ideas with both regional and global perspectives. Dialektika has a clear preference for manuscripts with a solid theoretical foundation and tangible educational and research implications. We, therefore, invite original submissions from around the world that fit within this aim. Authors are encouraged to submit complete, unpublished, original, and full-length articles that are not under review elsewhere. The online version of the journal is free to access and download.
Articles 112 Documents
GRAMMATICAL ERROR ANALYSIS ON THE THESIS ABSTRACT OF THE MASTER MANAGEMENT PROGRAM'S STUDENTS, FACULTY OF ECONOMICS, DIPONEGORO UNIVERSITY Yules Orlando Sianipar
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 1 (2021): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i1.3111

Abstract

Abstrak Dalam menulis bahasa Inggris, pembelajar Bahasa kedua sering membuat kesalahan dikarenakan kurangnya menguasai bahasa Inggris diakibatkan sedikitnya pengetahuan mengenai bahasa Inggris, Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat variasi kesalahan tata Bahasa yang dilakukanoleh pembelajar Bahasa kedua. Dalam penelitian ini, data utama yang digunakan adalah sampel dari 50 abstrak tesis mahasiswa program magister, fakultas ekonomi dari Universitas Diponegoro., yang diambil penulis secara acak. Data tersebut dianalisa menggunakan Sruface Structure Taxonomy, diantaranya omission, addition, misformation dan misordering, dan menggunakan pendapat dari Brook yang mengatakan ada 4 alasan umum kesalahan tersebut dilakukan oleh pembelajar Bahasa kedua. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesalahan terbesar yang terjadi adalah misformation, terutama misformation dari to be, kesalahan berikutnya secara berurutan adalah omission, addition dan misordering. Sebagai tambahan, kesalahan yang terjadi kebanyakan karena pengaruh Bahasa pertama dan mengeneralisasikan kata-kata; kedua hal inilah yang disebutkan oleh Brook. Kata Kunci: Pembelajar Bahasa kedua, Kesalahan tata Bahasa, Abstract In writing English, second language learners often make errors due to the lack of mastering English or insufficient knowledge about English. The purpose of the research is to look at varieties of second language learners' grammatical errors. In this research, the primary data used are samples from 50 theses abstracts that come from the students of Economics Faculty, magisterial management program of Diponegoro University, which the writer took randomly. The data is analyzed using the surface structure taxonomy, namely omission, addition, misformation, and misordering. They are using Brook's opinion, saying that there are four common reasons for the error made by second language learners. The research shows that the most significant number of mistakes is concerned with misformation. The other errors belong to omission, addition, and misordering, respectively. Besides, their errors are caused mainly by first language interference and overgeneralization; Brook mentions these two reasons. (Ellis, 1993: 159.) Keywords: Second language learner, Grammatical error, Surface Structure Taxonomy
PENERJEMAHAN IDIOMATIS PETER NEWMARK DAN MILDRED LARSON Yusniaty Galingging; Gunawan Tambunsaribu
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 1 (2021): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i1.3112

Abstract

Abstrak Bidang penerjemahan pada era globalisasi ini merupakan pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk dikuasai. Melalui penguasaan teori penerjemahan berbagai kajian terjemahan dapat dilakukan. Tulisan ini akan membicarakan dua penulis teori penerjemahan, yaitu Mildred Larson dan Peter Newmark. Kedua penulis ini membahas teori penerjemahan yang sering dirujuk pada mata kuliah penerjemahan oleh mahasiswa fakultas Sastra UKI. Dalam teorinya, ditemukan bahwa mereka menggunakan istilah yang sama, yaitu penerjemahan idiomatis. Istilah yang sama ini tidak secara serta merta dipahami mempunyai maksud yang sama, oleh karena itu perlu dikaji lebih dalam untuk mengetahui makna dari istilah tersebut. Apa yang dimaksud Larson dengan penerjemahan idiomatis dan yang dimaksud Newmark tidaklah sama. Tulisan ini dimaksudkan menguraikan istilah penerjemahan idiomatis oleh Newmark dan Larson dalam metode penerjemahan mereka. Menurut Larson, penerjemahan idiomatis adalah penerjemahan yang menggunakan bentuk gramatikal dan leksikal yang natural dari bahasa sasaran. Selain itu penerjemahan idiomatis merupakan penerjemahan yang harus dicapai oleh seorang penerjemah. Sementara itu, menurut Newmark penerjemahan idiomatis bukanlah tujuan yang harus dicapai oleh seorang penerjemah karena penerjemahan ini menggunakan kata-kata sehari-hari dalam terjemahannya dan juga menggunakan idiom-idiom yang tidak ditemukan pada teks sumber. Kata kunci: penerjemahan, teori penerjemahan, penerjemahan idiomatis, metode penerjemahan, jenis-jenis penerjemahan. Abstract The field of translation in this globalization era is a very useful knowledge to be mastered. By mastering the translation theory, various translation studies can be carried out. This paper will discuss two authors of translation theory, namely Mildred Larson and Peter Newmark. These two authors discuss translation theory, often referred to in translation classes, in the Faculty of Letters of UKI. Both of them use the same term, namely idiomatic translation. This same term should not be automatically understood as to have the same purpose; therefore, it is necessary to understand the meaning of the term. What Larson meant by idiomatic translation and what Newmark meant were not equally the same. This paper is intended to describe the term idiomatic translation by Newmark and Larson in their translation theory. According to Larson, idiomatic translation is a translation that uses the natural grammatical and lexical forms of the target language. Besides, idiomatic translation is a goal that a translator must achieve. Meanwhile, for Newmark, since this method uses colloquialisms and idioms that are not found in the original text, the idiomatic translation is not the translation's goal. Keywords: translation, translation theory, idiomatic translation, translation methods, kinds of translation.
AN INVESTIGATION OF ENGLISH DEVELOPMENT OF YOUNG LEARNERS AT STAR KIDS PRESCHOOL Febrimarini Sinulingga
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 1 (2021): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i1.3114

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan bahasa Inggris pelajar muda di prasekolah Star Kids. Ini adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur. Sumber data diambil dari guru, orang tua, dan kepala sekolah sebagai perwakilan manajemen sekolah di TK Star Kids. Analisis data menunjukkan bahwa guru di prasekolah Star Kids membantu pelajar muda mengembangkan bahasa Inggris mereka, tetapi pengetahuan tentang pelajar muda masih kurang. Orang tua dan kepala sekolah puas dengan guru karena mereka menjaga komunikasi yang baik. Temuan data menunjukkan bahwa para guru membutuhkan lebih banyak seminar, lokakarya, atau kursus dalam mengajar pelajar muda dengan benar. Kata kunci: investigasi, pengembangan, siswa TK Abstract The purpose of this study is to investigate the English development of young learners at Star Kids preschool. It is a case study. The data were collected through observations and semi-structured interviews. The data sources were taken from the teachers, the parents, and the headmaster as the school management representative in Star Kids preschool. The data analysis indicated that the teachers in Star Kids preschool help young learners develop their English language, but the knowledge about young learners is still insufficient. The parents and the headmaster satisfy with the teachers since they maintain good communication. The data findings suggest that the teachers need more seminars, workshops, or courses in teaching young learners properly. Keywords: investigation, development, young learners
ANALISIS KONTRASTIF ADJEKTIVA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS BERDASARKAN CIRI SEMANTIS DAN CIRI SINTAKSIS Terweline Tapilatu
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i2.3723

Abstract

Abstrak Analisis kontrastif pada dasarnya dilakukan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai persamaan dan perbedaan dari bagian tertentu dalam B1 dan B2. Fokus dari kajian analisis kontrastif berikut ini adalah membandingkan adjektiva bahasa Indonesia dan bahasa Inggris berdasarkan ciri semantis dan ciri sintaksis. Kajian ini merupakan kajian kualitatif yang menggunakan metode analisis isi. Berdasarkan hasil perbandingan dapat diketahui bahwa adjektiva kedua bahasa mempunyai fungsi yang sama yaitu menggambarkan atau memberi makna khusus kepada nomina dan pronomina serta dapat berfungsi atributif dan predikatif. Perbedaan antara kedua adjektiva ini adalah pada posisi adjektiva dalam frasa nominal, urutan adjektiva ketika digunakan secara bersamaan dalam satu frasa nominal, fungsi predikatif sebagai pelengkap subjek, dan penggunaan verba tertentu sebelum adjektiva bahasa Inggris dalam posisi predikatif yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. Hal-hal yang mungkin menjadi masalah bagi pemelajar ketika menggunakan adjektiva bahasa Inggris adalah penentuan jenis adjektiva secara tepat agar dapat ditempatkan pada urutan yang benar dalam frasa, perbedaan makna adjektiva yang diakhiri –ing dan –ed, perbedaan makna beberapa adjektiva tertentu bila ditempatkan pada posisi atributif dan posisi predikatif, kekhususan beberapa adjektiva yang hanya dapat bersifat atributif atau predikatif, perbedaan posisi adjektiva atributif, dan kemungkinan pengabaian penggunaan linking verb be karena interferensi B1 dan karena ketiadaan padanan verba tersebut dalam sistem bahasa Indonesia. Dengan mengetahui persamaan dan perbedaan kedua adjektiva berdasarkan ciri semantis dan ciri sintaksis maka pemelajar dapat memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai cara menggunakan adjektiva bahasa Inggris secara benar dalam membuat kalimat. Bagi pengajar bahasa Inggris kajian ini dapat menjadi masukan bagi pengajaran adjektiva dan penyusunan materi pembelajaran yang lebih baik. Kata kunci : analisis kontrastif, ciri semantis, ciri sintaksis Abstract The purpose of doing a contrastive analysis is to get a whole picture of the similarities and differences of a specific aspect of L1 and L2. Therefore this qualitative study which used the content analysis method focuses on comparing the English and Indonesian adjectives based on their semantic and syntactic features. The findings revealed that both adjectives modify nouns or pronouns and, therefore, can be attributive and predicative. The differences between them include the position of the adjective in a noun phrase, the order of adjectives when used together in a noun phrase, the function of predicative adjectives as a subject complement, and the use of a certain verb before an English adjective in a predicative position which does not exist in Indonesian. Problems that may arise when using the English adjectives are determining the type of description the adjectives provide to place them in the correct order in a noun phrase, the different meaning of participle adjectives, the different meaning of certain adjectives when placed in attributive and predicative positions. The specificity of some adjectives, which can only be attributive or predicative, different positions of attributive adjectives, and the possibility of neglecting the use of the linking verb are due to L1 interference and the absence of be equivalent in the Indonesian language system. This contrastive study will provide learners with a better description of how to use the English adjective correctly in a sentence. It may provide inputs for teachers in teaching the English adjective better and developing better learning material. Keywords: contrastive analysis, semantic features, syntactic features
KOLOKASI DALAM PENERJEMAHAN Yusniaty Galingging, M.Hum
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i2.3725

Abstract

Abstrak Dalam penerjemahan menemukan makna yang tepat adalah sebuah tugas yang paling penting. Upaya menemukan makna ini merupakan salah satu dari empat proses penting penerjemahan, yaitu adanya teks sumber, kemudian mengidentifikasi makna, menemukan makna dan mengekspresikan makna tersebut pada bahasa sasaran. Kolokasi adalah unsur leksikal yang dapat hadir dalam sebuah konstruksi kalimat yang sama. Penerjemahan adalah tindakan memindahkan makna teks suatu bahasa ke bahasa lain. Pemahaman kolokasi pada proses penerjemahan adalah pada upaya menemukan makna. Newmark mengatakan ada dua pendekatan dalam menemukan makna dalam penerjemahan, yaitu dengan membaca kalimat demi kalimat dan yang kedua dengan membaca seluruh teks dua atau tiga kali. Kedua pendekatan ini sudah tentu melibatkan pemahaman akan kolokasi. Kegagalan memahami kolokasi dapat menghasilkan terjemahan yang tidak masul akal. Setiap bahasa menggabungkan kata-kata dalam kolokasi secara berbeda. Kolokasi dapat dianalisis dari berbagai bidang ilmu Bahasa, seperti gramatika, semantik dan juga penerjemahan. Data untuk penerjemahan kolokasi pada tulisan ini diambil dari film singkat dari film seri Turki “Magnificent Century” yang berjudul “I Found the Grave Empty”. Film ini diambil secara acak dari sejumlah film singkatndari serial Magnificent Century. Tulisan ini khususnya diharapkan dapat membantu mahasiswa Fakultas Sastra dan Bahasa UKI yang melakukan kajian penerjemahan mereka. Kata Kunci: kolokasi, kajian penerjemahan, menemukan makna. Abstract In translation finding the equivalent meaning is a most important part. Discovering meaning is one of the four important processes of translation, they are the source text, identifying meaning, finding meaning and expressing that meaning in the target language or the translation. Collocations are lexical items that may occur in the same sentence construction. Translation is the act of transferring the meaning of a text from one language that is the source language to another. The understanding of collocation in the translation process is a part of discovering meaning. According to Newmark there are two approaches in finding the meaning in translation. Firstly, read the sentence by sentence and secondly read the entire text for two or three times. Both of these approaches must involve an understanding of collocation. Failure to understand collocations may result a bad or nonsense translation. Each Language combines words in collocations differently. Collocations can be analyzed from various fields of language knowledge, such as grammar, semantics and also translation. The data for the translation of collocations in this paper are taken from a short film as part of the Turkish film series "Magnificent Century" entitled "I Found the Grave Empty". The film was taken randomly from those short films of the Magnificent Century serial. In particular, it is hoped that this writing can help the students of Faculty of Letters and Languages UKI to conduct their translation studies. Key Words: Collocation, Translation studies, discovering the meaning
UPACARA SATI DAN OPRESI TERHADAP PEREMPUAN PADA PUISI “SITA” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO: KAJIAN SASTRA FEMINIS Heri Isnaini
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i2.3726

Abstract

Abstrak Sati adalah konsep bakar diri perempuan India untuk menunjukkan kesetiaan kepada suami. Dalam cerita Ramayana, sati dilakukan oleh Sita sebagai pembuktian kesetiaan kepada Rama. Konsep sati jelas bersifat opresi kepada perempuan baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat. Bentuk opresi tersebut digambarkan dengan lakuan Sita yang sesungguhnya merupakan konstruksi keinginan Rama belaka. Dalam sajak “Sita” karya Sapardi Djoko Damono, drama sati yang dilakukan Sita diawali oleh rasa cemburu Rama. Hal ini jelas bentuk opresi kepada perempuan yang dikonstruksi menjadi liyan dan bukan menjadi dirinya sendiri. Hak seksualitas Sita hilang karena harus mengikuti seksualitas yang diinginkan Rama. Artinya, sistem patriarki yang melingkupi drama tersebut membuat perempuan menjadi objek yang abjek. Sajak “Sita” yang ditulis Sapardi Djoko Damono memiliki hubungan intertekstualitas dengan teks Ramayana. Dengan demikian, tulisan ini akan membahas hasil pembacaan dari sajak “Sita” karya Sapardi Djoko Damono dilihat dari bentuk-bentuk opresi terhadap perempuan dengan memperhatikan tanda-tanda dan intertekstualitasnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa intertesktualitas sajak “Sati” dan epos Ramayana dapat disandingkan dan dibandingkan. Kedua teks memperlihatkan bentuk opresi perempuan dalam bentuk ketidakadilan gender karena dikonstruksi oleh sistem patriarki dalam masyakarat pendukungnya. Kata kunci: gender, intertekstualitas, opresi, perempuan, sati Abstract Sati is an Indian woman's self-immolation concept to show loyalty to her husband. In the Ramayana story, sati is done by Sita as proof of commitment to Rama. The concept of sati is clearly oppressive to women both as individuals and as part of society. Sita's practice depicts the form of oppression, which is actually a construction of Rama's wishes. In "Sita" poetry by Sapardi Djoko Damono, Sita's sati drama is preceded by Rama's jealousy. It is a form of oppression to women who are constructed into liyan and not themselves. Sita's sexual rights are lost because they have to follow the sexuality that Rama wants. That is, the patriarchal system that surrounds the drama makes women objects of ridicule. The rhyme "Sita" written by Sapardi Djoko Damono has intertextuality with the Ramayana text. Thus, this paper will discuss the reading of the "Sita" poetry by Sapardi Djoko Damono seen from the forms of oppression against women by paying attention to the signs and intertextuality. The results of this study showed that the intertextuality of the"Sati" poetry and the Ramayana epic could be juxtaposed and compared. Both texts show the form of female oppression in the form of gender injustice because it is constructed by a patriarchal system in the community of its supporters. Keywords: gender, intertextuality, oppression, women, sati
THE USE OF LANGUAGES ON JOKOWI’S INSTAGRAM COMMENTS AND ITS IMPLICATIONS ON THE PRESENT NETIZENS’ CHARACTER Devi Melisa Saragi, S.S., M.A
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i2.3727

Abstract

Abstract The study aims at describing the use of languages on Jokowi’s instagram coloums in the context of political propaganda and how it can imply the character of the present netizens. This belongs to a descriptive qualitative research whose data consist of words, phrases and sentences taken from Jokowi’s instagram comments during the 2019 president campaign period. The data collection was conducted by applying the document technique and note taking, while the data analysis was performed by content analysis using inductive method. It is found that there is a deviation of pragmatics in the use of languages towards the political propaganda found on Jokowi’s instagram coloums. The deviation of the pragmatics was a form of sarcasm, hate speech and taboo which were deliberately written in order to attack Jokowi as one of the president candidates for 2019-2024. These pattern of language also implied that present liberal delivering opinion of the Indonesia netizens show a degradation of eastern cultural value especially in using Bahasa. Keywords: Instagram, language use, netizen, pragmatics Abstrak Penenlitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan bahasa pada kolom komentar akun instagram Presiden Jokowi dalam konteks propaganda politik serta bagaimana penggunaan bahasa tersebut dapat mengimplikasikan karakter para netizen Indonesia sekarang ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang data−datanya berbentuk kata, frasa dan kalimat diambil dari akun instagram Presiden Jokowi selama kampanye Presiden 2019. Data dikumpulkan melalui teknik catat dan dokumentasi untuk kemudian dianalisis melalui teknik analisis isi dengan menggunakan metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan para netizen dalam konteks propaganda politik telah mengalami penyimpangan secara pragmatis. Wujud dari penyimpangan tersebut adalah bentuk sarkasme, ujaran kebencian dan bahasa tabu yang digunakan untuk menyerang Jokowi sebagai salah satu kandidat presiden untuk periode 2019−2024. Selain itu, pola penggunaan bahasa ini juga mengimplikasikan bahwa cara para netizen Indonesia mengemukakan pendapat secara bebas menunjukkan adanya penurunan dari nilai−nilai kebudayaan timur terutama dalam penggunaan bahasa. Kata kunci: Instagram, penggunaan bahasa, netizen, pragmatik
INTERFERENSI FONOLOGIS BAHASA BANJAR HULU PADA MASYARAKAT BANJAR DALAM BERBAHASA INDONESIA Ahmad Imam Muttaqin
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i2.3728

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap interferensi yang terjadi pada Bahasa Indonesia saat seorang penutur asli Bahasa Banjar Hulu bertutur dengan Bahasa Indonesia. Terdapat beberapa bentuk interferensi fonologis yang terjadi. Penelitian ini juga mengungkap bagaimana kaidah dari interferensi tersebut sehingga masyarakat luas tidak akan merasa asing lagi akan interferensi yang terjadi ini dan dapat memaklumi fenomena interferensi kebahasaan itu sendiri sebagai suatu fenomena normal. Penelitian ini berupa penelitian kualitatif deskriptif yang akan memaparkan tentang bentuk interferensi fonologis seperti apa yang terjadi pada Bahasa Indonesia oleh penutur Bahasa Banjar Hulu dengan menggunakan fitur distingtif sebagai alat ukur untuk menemukan bagaimana bentuk dari interferensi fonologis tersebut. Ditemukan adanya proses fonologis (1) bunyi /ǝ/ menjadi /a/, (2) bunyi /e/ menjadi /i/, (3) bunyi /o/ menjadi /ʊ/, dan (4) bunyi /k/ menjadi /ʔ/. Penempatan bunyi-bunyi tersebut bisa berada dimana saja kecuali bunyi /k/ menjadi /ʔ/ yang berada di akhir kata yang diawali dengan bunyi konsonan. Kata kunci: interferensi bahasa Indonesia, bahasa Banjar Hulu, proses fonologis, fitur distingtif Abstract This research is written to reveal interferences in the Indonesian language when a Hulu Banjarese native spoke in Bahasa. There are a few kinds of phonological interferences which happened. This research also revealed the pattern of those phonological interferences in case people will not have a strange feeling about it and accept it as a normal phenomenon. This research is qualitative descriptive research that uses distinctive features theory to reveal the phonological interferences, including the shape and the pattern of the phonological interferences in the Indonesian language spoken by Hulu Banjarese native speakers. This research shows four phonological processes heading to the phonological interferences in the Indonesian language spoken by Hulu Banjarese native speakers. (1) sound /ǝ/ being /a/, (2) sound /e/ being /i/, (3) sound /o/ being /ʊ/, and (4) sound /k/ being /ʔ/. Those sounds can be placed everywhere except sound /k/ being /ʔ/, which is placed at the end of the word and start with consonants. Keywords: Indonesian language interferences, Hulu Banjarese, phonological process, distinctive features
MULTICULTURALISM VALUES IN HENA KHAN’S AMINA’S VOICE Nelly Trisna Raja Guk-Guk; Mike Wijaya Saragih
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i2.3729

Abstract

Abstract This paper aims to show how the forms of multiculturalism values are displayed in Amina's life and how multiculturalism can change the perspective of other characters towards multiculturalism in the novel Amina's Voice (2017), written by a Pakistani-American writer, Hena Khan. This novel tells about a girl named Amina who has a family background from Pakistan and has long lived in Milwaukee, Wisconsin, United States. Despite living in a dominant Western culture, the Amina family consistently upholds Pakistani cultural values and uses their native customs daily. The differences between these two cultures often lead to conflicts experienced by Amina and other characters in the story. Despite encountering obstacles, Amina is shown still to practice the values of multiculturalism in her daily life. This study uses the concept of indicators of multiculturalism values proposed by Tilaar (2004) and the concept of acculturation written by Berry (2005). This research shows that there are forms of multiculturalism values found in the three spheres of Amina's life, namely in the family, school, and social environment. The indicators of multicultural values are learning in diversity, mutual trust, mutual understanding, mutual respect, open-mindedness, appreciation and interdependence (mutual dependence), and conflict resolution. In addition, the present writer also found that the practice of multiculturalism that occurred in the text resulted in an acculturation process that succeeded in changing the perspective of Amina's family members towards the value of multiculturalism. Keywords: acculturation, multicultural, multiculturalism values Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana bentuk nilai-nilai multikulturalisme ditampilkan dalam kehidupan Amina dan bagaimana praktek multikulturalisme dapat mengubah cara pandang tokoh lain terhadap multikulturalisme di dalam novel Amina’s Voice (2017) yang ditulis oleh seorang penulis Pakistan-Amerika, Hena Khan. Novel ini menceritakan tentang seorang anak perempuan bernama Amina yang memiliki latar belakang keluarga dari Pakistan yang sudah lama menetap di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Walaupun hidup di tengah budaya Barat yang sangat dominan, keluarga Amina secara konsisten tetap menjunjung tinggi nilai budaya Pakistan dan menggunakan adat-istiadat asal mereka di kehidupan sehari-hari mereka. Perbedaan 2 budaya ini kerap kali mendatangkan konflik yang dialami Amina dan tokoh-tokoh lain di dalam cerita. Walaupun mengalami kendala, Amina ditampilkan tetap mempraktekkan nilai-nilai multikulturalisme di dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan konsep indikator nilai-nilai multikulturalisme yang dikemukakan oleh Tilaar (2004) dan menggunakan konsep akulturasi yang ditulis oleh Berry (2005). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat bentuk-bentuk nilai multikulturalisme yang ditemukan di tiga ruang lingkup kehidupan Amina, yaitu di lingkungan keluarga, sekolah, dan sosial. Adapun indikator nilai multikultural yang ditemukan adalah belajar hidup dalam perbedaan, membangun saling percaya, memelihara saling pengertian, menjunjung sikap saling menghargai, terbuka dalam berpikir, apresiasi dan interdepedensi, dan resolusi konflik. Selain itu, penulis juga menemukan bahwa praktek multikulturalisme yang terjadi di dalam teks menghasilkan proses akulturasi yang berhasil mengubah cara pandang anggota keluarga Amina terhadap nilai multikulturalisme. Kata Kunci: akulturasi, multikultural, nilai-nilai multikulturalisme
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA BIDANG MORFOLOGI PADA KARYA ILMIAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KLEGO Byuti Adi Maghfiroh; Firman Fajar Wiguna; Sella Lukitasari; Chafit Ulya
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 8 No. 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v8i2.3730

Abstract

Abstrak Bahasa tulis merupakan salah satu instrumen penting dalam pembelajaran. Kemampuan berbahasa siswa di sekolah diajarkan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Salah satu hal terpenting saat mempelajari bahasa yakni mengetahui kesalahan berbahasa. Kegiatan menulis merupakan kegiatan yang cukup kompleks, karena dalam menulis memerlukan pemahaman keterampilan berbahasa yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesalahan dalam berbahasa bidang morfologi yang terdapat pada teks karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Klego. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan dokumen. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumen atau data yang memiliki kesalahan berbahasa. Kesalahan berbahasa bidang morfologi yang ditemukan dalam artikel karya ilmiah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Klego antara lain Afiksasi, Reduplikasi dan Pemajemukan. Peneliti menemukan kesalahan yang paling banyak yaitu pada penulisan afiksasi. Untuk mengurangi kesalahan berbahasa dalam penulisan karya ilmiah, maka siswa perlu diberikan pelatihan dan pengajaran. Kata kunci: kesalahan, berbahasa, morfologi Abstract Written language is one of the essential instruments in learning. Students' language skills in schools are taught in Indonesian subjects. One of the most important things when learning a language is knowing the language mistakes. Writing activities are pretty complex because writing requires understanding other language skills. This study aims to determine the form of errors in the morphology field of the language contained in the text of the scientific work of class XI students of SMA Negeri 1 Klego. Data collection techniques used in this study using documents. The research method used by the author is a qualitative descriptive approach—sources of data used in this study in the form of documents or data that have language errors. Morphological language errors found in scientific articles of class XI students of SMA Negeri 1 Klego include affixation, reduplication, and compounding. Researchers found the most errors in affixation writing. Students need to be given training and teaching to reduce language errors in writing scientific papers. Keywords: error, language, morphology

Page 2 of 12 | Total Record : 112