cover
Contact Name
Masda Surti Simatupang
Contact Email
jurnal.dialektika@uki.ac.id
Phone
+6282244341592
Journal Mail Official
jurnal.dialektika@uki.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia, Gedung AB Jln. Mayjend Sutoyo no. 2, Cawang Jakarta 13630
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA
ISSN : 23382635     EISSN : 27981371     DOI : https://doi.org/10.33541/dia.v9i1
FOCUS AND SCOPE Journal of Dialektika is a professional, double-blind peer-reviewed international journal devoted to promoting scholarly knowledge and exchanging academic research and professional findings on all aspects of English such as English literature, second or foreign language (ESL/EFL) learning, including translation studies. To this end, Dialektika publishes theoretical and empirical studies in the form of original research, research reviews, case studies, conceptual frameworks, and innovative educational and social ideas with both regional and global perspectives. Dialektika has a clear preference for manuscripts with a solid theoretical foundation and tangible educational and research implications. We, therefore, invite original submissions from around the world that fit within this aim. Authors are encouraged to submit complete, unpublished, original, and full-length articles that are not under review elsewhere. The online version of the journal is free to access and download.
Articles 112 Documents
Subject-Verb Agreement Errors in The Narrative Writing of The First Semester of English Literature Students: A Case Study Lisbeth Sirait
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i1.4023

Abstract

Abstract This study aimed at identifying the subject-verb agreement errors in 15 students’ narrative writing of the first semester of English literature. Descriptive qualitative method was used in conducting this study. The data of the study were collected through the use of The Pear Film as the instrument. The data obtained through the instrument were analyzed by classifying the errors into rules of Subject Verb Agreement(SVA) proposed by Azar (2003). The result of data analysis showed that error on the singular subject takes singular verb was 35 sentences. It was followed by plural subject takes a plural verb 6 sentences, sometimes phrases come between a subject and a verb. These phrases do not affect the agreement of the subject and verb 3 sentences, There + be + subject 3 sentences and collective nouns 2 sentences. Based on these findings, it is suggested to the teachers of English to use many various teaching methodologies to help the students understand the SVA rules and apply them in their studies. Key words: subject verb agreement, error, narrative, writing.
The Use of Code Switching and Code Meshing in Today's Youth Speech Yules Sianipar; Gunawan Tambunsaribu
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i1.4025

Abstract

Young people today tend to use informal language in communicating orally and in writing, in expressing themselves in front of their community or friends, but at the same time they will change their use of language into formal language when they interact with people whose position or position is above them, whether they realize it or not. The use of informal language in expressing themselves by young people is called "code-meshing", the change in the language used is called "code-switching". This research is qualitative research that uses "screenshot chat" of these students in their "WhatsApp" group and also in a private "chat" with researchers as research data, which later be classified as "code-switching" and also how they express themselves by using informal language which will later be classified as "code-meshing". The code-switching action taken is based on the understanding of the language that these students have, they understand not only Indonesian but also understand foreign languages ​​and their respective regional languages, not only the standard language they can use but also non-standard or non-standard languages. usually called 'slang' language they understand it. Code-meshing arises because of a sense of comfort in the way a speaker expresses it. This happens because they feel comfortable using words to express themselves that they still can't let go of.
Metafora Dalam Kajian Linguistik, Sastra, dan Terjemahan: Sebuah Pengantar Srisna J. Lahay
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i1.4026

Abstract

Pada makalah ini penulis bertujuan untuk menunjukkan bagaimana metafora dianalisis dalam kajian linguistik, sastra, dan terjemahan. Penulis menguraikan teori dan metodologi penelitian yang digunakan untuk menganalisis metafora dalam tiga artikel ilmiah, yaitu artikel dengan judul “An Analysis on the Use of Metaphor in a News Article about Corruption” oleh Srisna J. Lahay (2020), yang meneliti penggunaan metafora dalam sebuah artikel tentang korupsi di surat kabar Republika, “Metafora dalam Ragam Bahasa Puisi (Pendekatan Teori Cognitif Linguistik)” oleh Rizka Hayati (2016), yang mengkaji penggunaan metafora dan maknanya dalam puisi karya Chairil Anwar dan Joko Pinurbo, dan “Kajian Terjemahan Metafora yang Menunjukkan Sikap dalam Buku Motivasi The Secret” oleh R. Hendrastuti, M. R. Nababan, dan Tri Wiratno (2013), yang meneliti teknik penerjemahan, kualitas terjemahan, dampak teknik terjemahan, dan alasan teknik penerjemahan memengaruhi kualitas terjemahan metafora yang menunjukkan sikap dalam buku motivasi The Secret dan terjemahannya. Dapat disimpulkan bahwa dalam tiga penelitian tersebut digunakan teori tentang metafora yang sama, yaitu Knowles dan Moon (2006) serta Lakoff dan Johnsen (2003); data yang dikumpulkan dalam ketiga penelitan itu sama, yaitu data berupa kata, frase, atau kalimat yang memuat metafora dari sumber tertulis; dan beberapa langkah penelitian yang dilakukan juga sama.
Keberagaman Bahasa dan Budaya Sebagai Kekayaan Bangsa Indonesia Ramot Peter; Masda Surti Simatupang
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i1.4028

Abstract

Keberagaman bahasa dan budaya di Indonesia merupakan anugerah besar dari Tuhan bagi Indonesia. Dalam kehidupan bermasyarakat, pertemuan antar bahasa dan budaya tidak dapat terelakkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan cenderung menimbulkan konflik sosial baik vertikal maupun horizontal. Untuk mengatasi konflik sebagai dampak keberagaman tersebut, pemerintah mencanangkan program dan gerakan pendidikan karakter. Program dan gerakan tersebut belum maksimal memberikan dampak sehingga dunia pendidikan perlu dilibatkan mulai dari Pendidikan dasar, menengah, hingga Pendidikan tinggi. Untuk mendukung program dan gerakan pendidikan karakter dalam pendidikan tinggi, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang diatur dalam nomor: 43/dikti/kep/2006 tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok matakuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi dan undang-undang No. 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi. Dalam kebijakan-kebijakan tersebut, bahasa Indonesia termasuk dalam kelompok matakuliah pengembangan kepribadian sebagai penguatan karakter semangat kebangsaan melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Diharapkan dengan dicanangkannya kebijakan-kebijakan tersebut dapat menyemarakkan program dan gerakan pendidikan karakter untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar diharapkan dapat membangun karakter masyarakat Indonesia agar semakin mencintai bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa di tengah keberagaman bahasa dan budaya daerah. Menguatnya karakter kebangsaan dalam berbahasa Indonesia diharapkan dapat meningkatkan ketahanan nasional dalam menghadapi segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri.
Presupposisi dalam Slogan Iklan Minuman di Televisi Kajian Pragmatik farid.pribadi farid.pribadi; Khusnul Khotimah
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i2.4078

Abstract

Slogan dalam iklan memegang peranan penting. Maraknya persaingan bisnis yang semakin ketat, berbagai inovasi digunakan untuk meningkatkan promosi, salah satunya berinovasi dengan sebuah slogan dalam iklan. Hal ini dituntut kreatifitas pebisnis dalam merumuskan bahasa slogan semenarik mungkin, agar iklan dapat diterima masyarakat, serta mengakar kuat di benak konsumen. Penelitian ini membahas mengenai praanggapan (presupposisi) dalam slogan iklan di televisi. Objek yang dipilih adalah iklan minuman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praanggapan dalam slogan iklan minuman di televisi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan 12 slogan iklan minuman terkenal yang ada di televisi. Hasil penelitian ditemukan empat slogan iklan yang termasuk praanggapan eksistensial, empat slogan iklan yang termasuk praanggapan faktif, empat slogan iklan yang termasuk praanggapan leksikal. Adapun makna slogan iklan minunan berbeda-beda bergantung pemahaman pemakna slogan. Kesemua praaggapan ini digunakan oleh pihak pengiklan sebagai promosi penjualan dengan tujuan meningkatkan daya tarik konsumen sehingga barang atau jasa yang diiklankan laku di pasaran. Kata kunci: Pragmatik, Praanggapan (presuposisi), Slogan Iklan. The slogan in advertising plays an important role. In the middle of an increasingly stringent business, various innovations are used to increase promotion, one of which is innovating with a slogan in advertising. This is demanded to be the creativity of business people in formulating the Sloga language as attractive as possible, so that advertising can be accepted by the public, as well as rooted strongly in the minds of consumers. This research discusses presuppositions in television advertising slogans. The object chosen is beverage advertising. The formulation of the problem in this study is how to presume in beverage advertising slogans on television, which aims to describe the presuppositions of beverage advertising slogans on television. The type of research used to examine the formulation of the problem in this study is a descriptive qualitative method. The data collection technique in this study is using the technique of note and note taking technique. Data analysis techniques use data reduction, data display, and conclusion conclusions. In this study using 12 famous beverage ad slogans on television. The results in this study found 4 advertising slogans which included existential presuppositions, 4 advertising slogans which included factual presuppositions, 4 advertising slogans which included lexical presuppositions. This presuppositions meeting is used by advertisers with the aim of increasing sales promotions so that the goods or services advertised sell well. Keywords: Pragmatics, Presuppositions, Advertisements Slogan.
Proyek Menulis Teks Naratif Digital Berbasis Budaya Lokal Melalui Book Creator untuk Mendukung Kreatifitas dan Berfikir Kritis Mahasiswa Wiwik Mardiana; Rizky Putri Octaviany; Wiwin Windayanti; Farah Annisa
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i2.4225

Abstract

Pembelajaran di abad ke-21 dengan kemajuan teknologi yang pesat mendorong dunia pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran khususnya bahasa Inggris dengan konsep 5Cs (communication, communities, connections, comparisons, dan culture). Hal ini memberikan tantangan tersendiri bagi pendidik untuk melakukan inovasi dalam pembelajaran, salah satunya adalah melalui pembelajaran berbasis proyek dengan integrasi teknologi dan budaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perspektif mahasiswa terkait proses pengalaman proyek menulis melalui Aplikasi Book Creator untuk menunjang kreativitas dan berfikir kritis, dampak dan faktor –faktor dalam kegiatan menulis teks naratif budaya lokal digital melalui Book Creator ke mahasiswa. Penelitian kualitatif ini menggunakan desain penelitian studi kasus dengan menggunakan metode wawancara dalam pengambilan data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan thematic analysis. Partisipan dalam penelitian kami adalah lima belas mahasiswa semester dua (2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut mahasiswa kegiatan proyek menulis berbasis budaya dan melalui Book Creator memerlukan proses atau tahapan penulisan untuk mempermudah siswa dalam mengembangkan ide. Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan dampak yang tidak hanya dalam keterampilan berbahasa inggris, akan tetapi juga dalam hal pengetahuan dan kesadaran berbudaya serta kreativitas dan berfikir kritis. Model pembelajaran dalam proses penulisan serta dampak positif bisa menjadi rekomendasi untuk pembelajaran mata kuliah writing di tingkat universitas. Kata-kata kunci: Keterampilan menulis, Pembelajaran berbasis proyek, Book Creator, budaya lokal ABSTRACT Learning in 21st century along with the advance of technology encourage education to carry out 5Cs (communication, communities, connections, comparisons, and culture) concept in English language teaching. This brings challenges for educators to do innovation in learning, one of them is by implementing Project-based Learning together with the integration of technology and culture. Therefore, this current research aims to explain students’ perspectives in their experience of writing project process, the impacts, and factors of culture-based narative writing by using Book Creator. This qualitative research employed case study research by using interview method in collecting the data. Thematic analysis was applied to analyze the data. The participants are fifteen students of second semester students. The results of this research proves that based on students’ views, culture-based writing project using technology need processes or stages to make students easy to develop ideas. Besides, it also gives positive impacts not only to students’ writing skill but also to students’ cultural knowledge. The learning model in the process of writing, the positive impacts and factors can be recommended as a learning activity in writing course in university level. Keywords: writing skill, Project-based Learning, Book Creator, local culture
Citra Perempuan dalam Poster Film Horor Indonesia: Kajian Sastra Feminis Heri Isnaini
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i2.4331

Abstract

Poster film digunakan sebagai bagian iklan dan promosi sebuah film. Studio akan mencetak dan memasang poster-poster film agar manarik calon penonton. Adakalanya poster film dibuat bervariasi dengan bentuk visual dan teks yang menarik. Selain itu, foto-foto aktor film juga ditampilkan dalam poster dengan pose yang menarik. Pada genre film horor, poster film yang disajikan seharusnya hanya mengandung simbol-simbol kemistisan, kengerian, ketakutan, dan kegayatan. Akan tetapi, pada poster-poster film horor Indonesia, simbol-simbol tersebut ditambah juga dengan tubuh perempuan sensual yang disajikan sebagai objek yang abjek. Tubuh perempuan sensual pada poster film horor Indonesia menunjukkan citra perempuan yang terabjeksi secara visual. Dengan begitu, konteks penelitian ini menyajikan tanda-tanda visual dalam poster film horor dengan kerangka semiotika. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kajian sastra feminis yang berusaha menempatkan perempuan pada posisi seharusnya dalam kerangka masyarakat yang patriarki melalui sistem tanda dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra perempuan pada poster film horor Indonesia dapat diklasifikasi menjadi (1) citra perempuan yang sensual; dan (2) objek fetis yang metonimi. Keduanya berkelindan pada sistem ekonomi kapitalisme dengan berlindung pada poster film horor yang pada akhirnya hanya sebagai ajang untuk memosisikan perempuan sebagai objek tanda yang abjek dalam konstelasi sistem patriarki. Kata kunci: Citra perempuan, film, horor, poster, sastra feminis, semiotika
Ketidakkonsistenan Beberapa Huruf Konsonan Dalam Bahasa Inggris Gunawan Tambunsaribu
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i2.4372

Abstract

Banyak pembelajar pemula yang baru mengenal bahasa asing, sebagian besar bingung dalam mengucapkan kata-kata dalam bahasa asing tersebut dikarenakan perbedaan kosakata dan pengucapan kosakata bahasa asing tersebut berbeda dengan bahasa ibu atau bahasa nasional para pembelajar. Peneliti ini menggunakan merupakan penelitian pustaka (library research). Data penelitian ini diambil dari daftar kosakata yang salah diucapkan oleh mahasiswa pada saat sedang menjelaskan atau menyampaikan secara lisan tugas mata kuliah ‘Speaking’ di depan kelas. Penelitian ini mengungkapkan ketidak-konsistenan beberapa huruf hidup (consonant letter) dalam bahasa Inggris. Secara umum, perbedaan bunyi huruf konsonan dibagi menjadi dua, yaitu huruf konsonan bergema (voiced consonant sound) dan huruf konsonan tidak bergema (voiceless consonant sound). Dari data yang di dapatkan, penulis juga menemukan ketidakkonsistenan beberapa huruf konsonan termasuk gabungan dua huruf konsonan. Jenis huruf konsonan yang bunyinya tidak konsisten, yang ditemukan di dalam data penelitian ini, adalah huruf c, g, dan y, sedangkan gabungan dua huruf konsonan yang yang tidak konsisten bunyinya adalah huruf sh, ch, dan th. Penulis berharap agar hasil penelitian ini dapat berguna bagi siapapun yang ingin mempelajari tentang bunyi bahasa Inggris khususnya bunyi huruf-huruf yang memiliki bunyi yang tidak menetap (inconsistent) khususnya ketidak-konsistenan bunyi dari huruf-huruf konsonan bahasa Inggris. Kata kunci: huruf konsonan, pelafalan bahasa Inggris, kosakata, ketidak-konsistenan bunyi
Pemanfaatan Metode Individualized Schema-Based Learning Berbasis Media Kahoot Bagi Peningkatan Pemahaman Membaca di Sd Negeri 3 Sidareja Ngifat Khoerunnisa
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i2.4400

Abstract

Kemampuan membaca menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pembelajaran. Kemampuan membaca tidak hanya sekedar bagaimana seseorang dapat membaca dengan baik, tetapi juga memahami bacaannya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah metode dan media pembelajaran yang pantas dan cocok digunakan. Kepantasan ini disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik, dan kondisi siswa. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran pemahaman membaca bagi siswa adalah Individualized Schema-Based Learning. Metode ini dapat membawa guru untuk fokus pada masing-masing pribadi siswa untuk memahami kesulitan dan minatnya. Kemudian metode ini dapat diselaraskan dengan media pembelajaran yang terbarukan yaitu Kahoot. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kembali informasi yang sudah ditemukan mengenai pemanfaatan metode Individualized Schema-Based Learning berbasis media Kahoot. Tujuan umunya dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana hasil pengimplementasian metode Individualized Schema-Based Learning berbasis media Kahoot pada pembelajaran memahami bacaan di SD Negeri 3 Sidareja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini adalah pemanfaatan metode Individualized Schema-Based Learning dan media pembelajaran Kahoot sangat efektif digunakan di SD Negeri 3 Sidareja. Siswa menjadi lebih mudah memahami isi teks secara berjenjang. Guru juga lebih dekat dengan siswa dan memahami apa kesulitannya selama pembelajaran.
Multilingualism in An ESP Online Learning Class A Case in An English For Professional Course Melania Wiannastiti
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i2.4408

Abstract

ESP (English for Specific Purposes) in online learning classes has its way of communicating since the students do not meet physically because they only meet virtually. The study aims to find out the languages used among the online learning students in an ESP online classroom, especially in interacting and communicating with one another in a team and virtual classroom, and to figure out the students’ attitude toward multilingualism in ESP online classroom communication. A questionnaire is distributed to 24 students joining an English for Professional class at BINUS Online Learning as the participants. The data from the questionnaire is analyzed qualitatively in the form of percentages. The result shows that the students apply multilingualism in the online learning class for interaction and communication. They show both positive and negative attitudes toward the use of many languages in their team and classroom communication while English is required as the means of communication and interaction in the team and classroom.

Page 4 of 12 | Total Record : 112