cover
Contact Name
Warsidah
Contact Email
binabahari@untan.ac.id
Phone
+6281257189586
Journal Mail Official
binabahari@untan.ac.id
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi, Pontianak, Kalimantan Barat, Kode Pos: 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Bina Bahari : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 29631432     EISSN : 29631432     DOI : https://doi.org/10.26418/binabahari.v2i3
Jurnal PKM Bina Bahari adalah jurnal yang mendiseminasikan ide dan pemikiran atas hasil penelitian dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk diterapkan kepada masyarakat.
Articles 52 Documents
PEMANFAATAN DAUN NIPAH SEBAGAI POLYBAG ECOFRIENDLY UNTUK PENYEMAIAN ANAKAN MANGROVE DI DESA SUNGAI NIBUNG Kushadiwijayanto, Arie Antasari; Safitri, Ikha; Nurdiansyah, Syarif Irwan; Apriansyah, Apriansyah; Sofiana, Mega Sari Juane
Bina Bahari Vol 4, No 3 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v4i3.118

Abstract

Desa Sungai Nibung memiliki ekosistem mangrove dengan keanekaragaman jenis mangrove yang tinggi. Desa ini memiliki kurang lebih 18 spesies mangrove yang berbeda. Mangrove ini perlu dilestarikan dengan menjaga ekosistem dan lingkungan dan penanaman. Penanaman mangrove dapat dimulai dengan penyemaian anakan mangrove. Penyemaian dilakukan dengan menanam propagul dari tiap jenis mangrove dan ditanam dengan media tanah dari tempat asalnya dengan menggunakan polybag. Polybag umumnya terbuat dari plastik jenis polietilena yang non-degradable. Sifatnya yang sulit terurai akan menjadi sampah plastik yang merusak lingkungan. Oleh karena itu, polybag yang ramah lingkungan dibutuhkan sebagai wadah penanaman propagul mangrove. Polybag ramah lingkungan dapat dibuat dari daun nipah yang dikeringkan. Nipah ditemukan hampir di semua daerah di Desa Sungai Nibung. Daunnya belum dimanfaatkan oleh masyarakat, padahal daun ini sangat mudah untuk diolah dan digunakan sebagai kerajinan tangan. Oleh karena itu, pelatihan ke mahasiswa dan masyarakat setempat untuk memanfaatkan daun nipah sebagai polybag ecofriendly perlu dilakukan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengedukasi mahasiswa dan masyarakat tentang pemanfaatan potensi lokal daun nipah sebagai polybag ramah lingkungan dan pentingnya pelestarian mangrove. Pelatihan ini melibatkan mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan dan mitra masyarakat Desa Sungai Nibung sebanyak 15 orang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan anyaman daun nipah. Hasilnya, peserta mampu memahami manfaat daun nipah dan terampil menganyam menjadi polybag ecofriendly. Kegiatan ini tidak hanya mendukung konservasi mangrove, tetapi juga memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan potensi lokal berkelanjutan.
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUDIDAYA PEMULA RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa BERKELANJUTAN DI DESA MANURUNG KECAMATAN MALILI KABUPATEN LUWU TIMUR Ruslaini, Ruslaini; Kamri, Syamsul; Kurnia, Agus; Balubi, Abdul Muis; Sabilu, Kadir
Bina Bahari Vol 4, No 3 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v4i3.116

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya pemula dalam mengembangkan budidaya rumput laut Gracilaria verrucosa secara berkelanjutan di Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat antara lain keterbatasan pengetahuan teknis budidaya, manajemen kualitas air, serta pemahaman tentang praktik budidaya ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi bimbingan teknis (bimtek) berupa penyuluhan, demonstrasi lapangan, dan pendampingan intensif, yang difokuskan pada teknik penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, serta panen dan pasca panen yang sesuai standar. Kegiatan ini juga menekankan prinsip keberlanjutan melalui pengelolaan ekosistem perairan dan penerapan teknologi sederhana yang dapat diadopsi oleh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar ±80% berdasarkan pre-test dan post-test, serta tumbuhnya motivasi untuk mengembangkan usaha budidaya rumput laut sebagai sumber pendapatan alternatif. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kapasitas pembudidaya pemula yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya