cover
Contact Name
Lithrone Laricha Salomon
Contact Email
lithrones@ft.untar.ac.id
Phone
+62215672548
Journal Mail Official
jmti@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S Parman No.1
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Mitra Teknik Industri
ISSN : 28293347     EISSN : 2829338X     DOI : https://doi.org/10.24912/jmti
Core Subject : Engineering,
Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI) adalah Jurnal Ilmiah sebagai wadah pengembangan bidang ilmu Teknik dan Manajemen Industri, berisi hasil kajian dan penelitian dari dosen, peneliti, serta praktisi industri. Jurnal Mitra Teknik Industri diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara Jakarta, dalam waktu 1 (satu) tahun terbit 3 (tiga) kali.
Articles 109 Documents
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA AKTIVITAS SUPPLY CHAIN PERUSAHAAN BAJA DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK Chris Evander Wijaya; Ahmad; Carla Olivia Doaly
Jurnal Mitra Teknik Industri Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Mitra Teknik Industri
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmti.v1i3.23501

Abstract

PT. Pandawa Jaya Steel merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan coil, plat, dan pipa baja. Diperlukan sebuah manajemen risiko untuk mengidentifikasi risiko serta mengembangkan sebuah strategi guna mengurangi risiko yang terjadi pada supply chain. Penelitian ini akan menggunakan pemodelan SCOR dan metode House of Risk untuk menentukan prioritas strategi mitigasi. Berdasarkan hasil identifikasi risiko yang telah dilakukan menggunakan pemodelan Supply Chain Operations Reference (SCOR) didapatkan 27 risk event dengan 27 risk agent yang berpotensi menyebabkan terjadinya risiko dalam aliran supply chain perusahaan. Menurut hasil perhitungan ARP, terdapat 2 risk agent prioritas yang akan diberikan strategi mitigasi. Terdapat 8 strategi mitigasi yang akan digunakan untuk menurunkan probabilitas munculnya risk agent.
PENERAPAN METODE LEAN SIX SIGMA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS DAN EFISIENSI PROSES PADA PRODUKSI DAKRON FH 764 Robin; Helena Juliana Kristina; Carla Olivia Doaly
Jurnal Mitra Teknik Industri Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Mitra Teknik Industri
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmti.v1i3.23504

Abstract

Kualitas merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha, kualitas yang buruk dapat menyebabkan konsumen mencari produk lainnya. Kualitas produk yang baik bergantung pada proses produksi yang baik antara faktor manusia, mesin, dan metode yang digunakan. Namun tidak dipungkiri faktor tersebut juga menjadi pemborosan dalam suatu proses produksi dan memberikan efek kepada hasil produksi yang dihasilkan. Home industry Permata Bantal memproduksi produk home living, dengan produk terlaris adalah dakron. Dakron FH 764 adalah dakron terlaris dengan persentase cacat tertinggi sebesar 5% dan dalam proses produksi yang ada teridentifikasi waste inventories serta overproduction. Penelitian ini akan menggunakan metode lean six sigma dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses yang ada. Setelah melakukan analisis dan pengolahan data, diketahui bahwa tiga jenis waste terbesar adalah defect 25,8%, overproduction 21,9%, dan inventory 15,3%. Didapatkan juga nilai DPMO sebesar 12,138 dan nilai sigma berada di angka 3,753 terhadap proses yang ada. Setelah dilakukan analisis menggunakan 5W+1H disusunlah usulan perbaikan terhadap permasalahan yang ada dan dilakukan implementasi terhadap saran perbaikan yang telah dibuat, sehingga durasi non-value added activity pada value stream mapping dari 259,8 menit berkurang menjadi 239,9 menit dan memberikan peningkatan efisiensi proses pada nilai PCE dari 47,89% menjadi 49,8%, perbaikan nilai DPMO menjadi 8,249, serta tingkat sigma 3,898.
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI CORRUGATED CARTON BOX MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DAN HOUSE OF QUALITY Jennifer Darlene Chrissy; Helena Juliana Kristina; Adianto
Jurnal Mitra Teknik Industri Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Mitra Teknik Industri
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmti.v1i3.23506

Abstract

Perkembangan industri manufaktur yang semakin pesat menuntut setiap perusahaan di dalamnya untuk bersaing, khususnya melalui peningkatan kualitas produksi. PT X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur “corrugated carton box”, dan telah menjadi salah satu “market leader” di Indonesia pada industri ini. Meski begitu, perusahaan tidak lepas dari kesalahan produksi yang mengakibatkan munculnya produk “defect”. Penelitian dilakukan untuk meningkatkan kualitas produksi perusahaan secara keseluruhan menggunakan pendekatan “Six Sigma” melalui DMAIC dan HOQ. Sebelum analisis dan melakukan perbaikan, PT X memiliki nilai DPMO sebesar 527,76 dan tingkat sigma perusahaan berada pada angka 4,77 sigma. Analisis yang dilakukan membuahkan hasil berupa saran perbaikan untuk memeriksa seluruh kondisi “input” dan mesin sebelum melaksanakan proses produksi, serta memberi pelatihan “maintenance” dan pelatihan proses produksi yang disertai dengan melakukan pengawasan secara berkala. Penerapan usulan perbaikan dibantu dengan penyusunan “check sheet” dan pengajuan pelatihan bagi karyawan perusahaan. Dengan asumsi bahwa usulan perbaikan dapat diimplementasikan dengan baik pada perusahaan, diperkirakan bahwa nilai DPMO dan tingkat sigma perusahaan secara berturut dapat mencapai angka 312,94 dan 4,92 sigma.
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Sub Han Wijaya; Ahmad; I Wayan Sukania
Jurnal Mitra Teknik Industri Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Mitra Teknik Industri
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmti.v1i3.23508

Abstract

CV. XYZ merupakan badan usaha yang bergerak dibidang manufaktur sarung jok mobil. Masalah yang terjadi adalah terdapat keluhan produk yakni robek, benang mengambang, noda, barang tidak lengkap, dan mengkerut yang dapat menyebabkan pelanggan tidak puas. Penelitian bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap kinerja perusahaan terhadap aspek pelayanan dan kualitas produk. Analisis tingkat kepentingan dan kinerja perusahaan diukur dengan metode Importance Performance Analysis, kemudian atribut kebutuhan dan kinerja terkait pelayanan pada kuadran 1 (kuadran prioritas) akan dibentuk usulan perbaikan, didapatkan 2 atribut pelayanan pada kuadran 1 yaitu K3 dan E2. Berdasarkan kedua atribut pelayanan didapatkan saran perbaikan yaitu menambahkan operator atau mesin, dan memberikan pelatihan bagi karyawan. Sedangkan atribut kebutuhan dan kinerja terkait kualitas produk pada kuadran 1 akan dianalisis lebih lanjut dengan metode Quality Function Deployment. didapatkan 5 atribut utama kualitas pada kuadran 1 yaitu KI1, KS3, KS4, RE1, dan ES2. dengan penggunaan House of Quality didapatkan prioritas urutan technical response yaitu evaluasi bahan serta konsep pada sarung jok, metode pemasangan sarung jok, pengembangan model sarung jok, varian bahan, varian warna bahan, pilihan desain embossed logo, ketebalan busa, dan menggunakan lembar pengecekan.
OPTIMASI KUALITAS PRODUK SPRING BED DENGAN PENDEKATAN METODE SIX SIGMA Agnes Setiawan; Wilson Kosasih; Lithrone Laricha Salomon
Jurnal Mitra Teknik Industri Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Mitra Teknik Industri
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmti.v1i3.23509

Abstract

Perusahaan ini bergerak di bidang industri manufaktur. Produk yang dihasilkan yaitu spring bed, bantal, dan dipan. Dalam memproduksi spring bed tidak dapat dipungkiri akan adanya produk cacat yang terjadi. Penelitian ini diawali dengan identifikasi permasalahan yang terjadi. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak perusahaan, ditemukan jumlah cacat pada spring bed perbulan. Beberapa jenis cacat tersebut, antara lain coil yang tidak sesuai dengan ukuran, hasil kain bordir yang miring, dan benang putus pada pembuatan pola spring bed. Penelitian ini menggunakan pendekatan six sigma dengan metode DMAIC (define, measure, analyze, improve, control). Berdasarkan perhitungan didapatkan nilai sebesar 8.385 DPMO dengan tingkat sebesar 3,891 sigma. Adapun perhitungan kapabilitas proses didapatkan nilai cp sebesar 0,76 dan nilai cpk sebesar 0,74. Berdasarkan diagram pareto terdapat cacat terbanyak yaitu data cacat pada hasil kain bordir yang miring sebesar 52,51%. Selanjutnya dilakukan analisis diagram fishbone untuk mengetahui akar permasalahan jenis cacat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka perusahaan perlu membuat standard operational procedure (SOP) dan one point lesson (OPL) untuk meminimalisir cacat pada produksi spring bed. Dengan adanya usulan perbaikan ini, perusahaan dapat mengurangi jumlah produksi cacat pada spring bed.
MINIMASI BIAYA PERENCANAAN PENYEDIAAN PRODUK CAT MOBIL DENGAN FIXED ORDER QUANTITY DAN FIXED TIME PERIOD Willy Harianto; Lam Widodo; Lina Gozali
Jurnal Mitra Teknik Industri Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Mitra Teknik Industri
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmti.v1i3.23510

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan distribusi produk otomotif body repair yang belum memiliki perencanaan yang terstruktur dalam hal pencatatan stok. Penelitian dilakukan dengan merancang aplikasi yang dapat membantu dalam melakukan perhitungan stock melalui FOQ (model Q) dan FTP (model P) sehingga dapat menentukan perencanaan penyediaan yang efektif dan efisien bagi perusahaan. Hasil perhitungan pada model Q produk SB201(L) memiliki jumlah Q sebesar 16 unit, SB100(G) memiliki jumlah Q sebesar 6 unit, SB200(G) memiliki jumlah Q sebesar 4 unit, SB201(G) memiliki jumlah Q sebesar 3 unit, dan SB100(L) memiliki jumlah Q sebesar 9 unit. Model P produk SB201(L) memiliki periode T optimal selama 36 hari, SB100(G) memiliki periode T optimal selama 46 hari, SB200(G) memiliki periode T optimal selama 43 hari, SB201(G) memiliki periode T optimal selama 44 hari, dan SB100(L) memiliki periode T optimal selama 41 hari. Pendekatan dengan model Q perencanaan persediaan untuk cat mobil dapat memberikan penghematan biaya bagi perusahaan pada masing-masing produk secara berurut, yaitu 29,85%; 13,15%; 18,79%; 30%; 44,46%.
PENERAPAN METODE SIX SIGMA DALAM UPAYA MINIMASI DEFECT INJECTION MOULDING PADA PROSES PRODUKSI MAINAN PLASTIK TUNGGANG ANAK Shelvi Afrillia; Wilson Kosasih; M Agung Saryatmo
Jurnal Mitra Teknik Industri Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Mitra Teknik Industri
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmti.v1i3.23512

Abstract

Perusahaan ini merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi mainan tunggang anak dari plastik. Alur produksinya dimulai dari pencampuran bahan baku, proses injeksi, proses perakitan, dan proses packing. Selama proses produksinya, ditemukan defect yang jumlahnya cukup banyak pada proses injeksi. Dengan total sembilan jenis defect yang terjadi yaitu defect short shot, warna tidak sesuai, cloudy, sticking, cracking, black streaks, flashing, voids, dan lain- lain. Dengan tiga jenis defect yang paling mendominasi adalah defect short shot, defect warna tidak sesuai, dan defect cloudy dengan persentase sebesar 51,218%. 37,672%, dan 4,275%. Oleh karena itu, dilakukan analisis menggunakan metode six sigma dengan tahapannya yaitu define, measure, analyze, improve, dan control. Dalam menentukan performa perusahaan, dilakukan perhitungan nilai DPMO yang diperoleh sebesar 2.825,99 dan nilai sigma sebesar 4,267. Setelah dilakukan analisis terhadap masalah yang terjadi, didapatkan usulan dengan pembuatan check sheet per tipe produk, pembuatan check sheet penerimaan bahan baku, dan perbaikan SOP work in process. Pada tahapan control dilakukan perhitungan kembali nilai DPMO dan nilai sigma sesudah implementasi usulan. Dengan nilai DPMO sebesar 2.384,76 dan nilai sigma sebesar 4,32. Artinya terdapat peningkatan dari nilai DPMO dan nilai sigma sehingga analisis six sigma yang digunakan efektif.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU CABAI BUBUK UNTUK MENGELIMINASI STOCKOUT DENGAN SIMULASI MONTE CARLO Anil Nirmal; Ahmad; Helena Juliana Kristina
Jurnal Mitra Teknik Industri Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Mitra Teknik Industri
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmti.v1i3.23513

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada PT SKI yaitu perusahaan yang memproduksi cabai bubuk, kendala utama perusahaan ini mengalami kekurangan stok bahan baku. Maka dibutuhkan pengendalian persediaan bahan baku yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif yang dimana teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu wawancara dan studi pustaka. wawancara dilakukan beberapa dewan direksi untuk mengumpulkan data permintaan, data lead time, dan data biaya persediaan, observasi pada bagian persediaan bahan baku. Studi pustaka dengan cara mencari sumber terpercaya seperti buku, jurnal, artikel, karya ilmiah.Berdasarkan hasil dari perhitungan total biaya persediaan menggunakan metode EOQ Probabilistik untuk bahan baku cabai kering dan bumbu tabur, didapatkan total seluruh biaya persediaan cabai bubuk di PT. SKI adalah Rp 7.886.130.078 Hasil dari perhitungan total biaya persediaan menggunakan simulasi monte carlo untuk periode selanjutnya didapatkan dengan total biaya persediaan sebesar Rp 5.648.213.223,62.sedangkan pada saat menggunakan metode perusahaan sebesar Rp 8.347.069.443 dengan hasil reduce cost sebesar Rp 460.919.365. Berdasarkan hasil penelitian terhadap masalah yang terjadi pada perusahaan yaitu stockout metode EOQ Probabilistik dan simulasi monte carlo dapat mengetahui ukuran pemesanan stok yang ekonomis dan minimasi total biaya persediaan dibandingkan metode perusahaan yang mengeluarkan biaya yang lebih besar.
PEMBUATAN RAK MEJA KERJA UNTUK MENGURANGI NYERI MUSKULOSKELETAL DAN MODIFIKASI TATA LETAK DI BENGKEL SUMBER BOGA WIJAYA Monica Aprilita; Frans Jusuf Daywin; I Wayan Sukania
Jurnal Mitra Teknik Industri Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Mitra Teknik Industri
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmti.v1i3.23514

Abstract

Keterbatasan fasilitas pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyebabkan beberapa UMKM masih mengandalkan tenaga manusia pada aktivitas kerjanya. Faktor ergonomi masih kurang diperhatikan, sehingga kemungkinan terjadinya nyeri muskuloskeletal cukup tinggi. Penelitian dilakukan pada bengkel UMKM dengan nama Sumber Boga Wijaya yang terletak di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Dilakukan analisis pada 2 postur kerja, yang pertama postur kerja berdiri membungkuk. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner NBM, ditemukan bahwa para pegawai merasakan sakit pada area leher, punggung, pinggang, bahu, lengan bawah kanan, dan pergelangan tangan kiri. Pada analisis REBA didapatkan skor 5 (level medium risk), pada analisis OWAS didapatkan skor 2. Postur kerja kedua adalah postur kerja berjongkok, dari hasil penyebaran kuesioner NBM ditemukan bahwa para pegawai merasakan sakit pada area leher, bahu, pinggang, punggung, bokong, pergelangan tangan, dan kaki. Pada analisis REBA didapatkan skor 9 (level high risk), pada analisis OWAS didapatkan skor 2. Dari hasil perancangan rak meja kerja skor REBA berkurang menjadi 3 dan OWAS berkurang menjadi 1, yang berarti rak meja kerja dapat menopang postur kerja ke level yang aman. Rak meja kerja juga dapat menggantikan fungsi rak material habis pakai sehingga mempermudah akses masuk mobil ke area indoor bengkel.
ANALISIS SIX BIG LOSSES PADA MESIN HIGH SPEED BLENDER DI PERUSAHAAN PRODUKSI TEPUNG Chang, Michael Jordy; Kosasih, Wilson; Ahmad
Jurnal Mitra Teknik Industri Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Mitra Teknik Industri
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmti.v2i1.25518

Abstract

This study was conducted in a flour-producing manufacturing company. Based on observation and interview results, the problems faced are engine breakdown and downtime issues on HSB engines and engine components that are rarely replaced so production targets are rarely achieved. This study aims to analyze Total Productive Maintenance by calculating the OEE and the six big losses of the machine, as well as searching for the most critical components of the RPN value using the FMEA method. to find out the biggest damage to the HSB machine. The purpose of this study was to find out the causes of less optimal engine performance and to calculate the machine's efficiency. The average OEE score from September 2021 to August 2022 was 75.79%. With 91.15% availability, performance 87.69% and quality rate 94.85%. Meanwhile, the calculation of the six big losses is known to be the largest loss in reduction speed losses, which has an average rate of 11.52%, Equipment Failure Loss of 4.61%, Set up loss of 4.25%, defect loss of 4.10%, idle and minor stop pages 2.18% and the smallest loss was a reduction of 2.18%. The main priority of improvement is bearing with the highest RPN value of 60.

Page 3 of 11 | Total Record : 109