cover
Contact Name
Velma Nindita
Contact Email
velmanindita@upgris.ac.id
Phone
+6281802424968
Journal Mail Official
umpakarsitekturupgris@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang Jl. Sidodadi Timur No. 24 - Dr. Cipto, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
ISSN : 26226464     EISSN : 26226472     DOI : -
UMPAK - Jurnal Arsitektur dan Lingkugan Binaan It is a journal containing material related to the field of architecture and the environment in which the architectural building is located (the built environment), both on a micro (interior), meso (building) to macro (area/city) scale.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022): September" : 10 Documents clear
ANALISIS SIRKULASI PENUMPANG TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT (TPKL) TANJUNG MAS SEMARANG
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.15946

Abstract

ABSTRACTThe Passengership Terminal is the main part of the sub Port system which serves to accommodate the activities of passenger transport processes from  one sea transportation system to another. As a result of its function as the activity-area of the passenger transferal process, making the passenger  terminal have many high circulation needs facilities. The activities what’s happen inside the terminal is mainly affected by people and stuff. The Passengership Terminal Port of Tanjung Mas Semarang were among the international terminals in central Java worked well service and accommodate various passenger activities.  Discomport in activities, and uncertainly of the flow of grooves often arises as a result of unitended circulation pattern in Passengership Terminal. Planning a proper circulation in the Passenger Terminal requires studies of the element of circulation such as attainment, circulation pattern, circulation ways, and the circulation of space. Therefore, we have raised the topic for further consideration of the circulation of the Passengership Terminal Port of Tanjung Mas Semarang for margin. Keyword : Passenger Terminal, Tanjung Mas Semarang, Circulation
Karakteristik Visual Bangunan-Bangunan Kolonial Belanda di Kota Ungaran Della Agista Prawesti; Kurnia Widiastuti
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.15947

Abstract

AbstrakSaat pendudukan Kolonial Belanda di Indonesia banyak bangunan arsitektur Belanda yang didirikan di seluruh nusantara. Di pulau jawa sendiri khususnya di Kabupaten Semarang terdapat bangunan arsitektur Belanda berupa Benteng, sekolahan, kantor, tempat hiburan atau soos (societeiet) hingga rumah-rumah pribadi memiliki karakter dengan ciri khasnya masing-masing. Khususya bangunan kolonial di koridor Jalan Diponegoro memiiki karakter visual yang khas pada tiap elemen-elemen bangunannya, baik eksterior maupun interiornya bangunannya, sehingga perlu dijaga kelestariannya untuk mempertahankan karater visual bangunan kolonial Belanda. Studi ini bertujuan menganalisis karakteristik visual bangunan kolonial Belanda di Jalan Diponegoro Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan indikator terpengaruhnya adalah karakter visual, sedangkan komponen yang membentuk bangunan menjadi faktor yang mempengaruhi. Indikator disusun berdasarkan variabel tersebut kemudian dijadikan tolak ukur dalam mencari data dan menganalisa. Terdapat beberapa perubahan pada fasad bangunan kolonial di koridor Jalan Diponegoro, perubahan tersebut cukup signifikan namun tidak mengubah karakter asli bangunan.Kata Kunci : bangunan kolonial, karakter visual.    AbstractDuring the Dutch Colonial occupation in Indonesia many Dutch architectural buildings were erected throughout the archipelago. On the island of Java itself, especially in Semarang Regency there are Dutch architectural buildings in the form of fortresses, schools, offices, entertainment venues or soos (societeiet) to private homes that have their own characteristics. Especially the colonial building in the corridor of Diponegoro street has a unique visual character in each of the building elements, both the exterior and interior of the building, so it needs to be preserved to preserve the visual character of the Dutch colonial building. This study aims to analyze the visual characteristics of Dutch colonial buildings on Diponegoro street, Semarang Regency. This study uses a qualitative method with the influence indicators are visual characters, while the components that make up the building are influencing factors. Indicators arranged based on these variables are then used as benchmarks in finding data and analyzing. There are some changes in the colonial building's facade in Diponegoro Street corridor, these changes are quite significant but do not change the original character of the building.Keywords : colonial buildings, visual characters
ANALISIS TATA LETAK RUANG PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN PATI BERDASARKAN PRINSIP PENATAAN RUANG PERPUSTAKAAN Sholihul Huda; Velma Nindita
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.15969

Abstract

AbstrakPerpustakaan merupakan sumber ilmu dan pusat informasi yang sangat penting bagi perkembangan dunia pendidikan. Perpustakaan Umum Kabupaten Pati merupakan perpustakaan umum satu-satunya di Kabupaten Pati. Penataan ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, belum sepenuhnya memperhatikan prinsip penataan ruang perpustakaan, sehingga kedepanya perlu ditingkatkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan tujuan menganalisa zonasi ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, serta menganalisa tata letak ruang perpustakaan Umum Kabupaten Pati, berdasarkan prinsip penataan ruang perpustakaan menurut Lasa Hs (2007 : 202) dan menganalisa besaran perabot berdasarkan neufert. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat empat kategori zonasi, berupa area buku, area pelayanan, area baca, dan area pendukung lain. Menurut hasil observasi yang dilakukan di Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, mengenai kondisi Sarana dan prasarana Perpustakaan Kabupaten Pati, serta penataan ruangnya, Sebagaian besar sudah memenuhi prinsip penataan ruang yang baik, tetapi sebagian masih ada yang perlu untuk  diperbaiki maupun ditingkakan untuk memenuhi kebutuhan pustakawan dan pemustaka. Penataan ruang yang sudah baik diantaranya yaitu, ruang yang memerlukan konsentrasi sudah dipisah, ruang yang bersifat pelayanan umum sudah ditempatkan di lokasi setrategis, perabot perpus sudah disusun dalam garis lurus dan lebar koridor sudah sesuai standar, namun diantara itu masih ada yang perlu diperbaiki atauppun ditigkatkan, yaitu besaran perabot sebagian belum sesuai standar neufert, jarak sirkulasi antar rak buku masih sempit belum sesuai standar, dan penempatan ruang dengan tugas yang hampir sama sebagian belum ditempatkan secara berdekatan.Kata Kunci:  Penataan,  Perpustakaan, Tata Letak AbstractThe library is a source of knowledge and information center which is very important for the development of education. Pati Regency Public Library is the only public library in Pati Regency. The spatial arrangement of the Pati Regency Public Library has not fully paid attention to the principles of library spatial planning, so that in the future it needs to be improved. This research was conducted using a descriptive method with the aim of analyzing the spatial zoning of the Pati Regency Public Library, as well as analyzing the room layout of the Pati Regency Public Library, based on the principles of library spatial arrangement according to Lasa Hs (2007: 202) and analyzing the amount of furniture based on neufert. The results of the study stated that there were four zoning categories, namely the book area, service area, reading area, and other supporting areas. According to the results of observations made at the Pati Regency Public Library, regarding the condition of the Pati Regency Library facilities and infrastructure, as well as their spatial planning, most of them have fulfilled the principles of good spatial planning, but some still need to be repaired or increased to meet the needs of librarians and users. . Spatial planning that is already good includes rooms that require concentration that have been separated, spaces that are public services have been placed in strategic locations, library furniture has been arranged in straight lines and the width of the corridors is up to standard, but among them there are still things that need to be repaired or increased , namely the amount of furniture is partly not according to the Neufert standard, the circulation distance between the bookshelves is still narrow, not according to the standard, and the placement of rooms with almost the same tasks, some of them have not been placed close together.Keywords: Layout, Libraries, Structuring
KARAKTERISTIK MASJID JAMI’ SUNAN ABINAWA DUSUN PRAAN, DESA PEKUNCEN, KEC. PEGNDON, KAB. KENDAL Meilisa Intan Fariha; Ratri Septina Saraswati
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.15970

Abstract

AbstrakMasjid Jami’ Sunan Abinawa merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Kendal yang terletak  di  Dusun  Praan,  Desa  Pekuncen,  Kecamatan  Pegandon,  Kabupaten  Kendal.  Juga merupakan peninggalan Pangeran Benawa atau Sunan Abinawa yang merupakan raja ketiga dari Kerajaan Pajang sebelum lengser. Kerajaan Pajang sendiri didirikan oleh Jaka Tingkir yang sebelumnya berhasil merebut tahta Kerajaan Demak dari Arya Penangsang. Dengan menggunakan metode observatif dan literasi, Masjid Jami’ Sunan Abinawa masih mempertahankan keaslian bagian pilar kayu penyangga atap dan bagian atap. Serta, terdapat gentong peninggalan yang konon air didalamnya tidak pernah kering walau musim kemarau datang. Dari analisis dapat disimpulkan bahwa Masjid Jami’ Sunan Abinawa telah mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu.Kata kunci : Masjid, Jami’ AbstractJami’ Sunan Abinawa Mosque is one of the oledest mosque in Kendal regency which located in Dusun Praan, Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.   It is also reluc of Prince benawa also known as Sunan Abinawa who was the third king of the Pajang Kindom before stepping down. The Kingdom of Pajang itself was founded by Jaka tingkir who previously succeeded in seizing the throne of the Demak Kingdom from Arya Penangsang. By observatorial and literacy methods, the Jami’ Sunan Abinawa Mosque still maintains the authenticity of the wooden pillars which support the roof and the roof itself. Also, there is a relic barrel which is said to have water in it that never dries up eveb though the dry season comes. From the analysis it can be concluded that the Jami’ Sunan Abinawa Mosque has changes from time to time.Keywords : Mosque, Jami’
Analisis Aksesbilitas dan Fasilitas Difabel di Masjid At-Taqwa Bandung Lulut Tri Wahyudi; Baju Arie Wibawa
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.15945

Abstract

ABSTRAKSarana dan fasilitas difabel berperan penting dalam desain teknis, bahkan menjadi syarat Permen PU dan Perumahan Rakyat nomor 14/PRT/M/2017 tentang kemudahan bangunan  gedung. Penelitian ini akan menganalisis aksesbilitas dan fasilitas difabel pada masjid At-taqwa Bandung. Penelitian ini dilakukan secara berkala yaitu pada waktu sholat  dhuhur,  asar,  dan sholat jum’at, dengan metode wawancara dan observasi lapangan dan dilakukan mulai dari pengamatan langsung di lapangan, dengan menganalisis aksesbilitas difabel, terutama akses  masuk ke dalam masjid, sangat diperlukan ramp untuk difabel agar difabel mudah dalam mengakses masjid. Dari semua penelitian pada sarana dan fasilitas difabel masih ada yang belum memenuhi syarat Permen PU dan Perumahan Rakyat nomor 14/PRT/M/2017 tentang kemudahan bangunan gedung, yaitu tidak ada area parkir khusus difabel, tidak ada ramp untuk akses difabel, tidak ada tempat wudhu khusus difabel, tidak ada toilet khusus difabel serta ukuran tangga yang tidak sesuai persyaratan. Sehingga penyandang disabilitas tidak dapat mengakses masjid At- taqwa.Kata Kunci : Aksesbilitas dan Falitas Difabel ABSTRACT Disability facilities and facilities play an important role in technical design, and even become a requirement for Permen PU and Public Housing  number 14/PRT/M/2017 regarding  the ease of building. This study will analyze the accessibility and disabled facilities at the At- taqwa mosque in Bandung. This research is conducted periodically, namely during the midday prayer, asar, and Friday prayers, with interviews and field observations and starting from direct observation in the field, by analyzing the accessibility of the disabled, especially access to enter the mosque, it is very necessary to ramp diffable so that the diffable can  easily  access the mosque. Of all the studies on disability facilities and facilities, there are still those who do not meet the requirements of the Minister of Public Works and Public Housing number 14/PRT/M/2017 on the ease of building, that is, there is no special parking area for disabled people, there is no ramp for disabled access, there is no place special ablution for the disabled, there is no special toilet with disabilities and the size of the stairs that does not fit the requirements. So people with disabilities cannot access the At-taqwa mosque.Key Words : Accessbility and fasillity disabillity 
Karakteristik Masjid Jami' Sunan Abinawa Dusun Praan, Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal Fariha, Meilisa Intan; Saraswati, Ratri Septina
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.19659

Abstract

AbstrakMasjid Jami’ Sunan Abinawa merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Kendal yang terletak  di  Dusun  Praan,  Desa  Pekuncen,  Kecamatan  Pegandon,  Kabupaten  Kendal.  Juga merupakan peninggalan Pangeran Benawa atau Sunan Abinawa yang merupakan raja ketiga dari Kerajaan Pajang sebelum lengser. Kerajaan Pajang sendiri didirikan oleh Jaka Tingkir yang sebelumnya berhasil merebut tahta Kerajaan Demak dari Arya Penangsang. Dengan menggunakan metode observatif dan literasi, Masjid Jami’ Sunan Abinawa masih mempertahankan keaslian bagian pilar kayu penyangga atap dan bagian atap. Serta, terdapat gentong peninggalan yang konon air didalamnya tidak pernah kering walau musim kemarau datang. Dari analisis dapat disimpulkan bahwa Masjid Jami’ Sunan Abinawa telah mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu.Kata kunci : Masjid, Jami’ Jami’ Sunan Abinawa Mosque is one of the oledest mosque in Kendal regency which located in Dusun Praan, Desa Pekuncen, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.   It is also reluc of Prince benawa also known as Sunan Abinawa who was the third king of the Pajang Kindom before stepping down. The Kingdom of Pajang itself was founded by Jaka tingkir who previously succeeded in seizing the throne of the Demak Kingdom from Arya Penangsang. By observatorial and literacy methods, the Jami’ Sunan Abinawa Mosque still maintains the authenticity of the wooden pillars which support the roof and the roof itself. Also, there is a relic barrel which is said to have water in it that never dries up eveb though the dry season comes. From the analysis it can be concluded that the Jami’ Sunan Abinawa Mosque has changes from time to time.
Karakteristik Visual Bangunan-Bangunan Kolonial Belanda di Kota Ungaran Prawesti, Della Agista; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.19658

Abstract

Saat pendudukan Kolonial Belanda di Indonesia banyak bangunan arsitektur Belanda yang didirikan di seluruh nusantara. Di pulau jawa sendiri khususnya di Kabupaten Semarang terdapat bangunan arsitektur Belanda berupa Benteng, sekolahan, kantor, tempat hiburan atau soos (societeiet) hingga rumah-rumah pribadi memiliki karakter dengan ciri khasnya masing-masing. Khususya bangunan kolonial di koridor Jalan Diponegoro memiiki karakter visual yang khas pada tiap elemen-elemen bangunannya, baik eksterior maupun interiornya bangunannya, sehingga perlu dijaga kelestariannya untuk mempertahankan karater visual bangunan kolonial Belanda. Studi ini bertujuan menganalisis karakteristik visual bangunan kolonial Belanda di Jalan Diponegoro Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan indikator terpengaruhnya adalah karakter visual, sedangkan komponen yang membentuk bangunan menjadi faktor yang mempengaruhi. Indikator disusun berdasarkan variabel tersebut kemudian dijadikan tolak ukur dalam mencari data dan menganalisa. Terdapat beberapa perubahan pada fasad bangunan kolonial di koridor Jalan Diponegoro, perubahan tersebut cukup signifikan namun tidak mengubah karakter asli bangunan.Kata Kunci : bangunan kolonial, karakter visual.    During the Dutch Colonial occupation in Indonesia many Dutch architectural buildings were erected throughout the archipelago. On the island of Java itself, especially in Semarang Regency there are Dutch architectural buildings in the form of fortresses, schools, offices, entertainment venues or soos (societeiet) to private homes that have their own characteristics. Especially the colonial building in the corridor of Diponegoro street has a unique visual character in each of the building elements, both the exterior and interior of the building, so it needs to be preserved to preserve the visual character of the Dutch colonial building. This study aims to analyze the visual characteristics of Dutch colonial buildings on Diponegoro street, Semarang Regency. This study uses a qualitative method with the influence indicators are visual characters, while the components that make up the building are influencing factors. Indicators arranged based on these variables are then used as benchmarks in finding data and analyzing. There are some changes in the colonial building's facade in Diponegoro Street corridor, these changes are quite significant but do not change the original character of the building.Keywords : colonial buildings, visual characters
Analisis Tata Letak Ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati Berdasarkan Prinsip Penataan Ruang Perpustakaan Huda, Sholihul; Nindita, Velma
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.19661

Abstract

Perpustakaan merupakan sumber ilmu dan pusat informasi yang sangat penting bagi perkembangan dunia pendidikan. Perpustakaan Umum Kabupaten Pati merupakan perpustakaan umum satu-satunya di Kabupaten Pati. Penataan ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, belum sepenuhnya memperhatikan prinsip penataan ruang perpustakaan, sehingga kedepanya perlu ditingkatkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan tujuan menganalisa zonasi ruang Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, serta menganalisa tata letak ruang perpustakaan Umum Kabupaten Pati, berdasarkan prinsip penataan ruang perpustakaan menurut Lasa Hs (2007 : 202) dan menganalisa besaran perabot berdasarkan neufert. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat empat kategori zonasi, berupa area buku, area pelayanan, area baca, dan area pendukung lain. Menurut hasil observasi yang dilakukan di Perpustakaan Umum Kabupaten Pati, mengenai kondisi Sarana dan prasarana Perpustakaan Kabupaten Pati, serta penataan ruangnya, Sebagaian besar sudah memenuhi prinsip penataan ruang yang baik, tetapi sebagian masih ada yang perlu untuk  diperbaiki maupun ditingkakan untuk memenuhi kebutuhan pustakawan dan pemustaka. Penataan ruang yang sudah baik diantaranya yaitu, ruang yang memerlukan konsentrasi sudah dipisah, ruang yang bersifat pelayanan umum sudah ditempatkan di lokasi setrategis, perabot perpus sudah disusun dalam garis lurus dan lebar koridor sudah sesuai standar, namun diantara itu masih ada yang perlu diperbaiki atauppun ditigkatkan, yaitu besaran perabot sebagian belum sesuai standar neufert, jarak sirkulasi antar rak buku masih sempit belum sesuai standar, dan penempatan ruang dengan tugas yang hampir sama sebagian belum ditempatkan secara berdekatan.Kata Kunci:  Penataan,  Perpustakaan, Tata Letak AbstractThe library is a source of knowledge and information center which is very important for the development of education. Pati Regency Public Library is the only public library in Pati Regency. The spatial arrangement of the Pati Regency Public Library has not fully paid attention to the principles of library spatial planning, so that in the future it needs to be improved. This research was conducted using a descriptive method with the aim of analyzing the spatial zoning of the Pati Regency Public Library, as well as analyzing the room layout of the Pati Regency Public Library, based on the principles of library spatial arrangement according to Lasa Hs (2007: 202) and analyzing the amount of furniture based on neufert. The results of the study stated that there were four zoning categories, namely the book area, service area, reading area, and other supporting areas. According to the results of observations made at the Pati Regency Public Library, regarding the condition of the Pati Regency Library facilities and infrastructure, as well as their spatial planning, most of them have fulfilled the principles of good spatial planning, but some still need to be repaired or increased to meet the needs of librarians and users. . Spatial planning that is already good includes rooms that require concentration that have been separated, spaces that are public services have been placed in strategic locations, library furniture has been arranged in straight lines and the width of the corridors is up to standard, but among them there are still things that need to be repaired or increased , namely the amount of furniture is partly not according to the Neufert standard, the circulation distance between the bookshelves is still narrow, not according to the standard, and the placement of rooms with almost the same tasks, some of them have not been placed close together.
Penghematan Energi, Air, dan Material Dalam Pengendalian Emisi CO2 Pada Desain Asrama Mahasiswa UPGRIS dengan Menggunakan Aplikasi EDGE Syach, Shendi Ridwan; Arif, Irham Nur; Indarto, Eddy
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.19663

Abstract

Penerapan green building pada suatu perencanaan bangunan merupakan faktor penting dalam didirikannya bangunan karna sangat berpengaruh terhadap pengguna maupun lingkungan contohnya dalam penerapan green building pada perancangan asrama Upgris. Mendesain pada bangunan ini memiliki arah orientasi bangunan menghadap utara dan Selatan untuk menghindari sinar matahari dari arah timur dan barat karena cenderung lebih  intens.  Tujuan penerapan green  building ini  meliputi penggunaan energi yang minim sehingga  mengurangi  paparan  sinar  matahari  yang panas  terhadap  bangunan  dan  pengurangan  biaya operasional.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif karena dilakukan untuk memperoleh hasil yang akurat karnamengandalkan perhitungan yang pasti, kemudian hasilnya dibandingkan dengan standar nilai bangunan hijau.Kata Kunci: Green Building, Asrama Mahasiswa AbstractThe application of green building in a building plan is an important factor in the construction of a building because it has a big influence on users and the environment, for example in the application of green building in the design of an upscale dormitory. The design of this building has the building orientation facing north and south to avoid sunlight from the east and west because it tends to be more intense. The aim of implementing green building includes minimal energy use, thereby reducing the building's exposure to hot sunlight and reducing operational costs.This research uses quantitative methods because it is carried out to obtain accurate results because it relies on exact calculations, then the results are compared with standard green building values.
Perencanaan Rainwater Harvesting Sebagai Upaya Implementasi Sistem Berkelanjutan di Bandara Ahmad Yani Semarang: Review Munana, Mifta Nila; Nindita, Velma
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i2.19681

Abstract

Satu – satunya bandara terbesar di Kota Semarang adalah Bandara Ahmad Yani dengan luas kurang lebih 58.652 m2. Kota tersebut merupakan kota dengan intensitas hujan yang tergolong tinggi. Maka dari itu untuk mewujudkan sistem berkelanjutan dan sebagai bentuk peduli lingkungan, air hujan ditampung dan dimanfaatkan kembali dengan menerapkan sistem Rainwater Harvesting. Sebagai bahan untuk menerapkan sistem tersebut, diperlukan data curah hujan dari stasiun klimatologi dan geofisika, analisa hidrologi dengan metode Mononobe dengan PUH 5 tahun dengan pendekatan durasi hujan 1 jam dan instensitas sebesar 72,56. Selanjutnya jika telah terhitung debit air, air bersih tersebut akan di tampung dan didistribusikan ke toilet. Sistem penangkapan air hujan ditempatkan di lahan parkir yang akan ditangkap dari limpasan air hujan tersebut dan dialirkan ke ground reservoir kemudian dialirkan ke tanki distribusi. Berikutnya, sistem air kotor toilet disalurkan ke STP (sewage treatment plant).Kata kunci: Rainwater Harvesting, Bandara Ahmad Yani, Mononobe, Reservoir, Sewage Treatment Plant. The only largest airport in Semarang City is Ahmad Yani Airport with an area of just over 58,652 m2. The city is a city with a high intensity of rainfall. Then from that to realize a sustainable system and as a form of caring for the environment, rainwater is stored and reused by implementing the Rainwater Harvesting system. As a material for implementing the system, rainfall data from climatological and geophysical stations, hydrological analysis using the Mononobe method with a 5-year PUH with an approximation of 1 hour rain duration and an instance of 72.56 is required. Then, if the drainage has been counted, the clean water will be mounted and distributed to the toilet. The rainwater capture system will be placed in the parking lot, which will be captured from the rainwater drain and drained to the ground reservoir and then drained into the distribution tank. Next, the dirty toilet water system is channeled to the STP (Sewage Treatment Plant).Keywords: Rainwater Harvesting, Ahmad Yani Airport, Mononobe, Reservoir, Sewage Treatment Plant.

Page 1 of 1 | Total Record : 10