cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2024): Februari" : 20 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga) TERHADAP BAKTERI Shigella sonnei dan Bacillus cereus SERTA BIOAUTOGRAFINYA Anita Puji Maharani; Cita Hanif Muflihah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.214

Abstract

Penggunaan antibiotik untuk diare, yang tidak tepat, mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Selain antibiotik, terapi menggunakan obat alam dipakai untuk meredakan gejala diare. Salah satu bahan alam yang dikembangkan adalah lengkuas. Tujuan dari penelitian ini mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol dan fraksi rimpang lengkuas (Alpinia galanga) terhadap Shigella sonnei dan Bacillus cereus. Rimpang tumbuhan lengkuas diekstraksi dengan metanol 70%, kemudian difraksinasi dengan metanol 80%, kloroform, dan etil asetat. Metode disk dipakai untuk pengujian antibakteri sedangkan skrining fitokimia dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) serta pengujian bioautografi untuk menentukan senyawa metabolit sekunder yang bertanggung jawab sebagai antibakteri. Uji antibakteri ekstrak menggunakan konsentrasi 30%, 40%, 50%, dan 60% (atau 4,5; 6; 7,5; dan 9 mg/disk), dan menggunakan konsentrasi 100% yang mengandung 15 mg/disk untuk pengujian antibakteri fraksi. Antibiotik ciprofloxacin dan pelarut DMSO menjadi kontrol positif dan negatif. Ekstrak lengkuas konsentrasi 60% (9 mg/disk), memiliki daya hambat terbesar dibandingkan dengan konsentrasi lain, dengan diameter daerah hambat pada bakteri Shigella sonnei sebesar 12,08 ± 0,31 mm, dan pada bakteri Bacillus cereus sebesar 12,50 ± 0,41 mm. Pada pengujian terhadap Shigella sonnei dan Bacillus cereus, zona hambat yang dihasilkan fraksi kloroform lengkuas masing-masing berdiameter sebesar 16,17 ± 0,47 mm dan 11,67 ± 0,24 mm. Analisis fitokimia dengan KLT, menggunakan silika gel GF254 dengan fase gerak n-heksan:etil asetat (5:5) dan n-heksan:etil asetat (6:4). Golongan senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid terkandung pada ekstrak rimpang lengkuas, sedangkan fraksi kloroform mengandung flavonoid, alkaloid, dan fenolik. Hasil bioautografi, flavonoid dan alkaloid terbukti menjadi golongan metabolit sekunder yang menghambat pertumbuhan Shigella sonnei dan Bacillus cereus
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN UJI BIOAUTOGRAFI EKSTRAK ETANOL DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP Acinetobacter baumannii dan Staphylococcus epidermidis Manira Zahratunisa; Maryati Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.297

Abstract

Daun seledri adalah tanaman yang dipercaya masyarakat mempunyai banyak manfaat, salah satunya sebagai antibakteri untuk infeksi kulit. Acinetobacter baumannii dan Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri penyebab infeksi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri daun seledri (Apium graveolens L.) terhadap Acinetobacter baumannii dan Staphylococcus epidermidis serta mengetahui senyawa yang bertanggungjawab sebagai antibakteri. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode dilusi cair. Nilai KHM pada penelitian ini belum diketahui, sementara nilai KBM keduanya ada pada konsentrasi 500 mg/mL. Uji KLT (Kromatografi Lapis Tipis) untuk menentukan senyawa yang terdapat pada ekstrak. Daun seledri positif mengandung fenol, flavonoid, terpenoid, dan alkaloid. Hasil uji bioautografi menunjukkan bahwa senyawa yang bertanggungjawab terhadap aktivitas antibakteri pada Staphylococuss epidermidis adalah flavonoid, sedangkan senyawa yang bertanggungjawab terhadap aktivitas antibakteri pada Acinetobacter baumannii belum diketahui.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr.MOEWARDI DENGAN METODE ATC/DDD TAHUN 2020-2022 Dinar Pury Jayanti; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.300

Abstract

Demam tifoid merupakan permasalahan kesehatan global terutama di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Jawa Tengah adalah provinsi dengan jumlah kasus penyakit yang dicurigai sebagai demam tifoid tertinggi, mencapai 244.071 kasus yang terdistribusi di berbagai Kabupaten/Kota. Demam tifoid adalah kondisi akut pada bagian usus kecil yang diinduksi oleh bakteri bernama Salmonella typhi. Obat untuk mengatasi masalah tersebut adalah antibiotik, penggunaan antibiotik yang kurang bijak dapat berkontribusi pada resistensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di ruang rawat inap RSUD Dr. Moewardi yang dikaji dari segi kuantitas penggunaannya dengan metode ATC (Anatomical Therapeutic Chemical)/DDD (Defined Daily Dose) pada tahun 2020-2022. Penelitian ini masuk dalam kategori penelitian non-eksperimental dengan pendekatan analisis deskriptif non-analitik. Data dikumpulkan secara retrospektif menggunakan data sekunder yang dilakukan dengan metode purposive sampling, sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan mencakup karakteristik pasien, jenis antibiotik yang digunakan, rute pemberian obat, dosis, dan jumlah penggunaan obat. Hasil penelitian terhadap 53 pasien terdapat 8 antibiotik yaitu amoxicillin, ampicillin, azithromycin, cefoperazone/sulbactam, ceftriaxone, ciprofloxacin, levofloxacin, dan chloramphenicol. Penggunaan antibiotik terbanyak pada penelitian ini adalah levofloxacin 0,5 g secara parenteral satu kali sehari dengan nilai 55,25 DDD/100 patient-days (64,46%). Sedangkan antibiotik yang masuk ke dalam segmen DU 90% adalah levofloxacin dan ceftriaxon secara parenteral.
DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR.MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2022 Sherine Azizah Indrawan; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.301

Abstract

Gangguan metabolisme ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah yang diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya yang disebut Diabetes Mellitus (DM). Pada penyakit diabetes mellitus pengobatan yang dilakukan yaitu pengobatan jangka panjang dan dapat disertai dengan penyakit komplikasi lainnya, hal ini dapat menyebabkan permasalahan dalam terapi. Drug Related Problems (DRPs) adalah suatu masalah yang timbul dari suatu kondisi dalam pelaksanaan terapi pasien yang menyebabkan, atau berpotensi menyebabkan tidak tercapainya hasil terapi yang optimal yang disebabkan berbagai faktor. DRPs yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi tidak tepat obat, dosis kurang, dosis berlebih dan interaksi pengobatan. Salah satu dampak yang terjadi jika pasien mengalami DRPs adalah menurunnya kualitas hidup, hasil terapi yang tidak efektif, meningkatkan biaya pengobatan yang dikeluarkan oleh pasien serta juga meningkatkan rata-rata angka kematian dan kecacatan pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi DRPs pada pasien diabetes mellitus di rawat jalan pada tahun 2022. Metode non eksperimental digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data rekam medis secara retrospektif dan menganalisis data rekam medis secara deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan syarat data yang memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu pasien rawat jalan yang menderita diabetes mellitus pada tahun 2022. Sampel pada penelitian ini yaitu sejumlah 386 pasien. Hasil penelitian terhadap 386 pasien yang dianalisis terdapat DRPs pada masing-masing kategori yaitu ketidaktepatan pemilihan obat 2 pasien (0,51%), dosis obat kurang 58 pasien (15,02%),dosis obat berlebih tidak ditemukan dosis obat berlebih (0%), interaksi obat 138 pasien (35,75%).
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIVIRUS PASIEN COVID-19 DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT DI DAERAH PURWOREJO TAHUN 2022 Vinca Elyana Purwantari; Ayu Nissa Ainni; Chondrosuro Miyarso; Wahidin Hidayat
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.304

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Kasus COVID-19 hingga saat ini masih adaan terapi COVID-19 masih beragam. Salah satu terapi yang digunakan adalah antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan dan mengevaluasi ketepatan penggunaan antivirus pada pasien dewasa COVID-19 di instalasi rawat inap rumah sakit di daerah Purworejo Periode 2022. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan cara observasional menggunakan rancangan deskriptif non eksperimental dan bersifat rektrospektif. Data obat yang diperoleh dibandingkan dengan Pedoman Tatalaksana COVID-19 edisi IV Tahun 2022. Hasil Penelitian diperoleh sampel sebanyak 100 pasien COVID-19 di rawat inap Rumah Sakit (X) di Kabupaten Purworejo Periode 2022. Antivirus yang paling banyak diresepkan adalah Favipiravir sebanyak 97 pasien (97%) dan Remdesivir sebanyak 3 pasien (3%).  Evaluasi penggunaan obat Favipiravir dan Remdesivir berdasarkan Pedoman Tatalaksana COVID-19 edisi IV yaitu 100% tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat cara pemberian, dan 92% tepat lama pemberian. Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan penggunaan antivirus Favipiravir dan Remdesivir pada pasien dewasa COVID-19 yaitu tepat indikasi (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (100%), tepat cara pemberian (100%), dan tepat lama pemberian (92%).
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO KLINIS TERHADAP DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUP dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN TAHUN 2018 Lakcita Muliani Kristianto; Ambar Yunita Nugraheni; Anisa Diyan Meitasari
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.307

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan persentase 6,83% di Klaten. Pasien hipertensi menggunakan lebih dari satu macam obat sehingga berisiko mengalami drug related problems (DRPs). Adanya faktor risiko klinis pada pasien hipertensi dapat mempengaruhi efektivitas penggunaan obat sehingga menimbulkan kejadian DRPs. Evaluasi DRPs bertujuan untuk mengurangi dampak negatif pada pengobatan seperti terjadinya efek samping dan interaksi obat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan jumlah faktor risiko klinis terhadap angka kejadian DRPs. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian observasional. Pengambilan sampel dilakukan secara retrospektif dengan purposive sampling pada data rekam medis pasien. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan uji korelasi Spearman. Kriteria inklusi meliputi pasien hipertensi dengan atau tanpa penyakit penyerta, usia > 18 tahun, mendapatkan obat antihipertensi, mendapatkan minimal 2 obat, memiliki data tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan obat tidak sesuai drug of choice 6 kasus (4,58%), obat kontraindikasi 4 kasus (3,05%), dosis obat tidak tepat (dosis dan frekuensi lebih/kurang (0,76%). Potensi interaksi obat 73 kasus, interaksi obat paling banyak adalah amlodipin dan CaCO3 (15,07%) dengan mekanisme interaksi farmakodinamik dan tingkat keparahan moderat. Faktor risiko klinis dan DRPs menunjukkan adanya hubungan sebesar 17,30% dengan kekuatan sedang (r = 0,461).
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN BIOAUTOGRAFI EKSTRAK ETANOL DAUN MAYANA JANTAN (Coleus atropurpureus Benth.) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Klebsiella pneumoniae Shafanisa Alivia Azzahra; Ana Mardiyaningsih; Rima Munawaroh
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.309

Abstract

Infeksi merupakan masalah yang sulit diatasi oleh masyarakat, contoh bakteri yang dapat menginfeksi yaitu Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumoniae. Selain pengobatan infeksi dengan antibiotik, sediaan herbal dapat menjadi alternatif pengobatan. Daun mayana jantan (Coleus atropurpureus) oleh masyarakat Halmahera Barat dimanfaatkan untuk meredakan nyeri, menyembuhkan bisul, batuk, luka, dan meningkatkan nafsu makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun mayana jantan terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumoniae, serta untuk mengetahui senyawa aktif yang menyebabkan aktivitas antibakteri. Dilakukan uji identifikasi bakteri dengan pengecatan Gram dan metode biokimia, serta uji sensitivitas bakteri dengan metode difusi cakram. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran. Uji statistik dengan Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney, menunjukkan pada loading ekstrak 20 mg/sumuran memberikan aktivitas antibakteri terbesar untuk Pseudomonas aeruginosa dan Klebsiella pneumoniae dengan zona hambat masing-masing sebesar 12,2±0,3 mm dan 11,3±0,3 mm. Identifikasi senyawa  menggunakan metode KLT dengan fase diam silika gel 60 F254 dan fase gerak n-heksan:etil asetat (7:3 v/v), hasil uji menunjukkan ekstrak daun mayana jantan positif mengandung terpenoid, fenolik, flavonoid, dan triterpenoid. Senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa adalah fenolik (Rf = 0,24) dan triterpenoid (Rf = 0,68) berdasarkan uji bioautografi dengan metode kontak sedangkan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae belum dapat ditentukan.
PENGARUH PENGGUNAAN EMOLIEN MINYAK BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus) TERHADAP SIFAT FISIK STIK PELEMBAB BIBIR DENGAN PEWARNA ALAMI SARI UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) Adellia Agustina Nur Saputri; Anita Sukmawati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.310

Abstract

Penggunaan beberapa senyawa antioksidan dalam satu sediaan dikenal dengan istilah network antioxidants. Network antioxidants bekerja secara sinergis dan terbukti lebih efektif dibandingkan antioksidan tungal. Pada penelitian ini digunakan 2 senyawa antioksidan yang bersumber dari umbi bit merah (Beta vulgaris L) dan minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi minyak biji bunga matahari terhadap homogenitas warna dan tekstur, pH, titik lebur, serta kesukaan panelis terhadap kemudahan pemakaian, tekstur, kelembapan dan warna sediaan pelembab bibir. Pembuatan sari umbi bit merah dilakukan dengan menghaluskan, menyaring, dan mengeringkan larutan umbi bit merah hingga didapatkan rendemen sebanyak 6,17%, selanjutnya sediaan pelembab bibir diformulasikan dengan 3 variasi konsentrasi minyak biji bunga matahari antara lain yaitu 7,5%, 10%, dan 12,5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi konsentrasi minyak biji bunga matahari 7,5%, 10% dan 12,5% tidak memberikan pengaruh terhadap homogenitas (warna dan tekstur), titik lebur dan kesukaan panelis terhadap sediaan pelembab bibir, tetapi memberikan pengaruh terhadap pH dimana semakin tinggi konsentrasi minyak biji bunga matahari maka semakin rendah nilai pH yang didapatkan.
AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN TALOK (Muntingia calabura L.) TERHADAP RESPON IMUN NON SPESIFIK PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS WEBSTER Tanti Azizah Sujono; Muh. Fakhrudin
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.320

Abstract

Daun talok (Muntingia calabura L.) dengan kandungan flavonoid memiliki aktivitas antioksidan sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pengobatan alternatif dan agen imunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas imunomodulator ekstrak etanol 70% daun talok (EEDT) terhadap respon imun non spesifik. Penelitian eksperimental dengan  rancangan acak lengkap (RAL) dengan variabel bebas peringkat dosis EEDT 50, 100 dan 200 mg/kgBB selama 7 hari secara peroral. Uji respon imun non spesifik ini menggunakan metode bersihan karbon dan indeks organ limfoid yang dilakukan pada mencit. Data dianalisis menggunakan uji parametrik one way ANOVA untuk indeks fagositik dan indeks organ limfoid. Hasil uji bersihan karbon menunjukkan bahwa EEDT dosis 50 mg/kgBB tidak berefek imunostimulan dengan indeks fagositik 1,165; dosis 100 mg/kgBB bersifat imunostimulan sedang dengan indeks fagositik 1,311; sedangkan EEDT dosis 200 mg/kgBB bersifat imunostimulan kuat dengan indeks fagositik 2,839. Peningkatan bobot limpa pada hasil uji indeks organ limfoid menunjukkan adanya efek ekstrak etanol 70% daun talok terhadap aktivitas imunostimulan. Hasil skrining fitokimia EEDT terbukti mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Berdasarkan hasil yang didapat maka disimpulkan bahwa pemberian EEDT 100 dan 200 mg/kgBB selama 7 hari menunjukkan aktivitas imunostimulan.
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR Norhikami Norhikami; Arini Fadhilah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.321

Abstract

Inflamasi adalah respon imun tubuh yang bekerja terhadap rangsangan fisik, kimia, maupun zat berbahaya atau mikrobiologi. Obat antiinflamasi golongan NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs) atau golongan steroid umumnya mempunyai banyak efek samping. Daun kelor (Moringa oleifera L.) adalah tanaman tropis yang bisa dijadikan referensi alternatif dalam menurunkan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antiinflamasi daun kelor pada tikus jantan galur Wistar yang diinjeksi subplantar dengan karagenin 1%. Lima kelompok perlakuan masing-masing 5 ekor tikus jantan galur Wistar dengan bobot antara 150-250 gram. Kelompok I Na-CMC 0,5% (kontrol negatif) digunakan sebagai pembanding dan pembawa untuk pembuatan larutan kontrol positif dan larutan ekstrak uji, kelompok II natrium diklofenak 15 mg/KgBB (kontrol positif), dan sebagai kelompok perlakuan yaitu kelompok III, IV, dan V diberi ekstrak etanol daun kelor (EEDK) dosis 25, 50, dan 100 mg/KgBB. Pengamatan dilakukan selama 6 jam dari jam ke-0, 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 dengan mengukur tebal udema kaki tikus dengan jangka sorong digital, kemudian dihitung rata-rata ± SD (mm). Data dianalisis dengan SPSS uji statistik ANOVA dan uji lanjut LSD. Ekstrak etanol daun kelor (EEDK) dosis 25, 50, dan 100 mg/KgBB mempunyai aktivitas antiinflamasi dalam menurunkan udema kaki tikus. Dosis 100 mg/KgBB mempunyai aktivitas penurunan inflamasi paling baik dan rata-rata penurunan inflamasinya pada jam ke-1 hingga ke-6 menunjukkan  nonsignifikan (p > 0,05) dengan tebal udem paling rendah pada jam ke-6 yaitu 4,82±0,10 mm sebanding dengan kontrol positif (4,81±0,17 mm). Ekstrak etanol daun kelor disimpulkan memiliki efektivitas antiinflamasi dalam menurunkan peradangan pada udema kaki tikus.

Page 1 of 2 | Total Record : 20