cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus" : 20 Documents clear
FORMULASI SEDIAAN SERUM ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Siti Fatimah; Danang Raharjo; Bangkit Riska Permata
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.340

Abstract

Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa saponin, pektin, vitamin C, flavonoid yang dapat menangkal radikal bebas penyebab kerusakan pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu fisik ektrak dan aktivitas antioksidan sediaan serum ekstrak etanol buah belimbing wuluh dengan konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10%. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Uji mutu fisika meliputi uji pH, viskositas, organoleptis, daya lekat, dan daya sebar. Hasil pengujian mutu fisik sediaan serum yaitu pH sedian berkisar antara 4,26–4,74; viskositas berkisar antara 2007,00–2886,67 cPs; daya sebar berkisar antara 6,30–7,57 cm dan daya lekat berkisar antara 1,55–2,36 detik. Hasil pengujian antikoksidan didapatkan nilai IC50 masing-masing formula sebagai berikut: formula I 154,43 ppm; formula II 96,18 ppm dan formula III 49,58 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan variasi konsentrasi kandungan ekstrak etanol buah belimbing wuluh mempengaruhi mutu fisik dan formula III dengan kandungan 10% ekstrak memberikan aktivitas antioksidan terkuat.
KARAKTERISTIK, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN FORMULASI EMULGEL EKSTRAK JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var Amarum) Salsabiela Dwiyudrisa Suyudi; Rissa Laila Vifta; Hanifah Trisnaningsih
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.362

Abstract

Jahe emprit (Zingiber officinale var Amarum) memiliki kandungan senyawa fenolik. Penangkalan radikal bebas oleh senyawa fenolik dapat membantu kulit dalam melindungi tubuh. Emulgel merupakan basis dengan karakteristik bentuk yang stabil dan menyenangkan untuk digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak dan formulasi emulgel ekstrak jahe emprit. Metode penelitian yaitu karakteristik simplisia dan ekstrak etanol jahe emprit, uji aktivitas antioksidan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil (DPPH), formulasi, karakteristik, dan stabilitas emulgel. Hasil menunjukkan ekstrak berwarna hijau kehitaman, terdapat senyawa fenol, flavonoid, tanin, dan alkaloid. Kadar air simplisia 9,51%, kadar abu simplisia 2,8%, kadar sari larut air simplisia dan ekstrak 9% dan 4%, kadar sari larut alkohol simplisia dan ekstrak 0,2% dan 10%. Aktivitas antioksidan ekstrak jahe emprit diperoleh IC50 dengan nilai 92,31±0,002 (µg/mL) dengan kategori kuat. Formulasi I, II, dan III berwarna coklat muda, kental, dan bau khas dengan nilai pH 4,84±0,44; 4,80±0,02; dan 4,70±0,03. Hasil uji daya sebar formula I, II, dan III berturut-turut adalah 2,87±0,01cm, 2,7±0,03 cm, dan 2,66±0,07 cm, daya lekat formula I, II, dan III adalah 2,0±0,10 detik, 2,4±0,25 detik, dan 2,6±0,15 detik. Viskositas formula I, II, dan III yaitu 2.640±0,02cPs, 3.132±0,01cPs, dan 3.216±0,005cPs. Sediaan emulgel menunjukkan tidak mengalami perubahan selama 30 hari dibuktikan dengan nilai P > 0,05 dengan metode uji paired sampel t-test dan Wilcoxon.
COST OF ILLNESS ANALYSIS OF EPILEPSY OUTPATIENTS USING VALPROIC ACID, PHENYTOIN AND CARBAMAZEPINE THERAPY IN HOSPITAL IN INDONESIA Adi Nurmesa; Dimas Setyadi Putra; Abu Rachman; Wahyudi Wahyudi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.380

Abstract

Epilepsy is a condition of the onset of attacks in the form of abnormal, irregular brain nerve cell movements, occurring repeatedly and causing temporary motor, sensory or mental function disorders. The treatment of epilepsy has costs that must be known, including direct medical costs, indirect medical costs, and indirect costs; this study aims to determine the cost of illness of epilepsy in one hospital in banyuasin regency with retrospective costing in outpatients. The research method used in this study is a cross-sectional study using patient medical record data and cost data taken from BPJS claims data and hospital rate patterns. This study uses the BPJS perspective and societal perspective, the cost data taken from the BPJS perspective is the result of BPJS claims according to the INACBGs. Package tariff and for the socital perspective the data taken is doctor consultation data, administrative costs, laboratory costs, drug costs and transportation costs and lost productivity costs carried out by interview method for 12 months. The results of this study indicate that the cost of epilepsy outpatients from a societal perspective is Rp.3,141,414 and for BPJS perspective is Rp.2,338,567.
FORMULASI SEDIAAN BODY SCRUB KOMBINASI EKSTRAK KULIT JERUK BALI (Citrus maxima Merr.) DENGAN CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI AGEN EKSFOLIASI Syifa Rihadatul Aisy; Ery Nourika Alfiraza; Osie Listina
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.394

Abstract

Body scrub adalah salah satu produk kosmetik dengan bahan agak kasar yang digunakan untuk merawat, membersihkan kotoran kulit, dan mengangkat sel kulit mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik uji stabilitas fisik body scrub kombinasi ekstrak kulit jeruk bali (Citrus maxima Merr.) dengan cangkang telur ayam serta mengetahui sediaan tersebut tidak mengiritasi kulit. Body scrub dibuat empat formulasi yang meliputi F0 (tanpa ekstrak), FI (ekstrak 15%), FII (ekstrak 12,5%) dan FIII (ekstrak 10%). Hasil dari penelitian uji fisik menunjukan bahwa uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji daya lekat memenuhi syarat, sedangkan pada uji tipe emulsi F0 menunjukan A/M (air dalam minyak) dan pada FI, FII dan FIII menunjukan M/A (minyak dalam air). Kemudian hasil dari uji stabilitas menggunakan metode cycling test F0, FI, FII dan FIII tidak menunjukan adanya pemisahan antara fase minyak dan fase air serta pH stabil selama 6 siklus. Setelah dilakukan uji iritasi hasil dari F0, FI, FII dan FIII tidak menimbulkan iritasi sehingga sediaan aman digunakan pada kulit manusia. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan One Way Anova pada program SPSS 29.
EVALUASI KESESUAIAN PENYIMPANAN OBAT DI 4 APOTEK KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2024 Ratu Azmy Mahardika Saifuddin; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.403

Abstract

Faktor yang menjadi penyebab menurunnya kualitas obat meliputi stabilitas serta suhu yang tidak sesuai. Hal ini dikarenakan penyimpanan obat yang tidak sesuai dapat menyebabkan sebagian efek potensi produk menjadi rusak, sehingga akan menurunkan nilai jual produk obatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan obat di Apotek Kabupaten Sukoharjo dengan menggunakan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Tahun 2019 dan Standar Pelayanan Kefarmasian tahun 2016 di Apotek. Pengumpulan data dilakukan secara observasional (pengamatan langsung) dengan metode cheklist dan wawancara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dikelompokkan berdasarkan nilai persentase secara deskriptif  apabila nilai 81-100% tergolong kategori ‘sangat baik’ kemudian jika nilai 61-80% tergolong dalam kategori ‘baik’ kemudian jika nilai 41-60% tergolong dalam kategori ‘cukup baik’ dan jika nilai 21-40% masuk dalam kategori ‘kurang baik’ dan kategori ‘sangat kurang’ apabila 0-20% nilainya. Berdasarkan hasil observasi sistem penyimpanan obat di 4 apotek Kabupaten Sukoharjo memiliki persentase 87,10%-96,77% dengan kriteria sangat baik yang memenuhi Petunjuk Teknis Pelayanan Kefarmasian di Apotek Tahun 2019.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PENYEBAB JERAWAT Propionibacterium acnes DAN Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN EKSTRAK DAN FRAKSI JINTAN HITAM (Nigella sativa) SERTA BIOAUTOGRAFINYA Nindi Desinta Laila Putri; Cita Hanif Muflihah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.404

Abstract

Jintan hitam (Nigella sativa) merupakan salah satu tanaman obat dari keluarga Ranunculaceae. Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus adalah bakteri yang dapat menyebabkan jerawat. Jintan hitam (Nigella sativa) merupakan salah satu tanaman yang banyak diteliti aktivitas antibakterinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi jintan hitam (Nigella sativa) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi disk. Konsentrasi ekstrak dan fraksi 40% memiliki potensi paling tinggi. Hasil uji menunjukkan diameter zona hambat ekstrak jintan hitam dengan konsentrasi 40% terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus berturut-turut adalah sebesar 24,2 mm dan 23,0 mm sedangkan pada fraksi etil asetat sebesar 16,4 mm dan 14,9 mm. Kontrol positif yang digunakan adalah tetrasiklin sedangkan kontrol negatifnya adalah DMSO 0,5%. Metode bioautografi yang digunakan adalah metode bioautografi kontak. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dilakukan dengan menggunakan fase diam silika GF 254 dan fase gerak N heksan : Kloroform : Etanol (3 : 1 : 0,5 v/v/v). Hasil KLT dan skrining kimia menunjukkan bahwa jintan hitam mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Hasil uji bioautografi diketahui bahwa golongan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri adalah senyawa alkaloid. Berdasarkan hasil penelitian ini, ekstrak etanol 96% jintan hitam (Nigella sativa) dan fraksi etil asetat terbukti memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus.
OPTIMASI CO-PROCESSED LAKTOSA DAN AMILUM DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN UNTUK FORMULASI TABLET VITAMIN C Meilinia Shinta Kusuma Dewi; Suprapto Suprapto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.405

Abstract

Metode co-processed diperlukan untuk membuat eksipien dengan sifat yang lebih baik dibandingkan material asal yang tidak bisa diperoleh hanya dengan mencampurnya secara fisik. Co-processed dapat mendukung pembuatan sediaan tablet metode cetak langsung (direct compression). Vitamin C merupakan salah satu obat yang bersifat mudah terhidrolisis dan teroksidasi, sehingga metode kempa langsung merupakan pilihan yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan antara laktosa dan amilum sebagai komponen co-processed terhadap sifat fisik granul, dan untuk mendapatkan formula yang optimum co-processed laktosa dan amilum dan aplikasinya pada formula sediaan tablet vitamin C. Formula co-processed dirancang dan dievaluasi menggunakan software design expert 13.0 dengan metode simplex lattice design. Granul co-processed dievaluasi meliputi parameter kecepatan alir, sudut diam, pengetapan ruahan (bulk density) dan pengetapan mampat (tapped density) dan Ratio Hausner. Tablet vitamin C dievaluasi meliputi keragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur tablet. Hasil penelitian dari software design expert 13.0 diperoleh formula yang optimum adalah pada rasio laktosa dan amilum (150 : 150) mg dengan nilai desirability sebesar 0,750. Hasil penelitian sifat fisik tablet vitamin C secara berurutan yaitu keragaman bobot 454,3; 432; 432,9 NP, kekerasan tablet 6,12; 4,11; 6,45 kg, kerapuhan tablet 0,006; 0,006; 0,111%, dan waktu hancur 10,13; 04,17; 02,26 detik. Hasil ANOVA menunjukan pengaruh secara signifikan terhadap keragaman bobot (p:0,00), kekerasan (p: 0,01), kerapuhan (p: 0,09)  dan waktu hancur (p: 0,19).
FORMULASI SEDIAAN KRIM MINYAK ATSIRI DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP Sarcoptes scabiei Ananto Nugroho Putra; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.406

Abstract

Skabies telah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia yang disebabkan oleh Sarcoptes  scabiei. Pengobatan skabies dapat menggunakan skabisida topikal dari tanaman kemangi (Ocimum sanctum L.) disertai dengan pola hidup bersih dan sehat pada penderita dan lingkungannya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk memformulasikan sediaan krim minyak dalam air (m/a) dengan berbagai konsentrasi zat aktif minyak atsiri daun kemangi, dan untuk mengetahui pengaruh kadar minyak atsiri daun kemangi  terhadap sifat fisik sediaan krim dan aktivitas skabisidanya. Formula konsentrasi minyak  atsiri daun kemangi divariasikan menjadi Formula I (5%), Formula II (10%), dan Formula III (20%). Pembuatan krim menggunakan dasar pembentukan sabun anionik trietanolamin stearate dari gabungan reaksi antara asam stearat dan trietanolamin. Hasil uji aktivitas skabisida dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan signifikan Formula I, II, dan III (P = 0,002 < 0,05) dimana dengan pertambahan konsentrasi minyak atsiri daun kemangi meningkatkan uji efektivitasnya membunuh tungau Sarcoptes scabiei. Formula III (32,6 menit) memiliki potensi sebagai skabisida yang lebih baik dibandingkan Formula I (39,17 menit) dan Formula II (36,98 menit) dengan pembanding kontrol permetrin (29 menit).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK DAGUSIBU MASYARAKAT KELURAHAN MUKTIHARJO KIDUL KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Zulfa Faizah; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.408

Abstract

Peredaran obat palsu, penggunaan obat yang tidak rasional dan terjadinya efek samping obat merupakan beberapa contoh masalah kesehatan yang berhubungan dengan penggunaan obat masih banyak dijumpai pada masyarakat. DaGuSiBu (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) adalah suatu konsep yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan praktik dagusibu masyarakat Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Populasi yang digunakan adalah Masyarakat Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan desain pendekatan cross sectional. Data diambil secara consecutive sampling sebanyak 127 responden sesuai dengan kriteria inklusi sebagai berikut: berusia 18-65 tahun, dapat membaca dan memakai handphone serta memiliki riwayat memakai obat selama 6 bulan terakhir. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner berupa google form yang berisi pertanyaan mengenai pengetahuan dan praktik yang sudah lolos uji validitas dan uji reliabilitas. Diperoleh data pada aspek pengetahuan sebanyak 44,1% responden memiliki pengetahuan cukup; 37,8% kurang dan 18,1% baik. Sedangkan pada aspek praktik didapatkan hasil sebanyak 53,5% responden memiliki praktik kurang; 43,3% cukup dan 3,2% baik. Diketahui domain simpan pada aspek pengetahuan masih kurang (61,4%) sedangkan pada semua domain aspek praktik masih kurang dengan rata-rata domain dapatkan (26%), gunakan (27,2%), simpan (26%) dan buang (35,1%). Data dianalisis menggunakan uji spearman didapatkan nilai p-value 0,300. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan dan praktik dagusibu pada masyarakat Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan Kota Semarang.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Escherichia coli SERTA UJI BIOAUTOGRAFINYA Ahsana Nadia Zahra; Maryati Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.412

Abstract

Daun sirih hijau (Piper betle L.) dimanfaatkan dan dipercaya sebagai bahan obat alternatif dalam mengobati berbagai jenis penyakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih hijau terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli serta mengidentifikasi golongan senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri dalam ekstrak etanol daun sirih hijau. Ekstraksi daun sirih hijau (Piper betle L.) menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi disk, identifikasi golongan senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri dilakukan dengan uji bioautografi. Kadar ekstrak etanol yang digunakan adalah 2, 4, 6, dan 8 mg/disk. Kontrol positif menggunakan Erythromycin dan Ciprofloxacin serta pelarut DMSO 50% digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih hijau terhadap Staphylococcus epidermidis dengan seri konsentrasi 2 mg/disk, 4 mg/disk, 6 mg/disk, dan 8 mg/disk menghasilkan rata-rata zona hambat 9,5; 12; 15,12; dan 15,62 mm. Sedangkan hasil terhadap Escherichia coli dengan seri konsentrasi 2, 4, 6, dan 8 mg/disk menghasilkan rata-rata zona hambat 10,25; 15,12; 15,87; dan 16,25 mm. Uji KLT memberikan hasil  bahwa daun sirih hijau mengandung golongan senyawa fenol, saponin dan alkaloid. Hasil uji bioautografi menunjukkan bahwa senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis adalah golongan senyawa fenol pada Rf 0,8 dan senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli adalah golongan senyawa alkaloid pada Rf 0,7.

Page 1 of 2 | Total Record : 20