cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam
ISSN : -     EISSN : 30264405     DOI : 10.30983/aljamahiria
Core Subject : Education,
Islamic Thought Review (e-ISSN : 3025-695X) is an academic peer-reviewed journal published by the Depatment of Islamic Theology and Philosophy, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia. The journal publishes scholarly articles addressing issues specific to the discipline of Islamic thought and wider issues from an Islamic theological and philosophical perspective. The journal aims to become one of the leading platforms in the world for new findings and discussions of all the aforementioned fields. Editor welcome scholars, researchers and practitioners around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.
Articles 72 Documents
Dari Mimbar ke Layar: Dakwah Interaktif dan Pembentukan Engagement Audiens pada TikTok Ustadz Hanan Attaki Nanda Badzlina Nur Sabrina; Fahrur Razi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v3i2.10335

Abstract

Perkembangan media sosial telah mendorong transformasi paradigma dakwah Islam, khususnya dalam menjangkau generasi milenial dan Gen Z yang memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan platform digital. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi dakwah interaktif yang diterapkan oleh Ustadz Hanan Attaki di platform Tiktok serta mengkaji pola keterlibatan (engagement) audiens terhadap konten dakwah yang disajikan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan interaktivitas digital sebagai instrumen dakwah yang disesuaikan dengan karakteristik konsumsi media generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada akun Tiktok @hanan_attaki_. Teknik pengumpulan data meliputi analisis konten video, interaksi audiens (komentar, like, dan share), serta wawancara dengan pengikut aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah digital yang dilakukan Ustadz Hanan Attaki mampu menciptakan tingkat engagement yang tinggi, tercermin melalui respons emosional, kognitif, dan perilaku audiens, seperti refleksi spiritual, diskusi keagamaan, serta penyebaran ulang konten ke platform lain. Gaya komunikasi yang santai, humanis, dan relevan dengan pengalaman keseharian audiens, didukung oleh penggunaan visual dan audio yang estetis, menjadi faktor utama keberhasilan dakwah. Temuan ini menegaskan bahwa dakwah melalui media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga berperan dalam membangun komunitas spiritual virtual serta meningkatkan internalisasi nilai-nilai religius di kalangan generasi muda. The rapid growth of social media has significantly transformed the paradigm of Islamic preaching, particularly in engaging younger generations who are deeply embedded in digital culture. This study aims to examine the interactive da‘wah strategies employed by Ustadz Hanan Attaki on TikTok and to analyze audience engagement patterns with the religious content disseminated on the platform. The novelty of this research lies in its emphasis on digital interactivity as a mechanism of spiritual communication that aligns with the media consumption behavior of Millennials and Generation Z. Using a qualitative descriptive approach with a case study Design, this research focuses on the TikTok account @hanan_attaki_. Data were collected through video content analysis, observation of audience interactions (comments, likes, and shares), and in-depth interviews with active followers. The findings reveal that Ustadz Hanan Attaki’s digital da‘wah generates high levels of engagement, reflected in emotional, cognitive, and behavioral responses, including spiritual reflection, religious discussion, and content redistribution across platforms. A relaxed, humanistic communication style, combined with visually and audibly aesthetic elements, is a key factor in effective message delivery. This study concludes that digital da‘wah serves not only as an alternative medium for religious dissemination but also plays a crucial role in fostering online spiritual communities and in enhancing the internalization of religious values among young audiences in the digital era.
Digitalization and Social Da‘wah: Innovative Models of Islamic Community Development in the Era of Digital Transformation Agustiani, Happy
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v3i2.10501

Abstract

Artikel ini mengkaji transformasi dakwah Islam dari praktik konvensional ke format berbasis digital sebagai respons terhadap perkembangan teknologi komunikasi, perubahan sosial, serta kebutuhan spiritual masyarakat Muslim kontemporer. Dakwah digital tidak hanya muncul sebagai medium penyebaran ajaran Islam, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk peningkatan literasi keagamaan, keterlibatan generasi muda, serta penguatan sosial dan ekonomi melalui platform digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang dianalisis melalui teknik analisis isi. Artikel ini  menunjukkan bahwa digitalisasi dakwah menawarkan peluang signifikan, seperti peningkatan efisiensi jangkauan, kolaborasi komunitas, serta pembentukan narasi Islam moderat di ruang digital. Namun demikian, dakwah digital juga menghadapi tantangan substansial, antara lain ketimpangan akses digital, maraknya disinformasi keagamaan, serta keterbatasan kapasitas profesional sebagian dai yang beroperasi di media sosial. Temuan penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi keagamaan digital, pembentukan standar profesional bagi dai digital, serta penguatan platform dakwah digital berbasis komunitas guna menjamin keberlanjutan dan dampak transformatif pengembangan masyarakat Islam di era digital. This study examines the transformation of Islamic da‘wah from conventional practices to digital-based formats in response to developments in communication technology, social change, and the evolving spiritual needs of contemporary Muslim communities. Digital da‘wah has emerged not only as a medium for disseminating Islamic teachings but also as a strategic instrument for community empowerment, including enhancing religious literacy, youth engagement, and socio-economic strengthening through digital platforms. This research employs a qualitative method with a literature-based approach, analyzed using content analysis techniques. The findings indicate that the digitalization of da‘wah offers significant opportunities, including greater outreach efficiency, community collaboration, and the construction of moderate Islamic narratives in digital spaces. Nevertheless, digital da‘wah also faces substantial challenges, including digital inequality, the proliferation of religious misinformation, and the limited professional capacity of some preachers operating on social media. This study recommends strengthening digital religious literacy, establishing professional standards for digital preachers, and reinforcing community-based digital da‘wah platforms to ensure the sustainability and transformative impact of Islamic community development in the digital era.Keywords: digital da'wah, religious literacy, Islamic moderation, da'wah technology, social transformation.