cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam
ISSN : -     EISSN : 30264405     DOI : 10.30983/aljamahiria
Core Subject : Education,
Islamic Thought Review (e-ISSN : 3025-695X) is an academic peer-reviewed journal published by the Depatment of Islamic Theology and Philosophy, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia. The journal publishes scholarly articles addressing issues specific to the discipline of Islamic thought and wider issues from an Islamic theological and philosophical perspective. The journal aims to become one of the leading platforms in the world for new findings and discussions of all the aforementioned fields. Editor welcome scholars, researchers and practitioners around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.
Articles 65 Documents
Mendekati Penggemar K-Pop dengan Dakwah yang Santun: Etika Komunikasi Dakwah @FuadHnaim di Youtube Mohammad Saepul Ulum; Nida Nurhidayati
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8666

Abstract

Artikel ini membahas etika komunikasi dakwah yang diterapkan Ustadz Fuadh Naim melalui channel YouTube @FuadhNaim kepada penggemar K-Pop. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori tanggung jawab sosial, melalui analisis konten video dan studi literatur. Artikel ini menemukan bahwa Ustadz Fuadh Naim mampu menghadapi tantangan dakwah kepada penggemar K-Pop dengan menerapkan prinsip etika komunikasi dakwah sesuai ajaran Islam, seperti Qaulan Karima, Qaulan Sadida, Qaulan Ma’rufa, Qaulan Baligha, Qaulan Layyina, dan Qaulan Maysura. Pendekatan ini menekankan kesantunan, kejelasan, kelembutan, dan kemudahan dalam menyampaikan pesan, sehingga pesan dakwah dapat diterima dengan baik oleh mad’u yang memiliki minat dan budaya berbeda. Hasil penelitian memberikan wawasan mengenai strategi dakwah yang efektif dan etis di era digital, khususnya dalam menghadapi audiens dengan latar belakang budaya populer. Temuan ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan metode dakwah yang relevan di lingkungan digital yang beragam dan dinamis.   This article discusses the da'wah communication ethics applied by Ustadz Fuadh Naim through the @FuadhNaim YouTube channel to K-Pop fans. This research uses descriptive qualitative method with social responsibility theory, through video content analysis and literature study. The research found that Ustadz Fuadh Naim was able to face the challenges of da'wah to K-Pop fans by applying the principles of da'wah communication ethics according to Islamic teachings, such as Qaulan Karima, Qaulan Sadida, Qaulan Ma'rufa, Qaulan Baligha, Qaulan Layyina, and Qaulan Maysura. This approach emphasizes politeness, clarity, gentleness, and ease in delivering messages, so that da'wah messages can be well received by mad’u who have different interests and cultures. The results of the study provide insight into effective and ethical da'wah strategies in the digital era, especially in dealing with audiences with popular cultural backgrounds. The findings are expected to be a reference in the development of relevant da'wah methods in a diverse and dynamic digital environment.
Utilisasi Media Dan Komunikasi Visual Dalam Dakwah di Era 5.0 Khairullah; Recha Mardiianty Rachmi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8667

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi integrasi elemen visual dan teknologi digital dalam dakwah Islam di era digital dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Penelitian ini menelaah teori, konsep, dan temuan empiris terkait dinamika penggunaan media, komunikasi visual, dan teknologi digital seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) dalam dakwah. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis melalui identifikasi, evaluasi, klasifikasi, dan analisis literatur dari buku akademik, artikel jurnal, laporan penelitian, serta dokumen digital. Hasil penelitian menunjukkan strategi efektif dalam memanfaatkan media visual untuk meningkatkan keterlibatan audiens, seperti konten video kreatif, animasi, dan teknologi imersif seperti AR dan VR. Media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Instagram memainkan peran penting dalam menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda, melalui pendekatan inovatif dan interaktif. Studi ini menyoroti potensi komunikasi visual dan teknologi digital untuk mentransformasi dakwah agar relevan dengan preferensi modern, sekaligus menjaga nilai-nilai inti Islam. Tantangan yang dihadapi mencakup menjaga keaslian pesan di tengah komodifikasi digital dan memastikan kedalaman pesan agama. Kerangka multidisiplin ini memberikan panduan bagi akademisi dan praktisi dalam memanfaatkan inovasi digital untuk dakwah yang efektif dan etis di era digital   This article uses literature research to explore the integration of visual elements and digital technology in Islamic da'wah in the digital era. This research examines theories, concepts, and empirical findings related to the dynamics of using media, visual communication, and digital technologies such as augmented reality (AR) and virtual reality (VR) in da'wah. Data collection is done systematically by identifying, evaluating, classifying, and analyzing literature from academic books, journal articles, research reports, and digital documents. The results show effective strategies in utilizing visual media to increase audience engagement, such as creative video content, animation, and immersive technologies such as AR and VR. Through innovative and interactive approaches, social media such as TikTok, YouTube, and Instagram are essential in reaching a wider audience, especially the younger generation. This study highlights the potential of visual communication and digital technology to transform da'wah to be relevant to modern preferences while maintaining core Islamic values. Challenges include maintaining message authenticity amid digital commodification and ensuring the depth of religious messages. This multidisciplinary framework guides academics and practitioners in utilizing digital innovations for practical and ethical da'wah in the digital age.
Strategi Kehumasan dalam Membangun Citra IAIN Kudus sebagai Perguruan Tinggi Islam Terapan di Era Digital Cindy Muawanah Khoirunnisak; Irzum Farihah; Ihya Nur Syamsiani
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8700

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis strategi humas dalam membangun citra Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus sebagai kampus berbasis ilmu Islam terapan, serta mengidentifikasi hambatan dan tantangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi, sedangkan validitas data diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi humas IAIN Kudus meliputi: optimalisasi pengelolaan website; publikasi event kampus; kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan keterlibatan langsung di masyarakat; kerjasama dengan media massa lokal; penguatan identitas korporat; publikasi di media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook, serta surat kabar; komunikasi persuasif dengan calon mahasiswa baru; dan branding ke Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas, serta Sekolah Menengah Kejuruan. Hambatan meliputi keterbatasan personel humas (internal) dan rendahnya kesadaran mahasiswa dalam menyebarkan informasi kampus serta penyesuaian konten untuk generasi Z (eksternal). Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan panduan strategis bagi perguruan tinggi Islam untuk mengembangkan citra institusi secara efektif melalui penguatan komunikasi strategis dan kolaborasi, khususnya di era digital. This article aims to describe and analyze the public relations strategy in building the image of the State Islamic Institute (IAIN) Kudus as a campus based on applied Islamic science, as well as identifying obstacles and challenges. This research uses a qualitative approach with data collection methods in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through reduction, presentation, and verification, while data validity was tested by triangulation. The results showed that IAIN Kudus's public relations strategies include: optimizing website management; publication of campus events; Corporate Social Responsibility (CSR) activities with direct involvement in the community; cooperation with local mass media; strengthening corporate identity; publication on social media such as Instagram, TikTok, YouTube, and Facebook, as well as newspapers; persuasive communication with prospective new students; and branding to Madrasah Aliyah, Senior High Schools, and Vocational High Schools. Obstacles include limited public relations personnel (internal) and low student awareness in disseminating campus information and adjusting content for generation Z (external). This research contributes to providing strategic guidance for Islamic universities to effectively develop institutional image through strengthening strategic communication and collaboration, especially in the digital era.
Strategi Komunikasi Pemasaran Budiman Swalayan dalam Meningkatkan Brand Loyalty di Kota Bukittinggi Al Hadi, Afif; Rumyeni
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8819

Abstract

Artikel ini menganalisis strategi pemasaran Budiman Swalayan dalam menghadapi persaingan di sektor swalayan lokal Kota Bukittinggi. Budiman Swalayan berhasil bertahan di tengah kompetisi ketat. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih subjek sesuai kriteria. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengacu pada konsep komunikasi pemasaran, seperti promosi penjualan, periklanan, penjualan pribadi, dan pemasaran media sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala marketing, konsumen, serta observasi langsung. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budiman Swalayan menerapkan beberapa strategi. Promosi penjualan dilakukan dengan diskon dan akumulasi poin untuk meningkatkan loyalitas konsumen. Periklanan melalui media luar ruang dan media massa memperluas jangkauan. Penjualan pribadi membangun hubungan erat dengan konsumen, sedangkan pemasaran media sosial menyampaikan informasi terbaru produk dan promosi. Penelitian ini memberikan wawasan praktis tentang strategi pemasaran efektif bagi usaha lokal, serta menjadi acuan untuk meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif. This article analyzes Budiman Swalayan's marketing strategy in facing competition in the local supermarket sector of Bukittinggi City. Budiman Swalayan managed to survive in the midst of intense competition. This research uses purposive sampling technique to select subjects according to the criteria. With a descriptive qualitative approach, this research refers to marketing communication concepts, such as sales promotion, advertising, personal selling, and social media marketing. Data were collected through interviews with the head of marketing, consumers, and direct observation. Data analysis used the Miles and Huberman model, including data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results showed that Budiman Swalayan implemented several strategies. Sales promotion is done with discounts and accumulated points to increase consumer loyalty. Advertising through outdoor media and mass media expands reach. Personal selling builds close relationships with consumers, while social media marketing conveys the latest product information and promotions. This research provides practical insights into effective marketing strategies for local businesses, as well as a reference to improve competitiveness in an increasingly competitive market.
Shalawat Dulang Sebagai Media Dakwah Kultural Di Nagari Saruaso Kab. Tanah Datar Gozali, Ahmad; Rizky Novriandi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8865

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran Sholawat Dulang sebagai media dakwah kultural dan efektivitasnya dalam menyampaikan ajaran Islam di kalangan masyarakat Nagari Saruaso, Kabupaten Tanah Datar, yang merupakan bagian dari tradisi budaya Minangkabau. Sholawat Dulang menggabungkan seni musik dan syair religius dalam bahasa Minang, menjadikannya tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana yang efektif dalam mendakwahkan Islam dalam konteks sosial dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori semiotika Charles Morris, serta teknik observasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang interaksi antara tradisi dan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sholawat Dulang mengandung nilai-nilai religius yang mempererat hubungan antara budaya lokal dan ajaran Islam, serta membantu menciptakan identitas budaya Islam yang khas di Minangkabau. Artikel ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dakwah kultural dan memberikan inspirasi untuk pengembangan dakwah berbasis budaya di Indonesia. This Article aims to examine the role of Sholawat Dulang as a cultural da'wah medium and its effectiveness in conveying the teachings of Islam among the people of Nagari Saruaso, Tanah Datar Regency, which is part of the Minangkabau cultural tradition. Sholawat Dulang combines the art of music and religious poetry in the Minang language, making it not only a cultural heritage, but also an effective means of preaching Islam in the local social and cultural context. This research uses a qualitative method with Charles Morris' semiotic theory approach, as well as in-depth observation and interview techniques to gain a better understanding of the interaction between tradition and da'wah. The results show that Sholawat Dulang contains religious values that strengthen the relationship between local culture and Islamic teachings, and helps create a distinctive Islamic cultural identity in Minangkabau. This article is expected to enrich the understanding of cultural da'wah and provide inspiration for the development of culture-based da'wah in Indonesia.
Interaksi Dai dan Mad’u dalam Pengajian Arisan Qolbu di Kabupaten Agam Raihan Putri, Fadila; Berliana Ilham; Lasri Muharami
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8866

Abstract

Artikel ini mengkaji hubungan antara dai dan mad’u dalam kegiatan pengajian Unit Pembinaan Anggota Arisan Qolbu di Jorong Bangkaweh, Kabupaten Agam. Penelitian ini berfokus pada penerapan berbagai model komunikasi dakwah, seperti Model Pertukaran Sosial, Model Peranan, dan Model Permainan, serta faktor-faktor yang memengaruhi interaksi dai dengan mad’u. Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dakwah sangat dipengaruhi oleh pendekatan personal, keteladanan, dan fleksibilitas peran dai dalam berinteraksi dengan mad’u. Mad’u lebih menerima dakwah ketika merasakan manfaat yang lebih besar dibandingkan pengorbanan mereka, sebagaimana dijelaskan dalam Model Pertukaran Sosial. Selain itu, keteladanan dai dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan memainkan peran sesuai kebutuhan situasi turut memperkuat hubungan dakwah. Hambatan seperti perbedaan latar belakang sosial dan ekonomi, serta keterbatasan waktu mad’u, menjadi tantangan yang harus diatasi oleh dai untuk meningkatkan efektivitas dakwah. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang dinamika hubungan dai dan mad’u, serta menawarkan kontribusi praktis bagi lembaga keagamaan dalam mengembangkan strategi dakwah yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.   This study analyzes the relationship between preachers and mad’u in the recitation activities of the Arisan Qolbu Member Development Unit in Jorong Bangkaweh, Agam Regency. The research focuses on the application of communication models, including the Social Exchange Model, Role Model, and Game Model, as well as the factors influencing interactions between preachers and mad’u. Using a qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed descriptively. The findings indicate that the effectiveness of da'wah is influenced by personal engagement, exemplary behavior, and the preacher’s adaptability in responding to the needs of mad’u. The Social Exchange Model highlights that mad’u are more receptive to da'wah when they perceive the benefits to outweigh the associated sacrifices. Furthermore, the preacher’s conduct in daily life and ability to adjust roles based on situational demands strengthen the da'wah relationship. Challenges include social and economic disparities between preachers and mad’u, as well as the limited availability of mad’u for engagement. Addressing these barriers is essential to improving the effectiveness of da'wah. This study provides valuable insights into preacher-mad’u dynamics and offers practical recommendations for developing da'wah strategies that align with contemporary societal needs.
Konsumsi Media Dan Identitas Budaya Di Kalangan Remaja Juwana, Kabupaten Pati Tsania Mishbahun Naila; Primi Rohimi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8867

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara konsumsi media dan identitas budaya di kalangan remaja Juwana, Kabupaten Pati, dengan fokus pada pengaruh media terhadap pemahaman dan keterikatan remaja terhadap budaya lokal. Penelitian ini didorong oleh tren peningkatan penggunaan media sosial yang berpotensi mengubah cara remaja memahami nilai-nilai budaya daerah. Konsumsi media yang tidak terkontrol dapat memudarkan nilai-nilai lokal, sementara pemanfaatan yang tepat dapat memperkuat identitas budaya. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan kualitatif yang memadukan wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk menggali pengalaman remaja dalam menggunakan media. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan remaja dan pengamatan terhadap pola interaksi mereka dengan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun media sosial mendorong kesadaran akan tradisi dan nilai budaya lokal, penggunaan bahasa gaul yang dominan menciptakan kesenjangan generasi yang dapat melemahkan keterikatan budaya. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam membangun literasi media yang bijak. Dengan literasi media yang baik, konsumsi media dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya remaja tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal. Oleh karena itu, peran edukasi dalam mengarahkan pemanfaatan media menjadi sangat krusial demi pelestarian budaya lokal di era digital. This article explores the relationship between media consumption and cultural identity among the youth of Juwana, Pati Regency, with a focus on the influence of media on adolescents' understanding of and attachment to local culture. This research is motivated by the increasing trend of social media use that has the potential to change the way adolescents understand local cultural values. Uncontrolled media consumption can diminish local values, while proper utilization can strengthen cultural identity. The novelty of the research lies in the qualitative approach that combines in-depth interviews and participatory observation to explore adolescents' experiences in using media. Data was obtained through structured interviews with teenagers and observations of their interaction patterns with the media. The results show that although social media encourages awareness of local cultural traditions and values, the dominant use of slang creates a generation gap that can weaken cultural attachment. This research underscores the importance of synergy between families, schools and communities in building wise media literacy. With good media literacy, media consumption can be utilized as a means to strengthen adolescents' cultural identity without ignoring local values. Therefore, the role of education in directing media utilization is crucial for the preservation of local culture in the digital era. This research explores the relationship between media consumption and cultural identity among teenagers in Juwana, Pati Regency, with a focus on the main question regarding how media influences teenagers' understanding and attachment to local culture. The background to this problem arises from the increasing use of social media which has the potential to change the way teenagers understand regional cultural values. The novelty of this research lies in the qualitative approach which combines in-depth interviews and observations to explore teenagers' experiences in media consumption. The methodology used involves analysis of data from interviews with teenagers and observations of their interactions with the media. The main results show that teenagers who are active on social media tend to be more aware of local cultural traditions and values, although the use of slang creates a generation gap that can reduce attachment to that culture. This research emphasizes the importance of collaboration between families, schools and communities in educating teenagers so they can use media wisely. The conclusion of this discussion confirms that with the right approach, media consumption can strengthen cultural identity without ignoring local values, so it is important to increase media literacy among teenagers.
Paradigma Manhajul fikr wal harokah sebagai Landasan Komunikasi Dakwah: Analisis Kritis Model Dakwah Kontemporer Iwan Rudiansyah, Intihaul Khiyaroh; Razif Baharuddin
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v3i1.9532

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis model dakwah kontemporer dengan menempatkan Manhajul fikr wal harokah sebagai paradigma dasar dalam komunikasi dakwah Islam. Pendekatan ini menekankan integrasi antara pemikiran yang sistematis dan gerakan yang terorganisir dalam menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui kajian pustaka, wawancara mendalam, dan observasi pada komunitas dakwah terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model dakwah yang berlandaskan Manhajul fikr wal harokah memiliki potensi signifikan untuk mengatasi stagnasi metode dakwah tradisional. Paradigma ini mampu menjembatani nilai-nilai Islam yang bersifat normatif dengan kebutuhan masyarakat kontemporer yang dinamis, sehingga menghasilkan kerangka komunikasi yang lebih transformatif dan responsif terhadap konteks sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menawarkan perspektif baru dalam komunikasi dakwah serta kontribusi praktis dengan memberikan rujukan strategis bagi para da’i dan organisasi dakwah dalam merancang program yang adaptif dan berdampak sosial. Temuan ini menegaskan urgensi pengembangan Manhajul fikr wal harokah sebagai paradigma berkelanjutan bagi komunikasi dakwah kontemporer.   This study critically examines contemporary da'wah models by placing Manhajul fikr wal harokah as the basic paradigm in Islamic da'wah communication. This approach emphasizes the integration of systematic thinking and organized movements in conveying Islamic values to modern society. This study employs a qualitative method with a case study design, where data is collected through literature review, in-depth interviews, and observations within selected da'wah communities. The findings indicate that the da'wah model grounded in Manhajul fikr wal harokah holds significant potential to address the stagnation of traditional da'wah methods. This paradigm bridges normative Islamic values with the dynamic needs of contemporary society, resulting in a more transformative and socially responsive communication framework. This study contributes theoretically by offering a new perspective on da'wah communication and practically by providing strategic references for da'is and da'wah organizations in designing adaptive and socially impactful programs. These findings underscore the urgency of developing Manhajul fikr wal harokah as a sustainable paradigm for contemporary da'wah communication.
Emha Ainun Nadjib dan Reaktualisasi Dakwah di Perkotaan: Studi pada Komunitas Maiyah Kenduri Cinta Jakarta Ayis Mukholik
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v3i1.9587

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan dakwah Emha Ainun Nadjib dalam konteks Indonesia kontemporer, dengan fokus pada forum Maiyah Kenduri Cinta sebagai media utama dakwahnya. Kajian ini menitikberatkan pada kolaborasi antara dua pola dakwah, yakni dakwah kultural dan dakwah dinamis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif etnografis, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung pada kegiatan Maiyah Kenduri Cinta Jakarta serta analisis dokumentasi dari situs resmi caknun.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Emha Ainun Nadjib berhasil membentuk pola dakwah kolaboratif yang relevan dan kontekstual, yaitu dakwah kultural yang menekankan pada ekspresi seni, seperti selawat, zikir, doa, dan musik; serta dakwah dinamis yang berbasis pada tadabur ayat dan diskusi reflektif. Pola ini mampu memadukan nuansa spiritual dan intelektual secara harmonis, mendorong keterlibatan aktif dari masyarakat, serta memperkuat inklusivitas dakwah. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan model dakwah transformatif yang adaptif terhadap dinamika masyarakat urban Indonesia masa kini.   This study aims to explore the development of Emha Ainun Nadjib’s da'wah in contemporary Indonesia, focusing on the Maiyah Kenduri Cinta forum as his primary medium of religious communication. The research emphasizes the integration of two distinct da'wah models: cultural da'wah and dynamic da'wah. Employing a qualitative ethnographic approach, data were collected through direct observation of the Maiyah Kenduri Cinta gatherings in Jakarta and document analysis from the official website caknun.com. The findings reveal that Emha Ainun Nadjib has successfully developed a collaborative da'wah pattern that is contextually relevant to Indonesia’s contemporary socio-religious landscape. The cultural da'wah model incorporates artistic expressions such as shalawat, dhikr, prayer, and music, while the dynamic model involves reflective interpretation of Qur’anic verses (tadabbur) and interactive discussions. This integrative approach harmonizes spiritual and intellectual dimensions, fosters inclusive community engagement, and provides practical solutions for broader audiences. This study contributes new insights into collaborative da'wah models and offers inspiration for the development of transformative Islamic communication strategies in urban Indonesian settings.
Dari Mimbar ke Media: Adaptasi Dakwah Fiqih Klasik Pondok Pesantren Lirboyo di Era Digital M. Rizqy Zamiluddin A; Muhammad Ni'am Masrukhil Hadi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v3i1.9597

Abstract

Artikel ini membahas peran strategis Pondok Pesantren Lirboyo dalam menyebarkan ajaran fiqih klasik di era digital melalui studi kasus pada unit media LIM Production. Penelitian ini dilatarbelakangi dari tantangan institusi pendidikan Islam tradisional untuk beradaptasi dengan lanskap media kontemporer agar tetap relevan di tengah perubahan pola konsumsi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi komunikasi yang dijalankan pesantren dalam memanfaatkan media digital sekaligus menganalisis keterlibatan audiens dalam proses dakwah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa peran strategis Lirboyo diwujudkan melalui dua pilar utama: (1) fleksibilitas institusional dengan cara mengadaptasi format dakwah konvensional ke platform digital populer serta mengkontekstualisasikan ajaran kitab klasik agar relevan dengan isu-isu modern; dan (2) pembangunan budaya partisipatif yang menempatkan audiens sebagai subjek aktif dalam pembentukan konten. Sinergi antara fleksibilitas institusional dan partisipasi audiens melahirkan ekosistem dakwah yang dialogis, interaktif, dan efektif di ruang digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi hubungan sinergis antara fleksibilitas dakwah dan budaya partisipatif sebagai kunci keberhasilan dakwah digital di pesantren.   This article discusses the strategic role of Pondok Pesantren Lirboyo in disseminating classical fiqh teachings in the digital age through a case study of the LIM Production media unit. This research was motivated by the challenges faced by traditional Islamic educational institutions in adapting to the contemporary media landscape in order to remain relevant amid changing patterns of information consumption. This study aims to identify the communication strategies implemented by Islamic boarding schools in utilizing digital media while analyzing audience engagement in the da'wah process. The method used in this study is qualitative with a case study approach through in-depth interviews, observation, and documentation. This study found that Lirboyo's strategic role is realized through two main pillars: (1) institutional flexibility by adapting conventional da'wah formats to popular digital platforms and contextualizing classical teachings to be relevant to modern issues; and (2) the development of a participatory culture that places the audience as active subjects in content creation. The synergy between institutional flexibility and audience participation has given rise to a dialogical, interactive, and practical preaching ecosystem in the digital space. The novelty of this research lies in identifying the synergistic relationship between preaching flexibility and participatory culture as the key to the success of digital preaching in Islamic boarding schools.