cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
rumahjurnal@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building, 2nd floor, State Islamic University of Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Gurun Aua St, Kubang Putih, Banuhampu, Agam - West Sumatra - Indonesia Tel. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam
ISSN : -     EISSN : 30264405     DOI : 10.30983/aljamahiria
Core Subject : Education,
Islamic Thought Review (e-ISSN : 3025-695X) is an academic peer-reviewed journal published by the Depatment of Islamic Theology and Philosophy, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia. The journal publishes scholarly articles addressing issues specific to the discipline of Islamic thought and wider issues from an Islamic theological and philosophical perspective. The journal aims to become one of the leading platforms in the world for new findings and discussions of all the aforementioned fields. Editor welcome scholars, researchers and practitioners around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles.
Articles 65 Documents
Utilization of TikTok as Da'wah Media among Islamic Communication and Broadcasting Students: Pemanfaatan TikTok sebagai Media Dakwah di Kalangan Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Nurmaya, Siti; Juni Wati Sri Rizki
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i1.8143

Abstract

Artikel ini mengkaji penggunaan media sosial TikTok sebagai sarana dakwah di kalangan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Angkatan 2020 dan 2021. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama: pertama, untuk mengetahui bagaimana mahasiswa memanfaatkan TikTok sebagai media dakwah, dan kedua, untuk mengidentifikasi motivasi yang mendasari keputusan mereka dalam menggunakan TikTok untuk tujuan tersebut. Teori yang digunakan adalah Uses and Gratification, yang berfokus pada alasan individu dalam memilih media tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, yang memungkinkan peneliti untuk memahami pengalaman subyektif mahasiswa dalam memproduksi dan menyebarkan konten dakwah melalui TikTok. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam memanfaatkan TikTok dengan membuat konten dakwah sendiri atau memposting ulang konten dari kreator lain. Motivasi utama mereka termasuk keinginan untuk mendapatkan pahala, membagikan ilmu agama, dan memberikan hiburan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana TikTok digunakan sebagai alat dakwah dan alasan di balik pemilihan platform ini oleh mahasiswa.   This article examines the use of TikTok social media as a means of da'wah among Islamic Communication and Broadcasting students in the Class of 2020 and 2021. This research has two main objectives: first, to find out how students utilize TikTok as a medium for da'wah, and second, to identify the motivations underlying their decision to use TikTok for that purpose. The theory used is Uses and Gratification, which focuses on why individuals choose certain media. This research uses a descriptive qualitative approach with a phenomenological method, which allows researchers to understand the subjective experiences of university students in producing and disseminating da'wah content through TikTok. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation, with informants selected using purposive sampling. The results showed that Islamic Communication and Broadcasting students utilize TikTok by creating da'wah content or reposting content from other creators. Their primary motivations include gaining rewards, sharing religious knowledge, and providing entertainment. This research provides insight into how TikTok is used as a da'wah tool and the reasons behind students' selection of this platform.
Interpersonal Communication Skills as Librarian: Systematic Literature Review: Keterampilan Komunikasi Interpersonal sebagai Pustakawan: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Mustofa, Muhamad Bisri; Efendi, Nasrul; Sentiana, Fegi; Wuryan, Siti; Sudarto, Aye
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i1.8178

Abstract

Seorang pustakawan memilki peranan penting dalam pengelolaan perpustakaan. Tidak adanya kemampuan pustakawan untuk berkomunikasi secara interpersonal adalah salah satu alasan mengapa pemustaka tidak puas dengan layanan perpustakaan. Untuk memberikan layanan yang baik dan memuaskan pengunjung, pustakawan harus mampu berperan secara aktif menjadi sumber informasi bagi pemustaka, sehingga pemustaka merasa nyaman dan puas dengan layanan yang diberikan perpustakaan.  Akibatnya, pustakawan diharuskan untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Penelitian ini merupakan sebuah kajian studi literatur dengan metode Systemic Literature Review (SLR) pada database Google Scholar dalam rentang waktu lima tahun terakhir.  Adapun hasil penelitian ini, menemukan bahwa adanya integrasi antara kemampuan komunikasi Interpersonal, pustakwan, dan keterampilan komunikasi interpersonal pustakawan pada artikel-artikel yang telah dipublikasi ini. Oleh karena itu, penulis menyimpulkan bahwa sebuah perpustakaan yang baik adalah pustaka yang mampu memuaskan hasrat pembaca tidak hanya dari sisi kelengkapan buku yang akan dibaca, akan tetapi, juga memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dengan baik dalam pelayanannya.    A librarian plays an important role in library management. Librarians' lack of ability to communicate interpersonally is one of the reasons why visitors are not satisfied with library services. To provide a good service and satisfy visitors, librarians must be able to play an active role as a source of information for visitors so that they feel comfortable and satisfied with the services provided by the library. As a result, librarians are required to be able to communicate with others. This research is a literature review using the Systemic Literature Review (SLR) method on the Google Scholar database within the last five years. The results of this study found an integration between Interpersonal communication skills, librarians, and librarians' interpersonal communication skills in these published articles. Therefore, the author concludes that a good library is a library that can satisfy the desires of readers not only in terms of the completeness of books to be read but also can communicate well in its services.
The Power Of Cinema To Promote Tolerance: A Case Study Of "My Name Is Khan": Kekuatan Film Dalam Mempromosikan Toleransi: Studi Kasus "My Name Is Khan" Alamyar, Iqbal Hussain; Sulkhan Chakim
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i1.8211

Abstract

Studi ini menyediakan analisis mendalam tentang kekuatan sinema dalam mempromosikan toleransi dengan fokus khusus pada film "My Name is Khan." Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sinema sebagai medium dapat mempengaruhi sikap masyarakat dan memupuk budaya penerimaan dan pengertian. Studi ini menggunakan metodologi Analisis Resepsi Audiens untuk menguji interpretasi dan tanggapan penonton terhadap film tersebut. Data dikumpulkan melalui berbagai prosedur, termasuk wawancara mendalam, dan dianalisis untuk menarik kesimpulan yang bermakna. Temuan utama menyarankan bahwa sinema, khususnya film seperti "My Name is Khan," dapat berkontribusi signifikan dalam mempromosikan toleransi dengan menantang stereotip dan mendorong empati. Narasi film ini, yang menggambarkan perjalanan seorang pria Muslim di dunia pasca-9/11, menjadi alat yang kuat dalam memupuk pengertian dan penerimaan di kalangan penonton yang beragam. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pembuat film, pembuat kebijakan, pendidik, dan peneliti yang tertarik memanfaatkan kekuatan sinema untuk kebaikan sosial. Studi ini juga mengidentifikasi potensi area untuk penelitian masa depan, dengan menekankan perlunya lebih mengeksplorasi peran sinema dalam perubahan sosial.   This study provides an in-depth analysis of the power of cinema in promoting tolerance with a specific focus on the film "My Name is Khan." The research explores how cinema as a medium can influence societal attitudes and foster a culture of acceptance and understanding. The study employs the Audience Reception Analysis methodology to examine viewer interpretations and responses to the film. Data were collected through various procedures, including in-depth interviews, and analyzed to draw meaningful conclusions. Key findings suggest that cinema, particularly films like "My Name is Khan," can significantly promote tolerance by challenging stereotypes and encouraging empathy. The film's narrative, which portrays a Muslim man's journey in a post-9/11 world, is a powerful tool for fostering understanding and acceptance among diverse audiences. These findings have important implications for filmmakers, policymakers, educators, and researchers interested in harnessing cinema's power for social good. The study also identifies potential areas for future research, emphasizing the need to further explore cinema's role in societal change.
Religious Moderation in the Da'wah of Habib Hussein Jafar Al Hadar On the Log In - Close The Door Program: Moderasi Beragama Dalam Dakwah Habib Husein Jafar Al Hadar Pada Program Log In – Close The Door Nisa, Nanda Fahrun
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i1.8356

Abstract

Abstrak Artikel ini mengeksplorasi pendekatan Habib Husein Jafar Al Hadar dalam mempromosikan moderasi beragama melalui media baru, terutama dengan fokus pada program populernya "Log In – Close The Door." Moderasi beragama menekankan praktik beragama tanpa bersikap ekstrem, sebuah perspektif yang sangat didukung oleh para pemuka dan otoritas keagamaan. Habib Jafar memanfaatkan platform seperti YouTube dan media sosial lainnya untuk menyebarkan pandangan agamanya yang inklusif dan seimbang, sehingga ajarannya dapat diakses dan menarik bagi khalayak luas. Melalui pengamatan virtual, penelitian ini mengungkap bagaimana Habib Jafar secara efektif membungkus diskursus agamanya, membuatnya menarik bagi generasi milenial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media baru yang kreatif dalam dakwah oleh Habib Jafar berdampak positif terhadap pemahaman toleransi dan pandangan umat beragama di Indonesia. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan inovatif dalam dakwah dan menyoroti potensi media baru sebagai alat yang kuat untuk menyebarkan pesan moderasi beragama. Metode Habib Jafar menjadi model yang berharga bagi para pendakwah kreatif lainnya di era digital.   This paper explores Habib Husein Jafar Al Hadar's approach to promoting religious moderation through new media, particularly focusing on his popular program "Log In – Close The Door." Religious moderation emphasizes practicing faith without extremism, a perspective strongly supported by religious leaders and authorities. Habib Jafar utilizes platforms like YouTube and other social media to share his inclusive and balanced religious views, making his teachings accessible and engaging for a broad audience. Through virtual observations, this study reveals how Habib Jafar effectively packages his religious discourses, making them appealing to millennials. The findings indicate that his creative use of new media in da'wah has positively influenced the understanding of tolerance and religious perspectives in Indonesian society. This study underscores the importance of innovative approaches in da'wah and highlights the potential of new media as a powerful tool for spreading messages of religious moderation. Habib Jafar's method is a valuable model for other creative preachers in the digital age.
Interpersonal Communication Strategy to Prevent Grooming in West Nusa Tenggara: Strategi Komunikasi Antar Pribadi Untuk Mencegah Love Grooming Di Media Sosial Di Nusa Tenggara Barat Rohmah, Nurliya Ni’matul; Fathurrijal; Yusron Saudi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i1.8436

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dalam mencegah love grooming di media sosial di Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta teori peluru sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori peluru membantu menjelaskan bagaimana pelaku grooming menggunakan media sosial untuk memengaruhi pikiran dan perilaku korban. Metode KAP, dengan tiga prinsip utamanya yaitu meningkatkan keakraban, teknik berbicara dan mendengarkan, serta komitmen, terbukti efektif dalam mencegah grooming. Me tode ini mampu meningkatkan pengetahuan kognitif, membangun empati afektif, dan mendorong tindakan konatif. Peningkatan literasi digital juga berperan penting dalam membantu anak-anak memahami risiko interaksi online. Dengan pendidikan dan penyuluhan yang tepat, anak-anak dapat lebih mudah mengenali dan menghindari upaya love grooming. Penelitian ini menyoroti pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam memberikan edukasi mengenai bahaya grooming dan pentingnya komunikasi terbuka untuk mencegah terjadinya kasus tersebut.   This research analyzes the Interpersonal Communication (IEC) strategy in preventing love grooming on social media in West Nusa Tenggara. The research method used is qualitative, with a descriptive approach and bullet theory as the basis for analysis. The results show that bullet theory helps explain how grooming perpetrators use social media to influence victims' thoughts and behaviours. The KAP method, with its three main principles of increasing familiarity, speaking and listening techniques, and commitment, proved effective in preventing grooming. This method is able to increase cognitive knowledge, build affective empathy, and encourage conative action. Improving digital literacy also plays an important role in helping children understand the risks of online interactions. With proper education and counselling, children can more easily recognize and avoid love grooming attempts. This research highlights the important role of families and communities in providing education about the dangers of grooming and the importance of open communication to prevent such cases.
The Rhetoric of Preaching by Ustadz Yusuf Mansur: Inspiring the Spirit of Almsgiving Through YouTube Daqu Channel: Retorika Dakwah Ustadz Yusuf Mansur: Menggerakkan Semangat Sedekah Melalui YouTube Daqu Channel Abdul Manan Nasution
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i1.8437

Abstract

Ustadz Yusuf Mansur adalah seorang pendakwah yang sempat viral di media sosial karena video ceramahnya yang selalu menekankan keajaiban sedekah. Melalui retorika dakwah, ia berhasil mendorong jamaahnya untuk berinvestasi uang atas nama sedekah. Penelitian ini mengkaji retorika dakwah Ustadz Yusuf Mansur dalam menginspirasi semangat sedekah melalui YouTube Daqu Channel. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis berdasarkan teori retorika dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga video ceramah tentang sedekah yang dianalisis, gaya bahasa yang paling sering digunakan oleh Ustadz Yusuf Mansur adalah gaya bahasa percakapan. Gaya bahasa khas yang digunakan dalam ceramah tentang sedekah termasuk gaya bahasa penegasan, dengan varian dominan seperti klimaks, anti klimaks, paralelisme, dan antitesis. Selain itu, ada empat jenis langgam yang digunakan dalam video ceramahnya, yaitu langgam agama dan langgam percakapan. Dalam penyusunan pesan, ditemukan tiga jenis komposisi pidato yang digunakan oleh Ustadz Yusuf Mansur dalam video ceramahnya, yaitu kesatuan, pertautan, dan titik berat. Bentuk imbauan motivasional dan imbauan ganjaran (reward) adalah yang paling sering digunakan oleh Ustadz Yusuf Mansur.   Ustadz Yusuf Mansur is a preacher who went viral on social media because of his video lectures that always emphasize the miracle of alms. Through preaching rhetoric, he succeeded in encouraging his congregation to invest money in the name of alms. This study examines Ustadz Yusuf Mansur's da'wah rhetoric in inspiring the spirit of almsgiving through the YouTube Daqu Channel. The method used is a descriptive analysis based on the theory of da'wah rhetoric. The results showed that of the three video lectures on almsgiving analyzed, the language style most often used by Ustadz Yusuf Mansur is conversational. Typical language styles used in lectures on almsgiving include affirmation language styles, with dominant variants such as climax, anti-climax, parallelism, and antithesis. In addition, there are four types of styles used in his video lectures, namely religious styles and conversational styles. In the arrangement of messages, Ustadz Yusuf Mansur uses three types of speech composition in his video lectures: unity, linkage, and emphasis. Ustadz Yusuf Mansur most often uses forms of motivational appeals and appeals for rewards.
Da'wah Messages on Instagram Social Media Account @qomikin: Pesan Dakwah Pada Akun Media Sosial Instagram @qomikin Rahmani, Khairani
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i1.8504

Abstract

Instagram merupakan salah satu dari banyaknya media sosial dengan pengguna terbanyak. Instagram merupakan aplikasi yang menyediakan berbagai fitur yang memungkinkan penggunanya untuk berbagi momen dan informasi dari berbagai bidang dan aspek dalam kehidupan. Karena potensi ini banyak para dai yang memanfaatkan instagram sebagai media atau sarana untuk membagikan dakwahnya, sama halnya yang dilakukan oleh akun media sosial instagram @qomikin yang menjadikan media sosial instagram sebagai media atau sarana untuk berdakwah. Pada penelitian ini memakai jenis penelitian analisis isi kuantitatif. Pengumpulan data penelitian ini diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Data primer didapatkan dari unggahan akun media sosial instagram @qomikin. Pada penelitian ini menggunakan teori dari Endang Saifuddin yaitu teori kategori substansi pesan. Penelitian yang telah dilakukan memperoleh hasil dari akun media sosial instagram @qomikin, terdapat kategori pesan dakwah aqidah, syariah, dan akhlaq. Diperoleh tujuh unggahan kategori pesan dakwah aqidah, lima unggahan kategori pesan dakwah syariah dan sembilan kategori pesan dakwah akhlaq. Dan telah diketahui kategori paling dominan yakni kategori akhlaq dengan jumlah frekuensi sembilan dan persentase 42,9%. Hal ini menunjukkan bahwa akun @qomikin lebih dominan menggunakan pesan dakwah akhlak di akun media sosialnya. Instagram is one of the many social media with the most users. Instagram is an application that provides various features that allow users to share moments and information from various fields and aspects of life. Because of this potential, many da'i utilize Instagram as a medium or means to share their da'wah, as does the Instagram social media account @qomikin, which makes Instagram social media a medium or means of preaching. This research uses quantitative content analysis research. This research data collection was obtained through observation and documentation. Primary data is obtained from uploading the @qomikin Instagram social media account. This study uses Endang Saifuddin's theory, namely the message substance categories theory. The research that has been done obtained the results of the @qomikin Instagram social media account. There are categories of da'wah messages: aqidah, sharia, and akhlaq. They obtained seven uploads of the aqidah da'wah message category, five uploads of the sharia da'wah message category and nine categories of akhlaq da'wah messages. It is known that the most dominant category is the akhlaq category, which has a frequency of nine and a percentage of 42.9%. This shows that the @qomikin account is more predominant in using moral da'wah messages on its social media accounts.
Innovative Strategies in Overcoming Da'wah Problems in Bukittinggi City: An Analysis of Dai, Mad'u, and Maudhu': Strategi Inovatif dalam Mengatasi Problematika Dakwah di Kota Bukittinggi: Analisis Terhadap Dai, Mad’u, dan Maudhu’ Ramadhani, Pipi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i1.8505

Abstract

Penelitian ini mengkaji problematika dakwah di Kota Bukittinggi melalui analisis tiga unsur utama dakwah: Dai, Mad’u, dan Maudhu’. Problematika pada Dai mencakup kurangnya kreativitas dan inovasi dalam metode penyampaian dakwah, serta adanya perbedaan pendapat di antara para Dai yang berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan Mad’u. Selain itu, terdapat penurunan partisipasi Mad’u, khususnya dari kalangan remaja dan bapak-bapak, yang disebabkan oleh kesibukan pekerjaan dan dominasi teknologi modern seperti smartphone. Dalam aspek Maudhu’, meskipun materi dakwah sesuai dengan ajaran Islam, penggunaan bahasa yang kurang tepat dan pengulangan materi oleh berbagai Dai menimbulkan kebosanan dan kesalahpahaman di kalangan Mad’u. Studi ini menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih inovatif dalam metode dakwah, penyampaian materi yang relevan dan menarik, serta upaya lebih besar untuk melibatkan generasi muda dalam kegiatan dakwah. Kesimpulannya, untuk mencapai tujuan dakwah yang efektif di Kota Bukittinggi, diperlukan solusi kreatif yang menyeluruh yang melibatkan semua unsur dakwah. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas dakwah, termasuk melalui pelatihan Dai, penggunaan teknologi secara bijak, dan penyusunan strategi dakwah yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan Mad’u   This research examines the problematics of da'wah in Bukittinggi City by analyzing the three main elements of da'wah: Dai, Mad'u, and Maudhu'. Problems in Dai include the need for more creativity and innovation in the method of delivering da'wah and differences of opinion among Dai that can confuse Mad'u. In addition, there has been a decrease in Mad'u participation, especially among teenagers and men, due to busy work and the dominance of modern technology such as smartphones. In the Maudhu aspect, although the da'wah material follows Islamic teachings, inappropriate language and repetition of material by various preachers lead to boredom and misunderstanding among the Mad'u. The study highlights the importance of more innovative approaches in da'wah methods, relevant and interesting material delivery, and greater efforts to involve the younger generation in da'wah activities. In conclusion, to achieve the goal of effective da'wah in Bukittinggi City, a comprehensive creative solution involving all elements of da'wah is required. This research provides recommendations to improve the quality and effectiveness of da'wah, including through Dai training, wise use of technology, and the formulation of da'wah strategies that are more inclusive and adaptive to the needs of the Mad'u.
Membangun Ruang Aman untuk Remaja Broken Home: Strategi Komunikasi Insan GenRe Kediri melalui Media Konsultasi Online Retpitasari, Ellyda; Silvi Nuryana
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v3i1.8648

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi komunikasi media konsultasi online Let’s Talk dalam menjangkau remaja dari keluarga broken home. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R) dari Hovland untuk menganalisis bagaimana pesan-pesan konsultasi online memengaruhi sikap dan respons psikologis remaja. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan dua narasumber utama, yaitu Moh. Khoirul Anam selaku Ketua Insan GenRe Kediri dan Lilis Rahmawati selaku admin serta konselor sebaya di platform Let’s Talk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi berbasis pendekatan REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble) efektif dalam membangun relasi konsultatif yang empatik dan konstruktif. Strategi ini menciptakan ruang komunikasi yang aman dan terbuka, mempermudah remaja menyampaikan perasaan serta permasalahan mereka. Kontribusi utama penelitian ini adalah memperkaya literatur tentang komunikasi daring dalam konteks konseling psikososial remaja. Signifikansinya terletak pada penyediaan model komunikasi berbasis nilai yang dapat diadaptasi oleh lembaga sejenis dalam menghadapi persoalan remaja akibat disfungsi keluarga.   This study aims to identify the communication strategies employed by the Let’s Talk online counseling platform in engaging adolescents from broken home families. A qualitative approach was adopted, guided by the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) theory by Hovland, to analyze how online counseling messages influence adolescents' attitudes and psychological responses. Data were collected through observation, documentation, and in-depth interviews with two key informants: Moh. Khoirul Anam, Head of Insan GenRe Kediri, and Lilis Rahmawati, the platform’s administrator and peer counselor. The findings reveal that the REACH-based communication strategy—comprising Respect, Empathy, Audible, Clarity, and Humble—proves effective in fostering empathetic and constructive counselor-client relationships. This approach creates a safe and open communicative space, enabling adolescents to express their emotions and personal issues more freely. The main contribution of this research lies in enriching the discourse on online communication in psychosocial counseling for youth. Its significance is reflected in providing a value-based communication model that can be adapted by similar institutions in addressing youth issues stemming from family dysfunction.
Hubungan Intensitas Akses Akun Dakwah X-Traordinary Korean Wavers (Xkwavers) Terhadap Perilaku Beragama Korean Wave Di Jakarta Tahun 2024 Widiazhari, Azizah Alya; Muhamad Fahrudin Yusuf
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8659

Abstract

Fenomena meningkatnya popularitas Korean Wave (Hallyu) di kalangan anak muda berpotensi memengaruhi perilaku beragama, khususnya di kalangan Muslim. Akun Instagram X-Traordinary Korean Wavers (@xkwavers) hadir sebagai medium dakwah yang mengintegrasikan kecintaan terhadap budaya Korea dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas akses akun @xkwavers dengan perilaku beragama penggemar Hallyu di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden, yaitu penggemar Korean Wave yang aktif mengikuti akun @xkwavers. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara intensitas akses akun @xkwavers dengan perilaku beragama penggemar Hallyu, dengan nilai korelasi sebesar 1 dan signifikansi 0,000. Artinya, semakin sering seseorang mengakses akun @xkwavers, semakin baik perilaku beragamanya. Penelitian ini berkontribusi dengan menunjukkan efektivitas media sosial sebagai platform dakwah yang menjembatani budaya populer dan nilai-nilai keagamaan. Temuan ini memberikan wawasan bagi pelaku dakwah untuk memanfaatkan budaya global sebagai strategi penyampaian pesan agama yang relevan, menarik, dan adaptif terhadap tren budaya kontemporer.   The increasing popularity of the Korean Wave (Hallyu) among young people has the potential to influence religious behavior, especially among Muslims. The X-Traordinary Korean Wavers Instagram account (@xkwavers) is a medium of da'wah that integrates the love of Korean culture with Islamic values. This study aims to analyze the relationship between the intensity of access to the @xkwavers account and the religious behavior of Hallyu fans in Jakarta. The research method used is quantitative with a survey approach through a questionnaire distributed to 100 respondents, namely Korean Wave fans who actively follow the @xkwavers account. The analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation test. The results showed a positive and significant relationship between the intensity of access to the @xkwavers account and the religious behavior of Hallyu fans, with a correlation value of 1 and a significance of 0.000. This means that the more often someone accesses the @xkwavers account, the better their religious behavior. This research contributes by demonstrating the effectiveness of social media as a da'wah platform that bridges popular culture and religious values. The findings provide insight for proselytizers to utilize global culture as a strategy for delivering religious messages that are relevant, engaging, and adaptive to contemporary cultural trends.