cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2024): Maret" : 10 Documents clear
Karakteristik Penderita Syok Kardiogenik Tahun 2022 Faisal Sommeng; Rifka Yusraeni; Wisudawan; Romy Hefta Mulya; Muhammadong
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.383

Abstract

Syok kardiogenik merupakan suatu kondisi di mana terjadi hipoksia jaringan sebagai akibat dari menurunnya curah jantung, meskipun volume intravaskuler cukup.Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita syok kardiogenik di Rumah Sakit Ibnu Sina. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pendekatan retrospektif dengan metode purposive sampling, populasi kematian dari Januari 2022 – Desember 2022 di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2022 berjumlah 47 kasus. Karakteristik yang didapatkan berupa usia, jenis kelamin, usia, penyakit dasar, body mass index, riwayat diabetes melitus dan riwayat hipertensi. Karakteristik penderita syok kardiogenik di Rumah Sakit Ibnu Sina tahun 2022 didominasi oleh kelompok usia Lansia (46-65 tahun) dan kasus terbanyak pada jenis kelamin laki-laki. Berdasarkan penyakit dasar penyebab syok kardiogenik pada congestive heart failure, kasus penyebab syok kardiogenik berdasarkan body mass index terbanyak pada kasus obes tipe 1 (25 – 29,9). Kasus penyebab syok kardiogenik terbanyak pada penelitian ini pada pasien yang tidak memiliki riwayat diabetes melitus, Hasil ini tidak sesuai dengan penelitian yang sebelumnya, hal ini mungkin menyebabkan kurangnya data yang diperoleh pada penelitian ini. Kasus penyebab syok kardiogenik terbanyak pada pasien yang memiliki riwayat hipertensi.
Hubungan Ankle Brachial Index dengan Keparahan Ulkus Kaki Diabetic Derajat Wagner pada Penderita Diabetes Melitus Prema Hapsari Hidayati; Muh. Fadil Asrar; Hendrian Chaniago; Darariani Iskandar; Syarif Hidayatullah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.385

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh tingkat gula darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama, dan penderitanya berisiko mengalami sejumlah komplikasi. Perubahan patologis khas pada kaki penderita DM, seperti infeksi, ulkus kaki diabetik, dan neuropati, secara kolektif disebut sebagai sindrom kaki diabetik. Salah satu komplikasi yang signifikan dari diabetes mellitus adalah ulkus diabetik, yang dapat menyebabkan peningkatan tingkat morbiditas pada pasien secara umum. Komplikasi ini dapat dicegah, terutama karena seringkali dipicu oleh trauma ringan. Ankle brachial index (ABI) merupakan alat non-invasif yang digunakan untuk menilai status vaskular pada pasien. Alat ini mengukur rasio antara tekanan darah sistolik pada ekstremitas atas dan bawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara ankle brachial index dengan kejadian ulkus diabetik pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional, dan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di RS Ibnu Sina Makassar dan RS Bayangkara Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ankle brachial index dengan kejadian ulkus kaki diabetik, terutama pada kelompok Wagnert grade 3 yang memiliki nilai ABI dengan oklusi ringan (0.71-0.90), dengan jumlah sebanyak 13 orang. Analisis statistik menggunakan uji Spearman menghasilkan nilai p = 0,004 (p < 0,05) dan r = -0,450. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan dan berbanding terbalik antara nilai Ankle brachial index (ABI) dengan derajat keparahan Ulkus Diabetik, di mana semakin rendah nilai ABI, semakin tinggi derajat keparahan Ulkus Diabetik.
Literature Review : Manfaat dan Bioaktivitas Daun Sirih (Piper Betle L.) Sebagai Antibakteri Rizqie Hayyudiah; Dahliah; Abbas Zavey Nurdin; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.387

Abstract

Beberapa tanaman obat telah diteliti secara ekstensif untuk menemukan senyawa bioaktif baru. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenis tanaman memiliki senyawa antimikroba. Piper betle Linn., tanaman merambat ramping, yang tersebar di India, Sri Lanka, Thailand dan negara tropis lainnya. Tumbuhan ini memiliki daun yang berbentuk hati berwarna hijau tua, halus, mengkilat dan bertangkai panjang, dengan puncak yang runcing. Telah dilaporkan dapat digunakan sebagai pengobatan berbagai penyakit seperti konjungtivitis, bisul dan abses, luka dan cedera. Meskipun semua efek positif daun sirih ini diketahui, biokimia dari efek menguntungkan ini tetap tidak jelas. Selain itu, ekstrak daun sirih sebelumnya telah terbukti memiliki efek antimikroba yang kuat dalam beberapa artikel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manfaat dan bioaktivitas daun sirih (Piper Betle L.) sebagai antibakteri. Jenis penelitian menggunakan metode narative review dan pengambilan data dilakukan dari beberapa literatur pada jurnal nasional dan internasional terakreditasi. Pada penelitian ini didapatkan rentang diameter daya hambat yang dihasilkan bakteri Salmonella typhimurium sebesar 0 – ±40 mm, bakteri Staphylococcus aureus sebesar 0 – ±35 mm, bakteri Pseudomonas aeruginosa sebesar 0 – ±35 mm, bakteri Escherisia coli sebesar 0 – ±30 mm. Berdasarkan litterature review ini, didapatkan bahwa ekstrak daun sirih hijau mempunyai aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri dengan ukuran daya hambatnya. Aktivitas antibakteri terbaik ditunjukkan terhadap bakteri gram negatif yaitu, Salmonella typhimurium dengan zona hambat ± 40 mm menggunakan pelarut etil asetat. Ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi perbedaan diameter hambat yang ditemukan selama pengujian aktivitas antibakteri.
Prevalensi Kejadian Mati Mendadak Tahun 2020 – 2021 Andi Nurul Hikmah R Agussalim; Fendy Dwimartyono; Nurhikmawati; Faisal Sommeng; Sumarni
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.397

Abstract

Kematian mendadak merupakan suatu proses terkait dengan waktu kematian yang terjadi secara instan dalam suatu kejadian atau peristiwa. Berdasarkan data di Amerika Serikat, setidaknya 300.000 individu mengalami kematian mendadak setiap tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan karakteristik deskriptif retrospektif dan menerapkan teknik total sampling. Alasan pemilihan penelitian ini adalah untuk mengeksplor prevalensi kejadian mati mendadak di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar selama tahun 2020-2021. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pada tahun 2021 terdapat peningkatan jumlah pasien yang mengalami kematian mendadak, mencapai 19 orang (59.37%). Kejadian ini cenderung lebih sering terjadi pada kelompok usia 46-55 tahun (21.87%), dengan laki-laki mendominasi sebanyak 26 orang (81.25%). Adapun penyebab kematian mendadak yang paling umum adalah masalah pada sistem kardiovaskular (43.75%).
Gambaran Faktor Risiko Kejadian Fraktur Terbuka Tertutup Os Tibia Ni'ma Sahabuddin; Arman Bausat; Evi Silviani Gusnah; Fadil Mula Putra; Rahmawati
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.404

Abstract

Fraktur juga disebut patah tulang merupakan hilangnya kontinuitas tulang, yakni tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis, baik yang bersifat total maupun yang parsial. Fraktur tibia merupakan fraktur yang paling sering terjadi pada tulang panjang. Rata-rata 26 peristiwa dalam 100.000 populasi per tahun. Mengetahui Gambaran Faktor Risiko Kejadian Fraktur Terbuka Tertutup Os Tibia di RS Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif yang dilakukan di RS Ibnu Sina Makassar dengan melakukan pengambilan data dari rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian ini berusia 20-60 tahun (47,61%), usia <20 tahun (23,80%), dan usia >60 tahun (28.57%). Pasien yang berjenis kelamin pria sebanyak 12 orang (57,14%), dan wanita sebanyak 9 orang (42,85). Mayoritas pasien memiliki aktifitas berisiko dengan jumlah 10 orang (47,61%), merokok sebanyak 8 orang (38,09%), dan minum alkohol sebanyak 3 orang (14,28%), sedangkan pasien yang tidak memiliki riwayat konsumsi kortikosteroid sebanyak 14 orang (66,66%), yang memiliki riwayat konsumsi kortikosteroid sebanyak 7 orang (33,33%). Mayoritas pasien mengalami fraktur tertutup sebanyak 21 orang (100%), dan tidak ada yang mengalami fraktur terbuka. Fraktur os tibia terbanyak berada pada kelompok usia produktif dan jenis kelamin pria. Aktivitas berisiko merupakan penyebab terbanyak dari fraktur os tibia, dan sebagian pasien memiliki riwayat konsumsi kortikosteroid. Jenis fraktur yang terbanyak yaitu fraktur tertutup.
Literature Review: Gambaran Klinis Retinopati Diabetik Vivi Deviyana; Suliati P. Amir; Halimah Sa'diyah; Ratih Natasha Maharani; Andi Oddang
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.408

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa dalam darah akibat produksi insulin yang tidak mencukupi atau penggunaan insulin yang tidak efektif. Retinopati Diabetik (RD) merupakan komplikasi utama DM dan penyebab utama kebutaan. Komplikasi ini dipengaruhi oleh kadar HbA1C yang tinggi dan kontrol glikemik yang buruk. Secara klinis, Retinopati Diabetik dibagi menjadi dua tahap: Non-proliferatif Diabetik Retinopati (NPDR) dan Proliferatif Diabetik Retinopati (PDR). Untuk memahami gambaran klinis retinopati diabetik berdasarkan hasil laboratorium, lama menderita DM, dan temuan funduskopi, penelitian ini mengadopsi pendekatan Literature review dengan metode Narrative Review. Data dikumpulkan dari beberapa artikel di jurnal internasional terakreditasi. Pencarian menghasilkan 13 artikel relevan yang digunakan dalam review naratif ini, menunjukkan hubungan antara retinopati diabetik dengan kadar HbA1C yang melebihi 6,5%, durasi DM lebih dari 10 tahun, dan perubahan pada retina yang terlihat melalui funduskopi, diklasifikasikan menjadi dua tahap (NPDR dan PDR). Berdasarkan temuan, dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan laboratorium, lama menderita DM, dan pemeriksaan funduskopi memainkan peran penting dalam diagnosis retinopati diabetik. Gambaran klinis yang paling sering ditemui pada retinopati diabetik melibatkan peningkatan kadar HbA1C, durasi DM lebih dari 10 tahun, dan temuan funduskopi yang paling sering adalah NPDR.
Hubungan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Angkatan 2021 Ida Royani; Khusnul Syafitri; Pratiwi Nasir Hamzah; Indah Lestari Daeng Kanang; Shulhana Mokhtar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.410

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merujuk pada kondisi refluks isi lambung ke esofagus, yang dapat menimbulkan gejala khas seperti heartburn (sensasi terbakar di daerah epigastrium), regurgitasi asam (rasa pahit di mulut), mual, dan disfagia. Stres diketahui sebagai faktor risiko GERD karena dapat mengakibatkan gangguan pada saluran pencernaan. Mahasiswa kedokteran, khususnya yang tergabung dalam angkatan 2021 di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI), menghadapi tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat umum. Hal ini disebabkan oleh tuntutan beban akademik seperti jadwal perkuliahan yang padat, seringnya ujian dan tugas kuliah, serta kurangnya waktu istirahat yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan konsentrasi belajar pada mahasiswa tahap akademik FK UMI Angkatan 2021. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil analisis bivariat antara GERD dan konsentrasi belajar menunjukkan nilai p = 0,029 (P < 0,05), menunjukkan adanya hubungan antara Gastroesophageal Reflux Disease dengan tingkat konsentrasi belajar pada mahasiswa FK UMI Angkatan 2021.
Karakteristik dan Faktor Risiko Pasien Gangguan Kecemasan Tahun 2022 Maryam Rabbani; Salahuddin Andi Palloge; Han Fransiskus Susanto; Nur Isra; Irma Santy
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.412

Abstract

Masalah gangguan mental menyebabkan adanya disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu gangguan mental yang ditemukan di masyarakat yaitu gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan memengaruhi hampir 52 juta pertambahan kasus pada tahun 2020 dibandingkan 2019. Lancet mencatat adanya perkiraan insidensi peningkatan kasus gangguan kecemasan mencapai hingga 76.2 juta kasus dan prevalensi peningkatan hingga mencapai 35.6% kasus gangguan kecemasan. Perhatian terus meningkat pada gangguan kecemasan didasarkan pada bukti bahwa bentuk gangguan mental ini jelas berdampak negatif terhadap kinerja serta fungsi psikososial individu lebih dari yang diperkirakan sebelumnya. Pendekatan epidemiologi dengan pengukuran variabel sosiodemografi dikaitkan dalam upaya untuk mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat memengaruhi terjadinya gangguan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor risiko pasien gangguan kecemasan di unit rawat jalan psikiatri RS Bhayangkara Makassar pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik retrospektif dengan menggunakan data sekunder rekam medik. Penelitian dilakukan pada bulan November 2023 bertempat di RS Bhayangkara Makassar. Hasil penelitian didapatkan jumlah pasien dengan gangguan kecemasan di unit rawat jalan RS Bhayangkara Makassar tahun 2022 yaitu 306 orang, dengan karakteristik terbanyak kelompok usia dewasa akhir (36-45 tahun) (26.8%), jenis kelamin perempuan (53.9%), pendidikan terakhir S1/D4 (47.8%), pekerjaan ibu rumah tangga (34%), dan status pernikahan menikah (80.4). Faktor risiko yang berhubungan dengan p value <0.05 yaitu jenis kelamin, pekerjaan dan status pernikahan. Karakteristik pasien gangguan kecemasan yaitu usia 36-45 tahun, perempuan, pendidikan sarjana atau diploma 4, pekerjaan ibu rumah tangga, dan telah menikah. Serta faktor risiko yaitu jenis kelamin, pekerjaan dan status pernikahan.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Sistem Code Blue Anisa Suryani; Fendy Dwimartyono; Julia Hasir; Wirawan Harahap; Gede Indra Jaya
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.424

Abstract

Sistem tanggap darurat berada dalam urutan terpenting dalam kebutuhan yang perlu ada dalam manajemen keselamatan kerja sebuah rumah sakit, yang mencakup sistem darurat dengan kode warna biru (emergency colour code blue). Ini adalah serangkaian system, prosedur, dan protokol yang digunakan sebagai kode kegawatdaruratan yang harus segera direspons. Tenaga medis dan paramedis sebuah RS, sebelumnya telah dibekali kemapuan dalam melakukan penyelamatan hanya saja meskipun banyak diantaranya yang masih belum maksimal dalam pengaplikasikannya terutama struktur pengorganisasiannya. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan gambaran kepada tenaga medis dan paramedis Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tentang code blue system. Dengan teknik sampling sebanyak 123 responden melakukan pengisian alat pendataan seperti kuesioner dan menggunakan desain deskriptif observasional. Penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan perawat tentang code blue system berdasarkan pendidikan, masa kerja, dan riwayat pelatihan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tergolong baik. Secara kategorikal, tingkat pengetahuan baik terlihat pada perawat dengan tingkat pendidikan Ners sebanyak 17 responden (13,8%), untuk lama masa kerja yang telah melewati 10 tahun masa kerja sebanyak 21 responden (17,1%), dan riwayat pelatihan BLS/BCLS serta resusitasi sebanyak 17 responden (13,8%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dari tenaga medis dan paramedis Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tergolong baik dalam hal pengetahuan dan implementasi dari code blue system.
Insiden Osteoartritis Genu Tahun 2018 – 2022 Yugni Maula Thahira; Jufri Latief; Helmiyadi Kuswardhana; Andi Dhedie Prasatia Sam; Erick Gamaliel Amba
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i3.431

Abstract

Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan kerusakan dan hilangnya kartilago artikular secara progresif. Sekitar 302 juta orang di berbagai belahan dunia menderita OA. Sekarang ini, OA menjadi penyebab utama kecacatan pada usia dewasa tua. OA ditandai dengan adanya kerusakan kartilago artikular, pembentukan osteofit, sklerosis subkondral, pembentukan kista subkondral serta kelainan kontur tulang dan secara klinis berhubungan dengan keluhan nyeri sendi serta gangguan pergerakan yang terkait dengan derajat kerusakan pada kartilago. Jumlah pasien yang menderita OA tentu akan meningkat seiring dengan pertambahan populasi usia lanjut di seluruh dunia. Oleh karena itu, penyakit reumatik ini memerlukan perhatian dengan harapan kualitas hidup pasien dapat menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insiden osteoartritis genu di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2018 – 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode potong−lintang berupa pengambilan data dari rekam medis dengan total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan April – Mei 2023 bertempat di RS Ibnu Sina Makassar. Pasien OA genu berdasarkan usia di RS Ibnu Sina tahun 2018-2022 terbanyak pada kelompok usia manula ≥ 65 tahun (47.5%), jenis kelamin perempuan (62.5%), IMT normal (37.5%), derajat III Kellgren-Lawrence (42.5%), dan mempunyai pekerjaan non fisik (60%).

Page 1 of 1 | Total Record : 10