cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG AKAN MENJALANI KEMOTERAPI KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT JASA KARTINI TASIKMALAYA Wawan Rismawan; Chita Widya FAP
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i2.617

Abstract

KULTUR STEM CELL SEBAGAI TERAPI SEL PENYAKIT DIABETES MELITUS (DM) Romdah Romansyah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.76

Abstract

Kultur  stem cell dalam terapi sel penyakit diabetes mellitus, merupakan salah satu upaya di dalam penanganan diabetes mellitus dengan penggunaan cell replacement therapy. Transplantasi menggunakan stem cells memberikanan harapan bagi kesembuhan permanen dari penderita diabetes melitus terutama akibat kerusakan sel beta pankreas. Tahapan yang harus dilakukan dalam proses diferensiasi stem cells menjadi sel beta pankreas meliputi tahap perubahan stem cells menjadi sel penyusun struktur pulau Langerhans (tahap islet neogenesis), dan tahap perubahan sel islet menjadi sel beta pankreas (beta cells neogenesis).Pengujian di laboratorium meliputi analisis kemampuan sel beta pankreas, uji kemampuan ekspresi gen insulin, uji imunologis serta manfaat dan efisiensi hasil terapi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA MAHASISWA PRODI DIII ANALIS KESEHATAN STIKes BTH TASIKMALAYA Yane Liswanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.278

Abstract

Tenaga Kesehatan membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) Ketika praktik untuk mengurangi risiko tertular penyakit. Kegiatan laboratorium kesehatan mempunyai risiko berasal dari faktor fisik, kimia, ergonomik dan psikososial.Variasi, ukuran, tipe dan kelengkapan laboratorium menentukan kesehatan dan keselamatan kerja. Petugas laboratorium merupakan orang pertama yang terpajan terhadap bahan kimia yang merupakan bahan toksik korosif, mudah meledak dan terbakar serta bahan biologi. Pengunaan APD pada analis merupakan salah satu bagian dari usaha menyediakan lingkungan yang bebas dari infeksi sekaligus sebagai upaya perlindungan dari sampel pasien terhadap penularan penyakit, karena Penggunaan APD saat penanganan spesimen pun kadang-kadang terabaikan.Penelitian ini bersifat deskriftif korelasi dengan tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku penggunaan APD. Penelitian melibatkan 181 mahasiswa prodi DIII Analis Kesehatan sebagai responden dengan menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang berisi tentang pengetahuan, sikap dan perilaku penggunaan APD.Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan APD (p=0,289, α=0,05). Terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan perilaku penggunaan APD (p=0,004, α=0,05).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tentang APD tidak mempengaruhi perilaku penggunaan APD namun sikap dapat mempengaruhi perilaku penggunaan APD pada mahasiswa.
PENENTUAN TRAYEK pH EKSTRAK KUBIS UNGU (Brassica oleracea L) SEBAGAI INDIKATOR ASAM BASA DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT ETANOL Nining Gustriani; Korry Novitriani; Ummy Mardiana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.171

Abstract

Spesies Brassica oleracea L biasanya dikenal sebagai kubis atau kol. Kubis Ungu ini mempunyai warna yang khas yaitu warna ungu. Warna Ungu tersebut disebabkan oleh adanya pigmen warna yaitu zat antosianin, karena zat inilah kubis ungu bisa dijadikan sebagai Indikator Asam-Basa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimal pelarut etanol dalam mengekstraksi pigmen warna antosianin pada kubis ungu dan mengetahui berapa trayek pH dari ekstrak kubis ungu untuk dijadikan sebagai indikator asam basa. Metode yang digunakan adalah ekstraksi maserasi, dengan merendam kubis ungu yang sudah halus selama 24 jam menggunakan berbagai konsentrasi pelarut etanol (70, 75, 80, 85, 90 dan 95%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol konsentrasi 95% merupakan konsentrasi pelarut etanol yang paling optimal dengan nilai absorban terbesar yaitu 0,3222, dengan panjang gelombang maksimum 544 nm. Trayek pH Kubis Ungu berada pada pH 6,5-7,50 (Ungu-Biru), pH 10,50-12,00 (hijau-hijau kebiruan) dan pH 12,00-13,00 (Hijau kebiruan-Kuning).
PENGARUH KOMPRES LABU SIEM TERHADAP PERUBAHAN SUHU TUBUH PADA PASIEN ANAK HIPERTERMIA DI RUANG MELATI 5 RAWAT INAP RSUD Dr.SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Soni Hersoni
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v22i1.925

Abstract

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG RISIKO 4T DESA JAHIANG KECAMATAN SALAWU KABUPATEN TASIKMALAYA Siti Nuraisyah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.506

Abstract

Menurut definisi WHO (World Health Organization), kematian ibu adalah kematian seorangwanita terjadi saat hamil, bersalin dengan penyebab yang berhubungan langsung atau tidak langsungterhadap kehamilan. Hasil survei di Puskesmas Salawu menunjukkan adanya ibu hamil yang berisikopada masa kehamilan yaitu berjumlah 246 orang, diantaranya ibu hamil dengan usia < 20 tahun yaituberjumlah 112 orang, usia > 35 tahun berjumlah 88 orang, > 3 anak berjumlah 37 orang dan jarakterlalu dekat < 2 tahun berjumlah 9 orang. Di Desa Jahiang 4 T yang terbanyak menyebabkanterjadinya KPD (Ketuban Pecah Dini) sebesar 25% yaitu 12 orang dari 48 ibu hamil. Dari wawancarayang di lakukan pada 10 ibu hamil 7 diantaranya belum mengatahui tentang resiko 4 T. Rancanganpenelitian merupakan rencana penelitian yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapatmemperoleh jawaban terhadap rumusan masalah. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamilsebanyak 30 orang, priode bulan Juni 2018 di Desa Jahiang Kecamatan Salawu KabupatenTasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengetahuan ibu hamil tentangrisiko 4 T di Desa Jahiang Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya termasuk ke dalam kategorikurang sebanyak 13 orang (43,3%). Saran bagi ibu hamil, diharapkan dapat memberikan informasiberdasarkan pengalaman terhadap kehamilan yang berisiko terhadap ibu hamil. Dan dapatmengetahui risiko hamil pada 4 T (Ibu hamil pada usia terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat, danterlalu banyak).
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR FORMULASI EMULSI MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum L. Merr) Anna Yuliana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.44

Abstract

Cengkeh merupakan tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri. Minyak atsiri bunga cengkeh memiliki khasiat diantaranya sebagai antiseptik dan antimikrobial. Cengkeh juga memiliki efektivitas untuk membasmi serangga, cendawan atau jamur. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui formula yang paling baik dalam pembuatan sediaan emulsi minyak atsiri bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) dan mengetahui aktivitas antijamur pada kayu. Metode yang digunakan dalam pembuatan sediaan emulsi minyak atsiri bunga cengkeh yaitu dengan cara memvariasikan jenis dan konsentrasi emulgator yang berbeda diantaranya yaitu PGA (Pulvis Gummi Arabicum), CMC (Carboxymethylselulosa) dan Tragakan. Setelah dilakukan pengujian organoleptik, pH, viskositas, uji homogenitas, tipe emulsi dan uji aktivitas sediaan. Didapatlah sediaan yang paling baik yaitu pada formula 4 dengan konsentrasi CMC (Carboxymethylselulosa) sebesar 0,5%. Dan pada pengujian aktivitas sediaan menunjukan diameter hambat yang didapat sebesar 29mm. Kata Kunci :Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum), Emulsi, Antijamur pada kayu.
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) RUMAH SAKIT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI INSTALASI FARMASI RS.dr.SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Maman Soeherman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.312

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah masih belum optimalnya pengelolaan pelayanan kesehatan standar misalnya : staf pelaksana pelayanan kurang bekerja cermat dan pengendalian kualitas pelayanan kesehatan masih rendah. Mengingat Standar Pelayanan Farmasi Rumah Sakit masih bersifat umum, maka untuk membantu pihak rumah sakit dalam mengimplementasikan Standar Pelayanan Rumah Sakit tersebut perlu dibuat Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. Sehubungan dengan berbagai kendala sebagai disebut di atas, maka sudah saatnya pula farmasi rumah sakit menginventarisasi semua kegiatan farmasi yang harus dijalankan dan berusaha mengimplementasikan secara prioritas dan simultan sesuai kondisi rumah sakit. Atas dasar pemikiran dan pertimbangan itu, peneliti berkeinginan meneliti lebih lanjut dalam bentuk penelitian tesis dengan judul “Pengaruh Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Minimal  Terhadap Kualitas Pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode deskriptif analisis yang menggambarkan secara akurat sifat-sifat dari beberapa fenomena kelompok maupun fenomena individu dalam menentukan terjadinya suatu keadaan untuk meminimalisasi bias dan memaksimalkan reliabilitas. Analisis dalam pengolahan data menggunakan analisis jalur (Path Analisys). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit dr.Soekardjo  Kota Tasikmalaya dinilai cukup baik, artinya implementasi kebijakan Standar Pelayanan Minimal belum sepenuhnya dilaksanakan oleh bagian instalasi farmasi. Demikian pula, kualitas pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya cukup baik, sehingga kepuasan pasien belum optimal tercapai. Berdasarkan hasil pengujian statistik diperoleh bahwa baik secara parsial maupun simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara implementasi kebijakan Standar Pelayanan Minimal terhadap kualitas pelayanan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TELAAH FITOKIMIA Sargassum crassifolium J. G. Agardh. RUMPUT LAUT ALAM ASAL PANTAI BATU KARAS KECAMATAN CIJULANG KABUPATEN CIAMIS Saeful Amin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.131

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan menguji aktivitas peredam radikal bebas dari rumput laut alam asal Pantai Batu Karas Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis secara in vitro dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Rumput laut alam yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Sargassum polycystum C. A. Agardh., (2) Sargassum polycystum C. A. Agardh (Oseng; daun runcing seperti jarum), (3) Sargassum crassifolium J. G. Agardh., (4) Rhodymenia palmata (Linnaeus) Greville., (5) Grateloupia filicina (Wulfen) C. Agardh (berambut), (6) Grateloupia filicina (Wulfen) C. Agardh (berbintil), (7) Gelidium rigidum (Vahl.) Grev., dan (8) Laurencia splendens Holl.Pengujian aktivitas secara kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis terhadap ekstrak metanol delapan spesies sampel dengan eluen CHCl3 : MeOH (8:2) kemudian kromatogram disemprot dengan DPPH 0,2%. Sampel yang memiliki aktivitas peredaman tertinggi difraksinasi dengan n-heksana-air (1:1) dan etil asetat kemudian fraksi diuji secara kuantitatif secara spektrofotmetri UV-Visibel pada panjang gelombang 517 nm.Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedelapan sampel memiliki aktivitas peredaman terhadap radikal bebas DPPH yang ditandai dengan bercak berwarna kuning dengan latar belakang violet setelah disemprot dengan DPPH. Sargassum crassifolium J. G. Agardh memiliki aktivitas peredaman tertinggi dan diuji lanjut dengan variasi konsentrasi uji setiap fraksi, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air yaitu 1 ppm, 10 ppm, 100 ppm dan 500 ppm. Fraksi air memiliki aktivitas peredaman radikal bebas DPPH paling tinggi dengan nilai IC50 13,38 ppm, sedangkan fraksi etil asetat memiliki aktivitas peredaman rendah dengan nilai IC50 86,07 ppm dan fraksi n-heksan tidak menunjukkan memiliki aktivitas peredaman terhadap radikal bebas DPPH.Kata kunci : Radikal bebas, Rumput laut, DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)
ANALISIS FAKTOR RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) SEKTOR PERTANIAN: LITERATURE REVIEW Sahid Alif Maulana; Siswi Jayanti; Bina Kurniawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i1.688

Abstract