cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L) TERHADAP PERTUMBUHAN Trichophyton rubrum SECARA in vitro Khusnul Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.210

Abstract

Lengkuas (Alpinia galanga L) merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai bumbu masak dan dapat juga digunakan untuk menghambat pertumbuhan jamur patogen. Salah satu jamur patogen tersebut, adalah Trichophyton rubrum penyebab penyakit kulit dan kuku. Tanaman lengkuas tersebut berpotensi memiliki aktifitas senyawa aktif dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak etanol rimpang lengkuas (Alpinia galanga L) dapat menghambat pertumbuhan jamur Trichophyton rubrum. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen yaitu metode Kirby-Bauer. Konsentrasi pengenceran ekstrak etanol rimpang lengkuas yang diteliti mulai dari konsentrasi 10% - 100%. Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak etanol rimpang lengkuas (Alpinia galanga L) dapat menghambat jamur Trichophyton rubrum dari konsentrasi 30% dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 3,00 mm, 40% sebesar 6,00 mm, 50% sebesar 12,00 mm, 60% sebesar 12,00 mm, 70% sebesar 14,00 mm, 80% sebesar 14,00 mm, 90% sebesar 16,00 mm dan 100% sebesar 18,00 mm. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang lengkuas (Alpinia galanga L) mempunyai efektivitas daya hambat terhadap jamur Trichophyton rubrum.
AKTIVITAS EKSTRAK BUAH BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP PROFIL LIPID TIKUS PUTIH JANTAN Nur Rahayuningsih; Tresna Lestari; Fitri Nurafia; Elin Kharina
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.115

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas ekstrak buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) terhadap kadar kolesterol total, HDL, LDL dan TG serum darah tikus. Pada penelitian ini digunakan dua batchperlakuan dimana masing-masing batch terdiri dari enam kelompok yaitu normal, negatif, positif, dosis uji satu, dosis uji dua dan dosis uji tiga. Batch pertama untuk menguji aktivitas terhadap kadar kolesterol total, LDL dan HDL dengan Kelompok I (kontrol normal) diberi PGA 1%, kelompok II (kontrol positif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1% dan obat simvastatin 1,8 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok III (kontrol negatif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok IV, V, dan VI (kelompok dosis uji) diberi ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dalam PGA 1% secara oral dengan dosis 99,5 mg/200 gram BB tikus, 199 mg/200 gram BB tikus, dan 398 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1% yang telah di induksi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus. Batchkedua untuk menguji aktivitas terhadap kadarTG denganKelompok I (kontrol normal) diberi PGA 1%, kelompok II (kontrol positif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1% dan obat simvastatin 1,8 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok III (kontrol negatif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok IV, V, dan VI (kelompok dosis uji) diberi ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dalam PGA 1% secara oral dengan dosis 94,5 mg / 200 g BB tikus, 189mg/ 200 g BB tikus, 378mg / 200 g BB tikus dalam suspensi PGA 1% yang telah di induksi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus.Penetapan kadar kolesterol total, HDL, dan LDL dilakukan dengan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase Para Aminophenazone). Penetapan kadar trigliserida dengan metode Enzymatic Colorimetric Test dengan Glycerol -3- Phosphate Oxidase. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) mempunyai aktivitas menurunkan kadar kolesterol total dan LDL serta meningkatkan kadar HDL serum darah tikus dengan dosis efektif adalah dosis II (199 mg/200 gram BB tikus 199 mg/200 gram BB tikus) dengan persen efektivitas penurunan kadar kolesterol total 123,2%, LDL 132,9% dan peningkatan kadar HDL 140,6%. Dan ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dosis III (378mg / 200 g BB tikus) mempunyai aktivitas menurunkan kadar TG dengan persentase sebesar 67,97%.Kata kunci: Ekstrak Etanol Buah Buncis, Kolesterol Total, High Density Lipoprotein (HDL) , Low Density Lipoprotein(LDL), Trigliserida
PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI PRODI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) IN D-III NURSING PROGRAM STUDENTS FACULTY OF HEALTH SCIENCES BAKTI TUNAS HUSADA UNIVERSITY Sambas, Etty Komariah; Enok, Nurliawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1279

Abstract

Symptoms of premenstrual syndrome (PMS) are psychosomatic symptoms that commonly occur in women of childbearing age starting from adolescence. PMS experienced in the long term can affect the quality of life due to disruption of activities and emotions. The purpose of this study was  to identify symptoms of premenstrual syndrome (PMS) including physical, psychological and behavioral changes during PMS in students. This research is a quantitative descriptive study. The participants were 171 students which were selected by  a purposive sampling, with the inclusion criteria being PMS and not having reproductive disorders. The results of the study showed that the physical changes during premenstrual syndrome (PMS) that experienced mostly were lower abdominal pain (55.6%), the psychological changes were mood swings (64.9%) and behavior changes was fatigue (39.8%). The conclusion of this study  is that the majority of students experienced premenstrual syndrome (PMS).  Imbalance of body hormones, especially estrogen and progesterone during menstruation, has been identified as the main cause of premenstrual syndrome (PMS) symptoms. It is suggested that students can increase their knowledge regarding how to reduce and deal with the symptoms of premenstrual syndrome (PMS) appropriately.  Keywords : Symptoms, Premenstrual SyndromeABSTRAK Gejala premenstrual syndrome (PMS) adalah gejala psikosomatis yang umum terjadi pada wanita usia  subur berawal dari usia remaja. PMS yang dialami dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kualitas hidup akibat dari gangguan aktifitas dan emosi yang dialami. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gejala premenstrual syndrome (PMS) meliputi perubahan fisik, psikis dan perilaku semasa PMS pada mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 171 orang yang dipilih   melalui purposive sampling, dengan kriteria inklusi mengalami PMS dan tdiak memiliki gangguan reproduksi.  Hasil penelitian  menunjukkan perubahan fisik semasa premenstrual syndrome (PMS) yang sering dialami ialah nyeri perut bagian bawah (55.6%), perubahan psikis semasa premenstrual syndrome (PMS) yang sering dialami ialah mood menjadi labil (mood swings) (64.9%) dan perubahan perilaku semasa premenstrual syndrome (PMS) yang sering dialami ialah kelelahan (39.8%). Simpulan dari penelitian ini ialah gejala premenstual syndrome (PMS) mayoritas dialami oleh mahasiswi Prodi D-III Keperawatan terutama perubahan psikis. Ketidakseimbangan hormon tubuh terutam aestrogen dan progesterone  semasa menstruasi, diidentifikasi merupakan  penyebab utama gejala premenstrual syndrome (PMS). Saran diharapkan mahasiswi dapat meningkatkan pengetahuan mengenai cara mengurangi dan mengatasi gejala premenstrual syndrome (PMS) yang dialami dengan tepat. Kata Kunci : Gejala, Premenstrual Syndrome (PMS) 
PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF CURCUMIN (O/W) NANOEMULSIONS USING CANOLA OIL AND TWEEN 80/SPAN 20 Donny Ramadhan; Sjaikhurrizal El Muttaqien; Nurallih Nuralih; Swasmi Purwajanti; Etik Mardliyati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i2.663

Abstract

PENURUNAN MOTILITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN AKIBAT PEMBERIAN INFUSA BUAH ADAS (Foeniculum vulgare Mill) Nur Laili
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.282

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui penurunan motilitas spermatozoa tikus putih jantan akibat paparan infusa buah adas (Foeniculum vulgare Mill.). Dua puluh ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley diadaptasikan selama 7 hari, kemudian dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kontrol negatif diberi aquadest ; 3 dosis uji yaitu dosis 1( infusa buah adas 1,01%) ; dosis 2 (2,02%) ; dosis 3 (4,05%). Pemberian sediaan uji dilakukan secara peroral selama 48 hari. Parameter yang diamati adalah motilitas spermatozoa.. Data motilitas spermatozoa (%) dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya penurunan motilitas spermatozoa akibat pemberian infusa buah adas (Foeniculum vulgare Mill.) dengan dosis yang paling baik yaitu dosis 3 (4,05%).
PENGARUH UKURAN PARTIKEL BIOADSORBEN AKAR ALANG-ALANG (Imperata cylindrica L) TERHADAP KUALITAS MINYAK JELANTAH Lilis Tuslinah; Kiki Vidia Amelia; Anna Yuliana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i2.1082

Abstract

Minyak jelantah adalah minyak goreng yang sudah digunakan beberapa kali pemakaian. Selain warnanya yang tidak menarik dan berbau tengik, minyak jelantah juga mempunyai potensi gangguan terhadap kesehatan tubuh. Minyak jelantah memiliki kualitas yang tidak memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI) 7709:2019  sehingga tidak dapat digunakan untuk mengolah bahan makanan. Penelitian ini dilakukan proses adsorpsi menggunakan bioadsorben akar alang-alang (Imperata cylindrica L)  untuk mengadsorpsi senyawa-senyawa yang menyebabkan penurunan kualitas minyak yang mempengaruhi nilai asam lemak bebas, peroksida, kadar air, dan  cemaran logam Pb. Bioadsorben digunakan dalam 3 variasi ukuran mesh 60, 80, dan 100 sebanyak 10% dan diadsorpsi selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan minyak jelantah setelah adsorspi dapat meningkatkan kualitas minyak jelantah. Tetapi, pada uji asam lemak bebas dan kadar air minyak belum memenuhi syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) sedangkan pada uji bilangan peroksida dengan variasi ukuran mesh 100 telah memenuhi syarat tersebut yaitu 8 mEq O2/kg dan pada uji cemaran logam timbal Pb dengan variasi ukuran partikel mesh 60 dan mesh 80 telah memenuhi syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan kadar Pb yaitu ≤0,01 mg/L. Dengan demikian, minyak jelantah setelah adsorpsi menggunakan bioadsorben akar alang-alang tidak memenuhi standar minyak goreng layak pakai menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) 7709:2019.
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN KAMPUS GARUT Umar Sumarna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i1.560

Abstract

HUBUNGAN ANTARA PREEKLAMPSIA BERAT DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSU DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA TAHUN 2013 Enok Nurliawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.62

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih tingginya angka kematian bayi di Indonesia. Salah satu penyebab  kematian langsung adalah asfiksia, komplikasi pada bayi Infeksi dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). BBLR dapat disebabkan oleh  preeklampsi. Pada kasus preeclampsi, tekanan darah yang meningkat menyebabkan perfusi uteroplacenta mengalami penurunan. Hal tersebut dapat menyebabkan sirkulasi darah ke janin menjadi menurun sehingga janin akan kekurangan oksigen dan nutrisi. Hal tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat, dimana salah satu manifestasinya adalah BBLR. tujan untuk mengetahui hubungan antara preeklampsi berat dengan berat badan  bayi  baru lahir di RSU dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 304 diambil dengan cara simpel random sampling. Ada hubungan yang signifikan anatara  riwayat kehamilan ibu dengan PEB dengan BBLR dengan nilai p=0.000 dan nilai OR= 86.778 yang berarti bahwa ibu dengan riwayat kehamilan PEB mempunyai risiko 86.7 kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang tidak mempunyai riwayat PEB.
PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH PADA WANITA PENGGUNA KONTRASEPSI ORAL DAN PADA WANITA HAMIL TRIMESTER III Rianti Nurpalah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.264

Abstract

Konsumsi makanan yang berlemak dan tinggi karbohidrat serta makanan cepat saji (fast food) dan juga kebiasaan hidup kurang berolahraga merupakan faktor yang dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif, salah satunya adalah diabetes. Namun selain factor tersebut terdapat juga factor lain yang bisa mempengaruhi kadar glukosa di dalam darah, yaitu hormone. Pada wanita pengguna kontrasepsi dan juga wanita hamil terdapat ketidakseimbangan atau perubahan hormone dari kondisi normalnya, yang salah satu pengaruhnya bisa menyebakan kerja insulin terhambat, maka pada penelitian ini dilakukan pemeriksaan glukosa darah pada kedua kelompok wanita tersebut dengan tujuan untuk mengetahui gambaran kadar glukosa pada wanita yang kondisi hormonnya tidak normal. Penelitian ini dilakukan terhadap dua kelompok yang masing-masing kelompok sebanyak 20 orang, diperiksa kadar glukosa darahnya dengan metoda GOD PAP menggunakan alat fotometer, hasil penelitian tersebut menunjukan pada kelompok wanita hamil sebanyak 95% mempunyai kadar gula darah yang nomal dan 5% mempunyai kadar yang abnormal, sedangkan pada wanita pengguna kotrasepsi oral sebanyak 80% mempunyai kadar glukosa yang normal dan sebanyak 20% mempunyai kadar glukosa yang meningkat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA PADA MASYARAKAT DI DESA KARYAMUKTI KECAMATAN CIBALONG KABUPATEN GARUT PROVINSI JAWA BARAT Atun Farihatun; Zulazmi Mamdy
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.157

Abstract

Desa Karyamukti merupakan desa yang paling bermasalah dengan penyakit malaria di Kabupaten Garut. Selama dua tahun berturut-turut Annual Parasite Incidence (API) Desa Karyamukti menunjukan High Case Incidence (HCI). Pada tahun 2001 didapatkan API 0,931 ‰. Tahun 2002 naik menjadi 13,737 ‰. Tahun 2003 naik lagi menjadi 40,279 ‰. Perilaku masyarakat sangat berpengaruh terhadap terjadinya penularan malaria. Pencegahan sederhana terhadap penyakit malaria dapat dilakukan antara lain dengan cara tidur menggunakan kelambu, memasang kawat kassa pada lubang-lubang angin, mengolesi badan dengan obat anti nyamuk, memakai obat nyamuk bakar dan pada malam hari tidak berada di luar rumah.Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang diantaranya faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, sikap dan keterpajanan penyuluhan. Untuk mengembangkan strategi pendidikan kesehatan terhadap perilaku masyarakat, perlu dilakukan identifikasi masalah perilaku sasaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk itu dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor tersebut.Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan besar sampel 220 responden yang dipilih secara simple random sampling. Untuk memperkaya informasi dilakukan focus group discussion terhadap tokoh masyarakat. Analisis data mencakup univariat dan bivariat dengan menggunakan aplikasi analisis chi-square.Hasil analisis memperlihatkan bahwa distribusi responden yang melakukan tindakan pencegahan proporsinya lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak melakukan pencegahan. Analisis bivariat menunjukan bahwa faktor-faktor yang terbukti berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit malaria adalah jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan. Sedangkan umur, pendapatan, sikap dan keterpajanan penyuluhan terbukti tidak berhubungan.