cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KANKER SERVIKS DI DESA MEKARJAYA KECAMATAN SUKARESMI KABUPATEN GARUT Rina Oktaviani; Ida Maryati; Umar Sumarna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i1.676

Abstract

SIKAP REMAJA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI KABUPATEN GARUT Furkon Nurhakim
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.400

Abstract

Masa remaja merupakan suatu bagian dari siklus tumbuh kembang sejak saat konsepsi sampai dewasa, dan merupakan suatu periode transisi dari masa anak-anak menjadi dewasa. Dalam masa ini seseorang akan menghadapi beberapa transisi yaitu berupa transisi emosional, transisi dalam sosialisasi, transisi dalam agama, transisi dalam hubungan kerja dan transisi dalam moralitas. Kesehatan reproduksi merupakan salah satu masalah yang banyak mempengaruhi remaja karena masa remaja merupakan masa dimana mengalami perkembangan yang pesat baik fisik, psikis maupun sosial. Perkembangan pertumbuhan organ-organ reproduksi pada remaja akan mempengaruhi kegiatan fungsi reproduksinya yang salah satunya adalah meningkatnya rangsang-rangsang seksual dari diri remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sikap remaja terhadap kesehatan reproduksi . Penelitian dilaksanakan di  SMAN 4  Garut dengan jumlah responden 88 responden dengan hasil penelitian secara keseluruhan hasil penelitian mengenai variabel sikap terhadap kesehatan reproduksi remaja dapat diketahui  sebagian besar responden yaitu 46 orang atau (51,89 %) sikapnya terhadap kesehatan reproduksi remaja sudah tergolong mendukung  (favorable). Namun hampir setengahnya dari responden yaitu 42 orang atau (48,11 %) sikapnya terhadap kesehatan reproduksi remaja tergolong tidak mendukung (unfavorable).   Kata kunci: Sikap, Remaja, Kesehatan Reproduksi
PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI BERAT JAMUR TEMPE (RhizopusOligosporus) TERHADAP KUALITAS TEMPE BIJI NANGKA (ArtocarpusheterophyllusLam.) Anna Yuliana; Linda Rindjani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.5

Abstract

Tempe is a fermented food specialties and one of Indonesia's population.In general, raw material for making tempeh is soybeans. Soybean prices in the market fluctuate, because Indonesia still imports soybeans from the United States. Soybean prices are rising on world markets caused soybean prices in the country also increased, including processed products. In Indonesia, tempe-making has become a cottage industry. Tempe contains many nutrients needed by the body such as proteins, fats, carbohydrates, and mineral. Some research indicates that nutrients tempe easier digested, absorbed and utilized in the body. This is because the fungi that grow on soybeans hydrolyze complex compounds into simpler compounds that are easily digested by humans. In general, raw material for making tempeh is soybeans. In this study, making tempeh uses raw materials that seeds of jackfruit (Artocarpus Integra Merr). In general, consumption of jackfruit seeds just by boiling it. Tempe is aided by the addition of tempeh or tempeh fungus (Rhizopus oligosporus), at a temperature of 25 ° -37 ° C with an incubation time ± 60 hours or 3 days. The formation mechanism of germination tempeh, some carbohydrate compounds are needed in order to start the spore swelling can occur. The swelling was followed by protrusion of the tube exit kecambahnya, when available sources of carbon and nitrogen from the outside and annosa sugars glucose and xylose.Keywords: Tempe, Jackfruit Seed, levels of carbohydrates, protein content, fat content.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK UMUR DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG Lingga Ikaditya
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.180

Abstract

Swamedikasi dengan menggunakan obat sintetik dapat menyebabkan kesalahan penggunaan yang diakibatkan kurangnya pengetahuan tentang obat. Penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan salah satu cara alternatif swamedikasi karena efek samping yang relatif lebih minimal. Tanaman obat tradisional digunakan lebih banyak oleh dewasa tua yang pada umumnya dengan tingkat pendidikan rendah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara karakteristik umur dan tingkat pendidikan terhadap pengetahuan tentang TOGA.Penelitian dilakukan di Kelurahan Sukahurip Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Desain penelitian deskriptif analitik dengan variabel dependen adalah tingkat pengetahuan sedangkan variabel independen adalah karakteristik umur dan tingkat pendiidikan. Analisis data menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan karakteristik responden dengan pengetahuan responden terhadap TOGA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kategori umur < 35 tahun sebesar 26,7% dan ≥35 tahun sebesar 73,3%. Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir SD sampai SMP sebanyak 76,6%, SMA sebanyak 16,7% dan 6,7% akademi. Sedangkan berdasarkan tingkat pengetahuan bahwa tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 76,7%, tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 13,3% dan tingkat pengetahuan kategori sangat baik sebanyak 10%. Hasil analisis data (Chi Square Test) menunjukkan nilai probabilitas umur dan tingkat pendidikan lebih besar dari 0,05 sehingga menunjukkan bahwa karakteristik umur dan tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan pengetahuan tentang TOGA.
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR FORMULASI EMULSI MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum L. Merr) Anna Yuliana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.85

Abstract

Cengkeh merupakan tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri. Minyak atsiri bunga cengkeh memiliki khasiat diantaranya sebagai antiseptik dan antimikrobial. Cengkeh juga memiliki efektivitas untuk membasmi serangga, cendawan atau jamur. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui formula yang paling baik dalam pembuatan sediaan emulsi minyak atsiri bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) dan mengetahui aktivitas antijamur pada kayu. Metode yang digunakan dalam pembuatan sediaan emulsi minyak atsiri bunga cengkeh yaitu dengan cara memvariasikan jenis dan konsentrasi emulgator yang berbeda diantaranya yaitu PGA (Pulvis Gummi Arabicum), CMC (Carboxymethylselulosa) dan Tragakan. Setelah dilakukan pengujian organoleptik, pH, viskositas, uji homogenitas, tipe emulsi dan uji aktivitas sediaan. Didapatlah sediaan yang paling baik yaitu pada formula 4 dengan konsentrasi CMC (Carboxymethylselulosa) sebesar 0,5%. Dan pada pengujian aktivitas sediaan menunjukan diameter hambat yang didapat sebesar 29mm.
TERAPI KOGNITIF DALAM PENURUNAN KECEMASAN PADA REMAJA KORBAN BULLYING Eli Kurniasih; Cep Yendi; Anih Kurnia; Chita Widia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i2.1042

Abstract

Latar Belakang:. Bullying berdampak terhadap timbulnya gangguan psikologis serperti rasa cemasa berlebihan, selalu merasa takut, depresi, ingin bunuh diri dan gejala pasca setres pasca-trauma, bahkan berkeinginan bunuh diri. Terapi kognitif dapat mengidentifikasi pikiran negatif menurunkan kecemasan dan depresi yang terus-menerus. Terapi kognitif akan mengubah mode penentuan harga diri klien, pemikiran, dan emosional terkait perilaku Tujuan: Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui  efektifitas terapi kognitif dalam penurunan kecemasan pada remaja korban bullying Metode:  Penelitian yang digunakan adalah metode literature review (studi literatur). Literature review merupakan Penyusunan literatur  ilmiah  melibatkan  beberapa  tahapan  proses  diantaranya adalah menemukan literatur   yang   relevan,   melakukan   evaluasi   sumber   literatur   review. Kriteria Inklusi : Pertama Penelitian Efektifitas Terapi kognitif Penurunan Kecemasan, Remaja Korban Billying. Kedua Artikel atau jurnal yang terbit pada 8 tahun terakhir yaitu pada tahun 2015-2021 Hasil: Setelah menentukan artikel yang sesuai dengan kriteria didapatkan sebanyak 20 artikel kecemasan yang dialami korban bullying yaitu merasa takut ketika bertemu dengan pelaku bullying yang di sebut dengan jenis kecemasan Generalized Anxiety Disorder. Simpulan: hasil telaahan jenis kecemasan pada remaja korban bullying yang paling banyak yaitu kategorri kecemasan Generalized Anxiety Disorder, Faktor Penyebab kecemasan korban bullying remaja  karena adanya ancaman dari pelaku, karena adanya perlakuan buruk terhadap dirinya, dampak bullying terhadap anak yang menjadi korban dari bullying, dampak psikologis yang muncul dan dirasakan diantaranya merasa takut, marah, cemas, tidak berdaya, frustasi, tidak berdaya, merasa sendiri serta diajuhi orang lain.Efektifitas Theraphy Kognitif Dalam Penurunan Kecemasan Pada Remaja Korban Bullying dalam penelitian ini menunjukan hasil bahwa terapi kognitif sangat berpengaruh untuk menurunkan kecemasan, merupakan salah satu bentuk intervensi yang cukup efektif untuk menurunkan kecemasan pada subjek yang pernah mengalami bullying Kata kunci          : Bullying, terapi kognitif
KARAKTERISTIK PASIEN INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SINGAPARNA MEDIKA CITRAUTAMA (RSUD SMC) KABUPATEN TASIKMALAYA Ida Rosidawati; Hana Ariyani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i2.608

Abstract

PERBEDAAN PENGGUNAAN TERAPI BURNAZINE DENGAN TERAPI MEBO TERHADAP LAMA HARI RAWAT DAN BIAYA OBAT PASIEN LUKA BAKAR GRADE II DI UNIT LUKA BAKAR RUMAH SAKIT SWASTA X JAKARTA. Yuliati Yuliati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.67

Abstract

Fenomena yang terjadi saat ini di Unit Luka Bakar Rumah Sakit Swasta X Jakarta , terapi dengan pemberian  MEBO untuk perawatan luka bakar masih merupakan hal baru. Dimana sebelumnya perawatan luka menggunakan terapi BURNAZINE. Maka dari itu penelitian ini bertujuan membandingkan efektifitas antara pemberian terapi dengan BURNAZINE dan MEBO pada pasien Luka Bakar dengan menentukan lama hari rawat dan biaya obatnya. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif kuantitatif observasional dengan pendekatan retrospektif, yaitu membandingkan kelompok pasien luka bakar yang diberikan terapi burnazine dan terapi mebo terhadap lama hari rawat dan biaya obat. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi variabel penelitian dan analisis bivariat untuk melihat apakah ada perbedaan yang menggunakan terapi Burnazine dengan terapi Mebo terhadap  lama hari rawat dan biaya obat  dalam perawatan luka bakar grade II di unit perawatan luka bakar. Untuk analisis bivariat menggunakan uji statitik T test beda dua mean.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa rata rata pasien yang menggunakan terapi Burnazine 34,00 hari dengan standard deviasi 23,08 dan pasien yang menggunakan terapi Mebo 19,40 hari dengan standard deviasi 8,27, dan hasil uji statistik diperoleh  nilai p-value = 0,03, yang bearti lebih kecil dari alpha 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan lama hari rawat antara pasien yang mengunakan terapi Burnazine dan terapi Mebo.Selanjutnya dari biaya obat diperoleh nilai rata rata biaya obat untuk pasien dengan terapi Burnazine adalah Rp. 5,693,241 dengan standard deviasi Rp. 4,110,873. Dan  rata- rata biaya obat untuk pasien dengan terapi Mebo adalah Rp. 4,923,790 dengan standard deviasi sebesar Rp. 3,264,463, dan  hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai P-value = 0,575, berarti lebih besar dari alpha 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa,  biaya obat pasien dengan terapi burnazine tidak berbeda nyata dengan biaya obat pasien dengan terapi mebo.Dengan demikian dapat disarankan kepada Unit pelayanan yang menangani Luka Bakar bahwa,  dalam perawatan luka bakar dapat menggunakan terapi Mebo dengan pertimbangan hari rawat lebih singkat dan biaya obat yang relatif tidak berbeda dari terapi burnazine.
PENETAPAN KADAR FORMALIN PADA BUAH IMPOR DI KOTA TASIKMALAYA Ade Aprilia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.269

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis, sehingga membuat Indonesia menjadi salah satu negara penghasil buah – buahan. Namun karena populasi masyarakat Indonesia yang begitu besar mengakibatkan buah – buahan yang dihasilkan oleh para petani Indonesia tidak mencukupi, sehingga pemeritah melakukan impor buah – buahan. Untuk memperpanjang waktu simpan buah impor, biasanya produsen buah impor menggunakan pengawet, tetapi pengawet yang digunakan adalah formalin karena senyawa ini mudah larut dalam air dan bersifat antimikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisisadaatautidakadapenggunaanformalindalambuah impor danberapakadarnya. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kualitatif menggunakan metode Schiff dan analisis kuantitatif menggunakan metodemDinitrophenilhidrazin (DNPH). Sampel ditambahkan H3PO4 85% dan didestilasi, destilat yang diperoleh kemudian dianalisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 jenis sampel buah impor, 7 sampel buah impor teridentifikasi mengandung formalin yaitu sampel buah anggur, Jeruk dan Apel. Sedangkan hasil analisis kuantitatif dari 7 sampel buah impor menggunakan metode Dinitriphenilhdrazin memperoleh persamaan kurva kalibrasi y = 0,0009x + 0,0512 dan r = 0,9968, dengan kadar formalin pada sampel buah impor antara 784,22 – 68,67 ppm. Kadar tertinggi terdapat pada sampel buah impor anggur merah yaitu 784,22 ppm sedangkan kadar terrendah terdapat pada sampel buah impor jeruk 68,67 ppm. Penggunaan formalin dalam makanan melanggar Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia No.033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan, karena dalam peraturan tersebut secara jelas mengatakan bahwa formalin sebagai bahan kimia yang dilarang digunakan dalam bahan tambahan pangan sebagai pengawet makanan.
PENGARUH EYE MASK DAN EARPLUGS TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS TIDUR PASIEN PRAOPERASI DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Asep Robby; M De Is Rizal Chaidir; Urip Rahayu
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.162

Abstract

Pasien yang akan menjalani tindakan operasi perlu mendapatkan kebugaran sebelum menjalani operasi. Pemenuhan kebutuhan tidur dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis sebelum menjalani operasi. Salah satu faktor yang dapat menjadi sumber gangguan tidur pasien sedang menjalani perawatan yaitu faktor lingkungan terutama suara (noise) dan cehaya ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemakaian eye mask dan earplugs terhadap kualitas dan kuantitas tidur pasien praoperasi di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan pendekatan pre-post test. Instrumen yang digunakan yaitu Actigraphy (Mi Band®). Pengambilan sampel menggunakan metode concecutive sampling sebanyak 45 orang yang terbagi kedalam kelompok eye mask, earplugs, dan kombinasi eye mask-earplugs dimana setiap kelompok terdiri dari 15 orang. Penelitian ini menemukan bahwa kualitas tidur kelompok eye mask meningkat 95±12 menit dari sebelumnya 74±13 menit (p value 0.000), kelompok ear plugs meningkat 100±11 menit dari sebelumnya 86±13 menit (p value 0,001), dan kelompok kombinasi eye mask-earplugs meningkat 92±10 menit dari sebelumnya 85±12 menit (p value 0,038). Kuantitas tidur kelompok eye mask meningkat 387±26 menit dari sebelumnya 355±29 (p value 0.001), kelompok earplugs meningkat 389±35 menit dari sebelumnya 361±52 menit (p value 0,010), sedangkan untuk kelompok kombinasi eye mask-earplugs meningkat 368±35 menit dari sebelumnya 360±39 menit (p value 0,34). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat pengaruh eye mask, earplugs, dan kombinasi eye mask-earplugs terhadap kualitas tidur pasien praoperasi, terdapat pula pengaruh eye mask, earplugs terhadap kuantitas tidur pasien praoperasi, namun tidak terdapat pengaruh kombinasi eye mask-earplugs terhadap kuantitas tidur pasien praoperasi. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan menggunakan eye mask dan earplugs sebagai untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur pasien praoperasi di Ruang Rawat Inap Bedah RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya baik secara terpisah atau kombinasi sesuai keinginan pasien.