cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
FORMULASI DAN UJI STABILITAS KRIM KOMBINASI ALFA TOKOFEROL ASETAT DAN ETIL VITAMIN C SEBAGAI PELEMBAB KULIT Ratih Aryani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.110

Abstract

Sediaan pelembab (moisturizer) digunakan untuk mencegah penguapan air pada kulit serta menyebabkan kulit menjadi lembab dan lembut dengan cara membentuk lapisan lemak tipis di permukaan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula krim kombinasi alfa tokoferol asetat dan etil vitamin C dan uji stabilitasnya sebagai pelembab kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi krim pelembab kombinasi alfa tokoferol asetat dan etil vitamin C mempunyai stabilitas yang baik selama penyimpanan 4 minggu ditinjau dari pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pengukuran pH, uji viskositas, uji sentrifugasi dan uji cycling test. Kombinasi alfa tokoferol asetat (1% dan 3%) dan etil vitamin C (1% dan 2%) dalam sediaan krim pelembab mampu mengurangi penguapan air dari kulit yang diukur dengan alat skin moisture analyzer FCM-1. Penambahan alfa tokoferol asetat 1% dan 3% pada formula memberikan nilai yang berbeda secara bermakna (p≤0,05), sehingga antara konsentrasi 1% dan 3% memberikan nilai efektivitas kelembaban yang berbeda. Penambahan vitamin C 1% dan 2% memberikan nilai yang tidak berbeda (p≥0,05). Formula 4 (alfa 3% tokoferol asetat dan 1% etil vitamin C) merupakan formula sediaan yang memiliki kenaikan persentase kelembaban yang paling tinggi diantara formula yang lainnya dengan nilai kelembaban 28,22%, sehingga semakin besar konsentrasi alfa tokoferol yang digunakan, maka kelembaban kulit akan semakin meningkat. Kata Kunci: Pelembab, krim, kulit, alfa tokoferol asetat, etil vitamin C.
Antibacterial Activity of Kayu Ulin Bark Ethanol Extract Against Acne-Causing Bacteria Novaryatiin, Susi; Hidayat, Muhammad Aripin; Ardhany, Syahrida Dian
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v24i1.1246

Abstract

There are several social, cultural, and economic benefits to cultivating the native Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) in Kalimantan. The Dayak tribe utilizes the Kayu Ulin for herbal medicinal purposes, with its skin and roots proving effective in treating skin conditions such as acne, boils, and wound infections. Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, and Cutibacterium acnes are the root cause of acne, a skin infection. This study aimed to find out the potential of the ethanolic extract of Kayu Ulin bark as an antibacterial agent for acne bacteria. This study used the disc-diffusion (Kirby-Bauer) technique for extraction, which involved the soxhletation process with 96% ethanol as the solvent. Each of the four concentrations of the extract—1%, 5%, 10%, and 15%—was tested three times to determine its antibacterial activity. The study's results showed that the ethanolic Kayu Ulin bark extract is effective in suppressing the growth of S. aureus, S. epidermidis, and C. acnes. Moderate inhibition of C. acnes was seen at concentrations of 1%,5%, and 15%. However, most extract concentrations tested on S. epidermidis showed weak activity. The highest inhibition zone was observed with the 15% ethanol extract of Kayu Ulin bark against S. aureus, measuring 9.8±4.3 mm, categorizing it as a moderate inhibitory response. Further research is warranted to explore the inhibitory capabilities using different extraction methods.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU ORANG TUA DENGAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA KELAS I MI CILEDUG KOTA TASIKMALAYA Yayah Sopianah; Aditya Insan Hakim; Rena Setiana Primawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 22, No 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v22i2.1054

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN TENTANG PENGGUNAAN KB IUD TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR Izzatul Ajizah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i1.556

Abstract

GAMBARAN KADAR SGOT HATI PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU (TB PARU) YANG SEDANG MENJALANI PENGOBATAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DI PUSKESMAS KAWALU TASIKMALAYA Meti Kusmiati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.58

Abstract

Pemakaian obat anti tuberkulosis tidak jarang ditemukan efek samping secara pengobatan. Bila efek samping ini ditemukan kemungkinan obat anti tuberculosis yang diberikan dalam dosis besar, sebagian besar obat anti tuberkulosis yang banyak dipakai adalah hepatotoksik. Kelainan ini ditimbulkan mulai dari peningkatan enzim transaminase darah (SGOT/SGPT) yang ringan sampai yang berat. Gangguan fungsi hati karena obat anti tuberkulosis, terjadi karena pemakaian isoniazid dan rifampisin setelah pemberian obat selama 2 bulan. Penggunaan rifampisin, isoniazid dan pirazinamid dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan terjadinya gangguan fungsi hati. Enzim-enzim transaminase (SGOT/SGPT) akan meningkat bila terjadi kerusakan sel hati. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran SGOT pada penderita TB Paru yang sedang menjalani pengobatan di Puskesmas Kawalu Tasikmalaya. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode yang bersifat deskriptif, dimana sampel diambil dari 20 orang penderita TB Paru yang sedang menjalani pengobatan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil 85% sampel yang menunjukan kadar SGPT normal dan 15% sampel yang menunjukan kadar SGOT di atas nilai normal. Dengan 8 (40%) sampel perempuan dan 12 (60%) sampel laki-laki. Dari 8 (40%) sampel perempuan terdapat 2 (10%) sampel pasien menunjukan kadar SGOT diatas nilai normal dan dari 12 (60%) sampel pasien laki-laki terdapat 1 (5%) sampel pasien yang menunjukan diatas nilai normal. Kata kunci : Obat anti tuberculosis, enzim transaminase, SGOT
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL DAN KADMIUM PADA PENGOLAHAN IKAN ASIN DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN Yonelian Yuyun
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kandungan logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) pada ikan asin yang berasal dari Kabupaten Banggai Kepulauan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yang diambil dari Kecamatan Tinangkung, Kecamatan Liang dan Kecamata Totikum Selatan. Logam berat Pb dan Cd dianalisis menggunakan metode Spektrofotometer Serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan kadar timbal ikan asin layang di Kecamatan Tinangkung yaitu 0,0976 ± 0,0660 mg/kg dan kadar kadmium yaitu 0,0064 mg/kg. Kadar timbal dan kadmium ikan asin lencam di Kecamatan Liang yaitu 0,2459 ± 0,0206 mg/kg dan 0,0255 mg/kg, kadar timbal dan kadmium ikan asin cakalang di Kecamatan Totikum Selatan yaitu 0,2100 ± 0,0148 mg/kg dan 0,0254 mg/kg. Kadar timbal dan kadmium garam di Kecamatan Liang yaitu 0,3250 ± 0,0071 mg/kg dan 0,1075 ± 0,0071 mg/kg. Kadar timbal dan kadmium di Kecamatan Totikum Selatan yaitu 0,2250 ± 0,0071 mg/kg dan 0,1025 ± 0,0035 mg/kg. Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ikan asin dan garam yang diambil dari tiga tempat berbeda pada Kabupaten Banggai Kepulauan masih dalam batas aman untuk dikonsumsi berdasarkan ketetapan dari Badan Standarisasi Nasional Indonesia (BSNI) yaitu 0,3 mg/kg untuk timbal dan 0,1 mg/kg untuk kadmium.
KADAR FENOL TOTAL EKSTRAK DAUN DAN BIJI PEPAYA (Carica papaya L) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Yeni Yulia Andriani; Ira Rahmiyani; Saeful Amin; Tresna Lestari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.153

Abstract

Penentuan kadar total senyawa fenol pada ekstrak daun dan biji papaya (Carica papaya L) telah dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Sebagai senyawa pembanding digunakan asam galat yang direaksikan dengan reagen Follin-Ciocalteu dan natrium karbonat 7%. Nilai kadar total senyawa fenol dihitung sebagai GAE (Galiic Acid Equivalent) yaitu jumlah kesetaraan terhadap asam galat. Ekstrak daun papaya memberikan nilai kadar total senyawa fenol g GAE/100 g ekstrak sementara ekstrak biji pepaya memberikan nilai kadar total senyawa fenol g GAE/100 g ekstrak. Dengan demikian diketahui bahwa senyawa fenolik lebih banyak terdapat pada daun papaya dibandingkan pada bijinya.
LITERATURE REVIEW: INTERVENSI DALAM MENURUNKAN KECEMASAN PADA MAHASISWA INTERVENTIONS TO REDUCE STUDENTS’ ANXIETY Iceu Amira; Aat Sriati; Hendrawati Hendrawati; Aisha Chaerani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i2.760

Abstract

RHEUMATOID FACTOR (RF) PADA LANJUT USIA Meri Meri
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.454

Abstract

Lanjut usia merupakan suatu kelanjutan dari usia dewasa dengan kemunduran fisik, mental sosial sedikit demi sedikit sampai tidak memiliki kemampuan lagi melakukan tugasnya sehari-hari. Semakin tua maka kemungkinan mengalami autoimun semakin besar dibandingkan dengan usia yang lebih muda. Penyakit autoimun salah satunya yaitu Rhematoid Arthritis (RA). Rheumatoid Factor  (RF) merupakan parameter yang dapat mendeteksi sebagain besar adanya RA. RF adalah antibodi terhadap regio Fc di immunoglobulin IgG. Metode penelitian bersifat deksriptif untuk melihat gambaran hasil pemeriksaan RF pada lansia. Pemeriksaan  RF menggunakan metode Slide  Test, yaitu mengamati ada tidaknya aglutinasi. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 21 orang, dengan kriteria lansia yang berumur 60 sampai 74 tahun dan lokasi pengambilan sampel di Limus Agung Ciamis. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 4 sampel (19,05%) dengan RF reaktif dan 17 sampel (80,95%) dengan RF non reaktif dari total 21 sampel. Kesimpulannya adalah sebagian besar  hasil pemeriksaan RF pada lansia adalah non reaktif. Kata kunci : Usia Lanjut, Rheumatoid Factor (RF), Rheumatoid Arthritis (RA).
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANGTUA TERHADAP HOSPITALISASI ANAK DENGAN KEJANG DEMAM DI RUANG ANAK BAWAH RSUD dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Ridwan Kustiawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.27

Abstract

Kecemasan merupakan pengalaman subjektif dari individu dan tidak dapat diobservasi secara langsung serta merupakan suatu keadaan emosi tanpa objek yang spesifik. Kecemasan tersebut dapat terjadi pada orang tua karena kecemasan orang tua bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya oleh factor kehidupan anaknya. Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh diatas 38°C. Data yang diperoleh pada tahun 2013, anak yang mengalami kejang demam di RSUD dr. Soekardjo sebanyak 236 kasus dalam satu tahun. Maka dari itu orang tua perlu diukur tingkat kecemasanya dengan menggunakan skala HARS. Tujuan penelitiaan ini untuk mengetahui tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi anak dengan kejang demam di Ruang Anak Bawah RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Dalam penelitian ini selain meneliti tingkat kecemasan orang tua juga meneliti tentang karakteristik orang tua, seperti usia, pendidikan, pekerjaan dan jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Dilakukan dari bulan April – Mei 2014, dengan populasi orang tua pasien yang anaknya dirawat karena penyakit kejang demam di Ruang Anak. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling, jumlah responden sebanyak 21 orang. Hasilnya menunjukan bahwa 19%responden mengalami kecemasan ringan, 32,4% mengalami kecemasan sedang, 19% mengalami kecemasan berat dan 9,5% mengalami panik. Saran penulis terhadap hasil penelitian ini diharapkan rumah sakit dapat memperhatikan orang tua pasien khususnya yang rentan mengalami kecemasan dengan cara mengadakan penyuluhan dan konsultasi kesehatan tentang kecemasan. Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Kejang Demam