cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP KELUARGA TENTANG PERAWATAN ARTHRITIS RHEUMATOID PADA LANSIA DI DESA PAMALAYAN KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS Daniel Wibowo
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.261

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang sering terjadi pada lansia yaitu arhtritis rheumatoid. Dampak bagi keluarga akan terganggu dan keluarga sebagai orang terdekat harus mampu menjalankan tugasnya di bidang kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang perawatan arthritis rheumatoid pada lansia di Desa Pamalayan Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kaluarga yang terdapat lansia dengan arthritis rheumatoid sebanyak 125 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposif sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga tentang perawatan arthritis rheumatoid pada lansia dengan p-value = 0,000. Saran bagi keluarga adalah harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang arthritis rheumatoid dan upaya pencegahannya.
ANALISIS KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA BERAS PUTIH, BERAS MERAH, DAN BERAS HITAM (Oryza sativa L., Oryza nivara dan Oryza sativa L. indica) Edi Hernawan; Vita Meylani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15, No 1 (2016): Pebruari 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.154

Abstract

Beras merupakan makanan pokok orang Indonesia dan beberapa negara lain. Di Idonesia terdapat beberapa varietas beras antara lain beras putih (Oryza sativa L.), beras merah (Oryza nirvara), dan beras hitam (Oryza sativa L.). Masing-masing varietas beras memiliki karakteristik fisikokimia yang berbeda, bahkan untuk jenis yang sama berasal dari daerah yang berbeda. Tujuan penelitian ini antara lain adalah menganalisis karakteristik fisikokimia pada beras putih (Oryza sativa L.), beras merah (Oryza nirvara), dan beras hitam (Oryza sativa L. indica) dan memberikan informasi mengenai karakteristik fisikokimia pada beras putih (Oryza sativa L.), beras merah (Oryza nirvara), dan beras hitam (Oryza sativa L. indica). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dimana ke enam sampel yang diperoleh di analisis secara fisik dan kimia melalui suatu percobaan. Hasil dari penelitian ini secara fisik kekerasan beras terendah dimiliki oleh sampel beras hitam organik (6,00 Kgf) sedangkan nilai terbesar dimiliki oleh beras putih non organik (6.99 Kgf). Nilai yang terendah dimiliki oleh sampel beras merah organik (15.7 g) sedangkan yang tertinggi dimiliki oleh beras putih non organik (22.0 g). Suhu gelatinisasi yang tertinggi dimiliki oleh sampel beras hitam organik (90◦C), sedangkan suhu gelatinisasi yang terendah dimiliki oleh sampel beras merah non organik (83 ◦C). Di sisi lain, secara kimia beras hitam organik memiliki kandungan serat yang paling tinggi sebesar 7,6970% b/b, sedangkan beras putih non organik memiliki kandungan serat paling rendah (0,42008% b/b). Kadar protein tertinggi dimiliki oleh sampel beras putih organik (8.7049 %) sedangkan nilai kadar protein terendah dimiliki oleh sampel beras merah organik (6,9325%). Nilai gula reduksi yang tertinggi dimiliki oleh sampel beras putih non organik (0.1395%) sedangkan nilai gula reduksi yang terendah dimiliki oleh sampel beras hitam organik (0.0893%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik sifat fisikokimia pada beras putih (Oryza sativa L.), beras merah (Oryza nirvara), dan beras hitam (Oryza sativa L. indica) berbeda.
GAMBARAN GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA ORANG YANG KURANG TIDUR DI USIA PRODUKTIF Meti Kusmiati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.82

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus (DM), yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan peyakit kronis yang di tandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah. Sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana pankreas tidak mampu lagi memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Kurang tidur dapat memicu meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa pola tidur berpengaruh pada kadar glukosa dalam darah, hormon yang mengatur nafsu makan, bahkan persepsi otak akan makanan berkalori tinggi. Kurang tidur akan mengurangi kemampuan sel lemak untuk merespon insulin, hormon yang berperan dalam metabolisme dan berperan besar terhadap diabetesMetodologi penelitian ini bersifat deskriptif, Tehnik Pengumpulan data dilakukan dengan cara analisa laboratorium dan studi literatur. Prinsip pemeriksaan glukosa teroksidasi oleh glukosa oksidase (GOD) menjadi asam glukonat, dan hidrogen peroksida, kemudian bereaksi dengan suatu senyawa 4-aminophenazone dan fenol membentuk senyawa yang berwarna. Intensitas warna yang terjadi berbanding lurus dengan kadar glukosa yang di uji.             Diperoleh hasil penelitian yang dilakukan pada 20 orang  pasien kurang tidur yang berprofesi sebagai satpam, diperoleh sebanyak 80% kadar glukosa darah sewaktu normal dan 20%  kadar glukosa darah sewaktu meningkat.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebanyak 80% kadar glukosa darah sewaktu normal dan 20% kadar glukosa darah sewaktu meningkat dan diklasifikasikan sebagai prediabetes.
BERITA HOAX RUMAH SAKIT COVIDKAN PASIEN: KONTEN ANALISIS Anih Kurnia; Chita Widia; Eli Kurniasih
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 22, No 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v22i2.949

Abstract

Informasi yang belum jelas kebenarannya, seringkali hadir di sosial media. Informasi tersebut dengan cepat menyebar melalui jejaring sosial maupun pesan instan. Hoak yang paling banyak dilakukan pada saat ini adalah di bidang kesehatan, dan disebarkan oleh orang-orang yang mengannggap hal tersebut penting sehingga perlu dengan segera disebarkan. Keadaan seperti ini yang menjadikan salah satu berita hoak menyebar dengan cepat Ketik abstrak bahasa Indonesia di sini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tema isi berita online tentang fasilitas kesehatan (rumah sakit ) yang mencovidkan pasien. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif  dengan model pendekatan penelitian conten analysis. Hasil penelitian ini terdapat empat tema utama yang dapat disajikan dari hasil content analysis tersebut yaitu: 1) Tokoh masyarakat/public pigure harus hati-hati dalam mengeluarkan statement; 2) RS dianggap memanipulasi data untuk mendapatkan dana Covid-19; 3) Stigma dan Opini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan dan Rumah sakit (fasilitas kesehatan); 4) perlunya tindakan tegas terhadap oknum. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pentingnya budaya literasi digital yang harus di lakukan oleh masyarakat Indonesia untuk menghindari hoaks dengan cara budaya membaca literasi digital melaui situs resmi dan berita resmi
METODE MOST PROBABLE NUMBER (MPN) SEBAGAI DASAR UJI KUALITAS AIR SUNGAI RENGGANIS DAN PANTAI TIMUR PANGANDARAN DARI CEMARAN Coliform dan Escherichia coli Fadilasani Utami
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i1.550

Abstract

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA INFUSUM TEH HIJAU DAN TEH HITAM (Camellia sinensis (L.) Kuntze) TERHADAP Escherichia coli DAN Candida albicans Sri Redjeki
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.50

Abstract

Teh (Camellia sinensis (L.) Kuntze) mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antimikroba, sehingga dilakukan pengkajian lebih lanjut. Teh hijau dan teh hitam diekstraksi dengan infundasi, kemudian diuji aktivitasnya terhadap Escherichia coli dan Candida albicans dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil menunjukan bahwa teh hijau memiliki nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) 15% terhadap Escherichia coli setara dengan 0,85% Tertrasiklin HCl, dan konsentrasi hambat minimum 20% terhadap Candida albicans setara dengan 0,89% Nistatin. Teh hitam memiliki konsentrasi hambat minimum 19% terhadap Escherichia coli setara dengan 0,6% Tertrasiklin HCl, dan konsentrasi hambat minimum 20% terhadap Candida albicans setara dengan 0,85% Nistatin. Jadi teh hijau dan teh hitam memiliki aktivitas antimikroba lebih besar terhadap Escherichia coli dibandingkan Candida albicans,dan teh hijau memiliki aktivitas lebih besar dibandingkan teh hitam. Kata kunci       :           Teh hitam, Teh hijau, Escherichia coli, Candida albicans,KHM.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK SEKS PRANIKAH DI SALAH SATU SMA KOTA TASIKMALAYA Sofia Februanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.252

Abstract

Seks pranikah adalah suatu tindakan melakukan hubungan seks tanpa adanya ikatan pernikahan. Perilaku seks pranikah sebagian besar disebabkan karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anak-anaknya yang mulai memasuki usia remaja dan faktor pergaulan yang kurang baik yang dialami oleh remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang dampak seks pranikah salah satu SMAN di Kota Tasikmalaya. Metodologi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 79 responden. Hasil penelitian menunjukan secara keseluruhan tingkat pengetahuan siswa kelas XI tentang dampak seks pranikah dalam kategori cukup 60.8%. Saran diharapkan penelitian ini menjadi masukan bagi pihak sekolah agar lebih meningkatkan pengetahuan siswa-siswi misalnya dengan melalui pemberian informasi terkini dan terbaru (update) mengenai bahaya seks pranikah, dan hendaknya pengawasan pada siswa oleh guru-guru di sekolah tetap dilakukan untuk mengantisipasi perilaku seks yang menyimpang dan diharapkan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan terhadap anaknya agar tidak terjebak kedalam arus pergaulan seks pranikah
KARAKTERISASI KAPANG Monascus purpureus HASIL ISOLASI DARI PRODUK FERMENTASI ANGKAK YANG BERADA DIPASARAN Fatmala Rismayanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.183

Abstract

Angkak adalah produk hasil fermentasi dengan substrat beras yang menghasilkan warna merah karena aktifitas kapang merah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan kapang Monascus Purpureus yang terdapat pada beras angkak yang diperoleh dari pasaran di wilayah Tasikmalaya. Penelitian ini meliputi isolasi, karakterisasi dan identifikasi Monascus berdasarkan pertumbuhan kultur dan karakter mikroskopis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengamatan terhadap pertumbuhan kultur dan mikroskopis pada 5 isolat menunjukan variasi dari masing-masing isolat yang didapat. Karakter mikroskopis yang diamati hasilnya menunjukan bahwa terdapat spesies Monascus purpureus yang digunakan dalam 5 produksi angkak selain itu karakter kultur dan morfologis tidak terdapat warna merah sintetik pada ke 5 sampel produk angkak di wilayah Tasikmalaya
ANALISIS KADAR SERAT PATI TERMODIFIKASI LENTIL MERAH DAN LENTIL HITAM Anindita Tri Kusuma Pratita; Meri Meri; Mochamad Fathurohman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i2.747

Abstract

PERILAKU KELUARGA DALAM MERAWAT BALITA DENGAN ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADAAWAS KECAMATAN PASIRWANGI KABUPATEN GARUT Hendrawati Hendrawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 1 (2019): .
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i1.446

Abstract

Di Jawa Barat menurut hasil survey pola penyakit penyebab kematian pada golongan umur 0-1 th yangdirawat di Rumah Sakit di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2000, ditemukan ISPA merupakan penyebabkematian ke dua dengan persentase 10,79 % setelah aspiksia (Depkes Jawa Barat, 2014). Sedangkan di Kabupaten Garut angka kematian balita,pada tahun 2014 meningkat yaitu 17 kasus, dengan penyebabnya ISPA sebanyak 29,4% (profil kesehatan Garut ,2014). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku keluarga dalam merawat Balita dengan ISPA di wilayah kerja Puskesmas Padaawas Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan  adalah penelitian deskriptif  yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu (Azwar, 2002). Dalam pengumpulan data menggunakan angket tertutup yaitu angket dengan pertanyaan yang telah disediakan jawabannya dan responden hanya akan diminta memilih jawaban yang sesuai dengan pengetahuan dan pendapat responden (Arikunto, 1998). Dalam penelitian ini penulis ingin mendapatkan gambaran prilaku keluarga dalam merawat balita dengan ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Padaawas Kabupaten Garut. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki balita yang pernah menderita ISPA dalam 3 bulan terakhir yang berada di Desa Gadog yang merupakan Wilayah kerja Puskesmas   Padaawas Kabupaten Garut pada tahun 2014 dengan jumlah 612 keluarga. Sedangkan sampelnya 86 keluarga  yaitu  ayah, ibu, nenek, kakek dan anggota keluarga yang lain yang pernah memiliki balita yang menderita ISPA yang berada di desa Gadog. Hasil penelitian  prilaku keluarga dalam mencegah ISPA pada aspek pemenuhan gizi balita sebagian dari responden tidak baik (53,30%). Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal diantaranya kurangnya suplai bahan makanan , tingkat ekonomi masyarakat yang rendah sehingga daya belinya rendah, serta kurangnya pengetahuan keluarga tentang makanan yang bergizi dan cara penyajiannya. Sedangkan  prilaku keluarga dalam mencegah ISPA pada aspek mencegah balita tertular ISPA diperoleh hasil bahwa sebagian besar dari responden (79,1%) perilakunya tidak baik. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya pengetahuan anggota keluarga mengenai cara pencegahan penularan ISPA, dan  kebanyakan responden memiliki tingkat pendidikan yang rendah yakni sebanyak 40,70% dari responden berpendidikan setingkat SD. Kata kunci          : Perilaku keluarga, perawatan balita, Ispa