cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
PENGARUH PEMBERIAN INFUSA DAUN SIRSAK (Annona muricata Linn) SELAMA 28 HARI TERHADAP KADAR KREATININ, BUN, SGPT, SGOT SERTA PROTEINUREA DAN BILIRUBIN Tita Nofianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.19

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian infusa daun sirsak (Annona muricata Linn) pada mencit jantan galur swiss webster terhadap kadar kreatinin, Blood Urea Nitrogen (BUN), SGOT, SGPT, Proteinurea dan Biliruin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun sirsak selama 28 hari terhadap parameter kerusakan fungsi ginjal dan fungsi hati. Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit jantan, yang dibagi dalam 3 kelompok, yaitu kelompok normal (diberi air putih), kelompok dosis uji I (0,011 g/20 g BB mencit), dan kelompok dosis uji II (0,022 g/20 g BB mencit). Kadar proteinurea diukur dengan metode dipstik menggunakan sampel urin pagi, hasil pengamatan menunjukkan tidak adanya pengaruh pemberian infusa daun sirsak terhadap proteinurea. Pengamatan kualitatif bilirubin dengan menggunakan carik celup (dip-and-read test strip, reagen strip), diperoleh hasil yang negatif terhadap semua kelompok mencit, artinya urin daripada mencit mulai dari kelompok normal, kelompok dosis uji I dan kelompok dosis uji II tidak mengandung bilirubin. Sampel darah yang digunakan dalam pemeriksaan biokimia darah ini diambil melaui vena jugularis, kemudian disentrifuge dan diambil serumnya sebagai sampel pemeriksaan. Berdasarkan uji statistik pemeriksaan biokimia darah menunjukkan bahwa pemberian infusa daun sirsak dengan dosis 0,011 g/20 g BB dan dosis 0,022 g/20 g BB mencit selama 28 hari tidak mempengaruhi kadar kreatinin dan Blood Urea Nitrogen (BUN), SGOT SGPT. Kata kunci : Kreatinin, Blood Urea Nitrogen (BUN), Proteinurea, SGOT, SGPT, Bilirubin, Infusa Daun Sirsak
GAMBARAN PROSES DEKONTAMINASI TERMOMETER DENGAN MENGGUNAKAN ALKOHOL 70% SERTA METODE LARUTAN KLORIN, AIR SABUN DAN AIR DTT PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KELURAHAN SETIAWARGI KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA PERIODE NOPEMBER-DESEMBER 2013 METI MEGAWATI
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.198

Abstract

Studi yang dilakukan WHO di 55 rumah sakit di 14 negara diseluruh dunia juga menunjukkan bahwa (8,7%) pasien rumah sakit menderita infeksi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara di Negara berkembang, diperkirakan lebih dari (40%) pasien di rumah sakit terserang infeksi nosokomial.Penelitian yang dilakukan di 11 rumah sakit di DKI Jakarta pada tahun 2010 menunjukkan bahwa (9,8%) pasien rawat inap mendapat infeksi yang baru selama di rawat. Tingginya frekuensi kontak dengan darah penderita akan meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada tenaga kesehatan. Penelitian yang dilakukan terhadap 24.000 tenaga kesehatan di rumah sakit selama 3 tahun menunjukkan bahwa insiden kontak darah (exposure rate) 3,5 per 100 pekerja per tahun3. Studi awal yang dilakukan peneliti pada bulan September tahun 2013 dengan melakukan wawancara terbuka kepada Bidan Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya diperoleh informasi bahwa masih ada kejadian cross infection yang terjadi pada ibu hamil yang disebabkan karena penggunaan alat-alat yang tidak steril, dalam hal ini penggunaan termometer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan proses dekontaminasitermometer antara yang menggunakan Alkohol 70% dengan Larutan Klorin, Air Sabun dan Air DTT pada ibu hamil trimester III di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif.Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari  Kota  Tasikmalaya,  pada  bulan  Desember  Tahun 2013. Besar sampel sebanyak 2 orang yang diambil dengan teknik Purposive Sampling.Instrumen penelitian ini menggunakan termometer yang telah dikalibrasi, lembar observasi, media agar dan mikroskop.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa termometer baru yang akan digunakan terdapat bakteri jumlah bakteri setelah digunakan pada ketiak ibu hamil trimester III responden A pada temp 1 sebanyak 1077 koloni/cm2 dan temp 2 sebanyak 1923 koloni/cm2. Sedangkan pada ibu hamil trimester III responden B pada temp 1 sebanyak 4619 koloni/cm2 dan pada temp II sebanyak 1000 koloni/cm2.Terdapat perbedaan banyaknya kehilangan bakteri antara proses dekontaminasi termometer dengan menggunakan alkohol 70% serta metode larutan klorin, air sabun, dan air DTT pada ibu hamil trimester III di Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya periode Nopember-Desember tahun 2014. Direkomendasikan petugas kesehatan/ bidan dalam mensterilkan alat-alat kesehatan dapat menggunakan alkohol 70%, karena dapat efektif menghilangkan bakteri, serta membuat SOP nya
PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS Korry Novitriani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.101

Abstract

Alternatif pengolahan minyak goreng bekas adalah melalui proses pemurnian dengan menggunakan sejumlah adsorben. Proses pengolahan minyak goreng bekas tersebut telah dilakukan oleh Sumarni (2004), dengan menggunakan bentonit dan arang aktif untuk penjernihan minyak goreng bekas yang hasilnya menunjukkan bahwa bilangan asam dan peroksida juga mengalami penurunan, namun minyak yang dihasilkan kurang memenuhi standar umum. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan merupakan minyak goreng bekas yang diberi perlakuan melalui proses pemurnian (despicing, netralisasi, dan bleacing). Kemudian pengumpulan data berdasarkan analisa laboratorium secara kuantitatif dan analisa data dengan perhitungan angka peroksida dengan metode iodometri. Berdasarkan hasil penelitian terhadap angka peroksida pada minyak goreng bekas sebelum proses pemurnian adalah sebesar 17,0863 meq/kg, sedangkan pada minyak goreng bekas sesudah proses pemurnian sebesar 9,0080 meq/kg. Hasil yang didapat belum memenuhi standar umum minyak goreng yaitu 2 meq/kg. Adanya proses pemurnian mampu menurunkan angka peroksida sebesar 47,28 % dari minyak goreng bekas.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI AUDIO MUROTTAL AL-QUR'AN TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI RUANGAN ICU: LITERATUR REVIEW Yanti Cahyati; Dimas Prakasa; Budi Sanjaya; Adinda Cindy Dayana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i2.1112

Abstract

Introduction: Several non-pharmacological therapies are believed to affect the patient's hemodynamics, but therapy based on the Koran has not been widely published. Murottal therapy is a type of music therapy that has a positive effect on listeners, where when someone listens to murottal therapy, it will provide stimulation to the eardrum, which will then be passed on through the auditory nerve to the auditory cortex in the brain so that there will be a decrease in cortisol which can cause a feeling of relaxation. And comfortable. Result: This study aims to determine the effect of murottal al-Qur'an audio relaxation therapy on the anxiety level of patients treated in the ICU to investigate studies that examine the effect of murottal al-Qur'an therapy on the hemodynamic status of patients in intensive care. This study traces papers from google scholar published from 2016 to 2021. Methods: the research used was the PRISMA checklist study to determine study selection and used the PICOS format with the sample. The population studied was patients treated in the ICU room. Discussion: Murottal is one of the music that positively influences listeners. Listening to verses of the Qur'an recited tartil and correctly will bring peace of mind. Conclusion: Al-Qu'an murottal therapy can reduce anxiety in patients treated in the ICU. Murottal Al-Qur'an therapy is one of the interventions nurses can implement to help reduce patient anxiety in the ICU.
KEMATIAN LALAT RUMAH (Musca domestica) PADA EKSTRAK AIR DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) Rudy Hidana; Undang Ruhimat; Delis Hana Nurmulyani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i2.614

Abstract

PENGARUH INTERVENSI PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRKATEK PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA KELAS 4 DAN 5 SDN SILUMAN IV KOTA TASIKMLAYA 2014 Anih Kurnia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.73

Abstract

Sekolah merupakan tempat pembelajaran yang dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh intervensi promosi kesehatan dalam peningkatan pengetahuan, sikap dan praktek Perilaku Hidup bersih dan Sehat di sekolah dengan menggunakan merode quasi-experimental dengan non equivalent control group desain. Penelitian dilakukan pada siswa kelas 4 dan 5 SDN Siluman IV Kota Tasikmalaya. Analisis menggunakan uji paired t-test dan independent t-test.  Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan, sikap dan praktek Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebelum dan sesudah intervensi. Dibandingkan dengan kelompok kontrol didapatkan ada perbedaan yang bermakna pada pengetahuan dan sikap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, akan tetapi pada variabel praktek tidak ada perbedaan yang bermakna. Hal ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan intervensi dengan metode penyuluhan, simulasi, prkatek, permainan dan penugasan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktek Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di sekolah.
ANALISIS ZAT WARNA EKSTRAK ETIL ASETAT DARI CABE MERAH (Capsicum annum L.) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBLE Saeful Amin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.275

Abstract

Cabe merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki pigmen warna yang bisa digunakan sebagai zat pewarna alami. Pada penelitian ini melalukan penentuan kondisi optimum dan stabilitas zat warna dari cabe merah (Capsicum annum L.) dengan dilakukan beberapa tahap pengujian. Tahap pertama yaitu optimasi pelarut dengan menggunakan pelarut yang berbeda tingkat kepolarannya yaitu aquadest, etil asetat, dan n-heksana. Tahap kedua yaitu optimasi waktu ekstraksi berdasarkan perbedaan waktu ekstraksi, yaitu ekstraksi selama 10 menit dan 3x24 jam. Tahap ketiga yaitu uji stabilitas zat warna terhadap pH dengan dilakukan variasi pH dalam suasana asam (pH 4), netral (pH 7) dan basa (pH 10). Tahap keempat yaitu uji stabilitas zat warna terhadap suhu pemanasan yang dilakukan pada suhu 25oC, 30oC, 40oC, 50oC, 60oC, 70oC. Semua tahap diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis dilihat berdasarkan absorbansi tertinggi dari masing-masing pengujian. Berdasarkan dari hasil penelitian, kondisi optimum untuk mengekstraksi zat warna dari cabe merah adalah dengan menggunakan pelarut etil asetat, ekstraksi selama 10 menit pada pH 4 dan suhu 50oC.
IDENTIFIKASI BAKTERI POTENSIAL PENGHASIL ENZIM AMILASE, SELULASE, XILANASE DAN LIPASE PADA FASE TERMOFILIK KOMPOS MANUR SAPI Fenti Fatmawati; Fida Madayanti Warganegara; Made Puspasari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.168

Abstract

Kebutuhan akan enzim di Indonesia cukup besar namun pasokannya masih dipenuhi oleh impor. Keaneka ragaman hayati di Indonesia yang begitu melimpah dapat menjadi alternatif dalam mencari sumber- sumber enzim potensial yang banyak digunakan dalam industri. Amilase, selulase, xilanase dan lipase merupakan enzim yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kompos dari kotoran sapi adalah kompos yang menggunakan limbah kotoran sapi sebagai bahan campurannya. Proses pengomposan dapat terbagi menjadi beberapa tahap yaitu fase mesofilik awal, fase termofilik, mesofilik akhir dan fase pematangan. Perbedaan fase tersebut berdasarkan atas perbedaan suhu yang menyebabkan perubahan komunitas bakteri di dalamnya. Pada fase termofilik terjadi peningkatan suhu yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri potensial yang dapat menghasilkan enzim amilase, selulase, xilanase dan lipase pada fase termofilik kompos manur sapi. Pada penelitian ini dilakukan isolasi mikroba pada fase termofilik lalu dilakukan skrining enzim. Kemudian dilakukan identifikasi secara genetik dengan metode penentuan urutan nukleotida gen 16S rRNA untuk mengetahui spesies bakteri tersebut. Dari hasil skrining dipilih koloni bakteri F3A pada fase termofilik dimana bakteri tersebut dapat menghasilkan enzim amilase, selulase, xilanase dan lipase. Koloni bakteri tersebut memiliki ukuran sebesar 20.000 pb. DNA kromosom hasil isolasi ini selanjutnya digunakan sebagai templat dalam proses PCR untuk mendapatkan gen secara utuh. Hasil PCR menunjukkan bahwa proses amplifikasi telah berhasil dilakukan yang ditunjukkan diperolehnya ukuran fragmen DNA yang berukuran 1500 pb. Setelah diamplifikasi lalu dilakukan sequensing. Berdasarkan urutan homologi dengan analisis BLAST dan analisis filogenetik dengan menggunakan program MEGA 5 diketahui bahwa bakteri F3A memiliki kemiripan 93% dengan Ureibacillus thermosphaericus.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KANKER PAYUDARA DENGAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA MARGAJAYA KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2018 Dedeng Nurkholik; Ade Sity Riyantina; Tita Rohita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v22i1.905

Abstract

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KESEMBUHAN GEJALA HALUSINASI DI REHABILITASI KEJIWAAN DUSUN CIHEDEUNG 2 KECAMATAN SUKARATU KOTA TASIKMALAYA Syahrul Al farisi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.503

Abstract

Halusinasi adalah ketidakmampuan klien dalam mengidentifikasi dan menginterpretasikan stimulusyang ada sesuai yang diterima oleh panca indra yang ada. Keluarga merupakan unit paling dekatdengan penderita, dan merupakan “perawat utama” sekaligus menjadi pendukung bagi penderita.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap tingkatkesembuhan pasien halusinasi di Rehabilitasi Kejiwaan Dsn. Cihideung 2 Kec. Sukaratu yang ada diKota Tasikmalaya.Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Studi Korelasi dengan rancangan cross sectional.Teknik sampling non probality sampling jenis purposive sampling dengan sampel 40 orang. Datadiambil menggunakan Kuesioner dan observasi dan dianalisis dengan uji chi-square hipotesis alternatifditerima jika tingkat kemaknaan ≤ 0,05.Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa dari 24orang responden dengan dukungan keluarga baik, ada 21 orang yang dinyatakan sembuh dan 3 orangyang tidak sembuh. Sedangkan dari 16 orang dengan dukungan keluarga kurang, ada 5 orang yangdinyatakan sembuh dan 11 orang yang tidak sembuh. Secara keseluruhan lebih banyak responden yangsembuh dalam dukungan keluarga baik yaitu sebanyak 24 orang (52,5%) dan yang tidak sembuhsebanyak 3 orang (7,5%). Setelah dianalisis diperoleh hasil p=0,000 < α=0,05 Artinya hipotesisditerima. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga terhadapkesembuhan klien gangguan halusinasi.Dari hasil penelitian diharapkan para perawat dapat lebih meningkatkan dalam memberikan asuhankeperawatan pada klien halusinasi maupun gangguan jiwa lainnya dengan melibatkan keluarga dalamsetiap proses keperawatan pasien.