cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN WANITA USIA SUBUR 20-45 TAHUN YANG MENGALAMI KEPUTIHAN DI RW 01 KELURAHAN SETIAJAYA KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Wawan Rismawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.203

Abstract

Flour Albus adalah cairan yang keluar berlebihan dari vagina bukan merupakan darah. Sekitar 75% wanita didunia pasti akan mengalami keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan sebanyak 45% wanita mengalami keputihan dua kali atau lebih, kejadian keputihan banyak disebabkan karena oleh bakteri kandidosisvulvogenetis dikarenakan banyak perempuan yang tidak mengetahui membersihkan daerah vaginanya. Penyebab lainya adalah vaginitis bacterial dan tricomonas vaginalis. Kondisi ini dapat menimbulkan kecemasan yang berlebihan karena takut terkena penyakit kankerTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan wanita usia subur 20-45 tahun yang mengalami keputihan di Rw 01 Kec Cibeureum Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur di kelurahan Setiajaya RW 01 sebanyak 132 dengan teknik purposive sampling jumlah sampel sebanyak 40 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gambaran Jumlah wanita usia subur yang mengalami keputihan di RW 01 Kelurahan Setiajaya Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya yang mengalami keputihan sebanyak 40 orang dan tidak keputihan sebanyak 92 orang dan Tingkat kecemasan wanita usia subur yang mengalami keputihan sebagian besar adalah ringan yaitu sebanyak 25 orang (62.5%) dan sedang sebanyak 15 orang (37.5%).Kesimpulan dari penelitian ini bahwa sebanyak 40 orang ibu mengalami keputihan tingkat kecemasan wanita usia subur mengalami keputihan sebagian besar adalah ringanDiharapkan WUS dapat terus mengikuti pendidikan kesehatan terutama mengenai keputihan serta diharapkan WUS dapat lebih meningkatkan personal hygiene yang dapat mencegah terjadinya keputihan
PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN DPRD TERHADAP PELAKSANAAN APBD DALAM BIDANG KESEHATAN Dede Yuda Wahyu Nurhuda
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.107

Abstract

Kesehatan adalah salah satu unsur utama dalam setiap kehidupan manusia. Pembangunan kesehatan dalam kehidupan berbangsa sangat besar nilai investasinya terutama terhadap sumber daya manusia, sehingga Pemerintah berkewajiban berperan aktiv dalam upaya pencapaiakan kesehatan bagi masyarakat. Upaya tersebut terdapat dalam kebijakan dan program-program yang menunjang untuk mencapai hal tersebut, yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pemerintah daerah. Pembangunan kesehatan daerah tentunya dilakukan dengan perencanaan dan evaluasi yang harus berjalan baik, salah satunya adalah pengawasan terhadap APBD yang dilakukan lembaga berwenang, yaitu DPRD. Di Kabupaten Tasikmalaya DPRD tidak bisa maksimal dalam melakukan pengawasan, termasuk pelaksanaan APBD bidang kesehatan, hal ini dapat dilihat pada minimnya persentasi peningkatan anggaran kesehatan dan pencapaian program prioritas bidang kesehatan yang tidak maksimal. Hal tersebut disebabkan beberapa foktor, yaitu : bentuk pengawasan yang dilakukan dengan tidak terstruktur, dominasi eksekutif dalam kebijakan, dan kendala tekhnis yangbersipat geografis.
PENGARUH PENGGUNAAN GOSOKAN DAUN SIRIH (Piper betle, Linn.) TERHADAP JUMLAH ANGKA LEMPENG TOTAL BAKTERI KETIAK Dewi Peti Virgianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.78

Abstract

Daun sirih merupakan bahan alami yang bisa digunakan sebagai antibakteri. Pada umumnya daun sirih digunakan sebagai pencegah bau badan yang disebabkan oleh metabolisme bakteri seseorang dengan cara merebus dan meminumnya. Tetapi kenyataannya hal itu sangat tidak disukai karena prosesnya yang lama dan rasanya yang tidak enak. Maka dari itu cara penggosokan daun sirih dipilih karena lebih efisien dan praktis dalam pengerjaannya.Penelitian ini bersifat eksperimen dan menggunakan metode ALT (Angka Lempeng Total). Penelitian dilakukan dengan cara membandingkan nilai ALT bakteri ketiak tanpa gosokan daun sirih dan dengan gosokan daun sirih dengan sampel sebanyak 6 sampel.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan jumlah bakteri pada saat pemberian gosokan daun sirih dengan persentase penurunan 82 %.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggosokan daun sirih berpengaruh terhadap jumlah angka lempeng total bakteri ketiak.
UJI EFEKTIFITAS ZAT ANTIBAKTERI EKSTRAK PELEPAH DAN BATANG PISANG AMBON ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA IN-VITRO Awang Kustiawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.280

Abstract

Resistensi bakteri terhadap antibiotik merupakan masalah yang sedang dihadapi baik di negara berkembang maupun negara maju. Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk mengurangi masalah tersebut salah satunya dengan penemuan obat baru yang berasal dari bahan alam, salah satunya adalah tanaman pisang ambon (Musa paradisiaca Var Sapientum). Penelitian ini bertujuan unutuk menganalisis pengaruh Ekstrak Pelepah dan Batang Pisang Ambon ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in-vitro, menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi Ekstrak Pelepah dan Batang Pisang Ambon ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus secara in-vitro, menentukan jumlah konsentrasi minimal (MIC) Ekstrak Pelepah dan Batang Pisang Ambon ( Musa paradisiaca Var. Sapientum ) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus secara in-vitro. Metode yang digunakan dalam penelitian in adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan ekstrak batang dan pelepah pisang ambon (0%, 5%, 10%, 15%, 20%) dengan menggunakan pelarut etanol 96% masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Sampel penelitan adalah koloni S.aureus dengan kriteria tertentu. Ekstraksi yang digunakan dengan menggunakan metode maserasi.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK AIR DAUN ASHITABA (Angelica keiskei) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa SECARA IN VITRO R Suhartati; Isni Nurasiah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.173

Abstract

Ashitaba (Angelica keiskei) merupakan salah satu tanaman obat yang berasal dari Jepang, memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai antibakteri. Daun ashitaba memiliki kandungan senyawa aktif yaitu alkaloid, tannin, flavonoid, saponin dan triterpenoid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri.Telah dilakukan sebelumnya uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ashitaba (Angelica keiskei) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak air daun ashitaba terhadap Pseudomonas aeruginosa secara in vitro dan menentukan konsentrasi minimum yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa.Metode penelitian adalah eksperimen. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut air. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi (Kirby Bauer). Konsentrasi ekstrak daun ashitaba yang digunakan yaitu 1%, 2%, 4%, 6%, 8% , 10%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Daya hambat yang terbentuk diukur berdasarkan besarnya diameter daerah hambatan pertumbuhan bakteri.Hasil penelitian menunjukkan, rata-rata diameter daya hambat yang terbentuk dari konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8% , 10%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% adalah 6,08 mm; 6,93 mm; 7,97 mm; 8,08 mm; 10,18 mm; 13,75 mm; 15,41 mm; 16,36 mm; 17,20 mm dan 18,78 mm. Sedangkan rata-rata diameter hambat untuk kontrol positif 17,41 mm. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa KHM (Konsentrasi Hambat Minimum) yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa secara in vitro pada konsentrasi 2%.
PERBANDINGAN PRODUKSI AIR MATA PENGGUNA DAN NON-PENGGUNA LENSA KONTAK LUNAK PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA Itmam Millataka; Nurul Zakiatul Jannah Fitriani; Hanna Nurul Husna; Andika Khalifah Ardi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 22, No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v22i1.926

Abstract

ETERMINAN PERILAKU BAB (BUANG AIR BESAR) SEMBARANGAN DI DESA JAMBERAMA KECAMATAN SELAJAMBE KABUPATEN KUNINGAN Nissa noor annashr
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v19i2.508

Abstract

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh sekretariat Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)di Indonesia, hingga tahun 2015, 62 juta (53%) penduduk pedesaan masih belum memiliki akses kesanitasi yang layak. 34 juta dari mereka masih melakukan BAB (buang air besar) sembarangan. Padatahun 2015, data dari Puskesmas Selajambe, menunjukkan bahwa 74,98% rumah tangga di DesaJamberama memiliki jamban di rumah mereka. Ini berarti bahwa ada 25,02% rumah tangga yang tidakmemiliki jamban di rumah mereka. Ini mengindikasikan bahwa mereka memiliki peluang untukmelakukan perilaku BAB sembarangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan prevalensiBAB sembarangan dan menganalisis faktor determinan dari perilaku BAB sembarangan di DesaJamberama, Kecamatan Selajambe. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2016dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dari populasi menggunakan teknik total samplingsehingga ada 469 sampel diundang untuk berpartisipasi. Variabel independen dan dependen diketahuimelalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Variabel independen adalah umur,jenis kelamin, status sosial ekonomi. Variabel dependen adalah perilaku BAB sembarangan. Analisisdata terdiri dari analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square dan fisher exact. Hasilpenelitian menunjukkan prevalensi BAB sembarangan di wilayah studi adalah 6,8% (32 rumahtangga). Analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel umur (p = 0,715) dan jenis kelamin (p = 0,501)tidak berkontribusi terhadap perilaku BAB sembarangan. Sementara itu, status sosial ekonomi (p =0,037) menjadi faktor determinan dari perilaku BAB sembarangan.
PENGALAMAN PEMBERIAN INFORMED CONCENT TINDAKAN PEMBEDAHAN PADA PASIEN PRE OPERATIF ELEKTIF DI RUANG IIIA RSU KOTA TASIKMALAYA Ridwan Kustiawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v11i1.46

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengalaman pemberian informed concent tindakan pembedahan pada pasien pre operatif elektif di Ruang IIIA  RSU Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan studi fenomenologi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan narasumber dalam penelitian ini adalah menggunakan tehnik purposive untuk pasien dan incidental untuk perawat. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian adalah mengungkapkan pengalaman pemberian informed concent tindakan pembedahan pada pasien pre operatif elektif yang terdiri dari 5 sub variable yaitu metoda, isi, waktu, dan tempat pemberian informed  concent tindakan pembedahan serta harapan pasien dan perawat tentang pemberian informed concent tindakan pembedahan. Hasil dari penelitian ini memberikan implikasi terhadap pelayanan keperawatan perioperatif dalam melaksanakan pemberian informed concent tindakan pembedahan pada pasien pre operatif elektif. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam berkomunikasi, tersedianya media bantu  komunikasi dan adanya sebuah aturan yang jelas tentang batasan wewenang medis dan perawat terhadap pemberian informasi kepada pasien akan sangat membantu meningkatkan kualitas pemberian asuhan keperawatan perioperatif khususnya tentang pemberian informed consent tindakan pembedahan pada pasien  pre operatif elektif. Kata Kunci      : informed concent tindakan pembedahan, pasien, pre operatif elektif
PENGALAMAN MENJADI IBU DI USIA DINI DI DESA LEO-LEO RAO, KECAMATAN MOROTAI SELATAN BARAT, KABUPATEN PULAU RAO, PROVINSI MALUKU UTARA Arwyn Weynan Nusawakan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i1.306

Abstract

Pernikahan yang ideal bagi seorang perempuan adalah umur 21-25 tahun hal ini dikarenakan pada usia tersebut organ reproduksi perempuan sudah berkembang dengan baik dan matang. Namun pada kenyataannya masih banyak kita jumpai pernikahan pada usia dini atau dibawah umur, padahal perkawinan yang sukses membutuhkan kedewasaan tanggungjawab secara fisik maupun mental untuk bisa mewujudkan harapan yang ideal dalam kehidupan berumah tangga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengalaman menjadi ibu di usia dini di Desa Leo-Leo Rao, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten pulau Rao, Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, dan validasi data menggunakan triangulasi teknik yaitu mengobservasi keseharian partisipan. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan pada Mei 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menikah diusia dini mengalami ketidaksiapan untuk menjadi ibu, dikarenakan usia ibu yang masih muda. Ibu juga dapat mengalami permasalahan saat kehamilan dan persalinan seperti melahirkan sebelum waktunya (prematur), perdarahan dan keguguran akibat kondisi fisik ibu yang belum siap untuk melakukan persalinan. Disisi lain ibu juga mengalami kesusahan saat akan memberi ASI terhadap bayinya karena ibu tidak tahu bagaimana cara memposisikan bayi saat menyusui, dan beberapa ibu mengalami ASI tidak keluar. Pengetahuan mengenai IMD (Inisiasi Menyusui Dini) juga masih sangat kurang karena rata-rata tingkat pendidikan ibu hanya sampai tingkat SD dan SMP.
Analisis Zat Aditif Rhodamin B dan Methanyl Yellow pada Makanan yang Dijual di Pasaran Kota Tasikmalaya Tahun 2016 Edi Hernawan
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.185

Abstract

Zat aditif merupakan sesuatu yang ditambahkan ke dalam makanan yang memiliki banyak fungsi antara lain pewarna, pemanis, pengawet, dan pengental. Penambahan zat aditif pada makanan memiliki aturan tertentu dan hanya zat aditif khusus makanan yang dapat digunakan. Akan tetapi belakangan ini banyak dilakukan penyalahgunaan penggunaan zat aditif pada makanan terutama pewarna yang dapat memikat konsumen seperti Rhodamin B dan Methanyl yellow.  Penelitian ini dilakukan menggunakan analisis kualitatif  menggunakan metode kromatografi kertas. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi untuk berbagai pihak mengenai kandungan zat aditif yang terdapat pada makanan yang dijual di pasaran di Kota Tasikmalaya sehingga berhati-hati dalam membeli makanan terutama yang memiliki warna mencolok