cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 481 Documents
FORMULASI DAN EVALUASI EMULGEL ITRACONAZOL Ade Yeni Aprilia; Fajar Setiawan; Lusi Nurdianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i1.690

Abstract

ANALISIS KADAR OKSALAT DARI TEH SEGAR DAN TEH OLAHAN TERHADAP LAMA PENYEDUHAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV Emma Emawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 18, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v18i2.411

Abstract

Sebagian besar penyebab terjadinya batu ginjal adalah akibat penumpukan kalsium oksalat, senyawa yang terdapat secara alami di banyak makanan. Asupan oksalat yang tinggi dapat berakibat buruk bagi kesehatan manusia, salah satunya adalah pembentukan batu ginjal. Oleh sebab itu,  asupan oksalat harus dibatasi dengan rentang batas aman 40-50 mg per hari. Teh merupakan tanaman yang sering dikonsumsi sebagai minuman dalam bentuk air seduhan daunnya. Teh mengandung senyawa oksalat yang tinggi, yaitu lebih dari 10 mg kalsium oksalat per 99,2 gram penyajian. Waktu penyeduhan dapat mempengaruhi kadar oksalat yang terkandung dalam teh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar oksalat dalam teh, dan apakah lama penyeduhan dapat mempengaruhi kadar oksalat dalam air seduhan teh. Metode yang digunakan untuk penetapan kadar oksalat adalah metode spektrofotometri UV-Visibel dengan panjang gelombang 315 nm.  Penelitian ini diawali dengan pengumpulan sampel teh segar yang diambil pucuk daunnya yang diambil dari tempat budidaya tanaman teh. Sampel kemudian dideterminasi untuk memastikan sampel yang digunakan adalah teh (Camellia sinensis), kemudian dilakukan standarisasi simplisia meliputi kadar air, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol dan kadar abu total. Berikutnya dilakukan validasi metode analisis meliputi uji linieritas, batas deteksi, batas kuantisasi, presisi dan akurasi mengunakan metode standar adisi. Pengolahan data dengan panengujian statistik. Hasil validasi metode analisis kurva kalibrasi larutan baku oksalat memiliki persamaan garis regresi y = 0,1489 x + 0.1405 dengan nilai koefisien korelasi 0,9961. Batas deteksi dan batas kuantisasi dapat dihitung secara statistik masing masing sebesar 0.130 dan 0,0392. Keseksamaan dalam hari dinyatakan sebagai  koevisien variance sebesar 1: 22, dan persen perolehan kembali masing masing120, , 119 dan 122%. Dari hasil analisis oksalat dalam air seduhan teh tanpa pemeraman  berturut turut diperoleh kadar oksalat Teh hijau 1,117±0,004, teh fermentasi 0,447±0,207, teh segar 0,201±0,001. Untuk air seduhan teh dengan pemeraman massing masing teh hijau 0,093±0,0015, teh fermentasi 0,252±0,0006 dan teh segar 0,11±0,0015. Dari hasil data statistik menunjukan kadar oksalat dalam air seduhan teh dengan pemeraman dan tanpa pemeraman tidak ada perbedaan.Kata kunci: Oksalat, Spektrofotometri, Teh
GAMBARAN PROFIL LIPID PADA PASIEN YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI DESA SETIAJAYA KOTA TASIKMALAYA Meti Kusmiati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.15

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada masyarakat dan dapat berhubungan dengan penyakit lainnya. Banyak faktor penyebab terjadinya hipertensi, salah satunya adalah gangguan profil lipid. Profil lipid dapat memicu terjadinya hipertensi melalui berbagai mekanisme, baik secara langsung atau tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang gambaran profil lipid pada pasien yang mengalami hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat Desa Setiajaya RT. 01 RW. 08 Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode yang bersifat deskriptif. Pemeriksaan kadar lipid meliputi kolesterol total, kolesterol HDL (High Density Lipoprotein), kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein), dan trigliserida. Hasil penelitian menunjukan kadar kolesterol total normal sebanyak 45% dengan kadar rata-rata 162,4 mg/dl, kadar kolesterol abnormal sebanyak 65% dengan kadar rata-rata 233,6 mg/dl. Kadar kolesterol HDL normal sebanyak 5% dengan kadar rata-rata 56 mg/dl, kadar kolesterol HDL abnormal sebanyak 95% dengan kadar rata-rata 44,9 mg/dl. Kadar kolesterol LDL normal sebanyak 55% dengan kadar rata-rata 99,7 mg/dl, kadar kolesterol LDL abnormal sebanyak 45% dengan kadar rata-rata 160,7 mg/dl. Sedangkan kadar trigliserida normal sebanyak 65% dengan kadar rata-rata 119,4 mg/dl, kadar trigliserida abnormal sebanyak 35% dengan kadar rata-rata 264 mg/dl. Kata kunci : Hipertensi, Kolesterol total, HDL, LDL, Trigliserida
UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L) Merr) TERHADAP DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) Lusi Nurdianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i1.194

Abstract

Daun katuk ( Sauropus androgynous (L) Merr ) adalah tanaman sayuran yang banyak terdapat di Asia Tenggara ( Utami, 2008). Penelitian ini mengenai aktivitas antioksidan senyawa flavonoid dari daun katuk telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai IC50, sifat fisik dan kimia serta aktivitas antioksidan krim ekstrak etanol daun katuk dibandingkan dengan kontrol negatif formula yang tanpa ekstrak. Penelitian ini dilakukan dengan metode DPPH secara spektrofotometri pada λ maks 516 nm. Krim terdiri dari 4 formula dengan variasi konsentrasi ekstrak daun katuk yaitu F1 tanpa ekstrak, F2 1%, F3 2% dan F4 3% terhadap total bobot krim. Evaluasi sifat fisik dan kimia meliputi uji organoleptik, pH, viskositas dan uji hedonik, dilakukan juga pengujian tipe emulsi serta uji aktivitas antioksidan dari formula terbaik dengan metode DPPH. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa aktivitas antioksidan dari ekstrak daun katuk adalah sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 32,04 ppm, sedangkan aktivitas antioksidan dari formula terbaik secara stabilitas penyimpanan selama 28 hari adalah formula 4 dengan nilai IC50 sebesar 55,85 ppm dengan konsentrasi ekstrak daun katuk 3%
UJI IN-VITRO AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSUM KULIT BUAH DELIMA (Granati Pericarpium cortex) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Udang Ruhimat
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v9i1.97

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji in-vitro aktivitas antibakteri infusum kulit buah delima (Granati Pericarpium cortex) terhadap bakteri Escherichia coli, untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) infusum kulit buah delima (Granati Pericarpium cortex) terhadap bakteri Escherichia coli.   Pengujian dilakukan terhadap infusum kulit buah delima merah. Konsentrasi pengenceran infusum yang diteliti adalah 3.50%, 3.15%, 2.80%, 2.45%, 2.10%, dan 1.75% yang diujikan terhadap bakteri Escherichia coli type Enteropatogenic Escherichia coli (EPEC), dengan kepadatan bakteri 3 x 106/ml, menggunakan metode Kirby-Bauer.   Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa pada konsentrasi infusum kulit buah delima 3.50% dan 3.15% terbentuk zona jernih yang berarti pada konsentrasi tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Sedangkan pada konsentrasi infusum 2.80%, 2.45%, 2.10%, dan 1.75% tidak terbentuk zona jernih, yang berarti pada konsentrasi tersebut tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.    Berdasarkan hasil penelitian uji in-vitro aktivitas antibakteri infusum kulit buah delima (Granati Pericarpium cortex) terhadap bakteri Escherichia coli pada media Mueller-Hinton, dapat ditarik kesimpulan bahwa konsentrasi hambat minimum (KHM) infusum kulit buah delima terhadap bakteri Escherichia coli adalah 3.15%.
GAMBARAN OBESITAS, HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS MAJLIS TAKLIM PIMPINAN CABANG AISYIYAH KECAMATAN MANGKUBUMI KOTA TASIKMALAYA Hana Ariyani; Ida Rosidawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 23, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v23i2.1110

Abstract

Penyakit Tidak Menular masih merupakan penyebab kematian terbesar secara global. Beberapa di antaranya adalah obesitas, hipertensi dan Diabetes Mellitus (DM). Penyakit tersebut jika dibiarkan dapat menimbulkan komplikasi yang mengakibatkan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran obesitas, hipertensi dan DM anggota Majlis Taklim Pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Adapun populasi pada penelitian ini adalah ibu-ibu anggota Majlis Taklim Pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya sebanyak 37 orang. Untuk metode pengambilan sampel yakni total sampling.  Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar Indeks Massa Tubuh (IMT) responden berada pada kategori gemuk berat sebanyak 17 orang (45,9%), tekanan darah sistolik dan diastolik sebagian besar berada pada kategori pra hipertensi sebanyak 14 (37,8%), gula darah sebagian besar berada pada kategori normal sebanyak 32 orang (86,5%). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden mengalami obesitas dan hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka sangat penting untuk melaksanakan upaya pendidikan kesehatan untuk menurunkan berat badan dan mengendalikan tekanan darah supaya terhindar dari komplikasi yang serius.
REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS IMUNOMODULATOR BEBERAPA TANAMAN DARI SUKU ZINGIBERACEAE Irawati Hidayah; Raden Bayu Indradadi
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i2.610

Abstract

Sistem imun merupakan suatu rangkaian kompleks mekanisme yang melibatkan beberapa sel, protein, maupun sinyal kimia sebagai respon tubuh untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Sistem imun yang tidak terkontrol dapat menyebabkan beberapa kelainan seperti hipersensitivitas, autoimun, atau imunodefisiensi. Penggunaan obat sintetik dalam mengatasi kelainan imun dapat menyebabkan beberapa efek samping, diantaranya adalah toksik terhadap organ, hipertensi, gangguan pencernaan, dan lain-lain. Alternatif dari obat sintetik tersebut adalah tanaman dengan aktivitas imunomodulator. Suku Zingiberaceae merupakan tanaman yang tersebar luas di Asia Tenggara. Penggunaan tanaman suku ini di Indonesia adalah sebagai bumbu masak dan obat tradisional. Tujuan dari dibuatnya artikel ini adalah untuk memberikan informasi ilmiah mengenai tanaman suku Zingiberaceae dengan aktivitas imunomodulator. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah dengan melakukan proses pencarian secara daring menggunakan aplikasi Google Chrome pada situs PubMed dan Google Scholar. Tanaman suku Zingiberaceae seperti as Amomum xanthioides Wall., Boesenbergia pandurata Roxb., dan Zingiber zerumbet (L.) Roscoe ex Sm. menunjukan aktivitas sebagai imunosupresan. Sementara, tanaman dengan aktivitas imunosupresan dan imunostimulan adalah Curcuma kwangsiensis, Zingiber officinale Roxb., dan Curcuma longa Linn.. Tanaman tersebut memiliki dua aktivitas sekaligus, yaitu sebagai imunosupresan dan imunostimulan pada dosis pemberian yang berbeda. Maka dari itu, penggunaan tanaman sebagai imunomodulator juga perlu diperhatikan.
Gambaran Diff Count Pada Perokok Di Kecamatan Cibeureum Undang Ruhimat
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.69

Abstract

Keberadaan zat-zat beracun dari asap rokok menyebabkan tubuh melakukan perlawanan terhadap terjadinya respon imun dimana leukosit menjalankan sebagian besar fungsinya di luar sistem peredaran darah yaitu memperlihatkan gerakan aktif dan sebagian mempunyai daya fagositosis. Gerakan yang diperlihatkan adalah suatu proses merangkak atau amuboid pada substrat bahan kimia pada asap rokok dapat menyebabkan inflamasi paru.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis sel leukosit yang terdapat pada perokok. Karena zat-zat yang terkandung dalam rokok merupakan zat-zat yang berbahaya yang dapat mempengaruhi sel leukosit.Metode penelitian bersifat deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel  random sampling pada perokok di Kecamatan Cibeureum.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan distribusi jenis leukosit antara lain adanya peningkatan monosit, neutrofil dan limfosit. Dengan demikian maka dapat disimpulkan gambaran Diff Count pada perokok di kecamatan Cibeureum terjadi peningkatan pada beberapa jenis leukosit.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI PERAWATAN IBU POSTPARTUM DENGAN SEKSIO SESARIA TERHADAP KEMAMPUAN MERAWAT DIRI DI RSUD Dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Etty Komariah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.271

Abstract

Perawatan postpartum dilakukan baik pada ibu postpartum dengan persalinan normal maupun dengan seksio sesaria.. Kegiatan intervensi perawatan postpartum bersifat edukatif karena individu sesungguhnya dapat melakukan perawatan mandiri atau merawat dirinya sendiri. Oleh karena itu pendidikan kesehatan pada ibu postpartum diperlukan untuk membantu ibu beradaptasi dalam masa postpartum. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan mengenai perawatan ibu postpartum dengan seksio sesaria terhadap kemampuan merawat diri. Desain penelitian menggunakan quasy experiment dengan One Group Pretest-Posttest. Hipotesis yang dibuktikan dalam penelitian ini adalah kemampuan (pengetahuan, sikap dan perilaku) merawat diri sesudah diberi pendidikan kesehatan. Sampel penelitian purposive sample sejumlah 24 ibu postpartum dengan seksio sesaria. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan kesehatan mengenai perawatan postpartum meningkatkan kemampuan ibu postpartum dengan SC dengan ketiga ranahnya secara bermakna dengan p-value 0,000 (alpha 5%). Saran bagi pelayanan di rumah sakit pendidikan kesehatan mengenai perawatan ibu post partum dengan SC terus digunakan untuk membantu ibu-ibu postpartum dengan SC meningkatkan kemampuan merawat diri.
PENGETAHUAN IBU POSTPARTUM DENGAN SEKSIO SESAREA MENGENAI PERAWATAN IBU NIFAS DI RUANG I RSUD Dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Etty Komariah Sambas
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 16, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v16i1.164

Abstract

Kematian ibu pada masa nifas di Indonesia masih cukup tinggi (31 % dari total kematian ibu) akibat komplikasi puerperium seperti perdarahan dan infeksi (Kemenkes,2010 ). Berkaitan dengan hal tersebut, penyelenggaraan pelayanan dan perawatan ibu nifas yang adekuat serta berkualitas sangat diperlukan dan harus dapat dilakukan dan dipertahankan sampai di rumah setelah pulang dari rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu postpartum dengan SC mengenai perawatan nifas. Penelitian dilaksanakan di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya pada bulan November 2015-Januari 2016. Rancangan penelitian adalah deskriptif eksploratif . Teknik sampling secara deskriptif kategorik diperoleh jumlah sampel sebanyak 81 orangresponden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menggambarkan pengetahuan ibu postpartum dengan SC mengenai perawatan nifas dengan kategori kurang adalah perubahan/adaptasi fisik&psikologis normal ibu nifas (38%), tanda&gejala tidak normal pada ibu nifas (37%), kebutuhan perawatan diri pada ibu nifas (49%), dan perawatan payudara (42%). Pengetahuan mengenai kebutuhan aktifitas dan latihan semasa nifas kategori rendah (44%), dan pengetahuan mengenai kebutuhan nutrisi dan eliminasi pada masa nifas kategori cukup (52%). Dari penelitian ini disarankan untuk dibuat modul perawatan ibu nifas, SOP pendidikan kesehatan perawatan ibu nifas, mengadakan kelas prenatal yang meliputi juga materi perawatan ibu nifas.