cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 617 Documents
PENGARUH SONIKATOR PROBE TERHADAP FORMULASI NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS KURKUMIN MENGGUNAKAN LIPID PADAT PRECIROL®: EFFECT OF PROBE SONICATOR ON CURCUMIN NANOSTRUCTURED LIPID CARRIERS USING PRECIROL® SOLID LIPIDS Garnadi Jafar; Silpi Pebriawati; Zahra Alfa Latifah; Reza Pratama
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1451

Abstract

Androgenetic Alopecia (AGA) merupakan jenis kebotakan yang sering terjadi pada pria dan wanita yang dipengaruhi oleh hormon dihidrotestosteron (DHT). Minoksidil dan finasterid merupakan terapi umum untuk pengobatan AGA. Namun, minoksidil dan finasterid dapat menyebabkan efek samping dermatologis seperti iritasi kulit, ruam, dan dermatitis kontak alergi maka diperlukan pengobatan alternatif untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan. Kurkumin dipilih karena efek antiandrogeniknya yang dapat menghambat steroid 5-alpha reductase sehingga dapat menurunkan hormon DHT yang berlebih dalam tubuh. Namun, kurkumin ini memiliki banyak keterbatasan diantaranya sukar larut dalam air, bioavailabilitas yang rendah, log P 2,56-3,29 dan mudah terdegradasi sehingga efektivitas pengobatan tidak optimal. Oleh sebab itu, diperlukan suatu sistem penghantaran obat yang tepat seperti Nanostructured Lipid Carriers (NLC) sehingga dapat meningkatkan efektivitas biologisnya. NLC merupakan generasi kedua nanocarrier lipid yang memiliki keunggulan dalam meningkatkan solubilitas, stabilitas, dan kapasitas pemuatan obat dibandingkan dengan Solid Lipid Nanoparticle (SLN). Tujuan penelitian ini yaitu untuk memformulasikan NLC kurkumin menggunakan Glyceryl palmitostearate, Capric triglyceride dengan 2 jenis surfaktan yang berbeda yaitu PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside. Metode penelitian yang digunakan untuk pembuatan NLC kurkumin ini yaitu high shear homogenization/sonicator probe yang dapat menghasilkan gelombang suara yang tinggi menyebabkan kavitasi sehingga ukuran partikel menjadi lebih kecil dan menciptakan gerakan turbulen yang dapat mempercepat proses pencampuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NLC kurkumin dengan menggunakan surfaktan PEG-40 hydrogenated castor oil dan Decyl Glucoside memiliki karakteristik yang sesuai dengan ukuran partikel <400 nm, potensial zeta > ±20 mV, efisiensi penjerapan >80%, dan morfologi sferis. Dengan demikian, diharapkan NLC kurkumin dapat meningkatkan stabilitas dan bioavailabilitas kurkumin untuk memaksimalkan efektivitas pengobatan AGA.
PENERAPAN TEKNIK BUTTERFLY HUG UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PURBARATU TASIKMALAYA: APPLICATION OF THE BUTTERFLY HUG TECHNIQUE TO OVERCOME ANXIETY IN HYPERTENSIVE PATIENTS AT THE PURBARATU TASIKMALAYA HEALTH CENTER Asep Riyana; Ishmah Nur Paridah; Dudi Hartono
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1465

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit serius yang dikenal sebagai silent killer karena dampak yang ditimbulkannya dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis. Di Indonesia, presentase hipertensi di tahun 2018 mencapai 34% yang dimana hipertensi ini seringkali dipicu oleh stress dan cemas yang berlebihan. Kecemasan berlebihan dapat menjadi faktor risiko meningkatnya tekanan darah pada pasien hipertensi. Untuk meminimalisir terjadinya komplikasi pada penderita hipertensi yaitu dengan mengatasi kecemasannya menggunakan teknik butterfly hug. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menggambarkan karakteristik klien, menggambarkan tingkat kecemasan klien, dan menggambarkan penerapan teknik butterfly hug dalam mengatasi kecemasan. Teori yang mendasari penelitian ini diantaranya adalah konsep hipertensi, konsep kecemasan, dan konsep teknik butterfly hug. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan selama 5 hari pada dua klien, hasil penelitian menunjukkan tingkat kecemasan sebelum diberi terapi pada klien 1 dan klien 2 berada dalam tingkat kecemasan sedang. Setelah diberi terapi, tanda gejala klien 1 dan klien 2 mengalami penurunan menjadi tingkat kecemasan ringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari penerapan teknik butterfly hug terhadap penurunan tanda gejala kecemasan. Disarankan bagi pasien hipertensi dengan kecemasan dapat menerapkan teknik butterfly hug ini untuk membantu menurunkan tingkat kecemasannya.
ANALISIS QUALITY CONTROL HEMATOLOGY ANALYZER DI LABORATORIUM HEMATOLOGI UNIVERSITAS BAKTI TUNAS HUSADA: ANALYSIS OF QUALITY CONTROL OF HEMATOLOGY ANALYZER IN THE HEMATOLOGY LABORATORY OF BAKTI TUNAS HUSADA UNIVERSITY Annisa Nur Hasanah; Resa Handini
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1483

Abstract

Quality Control pada alat Hematologi penting dilakukan, mengingat perlunya menganalisis keakuratan, kebenaran dan evaluasi berdasarkan aturan Westgard untuk menentukan penyimpangan pengukuran pada alat. Penelitian ini bertujuan memastikan bahwa hasil pemeriksaan hematology alat hematology analyzer memenuhi standar aturan Westgard. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik menggunakan darah kontrol yang diperiksa selama 1 bulan dalam alat hematology analyzer di laboratorium hematology Universitas Bakti Tunas Husada. Hasil penelitian didapatkan terhadap pemeriksaan Jumlah Leukosit, Jumlah Eritrosit, HGB, HCT dan Jumlah Trombosit, hasil analisis menunjukkan rerata nilai Jumlah leukosit 7.616 sel/ul dengan nilai target 8.100 sel/ul, Standar Deviasi 2.8 Koefisien Variasi 3.72%, nilai rerata Jumlah Eritrosit 4.65 jt sel/ul dengan nilai target 4.58 juta sel/ul, Standar Deviasi 1.7 Koefisien Variasi 3.70%, nilai rerata Hemoglobin 13.5 g/dl dengan nilai target 13.7 g/dl, Standar Deviasi 0.3 Koefisien Variasi 2.70, nilai Hematokrit 39.3 % dengan nilai target 41.8% Standar Deviasi 0.5 Koefisien Variasi 1.27% dan nilai Jumlah Trombosit 242.000 sel/ul dengan nilai target 301.000 sel/ul Standar Deviasi 29.8 Koefisien Variasi 12.3. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam pengawasan pemeriksaan Quality Control di Laboratorium Hematologi di Universitas Bakti Tunas Husada didapatkan hasil yang baik. Diharapkan kualitas hasil pemeriksaan Quality Control dapat tetap terjaga.
UJI IN-SILICO SENYAWA TURUNAN KURKUMINOID SEBAGAI INHIBITOR BRUTON TYROSINE KINASE PADA LEUKIMIA LIMFOSITIK KRONIS Abdul Mulki Irpani; Muhamad Ilham Bintang; Al-fira Putriyanti; Deistha Adinda; Jajang Japar Sodik
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1496

Abstract

Leukemia is a blood cancer that occurs due to abnormal blood cell growth, especially white blood cells in the bone marrow. Research shows that curcumin is proven to be effective in inhibiting the activity of the NF-κB transcription factor which is often involved in the proliferation of cancer cells. This study aims to determine the potential of natural curcuminoid compounds against specific blood cancers, namely chronic lymphocytic leukemia. Through in-silico testing of curcuminoid derivative compounds against the Bruton Tyrosine Kinase protein target which plays a role in the pathophysiological process of chronic lymphocytic leukemia. The results of docking the test ligand molecule on the Tyrosine-protein kinase BTK enzyme, the native ligand has the lowest binding energy value (ΔG) of -12.04 kcal/mol with an inhibition constant (KI) of 1.49 nM. As a comparison drug, imatinib showed ΔG -11.05 kcal/mol with a KI of 7.88 nM. Test ligands s02, s05, and s08. Ligand s02 showed a ΔG of -9.43 kcal/mol with a KI of 123.19 nM, while s05 had a ΔG of -9.09 kcal/mol with a KI of 218.10 nM. Meanwhile, s08 recorded a ΔG of -9.33 kcal/mol and a KI of 143.83 nM. Although the affinity values of the three test ligands were lower than those of the natural ligands, they had the potential to bind to the target enzyme. Based on the interaction analysis, it was seen that s05 had the potential for competitive inhibition, while s02 and s08 showed lower interaction stability compared to imatinib. This indicates that s05 has the greatest potential as a potential inhibitor of the BTK enzyme compared to other test ligands.
DAMPAK MEROKOK PADA RHEUMATOID ARTHRITIS: TINJAUAN LITERATUR: THE IMPACT OF SMOKING ON RHEUMATOID ARTHRITIS: A LITERATURE REVIEW Eka Priana; Marita Kaniawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1525

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya peradangan kronis pada sendi. Meskipun etiologi penyakit ini tidak diketahui secara pasti, penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya kontribusi faktor genetik dan lingkungan dalam patologi RA. Merokok merupakan faktor lingkungan yang paling berpengaruh secara signifikan dalam perkembangan dan keparahan penyakit ini. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh merokok terhadap RA. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa intensitas maupun durasi merokok memiliki hubungan langsung dengan peningkatan risiko perkembangan RA. Selain itu, terdapat peningkatan kadar antibodi rheumatoid factor dan anticitrullinated peptide antibodies pada pasien RA yang memiliki kebiasaan merokok, dimana antibodi tersebut berhubungan dengan penghancuran sendi. Namun sebaliknya beberapa penelitian melaporkan adanya penurunan frekuensi RA pada pasien merokok. Hal tersebut disebabkan oleh kandungan nikotin pada rokok yang mempunyai efek inhibitori salah satunya dengan cara memodulasi respons imun, menekan produksi sitokin pro-inflamasi Tumor Necrosis Factor alfa (TNF-a) yang banyak ditemukan pada pasien RA, telah dibuktikan secara in vivo dan in vitro. Pengaruh asap rokok dan nikotin pada perkembangan RA perlu diteliti lebih lanjut untuk memberikan gambaran patogenesis dan pemahaman yang lebih baik lagi.
PERAN MIKROBIOTA USUS DALAM DIABETES TIPE 2: HUBUNGAN DENGAN DISBIOSIS wulan maulani; Siti Saidah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1542

Abstract

ABSTRAKMikrobiota usus merupakan ekosistem kompleks yang terdiri dari triliunan mikroorganisme yang berperan penting dalam pengaturan metabolisme, sistem imun, dan homeostasis tubuh. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa disbiosis mikrobiota dapat mempengaruhi perkembangan diabetes tipe 2 melalui berbagai mekanisme, termasuk peradangan sistemik, gangguan pengaturan glukosa, dan resistensi insulin. Artikel ini mengulas peran mikrobiota usus dalam patogenesis diabetes tipe 2, dengan fokus pada perubahan komposisi mikrobiota yang terjadi pada pasien diabetes. Peningkatan bakteri patogen dan penurunan bakteri penghasil butirat berkontribusi pada perkembangan penyakit diabetes tipe 2. Selain itu, intervensi berbasis mikrobiota, seperti penggunaan probiotik dan prebiotik, postbiotik, bakteriofag, FMT, intervensi diet, dan olahraga, menunjukkan potensi dalam memodulasi mikrobiota dan memperbaiki gangguan metabolik yang terkait dengan diabetes. Pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara mikrobiota usus dan diabetes tipe 2 dapat membuka peluang untuk pengembangan strategi terapeutik baru yang lebih efektif dalam pengelolaan penyakit ini.Kata Kunci : mikrobiota usus, diabetes tipe 2, disbiosis
- PERBANDINGAN EFEKTIVITAS LANSOPRAZOLE DENGAN ESOMEPRAZOLE PADA TERAPI HELICOBACTER PYLORI DAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE : TINJAUAN LITERATUR: - Erwin Yuliana Saputra; Marita Kaniawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1547

Abstract

Helicobacter pylori (H. pylori) dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan dua kondisi gastrointestinal yang umum dan memerlukan penanganan yang efektif untuk mencegah komplikasi serius. Salah satu terapi utama yang digunakan adalah Proton Pump Inhibitors (PPI), seperti lansoprazole dan esomeprazole, yang berperan dalam eradikasi H. pylori serta pengelolaan GERD. Meskipun kedua obat ini memiliki mekanisme kerja yang serupa, efektivitas dan efisiensinya dapat bervariasi, sehingga perbandingan antara keduanya menjadi relevan dalam praktik klinis. Oleh karena itu, tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas lansoprazole dan esomeprazole berdasarkan berbagai studi terkini terkait eradikasi H. pylori dan pengobatan GERD. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa baik esomeprazole maupun lansoprazole terbukti efektif dalam terapi H. pylori dan GERD, namun esomeprazole menunjukkan efektivitas yang lebih baik dalam beberapa kondisi klinis tertentu serta lebih cost-effective dibandingkan lansoprazole.
POTENSI SENYAWA ANTI INFLAMASI DARI DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) PADA ENZIM COX-2 SECARA IN SILICO Syaiful Prayogi; Teguh Hary Kartono; Luthfi Hidayat Maulana; Miftahul Saldi; Yulita Amelia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1548

Abstract

Inflammation is still a major cause of death in the world, especially in tropical regions (including Indonesia). The use of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) has many side effects and is even toxic. Efforts to find drugs with low toxic effects require long stages and high costs. This effort can be accelerated with a computational approach in the early stages of drug development through the CADD technique by minimizing the risk of failure in later stages. The protein that plays a role in delaying inflammation is the cyclooxygenase (COX) enzyme. Inhibition of COX-2 has much lower side effects than inhibition of COX-1. COX-2 is induced by inflammatory stimuli expressed in synovial cells, leukocytes, fibroblasts, and macrophages, therefore becoming one of the target proteins in inflammation. Natural compounds of the phenolic, flavonoid, and alkaloid groups have been reported to have potential as anti-inflammatories. Soursop leaves are known to be rich in flavonoids. The empirical efficacy of soursop leaves (Annona muricata L.) has been known by the Indonesian people in the treatment of rheumatism or rheumatoid arthritis, anti-inflammatory, antipyretic, and analgesic. This study was conducted in silico with a molecular docking approach using iGemDock v2.1 software. The binding between ligand-target (COX enzyme) was evaluated using Discovery Studio Visualizer. The results showed that all test compounds inhibited COX-2, the isohamnetin 3 robinobioside compound has the potential to be a selective inhibitor of COX-2 when compared to other test compounds and with a reference drug (ibuprofen).
Evaluation of the Antidiarrheal Effectiveness of Red Betel Leaf (Piper crocatum) Infusion in Mice Using the Intestinal Transit Method: EVALUATION OF THE ANTIDIARRHEAL EFFECTIVENESS OF RED BETEL LEAF (PIPER CROCATUM) INFUSION IN MICE USING THE INTESTINAL TRANSIT METHOD Anisa Pebiansyah; Nur Rahayuningsih
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1594

Abstract

Diare dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan elektrolit. Salah satu alternatif pengobatan diare adalah penggunaan tanaman obat seperti daun sirih merah (Piper crocatum), yang diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, minyak atsiri, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiare infusa daun sirih merah pada mencit putih jantan menggunakan metode transit intestinal. Penelitian dilakukan dengan membandingkan rasio panjang usus yang dilalui marker norit terhadap panjang total usus mencit. Mencit dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (loperamide), dan tiga kelompok perlakuan infusa daun sirih merah 10% dengan dosis 0,1 ml, 0,05 ml, dan 0,025 ml/20 g berat badan mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 0,1 ml merupakan dosis terbaik dengan efek antidiare paling signifikan, ditandai dengan rasio lintasan marker sebesar 51,25%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah infusa daun sirih merah memiliki potensi sebagai agen anti diare alami, dengan dosis 0,1 ml/20 g berat badan sebagai dosis paling efektif dibandingkan dosis lainnya.
IMPLEMENTASI PIJAT KAKI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA YANG MENGALAMI NYERI DAN GANGGUAN POLA TIDUR: IMPLEMENTATION OF FOOT MASSAGE FOR POST-CESAREAN SECTION MOTHERS WHO EXPERIENCE PAIN AND SLEEP PATTERN DISORDER Etty Komariah Sambas; Enok Nurliawati; Dini Apriliani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1595

Abstract

Periode setelah persalinan sesar (SC) merupakan fase pemulihan bagi ibu setelah melahirkan bayi dan plasenta melalui prosedur SC. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar operasi caesar di banyak negara sekitar 10-15% per kelahiran. Berdasarkan data penelitian WHO pada tahun 2021, operasi caesar terus meningkat secara global, saat ini mencakup lebih dari 1 dari 5 (21%) dari seluruh persalinan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi operasi caesar di Indonesia sebesar 17,6%. Salah satu permasalahan utama yang dialami ibu pasca SC adalah nyeri akut serta gangguan pola tidur. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah pijat kaki (foot massage). Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi respons ibu post SC sebelum dan sesudah diberikan terapi pijat kaki. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan dua orang subyek, dan pengambilan data dilakukan selama tiga hari. Instrumen yang digunakan meliputi SOP Pijat Kaki, lembar observasi, serta panduan wawancara. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan pengukuran tanda-tanda vital. Data dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat kaki, kedua subyek  protektif, merasa gelisah, serta mengalami gangguan tidur, meskipun tanda-tanda vital berada dalam batas normal. Setelah penerapan pijat kaki, skala nyeri menurun menjadi 1-2 (nyeri ringan), ekspresi meringis berkurang, ketegangan otot menurun, sikap protektif berkurang, serta kualitas tidur membaik, sementara tekanan darah, denyut nadi, dan frekuensi napas tetap dalam kisaran normal. Berdasarkan hasil studi ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan dalam tingkat nyeri dan kualitas tidur pada ibu post SC. Oleh karena itu, ibu post SC disarankan untuk melakukan pijat kaki secara mandiri atau dengan bantuan guna mengurangi nyeri serta memperbaiki pola tidur.