cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 617 Documents
REVIEW ARTIKEL EFEKTIVITAS EKSTRAK BAHAN ALAM SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA PENYEMBUHAN ULKUS DIABETES dudy agustian; Marita Kaniawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1596

Abstract

ABSTRAKUlkus diabetes merupakan salah satu komplikasi serius yang sering disertai infeksi bakteri, sehingga memerlukan terapi antibakteri yang efektif. Resistensi antibiotik menjadi tantangan dalam pengobatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekstrak bahan alam sebagai antibakteri dalam penyembuhan ulkus diabetes dengan metode literatur review, metode digunakan dengan meninjau berbagai artikel ilmiah yang memuat data tentang efektivitas ekstrak bahan alam, bakteri target, konsentrasi dan metode uji. Hasil menunjukkan bahwa bahan alam seperti daun pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum), daun manggis (Garcinia mangostana), dan marshmallow (Althaea officinalis) efektif sebagai antibakteri penyebab ulkus diabetes, termasuk Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli dengan menunjukkan zona hambat pada metode uji. Disimpulkan bahwa ekstrak bahan alam memiliki prospek yang menjanjikan sebagai terapi komplementer antibakteri dalam pengobatan ulkus diabetes.Kata Kunci: antibakteri, bahan alam, terapi komplementer, ulkus diabetes.
Optimasi Formulasi Emulgel Topikal Berbasis Minyak Zaitun: Peran Gelling Agent terhadap Viskositas, pH, Daya Sebar, dan Keamanan Lely Oktavia; Rika Yulianti; Firman Gustaman; Indra Indra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1614

Abstract

ABSTRAKMinyak zaitun dikenal luas sebagai bahan aktif alami yang efektif dalam sediaan topikal karena sifat antioksidan, antiinflamasi, dan emoliennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tiga jenis gelling agent—Natrium Karboksimetilselulosa, Viscolam®, dan karbomer—terhadap stabilitas fisik, keamanan, dan preferensi pengguna terhadap emulgel minyak zaitun. Emulgel diformulasikan dalam tiga variasi, kemudian dievaluasi melalui uji pH, viskositas, daya sebar, organoleptik, cycling test, uji iritasi pada hewan, dan uji hedonik pada panelis manusia. Hasil menunjukkan bahwa formula dengan basis Natrium Karboksimetilselulosa memiliki viskositas tertinggi dan kestabilan pH optimal, namun daya sebarnya paling rendah. Formula dengan Viscolam® menunjukkan daya sebar terbaik, viskositas rendah, serta skor tertinggi dalam uji hedonik, menandakan kenyamanan penggunaan yang lebih baik. Formula karbomer menunjukkan stabilitas yang cukup baik secara keseluruhan. Semua formula dinyatakan aman karena tidak menimbulkan iritasi pada kulit hewan uji. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan gelling agent dalam pengembangan emulgel berbasis minyak zaitun yang optimal dan diterima pengguna. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan sediaan topikal berbahan alami yang lebih efektif, stabil, dan nyaman digunakan.Kata Kunci : emulgel, minyak zaitun, gelling agent, stabilitas fisik, uji hedonik
Perbandingan Biaya Dan Efektivitas Acei-Ccb Dan Arb-Ccb Pada Pasien Hipertensi Dengan Diabetes : Tinjauan Literatur: COMPARISON OF COST AND EFFECTIVENESS OF ACEI-CCB AND ARB-CCB IN HYPERTENSIVE PATIENTS WITH DIABETES : A LITERATURE REVIEW Aan Rukmana Rukmana; Patonah Hasimun
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1615

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah melebihi 140/90 mmHg. Kondisi ini sering disertai komplikasi serius, salah satunya Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2), yang dapat memperburuk tekanan darah dan meningkatkan risiko kematian. Kombinasi kedua penyakit ini umumnya berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat dan membutuhkan penanganan farmakologis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi kombinasi obat dalam mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi dengan DMT2, serta mengevaluasi efisiensi biaya pengobatannya. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap beberapa studi yang membahas penggunaan kombinasi obat, khususnya ACEI-CCB dan ARB-CCB. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi tersebut efektif dalam menurunkan tekanan darah dan angka kematian, namun dapat meningkatkan beban biaya pengobatan. Kesimpulan dari tinjauan ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi memiliki manfaat klinis yang signifikan, namun perlu dipertimbangkan dalam konteks efisiensi biaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan keberlanjutan pengobatan bagi pasien. Kata Kunci : ACEI-CCB, ARB-CCB, Hipertensi, Diabetes Melitus Tipe 2
PERSEPSI DAN REFERENSI KONSUMEN TERHADAP FITUR PEMANTAUAN KESEHATAN PADA SMARTWATCH: CONSUMERS PERCEPTION AND PREFERENCES TOWARD HEALTH MONITORING FEATURES IN SMARTWATCH Sudianto Sudianto
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i1.1618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan preferensi mahasiswa dalam memilih smartwatch berdasarkan fitur pemantauan kesehatan. Fokus penelitian meliputi lima aspek utama, yaitu persepsi pemanfaatan fitur kesehatan, tingkat kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan, citra merek, pengalaman pengguna lain, serta dukungan aplikasi tambahan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada mahasiswa dari lima program studi: Bisnis Digital, Kewirausahaan, Teknologi Pangan, Farmasi, dan Keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memandang fitur pemantauan kesehatan seperti pemantau detak jantung, sleep tracking, pengingat bergerak, step counter dan pemantau stres sebagai manfaat utama dalam mendukung gaya hidup sehat. Citra merek yang kuat dan testimoni positif dari pengguna lain memperkuat preferensi mereka. Selain itu, dukungan aplikasi tambahan yang kompatibel dengan perangkat lain menjadi pertimbangan penting. Kesadaran kesehatan yang tinggi juga mendorong mahasiswa untuk memilih smartwatch sebagai alat pemantau kesehatan pribadi yang praktis dan inovatif.
KETAHANAN KELUARGA BERDASARKAN PENDEKATAN IFR (F-A-S-E-D): STUDI KASUS PADA LIMA KELUARGA DENGAN ANGGOTA PENDERITA DIABETES TIPE 2 DI KOTA TASIKMALAYA : Insights from Community-Based Care in Tasikmalaya, Indonesia Anih Kurnia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1631

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan keterlibatan aktif keluarga. Ketahanan keluarga berperan penting dalam mendukung keberhasilan manajemen DMT2, khususnya dalam konteks keterbatasan sumber daya. Pendekatan Insufficiencies in Family Resilience (IFR), yang mencakup lima dimensi—Family Functioning, Access to Support, Shared Beliefs, Emotional Regulation, dan Decision-Making—menyediakan kerangka konseptual untuk menilai dinamika ketahanan keluarga. Tujuan: Menjelaskan variasi ketahanan keluarga pada lima rumah tangga dengan anggota penderita DMT2 di Kota Tasikmalaya berdasarkan lima dimensi IFR. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Lima keluarga (R1–R5) dipilih secara purposif dan diwawancarai menggunakan panduan berbasis IFR. Analisis data dilakukan secara tematik-induktif, dengan triangulasi dan member checking untuk menjaga validitas. Hasil: Keluarga 3 (R3) menunjukkan ketahanan paling tinggi, dengan skor “baik” di seluruh dimensi IFR, termasuk komunikasi terbuka, peran yang jelas, dukungan sosial memadai, emosi terkelola, dan keputusan kolektif. Keluarga 5 (R5) mengalami kelemahan menyeluruh, terutama dalam dukungan sosial, regulasi emosi, dan dominasi keputusan. Keluarga 1 (R1) dan 4 (R4) menunjukkan kekuatan dalam nilai bersama dan dukungan eksternal, tetapi lemah dalam partisipasi keputusan dan regulasi emosi. Keluarga 2 (R2) mengalami hambatan dalam komunikasi dan akses dukungan, namun memiliki keyakinan keluarga yang kuat. Kesimpulan: Pendekatan IFR efektif untuk memahami ketahanan keluarga secara menyeluruh. Intervensi keperawatan keluarga yang kontekstual dan sensitif budaya dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan DMT2 di komunitas.Kata kunci: Ketahanan keluarga, Diabetes Mellitus Tipe 2, IFR, keperawatan keluarga
PENGARUH RELAKSASI NAFAS DALAM DAN DISTRAKSI DENGAN MEMBACA AL-QUR’AN SERTA SHALAWAT TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA SANTRIWATI KELAS XII DI PONDOK PESANTREN RIYADLUL ULUM WADDA’WAH KOTA TASIKMALAYA Nabila Nurfauziah Fazrin; Ridwan Kustiawan; Yanti Cahyati; Asep Riyana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1634

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Kecemasan adalah suatu perasaan emosional yang ditandai dengan gelisah dan khawatir dimana penyebabnya tidak diketahui Tujuan : Mengetahui dampak relaksasi nafas dalam dan metode distraksi melalui membaca Al-Qur’an Surat Al-Insyirah serta Shalawat Syifa terhadap tingkat kecemasan pada santriwati kelas XII. Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra eksperimental menggunakan desain Pretest- Posttest pada satu kelompok pembanding. Populasi : subjek penelitian adalah santriwati kelas XII di Pondok Pesantren Riyadlul Ulum Wadda’wah Kota Tasikmalaya sebanyak 100 orang. Sampel sebanyak 18 orang diambil menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Hasil : hasil uji dependent T menunjukan adanya perubahan yang signifikan pada tingkat kecemasan setelah dilakukan intervensi, dengan nilai p-value sebesar 0.000. Kesimpulan : pemberian intervensi berupa terapi relaksasi nafas dalam dan distraksi melalui pembacaan Al-Qur’an Surat Al-Insyirah serta Shalawat Syifa terbukti berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pada santiwati tingkat akhir kelas XII.Kata Kunci : Kecemasan, Relaksasi Nafas Dalam, Distraksi
POTENSI TANAMAN OBAT DALAM MENGATASI HIPERURESEMIA Diana Sri Zustika; alya fauziyyah; Mardiyah Nur Asrie Maryatisna; Shanty Nur Azizah; Neng Hilda Nurhalida; Tia Ayu Halidatunur
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1637

Abstract

ABSTRAKHiperurisemia merupakan kondisi peningkatan kadar asam urat dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya asam urat dan berbagai gangguan metabolik lainnya. Di Indonesia, prevalensi hiperurisemia terus meningkat seiring bertambahnya usia dan pola hidup yang tidak sehat sementara terapi konvensional seperti allopurinol masih memiliki keterbatasan akibat efek samping yang menyertainya. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan alternatif yang lebih aman dan efektif salah satunya melalui pemanfaatan tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau potensi tanaman obat dalam menurunkan kadar asam urat berdasarkan hasil - hasil studi in vivo. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah 32 jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Dari analisis tersebut diperoleh 15 tanaman herbal yang memiliki aktivitas antihiperurisemia, terutama karena kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Mekanisme utama yang teridentifikasi adalah penghambatan enzim xantin oksidase dan peningkatan ekskresi asam urat melalui urin. Tiga tanaman yang menunjukkan hasil paling signifikan dalam menurunkan kadar asam urat secara in vivo adalah daun leilem, bunga sepatu, dan daun kelor dengan dosis optimal masing - masing. Kesimpulan dari pengamatan ini menunjukkan bahwa tanaman obat memiliki prospek besar sebagai terapi pendamping atau alternatif dalam pengelolaan hiperurisemia. Namun, validasi lebih lanjut melalui uji klinis masih sangat diperlukan untuk mendukung pengoperasian secara luas dalam praktik klinis.Kata Kunci : Hiperurisemia; Asam Urat; Tanaman Obat; Flavonoid; Xantin Oksidase
STUDI PERBANDINGAN KETAJAMAN PENGLIHATAN DENGAN SNELLEN CHART, LOGMAR CHART DAN APLIKASI SMART OPTOMETRY Cucu Nurpatonah; Aisyah Alfiah Rahma; Azril Pratama; Ai Meri Yulianti; Itmam Milataka
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1640

Abstract

ABSTRAK Ketajaman penglihatan (visual acuity) merupakan parameter utama dalam evaluasi kesehatan mata. Seiring berkembangnya teknologi, aplikasi digital seperti Smart Optometry mulai digunakan sebagai alat skrining alternatif, meskipun validitasnya masih perlu dibandingkan dengan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pengukuran ketajaman penglihatan menggunakan Snellen chart, LogMAR chart, dan aplikasi Smart Optometry pada mahasiswa S1 Farmasi berusia 19–21 tahun. Desain penelitian ini adalah cross-sectional non-intervensional dengan pendekatan komparatif terhadap 105 responden (210 mata). Pemeriksaan dilakukan secara monokular menggunakan Snellen chart pada jarak 5 meter, LogMAR chart pada jarak 4 meter, dan aplikasi Smart Optometry pada jarak 40 cm. Rerata hasil pengukuran ketajaman penglihatan secara keseluruhan menunjukkan bahwa aplikasi Smart Optometry memberikan nilai lebih tinggi (0,88) dibandingkan LogMAR (0,78) dan Snellen chart (0,79). Pada kelompok dengan visus normal (LogMAR = 1,0), rerata hasil aplikasi mencapai 0,98, sedikit lebih tinggi dibanding Snellen (1,0). Namun, pada kelompok dengan visus buruk (LogMAR > 1,0), hasil aplikasi menunjukkan perbedaan yang mencolok (rata-rata 0,73) dibanding Snellen (0,47) dan LogMAR (0,45). Analisis statistik menggunakan uji Friedman dan Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara aplikasi dan metode konvensional (p < 0,0001). Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi Smart Optometry cenderung menghasilkan nilai visus lebih tinggi dibandingkan Snellen chart dan LogMAR, terutama pada kelompok dengan visus kurang. Aplikasi ini berpotensi digunakan sebagai alat skrining awal, namun memerlukan kalibrasi lebih lanjut untuk kelompok visus rendah. Kata Kunci : aplikasi digital, ketajaman penglihatan, LogMAR, smart optometry, Snellen  
Review artikel Efektivitas Arang Aktif Tanaman Sebagai Adsorben Limbah Farmasi: Effectiveness of Plant Activated Charcoal as Pharmaceutical Waste Adsorbent Taufik Hidayat; Gatut Ari Wardani; Salsabila Putri Awalia Rahmat; Dandi Ardiansyah; Widya Puspitasari; Fauzan Khoeruman Nur; Vinka Fitria Rohganala
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1644

Abstract

ABSTRAKPeningkatan konsumsi obat-obatan dan aktivitas industri farmasi telah menyebabkan akumulasi limbah farmasi yang signifikan, yang berpotensi mencemari lingkungan perairan. Adsorpsi menggunakan arang aktif berbasis tumbuhan merupakan salah satu metode yang efektif dan ramah lingkungan dalam mengatasi permasalahan ini. Studi ini merupakan narrative review yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas arang aktif dari berbagai biomassa tumbuhan sebagai adsorben limbah farmasi. Data diperoleh melalui pencarian literatur di basis data Google Scholar dan ScienceDirect, dengan kata kunci yang relevan. Sebanyak 20 artikel terpilih dianalisis berdasarkan bahan baku, metode sintesis, karakteristik arang aktif, serta efisiensi penghilangan berbagai senyawa farmasi. Hasil menunjukkan bahwa arang aktif dari bahan seperti biji labu, kulit kacang tanah, kulit pisang, dan daun teh memiliki luas permukaan yang tinggi serta kapasitas adsorpsi maksimum yang bervariasi, dengan efisiensi penghilangan mencapai lebih dari 90% pada kondisi optimal. Teknik aktivasi kimia menggunakan KOH atau H₃PO₄, serta modifikasi enzimatik seperti imobilisasi laccase, terbukti mampu meningkatkan kinerja adsorpsi. Dengan karakteristik yang ekonomis, berkelanjutan, dan efisien, arang aktif berbasis tumbuhan memiliki potensi besar sebagai teknologi pengolahan limbah farmasi di masa depan.Kata Kunci : Arang Aktif, Adsorben, Limbah Farmasi
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MYOPIA PADA PELAJAR SEKOLAH DASAR DI SDN 1 CIKALANG KOTA TASIKMALAYA 2024 Itmam Milataka; Dewi Laelaatul Badriah; Dwi Nastiti Iswarawanti; Mamlukah; Agus Sugianto
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1646

Abstract

ABSTRAK Kasus rabun jauh (myopia) pada anak usia sekolah terus mengalami peningkatan secara global. Di kawasan Asia Tenggara, prevalensi myopia pada tahun 2022 tercatat sekitar 30% pada anak-anak dan mencapai 80–90% pada orang dewasa. Di Indonesia sendiri, diperkirakan ada sekitar 18,9 juta anak di bawah usia 15 tahun yang mengalami gangguan penglihatan akibat myopia. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik) dan faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berperan dalam kejadian myopia pada siswa SDN 1 Cikalang di Kota Tasikmalaya. Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, melibatkan 180 siswa kelas 4 dan 5, dan dilaksanakan selama bulan Februari 2024. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan Snellen Chart untuk pemeriksaan ketajaman penglihatan. Analisis data mencakup analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status myopia pada orang tua (p<0,001) dan kebiasaan membaca dengan pencahayaan redup (p<0,001) terhadap kejadian myopia pada anak. Sementara itu, variabel seperti usia (p=0,221), jenis kelamin (p=0,454), pengetahuan tentang myopia (p=0,731), pekerjaan orang tua (p=0,521), dan kebiasaan menonton televisi (p=0,240) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi terjadinya myopia adalah riwayat myopia pada orang tua, dengan nilai p<0,001 dan odds ratio sebesar 58,633 (CI 95%: 6,241 – 373,259). Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan edukasi mengenai kelainan refraksi myopia serta pelaksanaan skrining penglihatan secara berkala sebagai upaya deteksi dini terhadap risiko myopia pada anak-anak. Kata Kunci : genetic, deteksi myopia, refraksi