cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 617 Documents
Potensi Ekstrak Tanaman Sebagai Antibakteri Streptococcus Pneumoniae Penyebab Pneumonia Secara In Vitro: Systematic Literature Review: Potential Of Plant Extracts As Anti-Streptococcus Pneumoniae, The Cause Of Pneumonia, In Vitro: Systematic Literature Review Sheilla Fitriani Zahwa; Taufik Hidayat; Dede Siti Rahmanika; Seulistia Putri; Sri Agung Nurazizah; Ilmania Dzakira; Dewi Peti Virgianti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1922

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi paru yang banyak disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae dan semakin sulit ditangani akibat meningkatnya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan menelaah potensi ekstrak tanaman sebagai antibakteri terhadap Streptococcus pneumoniae secara in vitro melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Pencarian literatur pada basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda dalam lima tahun terakhir menghasilkan 11 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat berkisar antara ±4–44 mm, dari kategori lemah hingga sangat kuat. Ekstrak rimpang Zingiber zerumbet menunjukkan aktivitas antibakteri paling kuat dengan diameter zona hambat tertinggi, diikuti oleh ekstrak rimpang Alpinia conchigera. Aktivitas antibakteri meningkat seiring kenaikan konsentrasi ekstrak dan berkaitan dengan kandungan senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid, dan minyak atsiri. Kesimpulannya, ekstrak tanaman, khususnya rimpang Zingiber zerumbet dan Alpinia conchigera, berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami dan terapi komplementer pada pneumonia akibat Streptococcus pneumoniae, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan secara in vivo dan uji klinis. Kata Kunci : Antibakteri, ekstrak, in vitro, Streptococcus pneumoni, tanaman
Identifikasi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Petugas Manual Handling Di Lingkungan Warehouse PT MK Ragunan Jakarta Selatan Tahun 2021 Robo Marliana Rahayu; Rizky Caranggono; Yuli Riviyanti; Ariani Kairunnisa; Ikhsan Nurahman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1923

Abstract

Aktivitas manual material handling (MMH) yang dilakukan secara tidak ergonomis berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan menimbulkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja. Paparan beban statis yang diterima otot secara berulang dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan pada sendi, ligamen, dan tendon. Kondisi kerja manual di area warehouse dengan keterbatasan fasilitas bantu menjadi faktor penting yang perlu dikaji terkait risiko ergonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko ergonomi yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada petugas warehouse PT MK di Ragunan, Jakarta Selatan tahun 2021. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 50 responden. Penilaian risiko ergonomi dilakukan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) diukur dengan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) berhubungan secara signifikan dengan usia, masa kerja, postur kerja, berat beban, durasi dan frekuensi kerja, waktu kerja, tingkat pencahayaan, serta kondisi workstation. Postur kerja yang tidak ergonomis dan aktivitas angkat-angkut dengan beban berat merupakan faktor dominan terhadap peningkatan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). Dapat disimpulkan bahwa aktivitas manual handling dengan risiko ergonomi tinggi berperan penting terhadap terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja warehouse. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian ergonomi melalui perbaikan postur kerja, penyesuaian beban dan waktu kerja, peningkatan kondisi lingkungan kerja, serta penerapan program K3 secara berkelanjutan.
ANALISIS MIKROBIOLOGI MINUMAN TEH KEMASAN BERDASARKAN NILAI APM KOLIFORM Anna Yuliana; Saeful Amin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Nilai APM koliform dan koliform fekal serta Kualitas mikrobiologi dari minuman teh kemasan. Data penelitian hasil perhitungan nilai APM koliform dan koliform fekal, ditunjukkan pada nilai standar APM koliform maksimum BPOM RI Nomor HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009. Hasil penelitian menunjukkan Nilai APM koliform dan koliform fekal pada sampel minuman teh kemasan memiliki nilai APM koliform melebihi standar yang disyaratkan yaitu kurang dari 2 sel/100 mL untuk APM koliform negatif/100 mL untuk APM koliform fekal. Ditemukan hasil positif Escherichia coli pada sampel KBK 1 dan KBK 2. Ditinjau dari nilai APM koliform dan nilai koliform fekal dapat disimpulkan bahwa kualitas mikrobiologi minuman teh kemasan pada semua sampel yang diuji pada penelitian ini tidak memenuhi syarat kualitas mikrobiologi air minum.
STUDI ANALISIS TERHADAP PENGGUNAAN TERAPI SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHIQUE (SEFT) YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI TERAPI PADA KLIEN YANG MENGALAMI POST TRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD) Henny Lilyanti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.144

Abstract

The experience of being victims or perpetrators or witnesses of traumatic experience can cause physical and emotional disorder (psychological) when this disorder lasted more than 4 weeks post trauma and diagnosed as Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Traumatic experience makes the life of the victim experiencing a decrease in quality of life due to having a lot of physical disorders such as shortness of breath, dizziness, loss of appetite, impaired cognitive form of daze, unable to forget, impaired concentration, emotions in the form of hallucinations, nightmares, irritability, impaired social and behavioral disorders (Varcarolis, 2006). A person categorized as sufferers of PTSD or traumatic incident suffered casualties when already experiencing disruption of emotions. This scientific masterpiece using descriptive method in the form of a literature study traced via Google Scholar, proquest and there are 13 articles accordingly.Therapy can be used as alternative SEFT psychotherapy to address emotions in people with PTSD or misbehaving emotion because of the traumatic experience. This therapy is a new method from EFT that have proved effective in the case of Viet Nam war veteran PTSD but this therapy is more effective because it included elements of spirituality. The principle of this therapy is to balance the body's energy in the 18-point energy meridians so that when the energy of the body back in balance then the negative emotions will disappear (Zainuddin, 2007). Therapy effective for addressing PTSD SEFT or emotional disorders who experience a traumatic experience because of this therapy because it is easy and relatively fast with high effectiveness
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN KONSENTRASI STARTER PADA KARAKTERISASI KIMIA VIRGIN COCONUT OIL YANG BERBAHAN DASAR KELAPA (Cocos nucifera) Korry Novitriani; Rianti Nurpalah; Meti Kusmiati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.146

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) merupakan salah satu hasil olahan dari buah kelapa (Cocos nucifera) dengan proses fermentasi, starter yang digunakan adalah bakteri Lactobacillus casei galur komersial yakult®. Teknik fermentasi tanpa melibatkan panas dianggap memiliki keuntungan pada karakteristik kimia dari VCO salah satunya akan menghasilkan bilangan peroksida yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan konsentrasi starter terhadap karakteristik kimia VCO. Uji karakteristik kimia meliputi penetapan bilangan peroksida, bilangan iodium, bilangan penyabunan dan bilangan asam lemak bebas. Sedangkan untuk melihat pengaruh dari variasi yang dilakukan menggunakan metode uji T. Variasi penambahan konsentrasi starter 1% dibandingkan 2% menghasilkan berbeda signifikan pada bilangan asam bebas, bilangan iodium dan bilangan peroksida. Konsentrasi 1% dibandingkan 3% menghasilkan berbeda signifikan hanya pada bilangan asam bebas. Konsentrasi 2% dibandingkan 3% menghasilkan berbeda signifikan hanya pada bilangan iodium. Berdasarkan data hasil maka dapat ditarik kesimpulan bahwa konsentrasi starter perpengaruh pada beberapa karakteristik kimia pada VCO.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BEBERAPA EKSTRAK DAUN PACING (COSTUS SPECIOSA) DENGAN METODE DPPH Ira Rahmiyani; Diana Sri Zustika
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.147

Abstract

Pacing merupakan tumbuhan keluarga Zingiberaceae yang diduga memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa yang diduga berpotensi sebagai antioksidan pada ekstrak daun pacing adalah senyawa golongan flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui aktivitas antioksidan ekstrak daun pacing (Costus specious (Koenig) J.E Smith) terhadap radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi daun pacing dilakukan menggunakan metode maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Ekstrak yang didapat diuji aktivitas antioksidannya terhadap radikal bebas DPPH menggunakan spektrofotometer yang diukur serapannya pada λmax 516 nm dengan vitamin C sebagai pembanding. Parameter adanya aktivitas antioksidan pada ekstrak daun pacing ditunjukkan oleh nilai IC50. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana dan metanol daun pacing memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 masing-masing 57,93 dan 84,20 ppm. Ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan lemah dengan nilai IC50 169,82 ppm, sedangkan vitamin C sebagai pembanding memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 3,60 ppm.
EFEKTIFITAS BEBERAPA MERK MINYAK KAYU PUTIH TERHADAP MORTALITAS Pediculus humanus capitis SECARA IN VITRO Dewi Peti Virgianti; Lia Aulia Rahmah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.148

Abstract

Pediculus humanus capitis atau kutu kepala merupakan ektoparasit penyebab pedikulosis pada manusia. Pada saat menghisap darah hospesnya, kutu kepala mengeluarkan sekret yang menimbulkan iritasi jaringan pada kulit kepala sehingga menimbulkan gatal yang hebat. Selama ini kutu kepala dapat dimatikan dengan obat pedikulosida kimiawi seperti lindane dan permethrin 1%, tetapi menimbulkan efek samping khususnya terhadap gangguan kesehatan manusia dan timbulnya resistensi serangga terhadap insektisida. Minyak kayu putih mempunyai kandungan kimia yang bersifat insektisida diantaranya cineol yang dapat digunakan sebagai pedikulosida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas beberapa merk minyak kayu putih terhadap mortalitas kutu kepala.Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi STIKes BTH Tasikmalaya dan Pondok Pesantren “Z”di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu dengan meletakkan 10 ekor kutu kepala dewasa pada kertas saring yang telah dijenuhkan dengan minyak kayu putih di dalam cawan petri. Mortalitas kutu kepala diamati berdasarkan waktu. Pengujian dilakukan secara duplo menggunakan 4 merk kayu putih. Dilakukankan pula pengujian kontrol menggunakan akuades serta kontrol menggunakan obat sintetis kimia dengan senyawa aktif permethrin sebagai pembanding.Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kayu putih dengan merk “A”, “B”, “C” dan “D” memberikan tingkat mortalitas yang tinggi yaitu menyebabkan 100% kematian kutu kepala yang diuji dengan waktu kurang dari 5 menit. Minyak kayu putih merk “A” memberikan tingkat mortalitas tercepat dengan rata-rata waktu yang dibutuhkan 3 menit 23 detik. Pada kontrol tidak terjadi mortalitas selama proses pengujian dan bahkan tetap hidup ± 29 jam 50 menit setelah pengujian, sedangkan pada kontrol obat sintetis kimia mortalitas 100% terjadi setelah 2 jam waktu pengujian.Dari hasil penelitian diketahui bahwa minyak kayu putih dengan merk “A”, “B”, “C” dan “D” memberikan tingkat mortalitas tinggi terhadap kutu kepala dewasa dan lebih efektif dari segi waktu dibandingkan dengan kontrol akuades dan pedikulosida sintetis kimia dengan senyawa aktif permethrin sehingga bisa digunakan sebagai salah satu alternatif pedikulosida nabati.Kata kunci : Pediculus humanus capitis, minyak kayu putih, pedikulosida.
PENGEMBANGAN METODE ANALISIS KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH MENGGUNAKAN METODE ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY Lilis Tuslinah; Irwan Hikmawan; Ade Yeni Aprilia
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.149

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai Pengembangan Metode Anlisis Kadar Timbal (Pb)Dalam DarahMenggunakan Metode Atomic Absorption Spectrophotometry(AAS). Penelitian dilakukan dengan pendekatan validasi metode, data primer yang diperoleh digunakan untuk menilai metode yang dilakukan pada berbagai konsentrai spiked 1 ppm sampai dengan 6 ppm.Hasil penelitian memiliki persamaan regresi y = 0,010x + 0,006 dengan koefisien korelasi (r) 0,997; batas deteksi(BD) 0,44 ppm; dan batas kuantisasi (BK) 1,07 ppm. Hasil uji akurasi pada konsentrasi2 ppm (80%);2,5 ppm (100%); dan 3 ppm(120 %)berturut-turut74,4872%; 86,6129%; dan 89,3519%. Hasil uji presisi pada konsentrasi yang samaberturut-turut 4,2054%; 8,6907%; dan 4,2890%. Proses ekstraksi Pb dalam sampel darah dilakukan dengan cara destruksi kering melalui tahapan pengeringan dan pengabuan selama 8 jam. Abu hasil destruksi dilarutkan dalam asam klorida 6 M, lalu dilakukan penguapan asam klorida hingga kering, garam-garam mineral yang terbentuk dilarutkan dalam asam nitrat 0,1 M. Larutan hasil destruksi digunakan untuk analilisis kuantitatif kadar Pb dalam darah. Hasil pengujian menunjukkan kadar Pb sampel A = 0,4733 ppm;B = 0,0946 ppm; dan C= 0,1893 ppm. Sampel darah A memiliki kadar Pb yang berada di atas batas normal menurut World Health Organization (WHO), dimana paparan timbal yang diperkenankan untuk pekerja laki-laki 0,4 ppm dan kadar Pb pada sampel darah B dan C masing-masingberada di bawah normal.
UJI ANTIFERTILITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SRIKAYA (Annona squamosa L.) TERHADAP MENCIT PUTIH BETINA BUNTING GALUR SWISS WEBSTER Nur Laili D H; Tita Nofianti; Fitria Intan Sari
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.150

Abstract

Salah satu kerja obat antifertilitas adalah mencegah implantasi sehingga kehamilan tidak terjadi. Pengunaan obat tradisional berbasis bahan alam sebagai antifertilitas marak diteliti, salah satunya daun Srikaya. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun srikaya (Annona squamosa L.) sebagai antifertilitas pada mencit putih betina bunting galur Swiss Webster. Mencit putih betina galur Swiss Webster bunting sebanyak 12 ekor dikelompokkan menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 1 kelompok kontrol negatif (suspensi PGA 1%) dan 3 kelompok dosis uji (Ekstrak etanol daun Srikaya dalam PGA 1%) yaitu dosis 1 (0,001435 gram /20 g BB mencit), dosis 2 (0,00287 gram/20 g BB mencit), dosis 3 (2,87 gram/20 g BB mencit). Pemberian perlakuan secara peroral dan hanya selama 7 hari kehamilan. Pemberian makanan dan minuman secara ad-libitum. Pada hari ke 10 kehamilan dilakukan laparatomi. Parameter yang diamati yaitu jumlah embrio yang terimplantasi kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol daun srikaya belum dapat memberikan efek antifertilitas melalui pencegahan implantasi secara signifikan.
ANALISIS DAN UJI KESTABILAN ZAT WARNA KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETERUV-VISIBLE DAN INFRAMERAH Saeful Amin; Anna Yuliana
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 15 No 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v15i1.151

Abstract

Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dari famili caesalpiniaceae merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki potensi sebagai zat warna alami.Zat warna dihasilkan dari ekstrak hasil ekstraksi menggunakan pelarut air.Tahapan pengujian stabilitas dilakukan optimasi pH dan optimasi suhu pemanasan. Optimasi pH dilakukan dengan penambahan buffer sitrat pada pH 4,0; pH 4,5; pH 5,0; pH 5,5; pH 6,0 dan uji stabilitas terhadap suhu pemanasan dilakukan pada suhu 25oC, 30oC, 40oC, 50oC, 60oC, 70oC, 80oC, 90oC, 100oC selama 21 menit yang dilihat berdasarkan nilai absorbansi tertinggi pada panjang gelombang yang sama. Hasil dari penelitian diketahui bahwa kondisi optimum untuk ekstraksi zat warna dari kayu secang pada pH 6 dan suhu 90oC. Spektrum inframerah ekstrak kayu secang suhu 25oC dan suhu 90oC tidak menampakkan spektrum yang berbeda akan tetapi pada suhu 100oC terjadi perubahan pola spektrum.