cover
Contact Name
Mida Hamidah
Contact Email
jkbth2mida@gmail.com
Phone
+62265-334740
Journal Mail Official
lppm_jkbth@universitas-bth.ac.id
Editorial Address
Universitas Bakti Tunas Husada Jl. Mashudi No. 20 Kota Tasikmalaya
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : 10.36465
Core Subject : Health, Science,
Journal scope includes: Pharmacy Health Analyst Nursing Medicine (general or dental) Nutrition and other fields relevant to health science
Articles 617 Documents
Penggunaan Insulin dan Tren Berdasarkan Jenis Kelamin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di RS Islam Faisal: Insulin Use and Gender Based Trends in Type 2 Diabetes Mellitus Outpatients at Faisal Islamic Hospital Teti Sutriyati Tuloli; Mohamad Aprianto Paneo; Mohamad Tahir Palowa; Widi Susanti Abdulkadir; Andi Makkulawu
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar selama periode Februari hingga April 2025. Metode yang digunakan adalah desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan metode retrospektif, dengan data yang diperoleh dari laporan penggunaan insulin di DEPO rawat inap dan rawat jalan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan insulin Sansulin Rapid pada bulan Februari tercatat 43,75% pada laki-laki dan 56,25% pada perempuan, dengan peningkatan pada bulan Maret dan April (80% pada perempuan dan 20% pada laki-laki). Penggunaan Sansulin Log-G pada Februari adalah 35,29% untuk laki-laki dan 64,71% untuk perempuan, dengan persentase yang lebih seimbang pada bulan Maret dan April (42,85% laki-laki dan 57,15% perempuan). Uji one-sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar bulan (p < 0,001), mengindikasikan adanya variasi penggunaan insulin yang signifikan. Kesimpulannya, penggunaan insulin di RS Islam Faisal Makassar didominasi oleh pasien perempuan, dengan jenis insulin yang lebih sering digunakan adalah Sansulin Log-G. Penggunaan insulin tertinggi terjadi pada bulan Februari, menurun pada Maret, dan sedikit meningkat pada April, menunjukkan pola yang rasional dan adaptif dalam terapi insulin, meskipun diperlukan evaluasi lanjutan terhadap efektivitas terapi untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal.
Family Involvement In Enhancing Self-Care Management Among Type 2 Diabetes Patients In A Rural Community: A Qualitative Case Study in a Rural Indonesian Setting Anih Kurnia; Risna Silpiawati; Betty Suprapti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1817

Abstract

ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is an increasing public health concern in Indonesia, particularly in rural areas with limited access to healthcare services. Successful diabetes management relies on consistent self-care behaviors, including adhering to medication, regulating diet, engaging in physical activity, and monitoring glucose levels. Family involvement plays a crucial role in supporting these behaviors; however, evidence from rural Indonesian contexts remains limited. This study aimed to describe how family involvement contributes to improving self-care management among patients with T2DM in a rural community. A qualitative case study was conducted with five families in Cigunung Village through semi-structured interviews, direct observations, and document reviews. Thematic analysis identified five major themes: family perceptions and responsibilities, emotional–instrumental–spiritual support, family strategies in assisting self-care, challenges encountered, and behavioral changes in patients. Family involvement enhanced medication adherence, dietary management, motivation, and emotional well-being despite socioeconomic barriers. These findings highlight the pivotal role of family support in effective diabetes management. Community nurses are encouraged to adopt family-centered and culturally sensitive approaches in health education and home-based empowerment programs to strengthen sustainable self-care practices.
Capaian Nilai Indikator Mutu Evaluasi Penggunaan Obat Beberapa Puskesmas Kota/Kabupaten Bandung Ni Nyoman Sri Mas Hartini; Alia Resta Amsari; Rizki Siti Nurfitria
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1828

Abstract

Capaian mutu pelayanan kefarmasian mencerminkan tingkat keunggulan serta menjadi jaminan penggunaan obat yang rasional dan keselamatan pasien. Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yang dekat dengan masyarakat adalah Instalasi Farmasi Puskesmas. Oleh karena itu, kualitas pelayanan kefarmasian di Puskesmas penting diukur untuk memastikan terpenuhinya standar pelayanan. Salah satu ukuran kualitas pelayanan kefarmasian adalah indikator mutu evaluasi penggunaan obat. Untuk saat ini, kajian tentang penilaian capaian indikator mutu evaluasi penggunaan obat Puskesmas, khususnya wilayah Bandung, masih terbatas. Secara kuantitatif, mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas dapat dinilai menggunakan metode Delphi termodifikasi. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji capaian mutu evaluasi penggunaan obat pada 4 Puskesmas yang berada di wilayah Kota maupun Kabupaten Bandung menggunakan metode Dephi termodifikasi. Capaian mutu yang dinilai terdiri dari 7 standar indikator mutu evaluasi penggunaan obat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dirancang mengikuti desain cross-sectional. Data yang dianalisis adalah data retrospektif berupa seluruh data resep yang dilayani masing-masing Puskesmas selama periode Oktober – Desember 2024. Data disajikan dalam bentuk deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak satupun Puskesmas yang menjadi objek penelitian ini memenuhi standar semua indikator mutu Delphi termodifikasi. Puskesmas nomor 2 memenuhi maksimal 5 standar indikator mutu penggunaan obat (71,43%). Puskesmas nomor 4 memenuhi 4 standar indikator mutu (57,14%) dan 2 Puskesmas lainnya hanya memenuhi 3 standar indikator mutu (42,86%). Indikator mutu yang dicapai yaitu peresepan Obat Generik, peresepan antibiotik pada kasus diare non-spesifik, peresepan antibiotik pada ispa non- pneumonia, jumlah obat per resep, dan peresepan Oralit serta Zink pada kasus diare non-spesifik.
Hubungan Faktor Karateristik Individu Dengan Kehilangan Gigi Pada Lanjut Usia (Lansia) Yayah Sopianah; Culia Rahayu; Rieza Zulfahmi Taftazani
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1842

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering dialami oleh kelompok lanjut usia adalah kehilangan gigi, yang dapat berdampak pada gangguan fungsi pengunyahan, penampilan estetik, dan kemampuan bicara. Kehilangan gigi pada kelompok lanjut usia merupakan kondisi yang umumnya berkaitan dengan proses karies gigi dan penyakit periodontal, serta dipengaruhi oleh berbagai determinan, termasuk karakteristik personal seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan sebagai studi survei dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Partisipan penelitian terdiri atas 2.000 lansia yang direkrut dari lima kelurahan di Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, dan memenuhi kriteria inklusi, yakni berusia ≥60 tahun, berdomisili di wilayah penelitian, memiliki kemampuan komunikasi yang memadai, serta menyatakan kesediaannya untuk terlibat sebagai responden. Variabel terikat adalah kehilangan gigi, sedangkan variabel bebas adalah usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik biner. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa umur dan tingkat pendidikan berhubungan dengan kehilangan gigi. Analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa lansia dengan usia lebih tua memiliki risiko lebih besar mengalami kehilangan gigi, sedangkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi berperan sebagai faktor protektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik individu, terutama umur dan pendidikan, merupakan faktor penting yang memengaruhi kehilangan gigi pada lansia, dengan umur sebagai determinan utama dalam kejadian tersebut.
Aktivitas Antidiare Ekstrak Etanol Kulit Pisang Tongka Langit (Musa Troglodytarum L) Menggunakan Model Protektif Anisa Pebiansyah; Intan Puji Sri Rahayu; Dichy Nuryadin Zain
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1897

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya pada anak usia di bawah lima tahun, dan tergolong penyakit endemik yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa. Oleh karena itu, eksplorasi bahan alam sebagai agen antidiare terus dikembangkan. Kulit pisang Tongka Langit (Musa troglodytarum L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif, antara lain flavonoid dan steroid, yang berpotensi memiliki aktivitas antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiare ekstrak etanol kulit Musa troglodytarum menggunakan metode proteksi pada tikus putih jantan galur Wistar. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal yang diberi air suling, kontrol negatif yang diberi suspensi Na-CMC 0,5%, kontrol positif yang diberi loperamide HCl, serta tiga kelompok perlakuan yang masing-masing diberi ekstrak dengan dosis 100 mg/200 gBB, 150mg/200gBB, dan 200mg/200gBB. Diare diinduksi menggunakan oleum ricini, dan aktivitas antidiare dievaluasi berdasarkan frekuensi diare, lama diare, serta konsistensi feses. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dengan tingkat signifikansi P<0,05, dilanjutkan dengan uji lanjut Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis tertinggi (200 mg/200 g berat badan) memberikan aktivitas antidiare yang sebanding dengan loperamide. Nilai signifikansi metode proteksi sebesar 1,000 (P>0,05) menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara dosis tertinggi ekstrak dan kontrol positif. Dengan demikian, ekstrak etanol kulit Musa troglodytarum berpotensi dikembangkan sebagai agen antidiare berbasis bahan alam.
Formulasi Dan Evaluasi Mutu Fisik Body Scrub Beras Merah Dan Madu Kelulut Kalimantan Tengah Susi Novaryatiin; Adeokta Wulandari; Rika Arfiana Safitri; Syahrida Dian Ardhany
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1898

Abstract

ABSTRAK Paparan radikal bebas dan penumpukan sel kulit mati secara terus-menerus dapat menyebabkan kondisi kulit kusam, kering, dan penuaan dini, sehingga diperlukan perawatan eksfoliasi fisik secara berkala menggunakan sediaan body scrub. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan body scrub inovatif dengan memanfaatkan potensi bahan alami lokal berupa beras merah dan madu kelulut khas Kalimantan Tengah, serta mengevaluasi mutu fisik sediaannya sebagai produk perawatan kulit. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengolahan biji beras merah menjadi butiran eksfoliator. Pengujian mutu fisik dilakukan melalui replikasi sebanyak tiga kali yang mencakup parameter organoleptik, homogenitas, nilai pH, daya lekat, daya sebar, dan identifikasi tipe emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan memiliki karakteristik visual warna putih pucat, konsistensi semi-solid, dan aroma khas beras merah dengan tekstur butiran scrub yang kasar. Sediaan terbukti homogen dengan nilai pH rata-rata sebesar 7,06 ± 0,02, yang memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) 16-4399-1996 untuk sediaan kosmetik kulit. Selain itu, sediaan memiliki daya lekat rata-rata 7,6 ± 0,7 detik dan daya sebar 6,48 ± 0,15 cm, dimana keduanya masuk dalam kriteria ideal sediaan topikal yang memberikan kenyamanan penggunaan. Pengujian menggunakan metilen biru mengonfirmasi tipe emulsi M/A, yang memberikan keuntungan berupa sensasi dingin dan kemudahan saat dibersihkan dengan air. Kesimpulan utama penelitian ini adalah beras merah dan madu kelulut berhasil diformulasikan menjadi body scrub yang memenuhi seluruh parameter standar mutu fisik sediaan farmasi. Implikasi penelitian ini mendukung pengembangan kosmetik berbasis kekayaan hayati daerah sebagai agen eksfoliator dan antioksidan alami yang potensial bagi masyarakat. Kata Kunci : beras merah, body scrub, madu kelulut, mutu fisik, Kalimantan Tengah ABSTRACT Prolonged exposure to free radicals and the accumulation of dead skin cells contribute to dullness, dryness, and premature aging, necessitating regular physical exfoliation with effective body scrub formulations. This study aimed to develop an innovative body scrub utilizing local biodiversity from Central Kalimantan—specifically red rice (Oryza nivara) and stingless bee honey (kelulut honey)—and to evaluate the physical quality of the resulting preparation. The research methods involved processing red rice grains into exfoliating granules, which were then incorporated into the formulation. Physical quality evaluations were conducted in triplicate, including organoleptic properties, homogeneity, pH value, adhesion, spreadability, and emulsion type. The results revealed that the formulated body scrub exhibited a pale white color, semi-solid consistency, a characteristic red rice aroma, and a coarse texture suitable for exfoliation. The preparation was homogeneous with an average pH value of 7.06 ± 0.02, meeting the Indonesian National Standard (SNI) 16-4399-1996 for skin cosmetic preparations. Furthermore, the preparation demonstrated an average adhesion time of 7.6 ± 0.7 seconds and a spreadability of 6.48 ± 0.15 cm, both of which fall within the ideal range for topical applications to ensure user comfort. Methylene blue testing confirmed an oil-in-water (O/W) emulsion type, which is characterized by a cooling sensation and ease of rinsing. In conclusion, red rice and kelulut honey were successfully formulated into a body scrub that meets all standard physical quality requirements for topical cosmetic preparations. The implications of this research support the potential of regional natural resources as sustainable sources of exfoliating agents and antioxidants in cosmetic development. Keywords: body scrub, Central Kalimantan, physical quality, red rice, stingless bee honey
Review Artikel: Perkembangan Evaluasi Stabilitas Sediaan Sirup Berbagai Formula Dengan Bahan Aktif Yang Berbeda Rieztya Aliza; Intan Meilani; Vina Amaliasari; Sarah Agnia; Dhine Naurya Ainni; M.Ramadhan Saputro; Reza Pratama
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1899

Abstract

Stabilitas sediaan sirup adalah faktor penentu mutu karena mempengaruhi keamanan, efektivitas, dan penerimaan pasien. Sirup merupakan larutan oral bergula yang mengandung zat aktif, pelarut, pemanis, penstabil, pengawet, dan pengental, sehingga rentan mengalami perubahan fisikokimia selama penyimpanan. Untuk menjaganya, berbagai pendekatan formulasi dan metode evaluasi terus dikembangkan. Pendekatan berbasis Quality by Design kian diadopsi karena mampu memetakan Critical Quality Attributes, memperluas parameter uji, dan menstandarkan kondisi pengujian agar hasil dapat dibandingkan lintas studi. Kajian ini disusun menggunakan metode narrative review dengan analisis deskriptif terhadap literatur yang relevan. Artikel ilmiah periode 2014–2024 dikumpulkan dari jurnal nasional terakreditasi dan platform seperti Connected Papers, Elsevier, PubMed, serta Google Scholar. Kata kunci yang digunakan dalam penelusuran literatur meliputi: “stabilitas sediaan sirup”, “stabilitas fisik sirup”, “pengaruh pH terhadap stabilitas sirup”, “formulasi sirup parasetamol”, “sirup dengan bahan aktif alami”, dan “evaluasi mutu sediaan sirup”. Hasil menunjukkan pergeseran dari uji dasar seperti organoleptik, pH, dan homogenitas menuju panel yang lebih spesifik, yaitu viskositas, bobot jenis, kejernihan, waktu tuang, volume yang terpindahkan, serta uji hedonik untuk menangkap penerimaan pengguna. Panel ini membuat pemantauan produk lebih rinci, konsisten, dan relevan dengan praktik industri. Pengembangan terbaru menonjolkan penggunaan kosolven non sukrosa seperti sorbitol, propilen glikol, dan gliserol; sejumlah studi juga mengintegrasikan uji aktivitas biologis pada sirup herbal dan menyesuaikan kondisi penyimpanan uji agar lebih representatif. Kesimpulannya, uji stabilitas sirup terus berevolusi dan kian spesifik, sehingga evaluasi kini lebih menyeluruh untuk menjamin mutu, keamanan, dan kenyamanan penggunaan.
Tinjauan Literatur: Peran Penyalutan Dalam Meningkatkan Stabilitas Dan Kualitas Obat Pada Sediaan Tablet Fathurahman Ari Senjaya; Novela Janah Nurfitri; Ferdyan Surya Amir; Siti Nuraini; Santika Purnamasari; M. Ramadhan Saputro; Reza Pratama
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1900

Abstract

Proses penyalutan tablet merupakan tahap penting dalam pengembangan sediaan padat karena berperan langsung terhadap stabilitas, mutu fisik, dan efektivitas obat. Penyalutan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung zat aktif dari pengaruh lingkungan seperti kelembaban, panas, dan cahaya, tetapi juga berperan dalam pengendalian pelepasan obat dan peningkatan kenyamanan penggunaan. Artikel ini merupakan tinjauan sistematis terhadap 17 publikasi ilmiah periode 2015-2025 yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Sci-Hub. Kata kunci pencarian meliputi “tablet salut film”, “stabilitas fisik tablet”, “penyalutan enterik”, “film coating optimization”, dan “Quality by Design tablet coating”. Hasil telah menunjukkan bahwa parameter utama penilaian mutu tablet meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur, dan profil disolusi. Secara umum, penyalutan terbukti meningkatkan kekerasan tablet, menurunkan kerapuhan, menjaga keseragaman ukuran dan bobot, serta mempertahankan stabilitas kimia zat aktif. Polimer pelapis seperti OPADRY, Kollicoat, Eudragit, dan HPMCP terbukti efektif dalam meningkatkan ketahanan terhadap kondisi asam dan memperpanjang masa simpan obat. Pendekatan berbasis Quality by Design juga semakin diadopsi untuk memetakan atribut mutu kritis dan parameter proses penting guna menghasilkan sediaan yang konsisten dan terstandar. Kesimpulannya, penyalutan tablet merupakan strategi formulasi yang krusial untuk menjamin stabilitas, keamanan, dan performa terapeutik obat melalui peningkatan kualitas fisik dan pengendalian pelepasan zat aktif.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Mikroemulsi Ekstrak Etanol Kulit Batang Rasamala (Altingia excelsa Noronha) Sebagai Antioksidan Nopi Rantika; Tiara Maryam Azahra; Aji Najihudin; Siti Hindun; Mida Hamidah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1905

Abstract

Radikal bebas merupakan salah satu faktor utama penyebab stres oksidatif yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif. Rasamala (Altingia excelsa Noronha) diketahui mengandung senyawa bioaktif, terutama flavonoid dan fenolik, yang memiliki potensi antioksidan kuat. Namun, keterbatasan kelarutan dan bioavailabilitas ekstrak alami sering menjadi hambatan dalam pengembangan sediaan farmasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan mikroemulsi ekstrak etanol kulit batang rasamala, mengevaluasi stabilitas fisiknya, serta menguji aktivitas antioksidan sediaan yang dihasilkan. Metode penelitian meliputi ekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol 96%, penapisan fitokimia, formulasi mikroemulsi dengan variasi surfaktan Tween 80, serta evaluasi karakteristik fisik berupa organoleptik, pH, viskositas, stabilitas, sentrifugasi, transmitan, ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan uji iritasi. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroemulsi yang diformulasikan stabil secara fisik, memiliki ukuran partikel nano (13 nm) dengan indeks polidispersitas rendah (0,134–0,199), transmitan tinggi (>96%), tidak menimbulkan iritasi kulit, serta memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 2,9–4,7 ppm. Dengan demikian, formulasi mikroemulsi ekstrak kulit batang rasamala berpotensi dikembangkan sebagai kandidat sediaan farmasi atau kosmetik dengan aktivitas antioksidan tinggi.
Pola Makan dan Konsumsi Makanan Berisiko Pada Mahasiswa dengan Riwayat Gastritis di Universitas Pendidikan Indonesia: Dietary Patterns And Risky Food Consumption Among University Students With a History of Gastritis at Universitas Pendidikan Indonesia Farras Jihan Nabilah; Habibah Abidin; Andar Almira Akilah Diba; Athallah Rafi Rajendra
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1920

Abstract

Gastritis adalah salah satu gangguan saluran pencernaan yang umum terjadi pada mahasiswa, terutama akibat pola makan yang tidak teratur serta kebiasaan mengonsumsi makanan berisiko seperti makanan pedas, asam, dan minuman berkafein. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pola makan dan konsumsi makanan berisiko pada mahasiswa dengan riwayat di Universitas Pendidikan Indonesia Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik probability sampling, melibatkan 100 responden berusia 18-25 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup identitas responden, frekuensi dan porsi makan, keteraturan waktu makan, porsi karbohidrat, konsumsi makanan pedas, asam, minuman berkafein, alkohol, dan kebiasaan merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% responden memiliki riwayat gastritis, mayoritas berjenis kelamin perempuan (83%), dan sebagian besar memiliki pola makan tidak teratur. Responden dengan riwayat gastritis lebih sering mengkonsumsi makanan pedas 3-4 kali per minggu, makanan asam 1-2 kali per minggu, dan minuman berkafein 1-4 kali per minggu dibandingkan kelompok tampa riwayat gastritis, Porsi makan karbohidrat pada kedua kelompok umumnya sedang, tetapi frekuensi makan dua kali per hari lebih banyak ditemukan pada kelompok gastritis. Kebiasaan merokok dilaporkan rendah pada kedua kelompok,, tetapi tetap menjadi faktor risiko potensial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola makan tidak teratur, tingginya konsumsi makanan berisiko, dan kebiasaan. merokok berkontribusi terhadap peningkatan risiko gastritis pada mahasiswa. Implikasi temuan ini menekankan perlunya program edukasi gizi di perguruan tinggi untuk mendorong keteraturan makan, membatasi konsumsi makanan pemicu, dan menghindari kebiasaan merokok guna menurunkan prevalensi gastritis.