cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
m.dian.hikmawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dian.hikmawan@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl raya Pandeglang-Rangkas KM 2 Cilendu, Pandeglang-Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Journal of Citizenship
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 28296028     DOI : https://doi.org/10.37950/joc
Core Subject : Social,
Journal of Citizenship (JOC) is an open-access journal and peer-reviewed journal. JOC try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and Political issues in Asia: Democratization, citizenship, Comparative politics, environmental issues, digital society and disruption, community welfare, social development, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, governance, human rights & democracy. (JOC) Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences.
Articles 60 Documents
Implementasi Aplikasi Sijapti Pada Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Dilingkungan Pemprov Banten priyooambudi, ilham
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 2, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i2.570

Abstract

Employee is the main factor among other factors that influence the development of government in a region. Based on this, the author is interested in conducting research with the title The Role of Regional Personnel Agencies in Implementing the High Leadership Position Information System Application (SIJAPTI) in the Open Selection for Primary High Leadership Positions within the Banten Provincial Government. This research design is qualitative research with descriptive methods and an inductive approach. Data collection techniques were carried out using interviews, observation and document review. The selection of informants used purposive and snowball sampling methods. This is influenced by inhibiting factors, such as leadership policies and a lack of technological understanding among potential selection participants. The supporting factors in implementing this program are having a strong legal basis, budget availability, and commitment from the regional government. In addition, the Regional Civil Service Agency has made several efforts to implement the SIJAPTI application in the implementation of the Open Selection of High-Level Pratama Leadership Positions, including completing the simplification of the organizational structure, coordination and consultation with central agencies, and preparing budget allocations.
Transformasi Sosial dan Adaptasi Hukum: Analisis Sosiologis atas Dinamika Hubungan Hukum dan Perubahan Sosial di Indonesia Moh. Maskurudin Hafid
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 2, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i2.580

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan dialektis antara hukum dan perubahan sosial dalam kerangka sosiologi hukum, dengan menekankan bagaimana sistem hukum tidak hanya membentuk tetapi juga dibentuk oleh dinamika sosial yang terus berkembang di Indonesia. Berlandaskan teori klasik Max Weber dan Émile Durkheim serta pemikiran hukum progresif Soerjono Soekanto dan Satjipto Rahardjo, penelitian ini menegaskan bahwa hukum berfungsi sebagai produk nilai sosial sekaligus agen perubahan. Analisis menunjukkan bahwa transformasi hukum dipengaruhi oleh tiga faktor utama: faktor internal berupa nilai budaya dan kesadaran hukum masyarakat; faktor eksternal seperti globalisasi, digitalisasi, dan tekanan ekonomi-politik global; serta peran sinergis lembaga legislatif, peradilan, akademisi, dan masyarakat sipil. Melalui pendekatan komparatif dan analisis kritis, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara law in books dan law in action, yang menuntut hadirnya hukum progresif, adaptif, dan berorientasi pada keadilan substantif. Hasil kajian menegaskan bahwa evolusi hukum Indonesia merupakan proses rasionalisasi, solidaritas sosial, dan rekonstruksi etis yang berkelanjutan, sehingga reformasi hukum yang berkelanjutan perlu mengintegrasikan dimensi rasional, moral, dan kultural agar mampu menjaga keadilan dan kedaulatan hukum di tengah transformasi global.
Pengaruh Citra Merek dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian dengan Kepercayaan Konsumen sebagai Variabel Mediasi Studi pada Konsumen Belikopi di Kota Yogyakarta Putri, Amelia Jelita; Mathori, Muhammad
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 2, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i2.584

Abstract

This study aims to analyze the influence of brand image and product quality on purchasing decisions with consumer trust as a mediating variable among Belikopi consumers in Yogyakarta City. This study uses a quantitative approach with a purposive sampling technique. Data were collected through distributing questionnaires to 113 respondents who met certain criteria. Data analysis used the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS) method with the help of SmartPLS software version 3.2.9. The results show that brand image and product quality have a positive and significant effect on consumer trust and purchasing decisions. Consumer trust has a positive and significant effect on purchasing decisions and mediates the relationship between brand image and purchasing decisions. However, consumer trust does not significantly mediate the relationship between product quality and purchasing decisions. Keywords: Brand Image, Product Quality, Consumer Trust, Purchase Decision.
Dinamika Penalaran Moral pada Pendidikan Militer Indonesia, Sebuah Studi Kualitatif Santoso, Indriyani; Satria, M; Aneiza
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 2, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i2.590

Abstract

The purpose of this study is to examine the dynamics of moral reasoning and deference to authority in people with military training. 21 respondents completed an open-ended questionnaire as part of an exploratory qualitative method. The data were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) and triangulated to guarantee the validity of the results. Three primary themes emerged from the study's findings: (1) the conflict between personal morals and career sustainability, where some respondents chose to uphold moral integrity despite the risk to professional stability, while others were willing to sacrifice personal values for loyalty; (2) obedience as identity and loyalty, where obedience has been internalized as an expression of institutional loyalty and part of collective moral identity; and (3) the decision-making process and moral moral disengagement, where the mechanism of shifting responsibility to superiors emerged, but some also showed moral engagement through consideration of intention and context. These results emphasize how crucial ethics education is for security institutions to strike a balance between moral duty and authoritarian discipline. The study's findings suggest that moral courage-based ethics education should strike a balance between moral responsibility and authoritarian discipline.
Pendewasaan Pendewasaan Usia Perkawinan di Indonesia Perspektif Sadd adz-Dzari'ah dan Maslahah Mursalah Ahmad, rasyid
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 1, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i1.592

Abstract

Tujuan perkawinan adalah untuk membentuk suatu keluarga yang bahagia dan kekal, sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Untuk membentuk suatu keluarga diperlukan berbagai aspek terutama adalah kematangan fisik dan psikis orang yang akan membina rumah tangga tersebut, kematangan fisik seseorang bisa dilihat dari usia sedangkan kematangan psikis tolak ukurnya adalah sikap kedewasaan. Adanya pembatasan terhadap usia perkawinan di Indonesia adalah untuk memberikan kepastian tentang kedewasaan untuk membina rumah tangga sebagai bentuk pencegahan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti perceraian disebabkan ketidakmampuan untuk membentuk suatu keluarga yang bahagia karena belum tercapainya sikap dewasa pasangan, sejalan dengan hal tersebut di dalam kaidah hukum Islam ada yang dinamakan sebagai sadd adz-dzariah suatu kaidah yang bertindak sebagai preventif dari sesuatu yang buruk yang akan terjadi, dalam hal ini adalah pencegahan perkawinan usia anak, sama dengan teori maslaha mursalah yang menekankan pada aspek kemaslahatan tentang pendewasaan usia perkawinan. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sadd adz-dzari’ah dan maslahah mursalah. Adapaun hasil dari penelitian ini adalah melalui pandangan sadd adz-dzariah pendewasaan usia perkawinan adalah merupakan bentuk untuk menutup segala bentuk mafsadat yang kana terjadi apabila perkawinan tersebut dilakukan oleh seorang yang belum mencapai usia 18 tahun atau usia anak. Maslahah mursalah sebagai dasar penentuan pendewasaan usia anak adalah upaya untuk mendatangkan kebaikan bagi pasangan yang akan melakukan perkawinan agar tujuan dari perkawinan dapat tercapai.
Pergeseran Kekuasaan Keluarga Politik di Pilgub Banten 2024: Partai Golkar dan PKS Imron Wasi
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 2, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i2.594

Abstract

This study discusses the shift in political power from one political elite to another at the local level within the scope of kinship politics. In the 2024 Banten Gubernatorial Election, the two candidates met, Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi and Andra Soni-Achmad Dimyati Natakusumah. Airin Rachmi Diany represents the Tubagus Chasan Sochib political family which has dominated political power in Banten, especially since Banten first became a province. This political family has a deep-rooted political entity such as the Golkar Party. As a result, the Golkar Party has never been absent in controlling the executive power of Banten through its cadres who come from the Tubagus Chasan Sochib political family. Meanwhile, Achmad Dimyati Natakusumah has a political territory in Pandeglang Regency, which until now is still in the arena of kinship politics. The research method used is library research such as journals, books, research reports, and relevant research reports (Zed 2004). This study also uses a theoretical approach to answer the research questions, including the theory of power elites (Mills 1956). The result is a shift in political elites from the Tubagus Chasan Sochib political family (incumbent) to other political elites such as Achmad Dimyati Natakusumah, because the Tubagus Chasan Sochib political family (incumbent) failed to use control restrictions by parochializing power or party contracting. This is because the construction of a large coalition was actually built by the candidate pair Andra Soni-Dimyati Natakusumah. In fact, in previous gubernatorial elections, the Tubagus Chasan Sochib political family was always supported by political parties with large coalitions, including the Gerindra Party. Then, Andra Soni-Dimyati Natakusumah (opposition) managed to take advantage of this weakness by opening boundaries by inviting the presence of national elites in the 2024 Banten gubernatorial election, and the development of opinions created by Andra Soni-Dimyati Natakusumah which succeeded in influencing voter preferences, especially regarding 'Banten Anti-Corruption'. Keywords: Power Shift, Power Elite, 2024 Banten Gubernatorial Election, Golkar, PKS.
Dinamika Kolaborasi antara Pelaku UMKM Ekonomi Kreatif, Pemerintah, dan Komunitas di Kota Solo Adam, Adam Sudaryanto; Andi Sylvana
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 2, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i2.606

Abstract

Ekonomi kreatif di Kota Surakarta berkembang sebagai sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peran aktif UMKM berbasis budaya, kuliner, fesyen, dan kerajinan. Perkembangan ini menghadapi berbagai persoalan seperti keterbatasan modal, rendahnya kapasitas manajerial, serta akses pasar yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kolaborasi antara pelaku UMKM ekonomi kreatif, pemerintah, dan komunitas lokal sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah. Analisis didasarkan pada kerangka teori Penta Helix yang menekankan kolaborasi lima unsur utama: pemerintah, industri, akademisi, komunitas, dan media. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam kepada informan kunci dari masing-masing unsur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antarpemangku kepentingan telah berjalan, namun belum mencapai efektivitas yang ideal akibat ketimpangan kapasitas, koordinasi yang lemah, serta perbedaan orientasi program. Kolaborasi tetap membuka peluang besar melalui penguatan jejaring kerja, inovasi kreatif, dan dukungan kebijakan yang lebih responsif. Dinamika ini memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas interaksi antaraktor menjadi syarat utama bagi pengembangan ekonomi kreatif Surakarta yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Menguak Kerentanan Gender dalam Love Scam dan Strategi Perlindungannya Napitupulu, Rumangga
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 2, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i2.620

Abstract

This study is motivated by the increasing cases of love scams in Indonesia, a form of online fraud that exploits gender vulnerabilities through emotional manipulation for financial or emotional gain. This phenomenon is exacerbated by patriarchal culture, low digital literacy, and legal limitations, with significant impacts on victims, particularly women and non-binary individuals. The research method employed is a systematic literature review of 32 national and international journals, analyzing perpetrators’ targeting patterns, victimization risk factors, and gender-based protection strategies. The findings indicate that women are the primary targets due to social pressures, patriarchal norms, and emotional needs, while non-binary individuals are vulnerable due to social isolation. Emotional manipulation, social stigma, and vulnerabilities in online dating platforms are the main factors contributing to victimization, with additional risks such as identity theft and psychological trauma. Proposed protection strategies include digital literacy education, gender-sensitive counseling, and legal reforms. The study concludes that love scams are a multidimensional phenomenon requiring an intersectional approach and cross-sectoral collaboration for early detection and effective prevention to reduce victimization and promote social justice for victims.
Dampak Lingkungan dan Sosial-Ekonomi Program CSR PLTG Borang: Studi Pemanfaatan Limbah Perusahaan menjadi Pupuk Organomineral terhadap Kesejahteraan Petani Lokal David Haryanto; Herawan Fatoni; M. Syafii Pratama; Ray Ariz Jauhar; Rudi Haryanto; Hidayati, Rahmi
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 2, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i2.628

Abstract

Ketersediaan pupuk organomineral yang aman, efektif, dan memenuhi standar kualitas merupakan faktor penting dalam mendukung produktivitas tanaman dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas dua produk pupuk, yaitu Pupuk Laos Green Hydro dan Pupuk GreenCycle Terra, berdasarkan uji laboratorium yang mencakup parameter kimia, unsur hara makro-mikro, logam berat, serta keamanan mikrobiologis. Pengujian dilakukan di Laboratorium terkait dengan hasil menunjukkan bahwa kedua pupuk memiliki kandungan hara makro tinggi, dengan GreenCycle Terra mengandung NPK lebih tinggi. Pupuk Laos Green Hydro terbukti aman dari logam berat dan patogen, dengan kandungan unsur mikro sesuai kebutuhan tanaman. Secara keseluruhan, kedua pupuk memenuhi standar kelayakan untuk diaplikasikan pada pertanian berkelanjutan dan program pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk pemilihan pupuk organomineral dalam kegiatan agronomi dan program lingkungan. Disamping itu, pada aspek lingkungan dan sosial-ekonomi, pupuk tersebut memberikan nilai tambah melalui pengurangan beban limbah industri, penurunan ketergantungan petani pada pupuk kimia, serta peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan lokal.Kata kunci: pupuk organomineral, keamanan biologis, ketahanan pangan lokal
Relationship between Floating Net Cage Farmers and Bosses in Haranggaol Horisan, Simalungun Regency, North Sumatra, Indonesia Uly, Uly Artha Saragih; Erond L.Damanik
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 1, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i1.638

Abstract

Abstract: The study aims to understand the forms of social and economic relationships between floating net cage (FNC) farmers and bosses (tauke), as well as their impact on farmers’ welfare and the management of fair and sustainable FNC enterprises in Haranggaol Horisan Village, Simalungun Regency. The research employs a qualitative method with a descriptive approach through observation, in-depth interviews, and documentation. The informants consist of independent FNC farmers, FNC farmers partnered with bosses, members of fisheries associations, and the local village head. The results show two main types of relationships between farmers and bosses: bonded partnership relations and independent relations. Farmers who are bound to tauke experience a high level of dependency since all production needs are supplied by the tauke under a post-harvest payment system, while the selling price of fish is unilaterally determined by the tauke, weakening the farmers’ bargaining position. Conversely, independent farmers possess greater economic autonomy but face higher market risks. Such unequal relationships create a socio-economic structure that benefits the tauke while disadvantaging small-scale farmers. This study recommends strengthening farmers’ institutions through the establishment of cooperatives, government intervention in price regulation and access to capital, and ensuring transparency in partnership agreements to create more equitable relationships, improve farmers’ welfare, and maintain the economic sustainability of fisheries in the Haranggaol Horisan area. Keywords: relations, socio-economic, floating net cage, bosses