cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
m.dian.hikmawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dian.hikmawan@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl raya Pandeglang-Rangkas KM 2 Cilendu, Pandeglang-Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Journal of Citizenship
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 28296028     DOI : https://doi.org/10.37950/joc
Core Subject : Social,
Journal of Citizenship (JOC) is an open-access journal and peer-reviewed journal. JOC try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and Political issues in Asia: Democratization, citizenship, Comparative politics, environmental issues, digital society and disruption, community welfare, social development, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, governance, human rights & democracy. (JOC) Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences.
Articles 49 Documents
Dinamika Implementasi Corporate Social Responsibility: Analisis Perbandingan Keberhasilan Program Pemberdayaan Petani di Kulon Progo Hidayati, Rahmi
Journal of Citizenship Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/joc.v4i1.547

Abstract

Abstrak Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan isu strategis yang relevan dengan perkembangan praktik tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia. Penelitian ini mengkaji tentang dinamika yang terjadi pada implementasi program pemberdayaan petani melalui CSR PT Pertamina (Persero) di Desa Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo berupa budidaya Pepaya California. Fokus penelitian diarahkan pada dinamika yang terjadi pada implementasi program mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil program. Kerangka analisis menggunakan tiga konsep utama, yaitu modal sosial, CSR, dan pemberdayaan masyarakat. Modal sosial dipandang berpengaruh terhadap penerimaan masyarakat terhadap program, sementara CSR diyakini mampu memperkuat modal sosial yang ada. Efektivitas program pemberdayaan dinilai lebih optimal apabila memanfaatkan institusi lokal yang telah terbentuk dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan unit analisis masyarakat Desa Kedungsari. Informan ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling, sedangkan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program belum optimal, sehingga terdapat dinamika yang menyebabkan pelaksanaan tidak sepenuhnya sesuai dengan desain awal pemberdayaan. Keberhasilan program tidak hanya dipengaruhi oleh modal sosial, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi alam dan dinamika pelaksanaan di lapangan. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan program CSR perlu memperhatikan integrasi modal sosial dengan faktor kontekstual masyarakat. Kata kunci: CSR, modal sosial, pemberdayaan masyarakat
Analisis Modal Sosial Kelompok Perempuan dalam Mendukung Implementasi Corporate Social Responsibility pada Program Palembang CINDO NIAN Hidayati, Rahmi; Sari, Ira Maya; Ulpa, Maya; Handayani, Afrida Rahma
Journal of Citizenship Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/joc.v4i1.553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial kelompok perempuan dalam mendukung pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) pada Program Palembang CINDO NIAN. Program ini merupakan sebuah inisiatif pemberdayaan berbasis komunitas yang ditujukan untuk memberdayakan perempuan melalui dukungan terhadap kewirausahaan lokal di Kota Palembang. Modal sosial yang mencakup jaringan, kepercayaan, dan norma, menjadi fondasi penting dalam keberhasilan program ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menunjukkan hasil bahwa elemen modal sosial seperti jaringan sosial, kepercayaan, dan norma kolektif berkontribusi signifikan dalam memperkuat efektivitas program. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh dukungan perusahaan, tetapi juga oleh kuatnya solidaritas dan partisipasi perempuan dalam komunitas. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya integrasi pendekatan berbasis komunitas dan modal sosial dalam strategi CSR yang berkelanjutan.
Analisis Yuridis Reklamasi Teluk di Filipina dan Proyek Tanggul Laut di Indonesia Ferdinan, Dominggus
Journal of Citizenship Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/joc.v4i1.556

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis hukum komparatif terhadap pembangunan pesisir di Filipina dan Indonesia, dengan fokus pada reklamasi Teluk Manila dan pembangunan tanggul laut di Tangerang. Kajian ini menelaah kerangka regulasi, dampak sosial-lingkungan, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui metode kualitatif, mencakup analisis dokumen hukum, telaah studi kasus, dan penilaian respons publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua negara memiliki ketentuan umum tentang pembangunan pesisir, kelemahan tetap muncul dalam aspek penegakan dan konsistensi prosedural. Proyek Teluk Manila, meski didukung kerangka hukum yang lebih rinci, menimbulkan degradasi ekologi dan penggusuran komunitas nelayan. Sebaliknya, proyek tanggul laut Tangerang belum memiliki kerangka hukum khusus, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dan risiko lingkungan yang tidak terkendali. Kedua kasus mengungkap minimnya partisipasi publik dan langkah keberlanjutan. Penelitian ini menekankan perlunya standar hukum yang kuat dan partisipasi masyarakat demi perlindungan lingkungan, keadilan sosial, dan tata kelola pesisir yang seimbang di Asia Tenggara. Kata kunci: Reklamasi pesisir, Kerangka hukum, Teluk Manila, Tanggul laut, Keberlanjutan, Asia Tenggara
Konstruksi Kesetaraan Gender Dalam Pelaksanaan Tradisi Mangserbu Di Desa Siambo Kecamatan Anggeraja Jusmirad, Muhammad; Yunus, Rabina; Sakaria
Journal of Citizenship Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/joc.v4i1.557

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang konstruksi kesetaraan gender dalam tradisi Mangserbu yang dilakukan di Desa Siambo, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana masyarakat Desa Siambo membentuk dan mengadaptasi nilai-nilai kesetaraan gender dalam pelaksanaan tradisi mereka. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi Mangserbu, peran gender yang biasanya kaku dapat lebih fleksibel, dimana laki-laki ikut serta dalam tugas domestik yang umumnya menjadi tanggung jawab perempuan, seperti memasak dan menyiapkan hidangan. Proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi terjadi seiring berjalannya waktu, yang membentuk konstruksi gender yang lebih inklusif dan egaliter dalam masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi Mangserbu memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan sosial dalam masyarakat Desa Siambo, memperlihatkan bagaimana nilai-nilai kesetaraan gender dapat berkembang melalui praktik sosial yang adaptif tanpa terikat oleh norma gender tradisional. Kata kunci: Konstruksi gender, Tradisi Mangserbu, Kesetaraan gender.
Evaluasi Kebijakan Penanggulangan Bencana: Studi Program “Desa Tangguh Bencana” di Desa Panimbangjaya, Kabupaten Pandeglang Humaeroh, Siti
Journal of Citizenship Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/joc.v4i1.542

Abstract

Desa Tangguh Bencana (Destana) is a community-based national policy aimed at strengthening preparedness in facing disaster risks. This study aims to evaluate the implementation of Destana in Panimbangjaya Village, located in Pandeglang Regency. Panimbangjaya is one of the villages on the southern coast of Pandeglang Regency that is highly vulnerable to hydrometeorological disasters. The proximity of the Indo-Australian and Eurasian tectonic plates makes this region frequently affected by earthquakes. This condition makes the Disaster-Resilient Village Program (Destana) critically important as the first line of mitigation for thousands of residents in the area. This research employs a descriptive qualitative method. Data were collected through in-depth interviews and documentation. The findings indicate that the training and outreach activities under the Destana program have improved the community's understanding of disaster mitigation. However, limited funding, inadequate evacuation infrastructure, and low community participation remain major challenges. A lack of village fund allocation and dependence on external facilitators also constrain the program’s sustainability. The study recommends implementing integrated educational programs involving formal educational institutions and community organizations, improving infrastructure to facilitate evacuation mobility, and promoting local economic empowerment as a comprehensive approach to building sustainable village resilience. Overall, the program has shown results, particularly in increasing public knowledge on disaster preparedness, but technical issues such as budgeting remain serious challenges.
Implementasi Kebijakan Pemerintah Dalam Mendorong Sistem Pertanian Organik Sebagai Transformasi Pertanian Berkelanjutan Masa Depan Di Bali Priantara, I Komang Triska Ananda Dilivianugraha; Utama, Rhesa Anggara
Journal of Citizenship Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/joc.v4i1.543

Abstract

The agricultural sector in Bali faces severe challenges due to soil degradation from land conversion and excessive chemical use. Experts emphasize the urgency of immediate change to prevent the extinction of agricultural land. Responding to this issue, the Bali Provincial Government has prioritized agriculture through policies that accelerate the adoption of organic farming, as stated in Regional Regulation No. 8 of 2019 and Governor Regulation No. 15 of 2021. This study analyses the implementation of these policies, beginning with the rationale for selecting organic farming as an alternative solution for Bali. The research applies Stakeholder Analysis and the Advocacy Coalition Framework, using secondary data relevant to the issue. Findings reveal seven key stakeholders with varying roles, interests, and levels of influence in policy implementation. Within the advocacy coalition, the Bali Provincial Government is identified as the policy broker, facilitating interactions among stakeholders and ensuring alignment with policy objectives. The study concludes that organic farming represents a strategic pathway toward sustainable agriculture in Bali. By examining both stakeholder dynamics and coalition interactions, this research highlights the importance of collaboration and effective policy mediation. It also underscores the necessity of maintaining policy consistency to safeguard Bali’s agricultural future. Ultimately, the findings are expected to provide insight into the direction of organic farming development as a viable long-term strategy for sustainable agricultural practices in Bali.
Peran Generasi Z dalam Simulasi Pengelolaan Limbah Program Makan Bergizi Gratis di Kota Samarinda pipit afrianti; Annisa Camila Putri; Rasti Ananda Sihotang; Azra Belfa Nayara
Journal of Citizenship Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/joc.v4i1.559

Abstract

Waste management remains a major challenge in Indonesia, particularly in urban areas such as Samarinda, which continues to experience increasing waste volume alongside rapid population growth and social–economic activities. One emerging source of organic waste originates from the government’s free lunch program aimed at improving children’s nutritional intake. Although this program provides significant benefits for child nutrition, it also generates a considerable amount of food residue and organic waste that can contribute to environmental pollution if not properly managed. This study aims to explore the role of Generation Z (Gen Z) in utilizing biopore technology as an alternative and eco-friendly solution for managing organic waste generated from the free lunch program. The research employs a descriptive qualitative approach through literature review, documentation, and case analysis in Samarinda City. Data were analyzed qualitatively through literature interpretation and observation of waste management practices in the field. The findings reveal that the application of biopore technology significantly reduces the volume of organic waste while producing compost beneficial for school greening and urban gardens. Moreover, this technology enhances groundwater absorption and contributes to flood mitigation in densely populated areas. The involvement of Gen Z—characterized by digital literacy and environmental awareness—emerges as a key factor in fostering community-based innovation. Therefore, this study highlights the importance of intergenerational collaboration in supporting the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 12 on responsible consumption and production.
Analisis Paradigmatik Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023: Pertarungan Idealisme, Realisme, dan Interdependensi Hukum dan Politik Moh. Maskurudin Hafid
Journal of Citizenship Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/joc.v4i1.560

Abstract

Penelitian ini menganalisis Putusan Mahkamah Konstitusi No. 90/PUU-XXI/2023 sebagai studi kasus krusial yang merefleksikan pertarungan antara hukum dan politik dalam demokrasi Indonesia. Dengan menggunakan kerangka teoretis tiga paradigma—idealisme, realisme, dan interdependensi—penelitian ini membedah bagaimana norma hukum mengenai batas usia calon presiden dan wakil presiden, yang semula merepresentasikan kepastian hukum (rechtssicherheit) dalam kerangka idealis, diproses melalui mekanisme interdependen berupa judicial review. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun prosesnya bersifat yudisial, substansi putusan akhir secara dominan dikendalikan oleh paradigma realis, di mana hukum berfungsi sebagai instrumen untuk melegitimasi kepentingan politik. Klaim bahwa putusan ini merupakan penemuan hukum (rechtsvinding) yang murni terbukti tidak dapat dipertahankan, mengingat kuatnya bukti-bukti eksternal seperti konteks politik, kejanggalan prosedural yang dikonfirmasi oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi, serta amar putusan yang sangat spesifik. Kesimpulannya, dominasi realisme politik dalam putusan ini secara serius telah mengikis kepercayaan publik terhadap independensi yudikatif dan menegaskan kerentanan supremasi hukum di hadapan intervensi kekuasaan.
Spiritualitas sebagai Prediktor Resiliensi Santri Pesantren WIJAYA, INDRA
Journal of Citizenship Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4 Issue 1, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/joc.v4i1.563

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional mengharuskan mahasiswa untuk menjalani rutinitas keagamaan yang disiplin, mandiri, dan intens. Kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan psikologis yang membutuhkan ketahanan. Spiritualitas diyakini sebagai salah satu faktor internal penting yang dapat memperkuat ketahanan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh spiritualitas terhadap ketahanan siswa di pondok pesantren di wilayah Sulawesi Selatan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain survei korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 416 siswa SMA yang diseleksi melalui teknik multistage cluster random sampling dari 12 pondok pesantren. Instrumen yang digunakan adalah Skala Spiritualitas (diadaptasi dari Inventarisasi Orientasi Spiritual/Elkins, dengan reliabilitas ? = 0,93) dan Skala Ketahanan (berdasarkan teori Reivich & Shatté, dengan reliabilitas ? = 0,79). Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software Mplus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas memiliki efek positif yang signifikan terhadap ketahanan siswa (? = 0,341, z = 6,718, p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas, semakin kuat ketahanan psikologis mahasiswa dalam menghadapi tekanan kehidupan pesantren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pengembangan rohani di pesantren memiliki kontribusi penting dalam penguatan ketahanan siswa. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk memperluas wilayah penelitian dan menambah faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan iklim pesantren. Kata kunci: spiritualitas, ketahanan, mahasiswa, pesantren, Sulawesi Selatan
Dampak Narasi #KaburAjaDulu terhadap Kesadaran Bela Negara di Kalangan Mahasiswa Situngkir, Adventina
Journal of Citizenship Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/joc.v4i1.564

Abstract

Fenomena tagar #KaburAjaDulu yang viral di media sosial pada awal tahun 2025 menjadi representasi keresahan generasi muda terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik nasional. Narasi ini menimbulkan berbagai respons, termasuk kekhawatiran akan lunturnya semangat bela negara di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tagar tersebut terhadap kesadaran bela negara mahasiswa dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 141 mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi swasta di Tangerang. Instrumen pengukuran terdiri dari 22 butir pertanyaan dengan skala Likert 5 poin yang mencakup lima aspek utama: paparan informasi, persepsi terhadap narasi, kesadaran bela negara, dampak terhadap sikap bernegara, serta peran media. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif antara paparan informasi dengan persepsi (r = 0.53), persepsi dengan kesadaran bela negara (r = 0.44), dan kesadaran dengan sikap bernegara (r = 0.75). Temuan ini mengindikasikan bahwa tagar #KaburAjaDulu tidak secara langsung melemahkan nasionalisme mahasiswa, melainkan dapat menjadi pemicu refleksi kritis dan penguatan nilai kebangsaan jika dipahami secara kontekstual dan konstruktif. Kata kunci: #KaburAjaDulu, kesadaran bela negara, mahasiswa.