cover
Contact Name
Thienis
Contact Email
jik@usk.c.id
Phone
+62651 7555249.
Journal Mail Official
jim.fkep@usk.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing Syiah Kuala University Jln. Teungku Tanoh Abee, Gedung petronas, Fakultas keperawatan.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27163555     DOI : 10.52199
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa of the Faculty of Nursing is a Student Scientific Journal which aims to communicate the results of research on student final assignments. The target readers are students, nurses, lecturers and nursing practitioners.
Articles 891 Documents
UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA ABRASI PANTAI BERBASIS KOMUNITAS Tatiya Mahdalena Z; Rachmalia Rachmalia; Arfiza Ridwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir merupakan suatu zona yang dinamik sehingga sangat rentan terhadap berbagai bencana. Hal tersebut dikarenakan wilayah ini merupakan zona persinggungan dan terjadi interaksi antara 3 fase, yakni lautan, daratan, dan udara. Pemanasan global dan perubahan iklim yang saat ini sedang marak terjadi dapat mengancam kehidupan di lingkungan pesisir. Salah satu permasalahan yang dapat muncul akibat terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim secara terus menerus adalah abrasi pantai. Abrasi pantai merupakan permasalahan yang tidak dapat dihindari dan menimbulkan dampak yang sangat merugikan baik bagi lingkungan pantai maupun bagi masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir. Selain menyebabkan masyarakat mengalami kerugian harta benda, abrasi juga dapat menimbulkan permasalahan pada segi kesehatan fisik dan psikologis masyarakat. Mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan, maka perlu dilakukan upaya-upaya yang dapat meminimalisir timbulnya risiko bencana abrasi. Tidak hanya oleh pemeritah, masyarakat juga harus turut serta dilibatkan dalam setiap kegiatan penanggulangan bencana abrasi yang akan dilakukan. Hal ini dikarenakan masyarakat merupakan komunitas yang terdampak langsung dari terjadinya bencana abrasi. Berbagai upaya pengurangan risiko bencana abrasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain membuat tanggul sederhana, membuat bangunan pemecah ombak, melestarikan terumbu karang, melestarikan tanaman mangrove dan tidak mengambil pasir disekitar pantai.
KOMPETENSI KOGNITIF PERAWAT TERHADAP PENANGANAN MASALAH PSIKOLOGIS PADA RESPON BENCANA: A COMPARATIVE STUDY Isna Maulida Roza; Cut Husna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 3, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh merupakan daerah rawan terjadinya bencana secara periodik seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor dan lain-lain. Bencana menimbulkan dampak fisik, psikologis dan psikososial. Perawat merupakan tenaga kesehatan yang pertamamemberikan bantuan perawatan pada pasien dirumah sakit saat bencana, sehingga membutuhkan pengetahuan yang luas terkait kompetensi kebencanaan secara komprehensif, khususnya dalam menangani masalah psikologis yang sering terabaikan. Dampak psikologis yang terjadi saat bencana seperti, stress, syok, trauma dan lain-lain. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan kognitif perawat terhadap penanganan masalah psikologis pada fase respon bencana di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) dengan Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa (RSUDM). Jenis penelitian adalah comparative study dengan desain cross sectional study. Sampel penelitian adalah total sampling dengan 295 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dalam bentuk skala dichotomous terdiri dari 34 item pernyataan. Data dianalisis dengan uji independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean di RSIA 85,01 dengan SD=11,47 dan di RSUDM 92,53 dengan SD=7,685 dengan p-value 0,000 (p0.05) sehingga ada perbedaan yang signifikan antara kompetensi kognitif perawat terhadap penanganan masalah psikologis pada fase respon bencana di RSIA dengan RSUDM. Direkomendasikan kepada pengambil kebijakan RSIA dan RSUDM untuk memperbanyak mengadakan pelatihan kebencanaan dan simulasi bencana terkait penanganan masalah psikologis.
KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PETUGAS KEBERSIHAN DI KOTA BANDA ACEH yeti yeti; Asniar Asniar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 3
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka masalah kesehatan dan kecelakaan kerja di provinsi Aceh, khususnya pada petugas kebersihan membutuhkan perhatian khusus dan upaya pencegahan intensif. Salah satu hal yang penting diperhatikan adalah penggunaan alat perlindungan diri untuk mencegah masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan behavior-specific cognitions and affect dalam penggunaan alat perlindungan diri (APD) dengan masalah kesehatan dan kecelakaan kerja pada petugas kebersihan di Kota Banda Aceh. Behavior-specific cognitions and affect (BSCA) yang diukur adalah persepsi manfaat, persepsi hambatan, persepsi kemampuan diri, sikap, pengaruh hubungan interpersonal dan pengaruh situasional dalam penggunaan APD. Penelitian ini berdesain descriptive correlative dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian adalah 96 petugas kebersihan yang direkrut dengan metode stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner self-report, meliputi kuesioner untuk mengukur masalah kesehatan dan kecelakaan kerja, dan mengukur BSCA dalam penggunaan APD. Hasil pengolahan data menunjukkan sebagian besar responden mengalami masalah kesehatan dan kecelakaan pada kategori tinggi (53,1%), namun tidak ada hubungan yang signifikan antara BSCA dalam penggunaan APD dengan masalah kesehatan dan kecelakaan kerja pada petugas kebersihan di Kota Banda Aceh. Hal ini menekankan bahwa intervensi pencegahan masalah kesehatan dan kecelakaan kerja, khususnya kepatuhan dalam penggunaan APD, harus melibatkan semua petugas kebersihan tanpa perlu membedakan kelompok petugas dengan karakteristik BSCA tertentu. Kata Kunci    :  Alat Perlindungan Diri, Behavior-Specific Cognitions and Affect, Masalah Kesehatan dan    Kecelakaan Kerja, Petugas Kebersihan
MOTIVASI DENGAN UPAYA MODIFIKASI GAYA HIDUP PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER samsidar samsidar; Devi Darliana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 2, No 4
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kronik yang mengenai pembuluh darah di otot jantung, dimana penatalaksanaannya dipengaruhi oleh upaya modifikasi gaya hidup.Gaya hidup yang sehat merupakan sarana pencegahan penyakit yang bisa dilakukan setiap individu untuk menjamin kesehatan yang baik. secara teoristis, gaya hidup yang sehat mencangkup prilaku yang meningkatkan kesehatan dan mengurangi resiko morbiditas dan mortalitas yang di pengaruhi oleh adanya motivasi.Tujuan penelitian ini adalah melihat adanya hubungan motivasi dengan upaya modifikasi gaya hidup pada pasien penyakit jantung koroner di Poliklinik Jantung RSUDZA Banda Aceh. Jenis penelitian ini deskriptif korelatif. Populasinya adalah pasien penyakit jantung koroner di Poliklinik Jantung di RSUDZA Banda Aceh. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Nonprobality Samplingsebanyak 84 pasien. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan wawancara terpimpin. Data dianalisis menggunakan Chi-Square pada taraf kepercaan 95%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara kebutuhan fisiologi (p-value = 0,030%), kebutuhan rasa aman (p-value= 0,030), kebutuhan berafiliasi (p-value= 0,004), kebutuhan penghargaan (p-value= 0,028) dan aktualisasi diri (p-value= 0,000) dengan upaya modifikasi gaya hidup pada pasien penyakit jantung koroner. Dengan demikian p-value =˂ 0,05 sehingga hipotesis (Ho) ditolak. Disarankanmengsosialisasikan tentang pentingnya hubungan motivasi dengan upaya modifikasi gaya hidup.
RISIKODEPRESI PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS DI BANDA ACEH seni maryani; khairani khairani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Lansia dengan diabetes mellitus memiliki perasaan cemas yang berkepanjangan karena mengetahui bahwa diabetes mellitus adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan memikirkan komplikasi yang akan terjadi pada  dirinya, sehingga lambat laun dapat terjadi depresi, ditandai dengan perasaan sedih, tidak semangat, dan putus asa. Tujuan penelitian untuk mengetahui risiko depresi ditinjau dari usiadanjeniskelaminpadalansia di wilayahkerjaPuskesmasKopelma Darussalam Banda Aceh. Jenis penelitian adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS), yang terdiri dari 15 item pertanyaan. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara terpimpin.Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 25-30 Juni 2016. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 58 orang lanjut usia yang menderita diabetes mellitus. Hasil penelitian ini didapatkan lanjut usia dengan jenis kelamin perempuan (60,3%) paling banyak mengalami risiko depresi tingkat sedang (46,6%) dengan kategori usia 75-90 (63,8%). Diharapkan kepada perawat Puskesmas Kopelma Darussalam Banda Aceh dapat melakukan penilaian Geriatric Depression Scale secara berkala sebagai deteksi dini apakah lanjut usia tersebut berisiko mengalami depresi sehingga dapat ditangani lebih cepat. 
HUBUNGAN PELAYANAN SPIRITUAL DENGAN KEPUASAN PASIEN DIRUMAH SAKIT MEURAXA KOTA BANDA ACEH yesika nurdina; ardia putra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 1
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan meliputi bio-psiko-sosio-spiritual. Asuhan keperawatan tidak dapat dipisahkan dari aspek spiritual yang merupakan kebutuhan dasar manusia, jika tidak terpenuhi pasien akan mengalami distres spiritual. Pemenuhan kebutuhan spiritual secara baik akan meningkatkan kepuasan pada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pelayanan spiritual yang diberikan oleh perawat dengan kepuasan pasien. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif.Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat inap dalam tiga bulan terakhirterdapat3.547 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah respondensebanyak97 orang.Alat pengumpul data berupa kuesioner, yang terdiri dari 16 item pernyataan pelayanan spiritual dalam bentuk likert dan 14 item pernyataan kepuasan pasien.Metode analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan pelayanan spiritual yang diberikan oleh perawat dengan kepuasan pasien (p-value=0,000) dan ada hubungan pelayanan spiritual yang diberikan oleh perawat ditinjau dari menetapkan kehadiran (p-value=0,001), berdoa (p-value=0,026), dukungan ibadah (p-value=0,001), dan sistem dukungan (p-value=0,006) dengan kepuasan pasien. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelayanan spiritual telah mulai diterapkan sehingga mempengaruhi kepuasan pasien.Diharapkan perawat dapat menfasilitasi pelayanan berdoa dan membantu/membimbing ibadah dengan baik.Kata Kunci:Pelayanan Spiritual,Perawat, Kepuasan Pasien.
HUBUNGAN MANAJEMEN DIRI TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENYELESAIKAN SKRIPSI Alisa, Wila; Mahdarsari, Mayanti; Yullyzar, Yullyzar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa semester akhir harus mengambil mata kuliah skripsi, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana. Mahasiswa harus melalui berbagai tahapan diantaranya dapat menyelesaikan skripsi sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan perkuliahan. Mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi banyak menghadapi kendala yang berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor tersebut dapat menimbulkan stres bagi mahasiswa sehingga dapat menghambat proses penyelesaian skripsi. Oleh sebab itu, perlu adanya manajemen diri untuk mengatasi berbagai stres yang dialami. Manajemen diri merupakan salah satu proses untuk mengarahkan perilaku individu kearah yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan manajemen diri terhadap stres yang dialami oleh mahasiswa keperawatan dalam proses mengerjakan skripsi di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala yang sedang mengambil mata kuliah skripsi dengan menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 130 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner manajemen diri dan Depression Anxiety and Stress Scales 42 (DASS 42). Penelitian ini dianalisis dengan uji chi-Square. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan manajemen diri terhadap tingkat stres (p-value = 0,000). Diharapkan kepada mahasiswa agar dapat mengelola manajemen diri dengan baik seperti berfikir positif, mengelola perasaan dan mengelola emosi agar dapat meminimalisir stres yang dialami.
ASUHAN KEPERAWATAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME (RDS) Cresmayori Syuib; sufriani sufriani; Inda Mariana Harahap
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 1, No 4 (2022): Karya Ilmiah Mahasiswa (KIA)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab utama kematian dan kesakitan neonatus di seluruh dunia disebakan oleh Prematuritas Prematuritas memiliki korelasi yang erat dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Salah satu komplikasi prematuritas yang menyebabkan kematian neonatus adalah Respiratory Distress Syndrome (RDS). Keperawatan sebagai salah satu profesi dalam bidang kesehatan yang berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan melalui pengembangan pelayanan kesehatan anak. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada bayi Ny. N Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan RDS. Hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik ditegakkan diagnosa keperawatan pada studi kasus ini adalah pola napas tidak efektif, termoregulasi tidak efektif, defisit nutrisi, risiko gangguan tumbuh kembang, dan risiko gangguan perlekatan. Perencanaan keperawatan disusun berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Implementasi yang dilakukan diantaranya pemberian terapi oksigen, pemantauan saturasi oksigen, memberikan ASI melalui OGT dengan memperhatikan residu, Developmental Care dengan nesting, positioning, meminimalkan cahaya, handling, memfasilitasi ibu dalam kunjungan, dan mengatur suhu incubator sesuai kebutuhan. Hasil evaluasi dari implementasi keperawatan yang sudah dilakukan adalah pola napas tidak efektif teratasi, defisit nutrisi teratasi sebagian, terrmoregulasi tidak efektif teratasi sebagian. risiko gangguan perkembangan teratasi sebagian, risiko gangguan perlekatan teratasi sebagian,
PENCEGAHAN COVID-19 PERAWAT DI RUANG PINERE RUMAH SAKIT BANDA ACEH Raudhatul Husna Husna; Cut Husna; Riski Amalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat adalah tenaga kesehatan garda terdepan yang paling banyak terinfeksi COVID-19 karena lebih lama bersama pasien dibandingkan tenaga kesehatan lainnya. Pandemi COVID-19 menimbulkan rasa khawatir bagi perawat untuk tertular COVID-19, sehingga harus memproteksi diri dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur untuk mencegah terjadinya penularan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pencegahan COVID-19 di ruang PINERE rumah sakit Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan desain retrospective. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh perawat yang pernah merawat paien COVID-19 di ruang PINERE RSUDZA (N= 170) dan RSUM (N=66). Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dikembangkan peneliti berdasarkan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan COVID-19 pada kedua rumah sakit berada pada kategori baik yaitu pada RSUDZA sebanyak 102 (60%) dan RSUM sebanyak 40 (60.6%). Diharapkan untuk perawat sebagai penyedia layanan kesehatan agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan pencegahan COVID-19.
RESUSITASI CAIRAN PADA ANAK DENGAN HIPOVOLEMIA DI RUANG PICU: SEBUAH STUDI KASUS Aminatar Rakhiah; Sufriani Sufriani; Sri Agustina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan merupakan faktor penyebab kematian anak tertinggi kelima di Indonesia dengan presentase 7,3% (per 100.000) kasus, termasuk diantaranya Crush Injury. Crush Injury dapat menyebabkan komplikasi berupa infeksi, amputasi, dan kematian jika tidak ditangani segera Tujuan studi kasus adalah mengetahui pemberian resusitasi cairan pada anak hipovolemia dengan Crush Injury di ruang PICU Rumah Sakit di Banda Aceh. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan melalui asuhan keperawatan pada anak Y. Masalah keperawatan yang muncul pada kasus ini adalah hipovolemia, ketidakefektifan perfusi jaringan perifer (ekstremitas bawah kanan), nyeri akut, kerusakan integritas jaringan, hambatan mobilitas fisisk, dan risisko infeksi. Intervensi yang diberikan berdasarkan standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI), meliputi tindakan observasi, teurapertik dan kolaborasi serta penerapan intervensi berdasarkan evidence based seperti pemberian resusitasi cairan. Hasil perawatan anak selama 4 hari, diketahui ada tiga masalah yang teratasi sebagian yaitu hipovolemia, nyeri akut, dan risiko infeksi dan 4 masalah lainnya yang belum teratasi sehingga intervensi lanjutanya pada anak Y adalah melanjutkan pemberian cairan intravena, transfusi darah, pemeriksaan tungkai, melakukan perawatan luka jaringan secara rutin, memantau tanda-tanda infeksi, memantau keadaan umum anak, dan kolaborasi pemberian terapi heparin dan analgetik pada anak.