cover
Contact Name
Arifudin
Contact Email
arifudin@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6285265248972
Journal Mail Official
ijae@ejournal.unri.ac.id
Editorial Address
Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Riau Kampus Bina Widya, Km 12, 5 Panam Pekanbaru Kode Pos 28293 Telp (0761) 567093, fax (0761) 63279
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
IJAE
Published by Universitas Riau
ISSN : 2087409X     EISSN : 27756106     DOI : https://dx.doi.org/10.31258/ijae.13.1.
Jurnal IJAE fokus pada penerbitan artikel penelitian bidang ekonomi pertanian (Agribisnis). Akses terbuka secara online sebagai wadah tranformasi ilmu pengetahuan bagi masyarakat secara keseluruhan. The IJAE journal focuses on publishing research articles in the field of agricultural economics (Agribusiness). Open access online as a forum for the transformation of knowledge for society as a whole.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2023)" : 8 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SARI COCO DI KOTA PEKANBARU Evy Maharani; Rani Astuti; Susy Edwina; Yeni Kusumawaty
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.2.64-78

Abstract

One of the agro-industrial activities carried out in Pekanbaru is the nata de coco agro-industry. Nata de coco is made from coconut water waste which can be a form of fresh drink that resembles jelly or jelly. This study aims to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats of Sari Coco agro-industry and formulate a development strategy for Sari Coco agro-industry in Pekanbaru City. This research was conducted in Sari Coco agro-industry in Rumbai Sub-district, Pekanbaru City. Descriptive analysis was conducted to analyse the strengths, weaknesses, opportunities and threats of Sari Coco agro-industry. To formulate the development strategy of Sari Coco agro-industry in Pekanbaru City, SWOT analysis (strengths, weaknesses, opportunities, threats) and AHP (Analytic Hierarchy Process) were used. The strengths of Sari Coco agro-industry are MUI Halal certified, having regular customers, cheaper product prices and being able to compete with similar production, as well as diverse flavours and shapes. The priority strategies for the development of Sari Coco agro-industry in Pekanbaru City are maintaining competitive product prices, utilising technology to attract customers, improving product marketing, utilising technological advances, innovating packaging sizes and taking advantage of market opportunities.
ANALISIS PERKEMBANGAN KEUANGAN KOPERASI SAWIT SEJAHTERA di DESA TITIAN RESAK KECAMATAN SEBERIDA KABUPATEN INDRAGIRI HULU Talitha Azzura Balinda; Didi Muwardi; Deby Kurnia
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.2.79-103

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis perkembangan keuangan koperasi sawit sejahtera di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yaitu primer dengan menggunakan laporan keuangan koperasi sawit sejahtera, sekunder yaitu BPS dan jurnal. Sedangkan analisis data yaitu analisis common size dan analisis trend. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang berfluktuasi yang menandakan perkembangan keuangan koperasi cenderung kurang baik dilihat dari common size pada periode 2017-2021 dan jika dilihat berdasarkan peramalan trend analisis, perkembangan keuangan koperasi sawit sejahtera selama periode 2022 sampai 2026 secara umum juga menunjukan perkembangan yang cenderung kurang baik.
KETERAMPILAN PETANI DALAM PENGENDALIAN HAMA TERPADU DI DESA GUNUNG BATU, KABUPATEN OKU TIMUR Ali Alamsyah Kusumadinata; Astrid Sri Wahyuni Sumah
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.2.56-63

Abstract

While the importance of biological control for crop production is widely recognized, research on how farmers view predatory insects in eradicating pests on agricultural land is still rare. Although there is much ecological research on predatory beetles as part of biological control, little social research has been conducted on the critical level of understanding of biological control and the organisms involved. This research examines farmers' understanding of using predatory beetles as a biological control concept on agricultural land in Gunung Batu Village, East OKU Regency. Therefore, this research aims to see how farmers' skills are in managing integrated pest control using predatory Coleoptera beetles in managing rice cultivation. The research results show that farmers still use predatory beetles as part of controlling pest populations on agricultural land. Farmers consider predatory beetles to prevent pest outbreaks that can harm quality rice production. So, farmers can build a network of farmers so they can learn from each other and share local knowledge. Apart from that, the results obtained from integrated pest control, farmers can experience positive results and can positively influence farmers' perceptions of natural enemies of agricultural pests. Keywords: Agricultural pests, Coleoptera beetles, biological control, predators
POTENSI INVESTASI INDUSTRI HILIR RUMPUT LAUT DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU Rahmadini Payla Juarsa; Hanik Atus Sangadah
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.2.44-55

Abstract

Road map pengembangan industri rumput laut nasional yang selesai pada tahun 2021 menargetkan bahwa 50% produk ekspor rumput laut dijual dalam bentuk produk jadi bernilai tambah sedang dan tinggi. Namun hal ini masih jauh dari target. Pada tahun 2019, total 94% ekspor rumput laut masih didominasi oleh bahan mentah rumput laut kering. Hal ini tentu menjadi perhatian dan kajian bagaimana untuk meningkatkan produk industri hilir rumput laut. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang merupakan penghasil rumput laut terbesar di Pulau Sumatera memiliki peluang untuk dijadikan lokasi pengembangan industri hilir rumput laut. Hal ini juga didukung oleh kondisi geografis Kepulauan Riau yang langsung berbatasan dengan Negara Singapura dan Malaysia serta memiliki kawasan perdagangan bebas yang menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi di provinsi ini. Melalui kajian ini dijelaskan bagaimana kondisi budidaya rumput laut, kondisi industri hilir rumput laut, potensi dan kendala investasi industri hilir, serta rekomendasi strategi yang bisa dilakukan untuk menjadikan Provinsi Kepri sebagai sentra industri hilir rumput laut, khususnya di Pulau Sumatera. Saat ini kondisi luas area dan petani rumput laut didominasi ada Kota Batam. Provinsi Kepri hanya memiliki satu industri maju yang mengolah rumput laut menjadi ekstrak minuman kesehatan kolagen, selebihnya usaha rumput laut dijalankan oleh IKM yang mengolah dengan nilai tambah rendah. Hasil rekomendasi strategi yang bisa dilakukan untuk mengembangkan industri hilir rumput laut di Provinsi Kepri adalah memaksimalkan free trade zone, mengembangkan produk turunan rumput laut, serta mulai membentuk klaster industri produk olahan rumput laut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi.
ANALISIS PERSEPSI DAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN AYAM BROILER ORGANIK DI KOTA PEKANBARU
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.2.1-12

Abstract

The livestock sub-sector is an integral part of the broad development of the agricultural sector as a source of animal protein that has the potential to be developed is broilers. Given the trend of healthy living among the community by consuming organic food such as organic broiler chicken. This study aims to: 1. determine the characteristics of consumers who buy organic broiler chicken in the city of Pekanbaru 2. analyze consumer perceptions in purchasing organic broiler chicken in the city of Pekanbaru. 3. Analyze the level of consumer satisfaction in purchasing organic broiler chickens in Pekanbaru City. This study uses a survey method through questionnaires with sampling using the proportional random sampling. The results of the research on the characteristics of consumers of organic chicken meat, namely female sex as many as 69 people (86.25%) with ages 30-49 years as many as 57 people (71.25%) with a bachelor's degree (S1) education as many as 52 people (65%), income > 5,000. 000,- as many as 33 people (51.25%), the type of work of housewives as many as 41 people (51.25%), the frequency of purchasing 2-3 times a month as many as 38 people (47.5%) with the weight of meat in each purchase of 1-1.5 kg as much as 66 people (82.5%), with an expenditure of IDR 200,000 - < IDR 300,000, - for each purchase of 43 people (53.75%), the nutritional content of organic chicken meat is the reason for purchasing 38 people (47.5%) with consideration of the place purchase due to the quality of the product at that place as many as 33 people (41.25%). The consumer's perception with the highest score on the variable benefits of meat is 4.68. The CSI value is 84.44% with the purchase category being very satisfied, while the IPA analysis obtained is the intended location and stock of chicken meat.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN PUPUK PADA KEBUN KELAPA SAWIT SWADAYA SEBELUM DAN SESUDAH KENAIKAN HARGA Dian Safitri; Syaiful Hadi; Deby Kurnia
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.2.36-43

Abstract

Perkebunan kelapa sawit swadaya merupakan sumber pendapatan dan penggerak perekonomian masyarakat pedesaan. Keberhasilan usahatani kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh perawatan kebun yang baik, salah satunya adalah kegiatan pemupukan. Pemupukan dilakukan agar mendapat produksi yang maksimal merupakan kegiatan yang dapat dikendalikan oleh pekebun. Namun dengan terjadinya kenaikan harga pupuk yang sangat tinggi menjadikan pekebun kesulitan membeli pupuk, sehingga pengaplikasian pupuk yang dilakukan pekebun dibawah rekomendasi yang dianjurkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan jumlah penggunaan pupuk yang diaplikasikan pekebun kelapa sawit sebelum dan sesudah terjadinya kenaikan harga pupuk. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan dengan mengambil contoh pekebun kelapa sawit swadaya. Data dianalisis dengan menggunakan uji paired sample t-test untuk melihat perbandingan jumlah penggunaan pupuk yang diaplikasikan pekebun pada masa sebelum dan sesudah kenaikan harga pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa sesudah kenaikan harga pupuk, jumlah pupuk yang diaplikasikan pekebun pada masa sesudah kenaikan harga pupuk mengalami penurunan menjadi 1.438 kg/ha/tahun dari sebelumnya jumlah penggunaan pupuk sebanyak 2.017.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL PENGOLAHAN IKAN LELE MENJADI ABON IKAN LELE DI KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI Khairil Khairil; Emanauli Emanauli; Fenny Permata Sari; Nur Hasnah AR; Sispa Pebrian
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.2.13-26

Abstract

This study aims to determine the process of processing catfish into shredded catfish, as well as to determine the financial feasibility of processing catfish into catfish floss. Data obtained from secondary data and primary data. The method used in this research is descriptive and quantitative methods. Based on the results of the study, it showed that the financial analysis obtained by the BEP production volume was 37,980 packages per year and the BEP selling price was Rp. 26,974 / packaging. The NPV obtained is Rp. 249.335.495,16 (NPV > 0) so that this business is feasible to run. The IRR obtained was 36% with a payback period (PP) of 2.1 years and a Net B/C greater than one, namely 1.07. This means that the business of processing catfish becamess shredded catfish is feasible to run. The sensitivity analysis of the catfish shredded business has the ability to tolerate a decrease in revenue of 80%, for the highest price tolerance it reaches 90% and can be carried out up to a price reduction of 90%.
PERSEPSI PEMINJAM TERHADAP UNIT SIMPAN PINJAM KOPERASI UNIT DESA RAHARJA TANI JAYA DI DESA INDRA SAKTI KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 vioni angresia; Rosnita Rosnita; Kausar Kausar
Indonesian Journal of Agricultural Economics Vol 14, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijae.14.2.27-35

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil koperasi, serta menganalisis persepsi peminjam unit simpan pinjam Koperasi Unit Desa Raharja (KUD) Tani Jaya di Desa Indra Sakti Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar pada masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey. Penentuan sampel peminjam KUD menggunakan teknik probability sampling dengan metode cluster sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah yang meminjam di KUD Raharja Tani Jaya selama masa pandemi sebanyak 143 orang dengan sampel yang digunakan sebanyak 59 responden yang didapatkan dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUD Raharja Tani Jaya termasuk dalam jenis koperasi serba usaha yang memiliki unit simpan pinjam, unit produksi, dan unit pertokoan. Persepsi peminjam  terhadap unit simpan pinjam KUD Raharja Tani Jaya diukur berdasarkan tiga variabel yaitu persepsi nasabah terhadap KUD dengan kategori cukup baik, hak dan kewajiban nasabah dengan kategori cukup baik, dan pengembalian pinjaman dengan kategori sulit membayar pinjaman. Hal ini dikarenakan rendahnya kemampuan peminjam dalam membayar pinjaman pada masa pandemi, kemudian peminjam merasa keberatan dengan jangka waktu pinjaman dan angsuran per bulan akibat dampak dari pandemi COVID-19, serta keberatan membayar simpanan pada koperasi karena peminjam merasa pengeluaran meningkat, serta sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan usahanya.Kata kunci : Covid-19, peminjam, persepsi, unit simpan pinjam.

Page 1 of 1 | Total Record : 8