cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS" : 15 Documents clear
Efektifitas Fototerapi Pada Bayi Baru Lahir dengan Hiperbilirubinemia Berdasarkan Jenis Lampu dan Panjang Gelombang Fototerapi Calvin Augurius; Suryadi Susanto; Yorisye Septiana
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.1923

Abstract

Hiperbilirubinemia adalah peningkatan kadar bilirubin dalam darah, baik oleh faktor fisiologis maupun non fisiologis yang secara klinis menimbulkan gejala yang disebut ikterus (kuning). Fototerapi adalah salah satu manajemen untuk mencegah kerusakan otak akibat bilirubin pada neonatus. Bilirubin merupakan target fototerapi menyerap sinar secara maksimal pada spektrum biru (460-490 nm). Namun, literatur lain mengatakan spektrum panjang gelombang berbeda, yaitu pirus (497 nm) juga sama efektifnya dalam menurunkan kadar bilirubin. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis lampu dan rentang panjang gelombang fototerapi yang paling efektif terhadap neonatus hiperbilirubinemia. Eligibilitas penelitian berdasarkan Participant, Intervention, Comparison, and Outcomes (PICO) dan Boolean Operator. Database elektronik berasal dari Pubmed dan Google Scholar. Kriteria inklusi berupa neonatus hiperbilirubinemia, usia gestasi ≥34 minggu sampai 42 minggu atau berat lahir ≥2000g dan kriteria eksklusi berupa bayi hiperbilirubinemia dengan sebab inkompatibilitas ABO, kelainan kongenital, metabolik, dan hemolitik lainnya. Berdasarkan seleksi dan penilaian kualitas, didapatkan 9 artikel dapat dianalisa. Pada pembahasan didapatkan fototerapi lampu hijau panjang gelombang 500 nm memiliki efektifitas yang sama dengan fototerapi gelombang biru panjang gelombang 470 nm dalam penurunan bilirubin total serum, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif. Fototerapi LED memiliki efektifitas yang sama dalam penurunan bilirubin total serum jika dibandingkan dengan fototerapi konvensional.
Gambaran Pola Bakteri dan Kepekaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Inap dengan Pneumonia di Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Periode Januari – Juni 2019 Theresia Ervina; Ade Dharmawan; Elisabeth D Harahap; Henny Tannady Tan; Rini Latifah
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.1936

Abstract

Prevalensi pneumonia menurut Riset Kesehatan Dasar Indonesia pada tahun 2018 yaitu sebesar 2%. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) adalah patogen paling umum penyebab pneumonia. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat untuk terapi empiris sering menimbulkan resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola bakteri dan penggunaan antibiotik terhadap bakteri penyebab pneumonia. Studi dilakukan dengan pendekatan cross-sectional dengan metode deskriptif. Sampel penelitian adalah rekam medis dari pasien terdiagnosis pneumonia yang dirawat inap di Rumah Sakit Paru dr. M. Goenawan Partowidigdo selama periode Januari–Juni 2019. Sampel ditetapkan secara total population sampling, dimana sebanyak 74 orang memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan pola bakteri penyebab pneumonia didominasi oleh bakteri gram negatif. Dari hasil uji kepekaan antibiotik pada bakteri gram positif, didapatkan antibiotik yang memiliki tingkat sensitivitas di atas 70% adalah linezolid, nitrofurantoin, teicoplanin, dan vancomycin. Sedangkan, pada gram negatif adalah amikacin, gentamicin, imipenem, meropenem, dan piperacillin-tazobactam.
A review of the interactions of Clopidogrel drugs with Proton Pump Inhibitors (PPIs) in the treatment of cardiovascular events Diana Wijaya
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.1966

Abstract

Cardiovascular disease (CVD) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan obat antitrombosit memiliki peran yang signifikan sebagai terapi utama dalam kejadian kardiovaskular. Salah satu efek samping penggunaan obat antitrombosit jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan saluran cerna. Hal ini menyebabkan terapi obat antitrombosit seperti clopidogrel diberikan bersamaan dengan proton pump inhibitors (PPI). Penggunaan PPI jenis inhibitor CYP2C19 yaitu omeprazole dan esomeprazole dapat mengurangi efikasi clopidogrel secara signifikan dan meningkatkan risiko terjadinya infark miokard. Mekanisme kerja PPI dapat menghambat kerja clopidogrel karena adanya reaksi kompetitif kedua obat dalam proses metabolisme obat terutama enzim CYP2C19 karena clopidogrel memerlukan aktivasi enzim CYP2C19 untuk diubah menjadi metabolit aktif. PPI yang dapat direkomendasikan bersamaan dengan clopidogrel adalah pantoprazole, rabeprazole, lansoprazole dan dexlansoprazole karena menginhibisi CYP2C19 lebih lemah dibanding omeprazole dan esomeprazole.
A RARE CASE REPORT OF SUBDURAL HAEMATOMA WITH ANEMIA APLASTIC Feda Anisah Makkiyah; Rahmah Hida Nurrizka
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.1985

Abstract

This article illustrates the development of a rare case of spontaneous subdural hematoma (SDH)  secondary to aplastic anemia and conservative treatment of SDH. Clinical Presentation: a 43-year-old male complained of severe progressive headaches that starting from one month ago. His laboratory values showed pancytopenia and his peripheral blood smear showed no abnormalities except for the lack of number of erythrocytes, leukocyte, and thrombocyte. We could not find any malignancy in the smear. The patient experienced progressive headache,  disorder of balance, and decrease of consciousness.  CT imaging of the head showed  a 7.0 cm (2 cm thickness) left frontal-parietal subdural hematoma. Patient were managed conservatively.  This is a rare case of aplastic anemia with subdural hematoma and the patient was discharged in good condition.
Contrast Sensitivity Test After Phacoemulsification with Implantation of Hydrophobic Aspheric Monofocal Intraocular Lens (IOL) at Family Medical Center Hospital Sentul Michael Indra Lesmana; Ritsia Anindita Wastitiamurti; Nur Ezaithirah Nadihah binti Md Eusofe
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.1996

Abstract

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan secara global. Operasi fakoemulsifikasi dengan pemasangan lensa intraokular (LIO) berperan untuk memperbaiki tajam penglihatan. Uji sensitivitas kontras adalah salah satu uji yang dapat dilakukan untuk menilai kualitas penglihatan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji sensitivitas kontras pada pasien pasca fakoemulsifikasi dengan pemasangan LIO aspherik monofokal hidrofobik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross sectional dengan non-probabliity sampling. Sebanyak 50 subjek berpartisipasi dalam studi, yang kesemuanya adalah pasien pada RS FMC periode Desember 2018 sampai Januari 2019. Uji sensitivitas kontras dilakukan menggunakan alat Vistech VCTS 6500 Chart. Nilai rata-rata uji sensitivitas kontras pada 50 sampel mata lebih tinggi dari nilai maksimum alat Vistech 6500 pada baris 1,5 cpd dan baris 3 cpd tetapi mengalami penurunan pada baris 6, 12 dan baris 18 cpd. Hasil uji sensitivitas kontras berdasarkan usia menunjukkan nilai rata-rata uji sensitivitas kontras lebih baik pada kelompok usia pertengahan (45-59 tahun) dibanding kelompok usia lanjut (60-74 tahun) dan kelompok lansia tua (75-90 tahun). Teknologi LIO perlu dikembangkan lagi di masa yang akan datang untuk meningkatkan sensitivitas kontras terutama untuk kelompok lansia tua.
Gambaran Union pada Fraktur dengan Menggunakan Plate and Screw Setelah 2 Bulan di Ciputra Hospital Citra Raya Periode Januari 2018 – Desember 2019 Grace Melania Lianturi; Christian Yonathan; Handy Winata
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2013

Abstract

Union adalah perbaikan fraktur yang tidak sempurna, di mana terbentuk kalus berupa pembungkus yang dikalsifikasi. Pemeriksaan radiologis seperti X-Ray akan menunjukkan garis fraktur yang terlihat, disertai kalus halus di sekitarnya. Terbentuknya jembatan kalus (bridging callus) memprediksi terjadinya union yang sangat akurat. Oleh karena itu, penelitian ini akan meneliti tentang union fraktur setelah 2 bulan, di mana secara teori dikatakan pembentukan kalus mulai terjadi pada minggu ke 4. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sumber data penelitian yang digunakan adalah hasil rekam medik pasien fraktur periode Januari 2018 sampai Desember 2019 di Ciputra Hospital Citra Raya. Besar sampel pasien fraktur yang didapatkan adalah 690 sampel, di mana sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebesar 158 orang. Pasien fraktur yang mengalami union setelah 2 bulan sebanyak 134 orang (84,8%) dan 24 orang (15,2%) yang tidak mengalami union setelah 2 bulan. Lokasi fraktur terbanyak pada penelitian ini adalah fraktur klavikula sebesar 38 (24,1%), sedangkan yang paling sedikit ialah fraktur foot sebanyak 2 orang (1,3%). Hasil penelitian ini sesuai dengan beberapa penelitian yang mendapatkan hasil union 6-8 minggu, 6-12 minggu, serta 7,5 minggu sehingga dapat mengindikasikan bahwa pembentukan kalus mulai terjadi di minggu ke 4.
Kajian Efektivitas Insektisida Berbahan Bunga Krisan (Chrysanthemum cinerariaefolium) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Mortalitas Nyamuk Beatrix Clarissa Gunarta; Rina Priastini Susilowati; Liauw Djai Yen; Budiman Hartono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2022

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu vektor penyakit bagi manusia. Habitat tempat tinggal nyamuk erat hubungannya dengan lingkungan tempat tinggal manusia sehingga penularan sangat rawan terjadi. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi insidensi tersebut salah satunya yaitu dengan penggunaan insektisida sintesis maupun bioinsektisida. Bioinsektisida memiliki keunggulan lebih aman terhadap manusia, hewan, serta ramah lingkungan. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas insektisida berbahan bunga krisan dan jeruk nipis terhadap mortalitas nyamuk. Penelusuran kepustakaan dilakukan menggunakan Google Scholar, Emerald, PubMed dan Proquest dengan kata kunci Chrysanthemum AND LC50 AND mosquito dan Citrus aurantifolia AND LC50 AND mosquito. Dua puluh tiga makalah dipilih untuk penulisan tinjauan pustaka ini. Keefektivan Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia sebagai insektisida dapat dilihat dari nilai LC50 yang didapatkan. Nilai LC50 ekstrak tanaman bunga krisan berkisar antara 0,02% - 1,50% dan ekstrak jeruk nipis berkisar 0,108% - 40,087%. Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan insektisida.
Penatalaksanaan Paripurna Sindrom Sjögren Riris Asti Respati; Windy Keumala Budianti
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2034

Abstract

Sindrom Sjögren (SS) adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan infiltrasi limfosit pada kelenjar eksokrin dan menyebabkan sindrom sika. Patogenesis SS masih belum diketahui sepenuhnya namun diduga terdapat kerusakan epitel kelenjar eksokrin karena peningkatan respons sel B dan sel T terhadap autoantigen Ro (SS-A) dan La (SS-B). Manifestasi klinis SS dibedakan menjadi glandular dan ekstraglandular. Tatalaksana SS terdiri atas lokal dan sistemik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengurangi gejala kekeringan. Tinjauan Pustaka dibuat berdasarkan rangkuman dari berbagai artikel asli, baik laporan hasil penelitian atau sumber kepustakaan lain contohnya buku teks, jurnal, dan lain-lain. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah untuk memberikan pengetahuan tata laksana terkini pada SS.
Pemeriksaan Diagnosis Laboratorium COVID-19: Keterbatasan dan Tantangannya Saat Ini. Wani Devita Gunardi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2036

Abstract

Corona Virus Disease 19 (penyakit COVID-19) yang disebabkan oleh virus Corona pertama kali merebak di kota Wuhan di China pada akhir Desember 2019 dan masih berlangsung sampai dengan saat ini. Diagnosis COVID-19 biasanya didasarkan pada anamnesis riwayat perjalanan seseorang dari daerah pandemik, gejala klinis dan beberapa pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang cepat dan spesifik sangat diperlukan untuk mempercepat penanganan atau mengendalikan kasus. Sampai saat ini metode pemeriksaan yang cepat dan akurat masih terus dikembangkan. Oleh karena itu, pada tulisan ini akan dibahas mengenai beberapa metode pemeriksaan COVID-19, kelebihan dan kekurangannya serta cara memilih metode pemeriksan yang tepat. Metode yang akan dibahas antara lain yaitu metode molekuler, imunoserologi, radiologi, rapid antigen, GeNose, dan metode lainnya seperti nano-biosensor dan CRISPR.
Perkembangan Terkini Terapi Sistemik Psoriasis Natalia Rania Sutanto; Windy Keumala Budianti
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2043

Abstract

Psoriasis merupakan penyakit inflamasi kulit akibat aktivasi terhadap sistem imun bawaan dan adaptif. Etiopatogenesis psoriasis merupakan proses kompleks dan multifaktorial, yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan seperti stres, trauma, dan infeksi. Pada pasien dengan psoriasis kategori sedang hingga berat dan lesi lokalisata di area skalp, wajah, kuku, telapak tangan dan kaki, serta genital merupakan indikasi untuk pemberian terapi dengan obat sistemik. Saat ini terdapat berbagai pilihan terapi sistemik yang tersedia yaitu obat sistemik konvensional, terapi small molecules, obat biologik, dan biosimilarnya yang terdiri atas inhibitor TNF-α, inhibitor IL-12/23, inhibitor IL-17, dan inhibitor IL-23. Selama dekade terakhir, tata laksana psoriasis telah mengalami pergeseran paradigma yaitu obat biologik dan biosimilarnya mulai menjadi pilihan utama karena telah terbukti memiliki efikasi yang lebih kuat dengan efek samping minimal. Tinjauan pustaka ini membahas perkembangan terapi sistemik psoriasis terkini sehingga diharapkan dapat memberikan acuan untuk memilih terapi yang tepat, efektif, dan aman untuk pasien psoriasis.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue