cover
Contact Name
Dony Ahmad Ramadhani
Contact Email
redaksialmuhith@gmail.com
Phone
+6285347523062
Journal Mail Official
almuhith@stiq-amuntai.ac.id
Editorial Address
Jl. Rakha Pakapuran Rt. III. Komplek Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai. Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits
ISSN : 29634016     EISSN : 29634024     DOI : http://dx.doi.org/10.35931/AMH
Focus and Scope Jurnal Al-Muhith Jurnal Ilmu Quran dan Hadits adalah Tafsir Quran Exegesis Ilmu Hadits Hadith Studies Studi Al-Quran dan Kontekstualisasi Quranic Studies and Contextualization Metode Penafsiran dalam Tradisi Islam Methods of Interpretation in Islamic Tradition Sejarah Kebudayaan Islam History of Islamic Civilization Perbandingan Agama Comparative Religion Hermeneutika Islam Islamic Hermeneutics Filologi Qurani Quranic Philology Etika Islam Islamic Ethics Studi tentang Sunnah Nabi Studies on the Prophets Tradition
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)" : 15 Documents clear
Penerapan Hadis Tematik di Bidang Aqidah: Membangun Keyakinan Umat dalam Konteks Kiamat Widiyastuti, Hilda Cahyani; Alif, Muhammad; Millah, Mus'idul
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5406

Abstract

Artikel ini membahas penerapan hadis tematik dalam bidang aqidah, yang fokus pada upaya membangun keyakinan umat Islam dalam konteks hari kiamat. Hadis sebagai sumber ajaran Islam yang otentik memiliki peranan penting dalam memperkuat aqidah dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang aspek-aspek eskatologis. Melalui penjabaran konsep penghentian dalam hadis, artikel ini mengkaji berbagai hadis yang menjelaskan tanda-tanda dan proses terjadinya kiamat. Selain itu, artikel ini juga menyoroti metode pendidikan aqidah yang efektif melalui pengajaran hadis tematik, serta pentingnya diskusi dan kajian untuk memperkuat keyakinan umat. Tantangan dalam penerapan hadis tematik, seperti kurangnya pemahaman dan penyebaran informasi yang tidak akurat, diidentifikasi dan diusulkan solusi untuk mengatasinya. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keyakinan umat Islam dalam menghadapi realitas akhir, serta mendorong masyarakat untuk lebih mendalami ajaran agama melalui hadis yang sahih. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menerapkan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hadis tematik memudahkan pemahaman umat terhadap tanda-tanda kiamat secara sistematis, menumbuhkan kesadaran spiritual, dan memotivasi amal saleh. Pengajaran ini berfungsi sebagai pengingat lintas generasi, relevan dengan fenomena modern, serta menjadi pedoman praktis menghadapi tantangan zaman. Dengan pendekatan tematik, aqidah lebih mudah dipahami, khususnya oleh generasi muda, sehingga iman tertanam dalam hati dan tercermin dalam tindakan. Metode ini diharapkan membentuk generasi tangguh secara spiritual dan moral, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab sosial. Lembaga pendidikan diharapkan mengintegrasikan pendekatan ini sebagai fondasi pembelajaran keagamaan yang kuat.
Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley Maulayati, Neneng; Alif, Muhammad; Lisalam, Repa Hudan
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5442

Abstract

Penelitian ini menganalisis hadis tentang akhlak dan kebajikan melalui lensa etnografi, mengadaptasi metode Spradley untuk memahami sistem makna budaya yang terkandung di dalamnya. Hadis, sebagai sumber hukum dan pedoman hidup kedua dalam Islam, tidak hanya memuat ajaran normatif tetapi juga merefleksikan praktik dan nilai-nilai sosial masyarakat Nabi Muhammad SAW. Dengan menggunakan pendekatan etnografi Spradley, penelitian ini berupaya mengungkap kategori-kategori budaya, hubungan antar kategori, dan tema-tema dominan seputar akhlak dan kebajikan sebagaimana tergambar dalam hadis. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka mendalam terhadap berbagai riwayat hadis yang relevan. Analisis dimulai dengan identifikasi domain semantik (misalnya, jenis-jenis akhlak, bentuk-bentuk kebajikan), diikuti dengan analisis taksonomi untuk mengklasifikasikan elemen-elemen dalam setiap domain. Selanjutnya, analisis komponensial dilakukan untuk mengidentifikasi atribut-atribut yang membedakan antar kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis menampilkan kekayaan konsep akhlak dan kebajikan yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, mencakup dimensi personal, sosial, dan spiritual. Hadis tidak hanya memerintahkan perbuatan baik, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku yang berlandaskan moralitas Islam. Analisis ini memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana nilai-nilai akhlak dan kebajikan dikonstruksi dan diinternalisasi dalam masyarakat Muslim awal, menawarkan relevansi bagi pendidikan karakter dan pembinaan etika.
Analisis Teori Legitimasi Max Weber dalam Akun Youtube Kajian Tafsir Al-Ma’rifah-Ustadz Musthafa Umar Harfi, Muhammad; Hakim, Lukmanul; Fikri, Ahmad; Malintang, Jimmy; Sitepu, Rizki Ramadhan
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5551

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan teori legitimasi Max Weber dalam kanal YouTube Kajian Tafsir Al-Qur’an Al-Ma’rifah Ustadz Musthafa Umar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, mengumpulkan data melalui observasi video, analisis komentar audiens, serta kajian literatur terkait legitimasi keagamaan dan digitalisasi dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelusuran terhadap Ustadz Mustafa Umar memperoleh legitimasi melalui kombinasi tiga otoritas Weberian: tradisional, karismatik, dan legal-rasional. Otoritas tradisionalnya berasal dari latar belakang keluarga dan pendidikan keagamaan, otoritas karismatiknya dibangun melalui gaya dakwah yang santun dan mudah dipahami, sementara otoritas legal-rasional diperkuat oleh jabatan keagamaan serta karyanya dalam bidang tafsir. Kehadiran kanal YouTube tidak hanya mempertahankan legitimasi tersebut tetapi juga memperluas jangkauan dakwah tafsir al-Qur’an kepada audiens yang lebih luas. Kesimpulannya, media digital bukanlah ancaman bagi otoritas keagamaan tradisional, melainkan alat yang memperkuatnya melalui adaptasi komunikasi yang lebih interaktif dan luas. Serta implikasinya terhadap jamaah adalah pemahaman terhadap al-Qur’an yang lebih luas serta semakin kokohnya akidah ahlussunah wal jamaah.
Pembelajaran Al-Qur’an Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi Yasir, Muhammad
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pembelajaran Al-Qur’an melalui dua metode yang populer dan banyak digunakan di Indonesia, yaitu metode Tilawati dan metode Ummi. Fokus penelitian ini adalah pada efektivitas pendekatan masing-masing metode, struktur pembelajaran, serta sistem evaluasi yang diterapkan dalam membentuk kemampuan membaca Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, laporan, dan literatur lain yang relevan dengan topik pembelajaran Al-Qur’an menggunakan kedua metode tersebut. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan karakteristik, keunggulan, dan kekhasan dari masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tilawati memiliki sistem pembelajaran bertingkat melalui enam jilid dan tahapan lanjutan dengan pendekatan klasikal dan individual baca simak, serta evaluasi melalui munaqosyah. Sementara metode Ummi menekankan pada 10 pilar mutu, pendekatan klasikal dan individual, serta evaluasi berjenjang yang sistematis. Keduanya efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara berkesinambungan. Namun, metode Ummi lebih terstruktur dari sisi manajemen mutu dan pelaporan, sementara metode Tilawati unggul dalam fleksibilitas pendekatan pengajaran. Kedua metode dapat diterapkan secara luas dalam pendidikan Islam di Indonesia dengan adaptasi sesuai kebutuhan lembaga.
Revitalisasi Norma Sosial Dalam Kehidupan Anak Muda Kajian Tafsir Maudhu’i Mashuro, Dewi Zakiyatul; Zainuddin, Ahmad; Mufid, Miftara Ainul; Kuswayo, Nyoko Adi
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi revitalisasi norma sosial dalam kehidupan anak muda zaman sekarang dengan menggunakan pendekatan Tafsir Maudhui. Dalam konteks ini, norma sosial yang dimaksud mencakup nilai-nilai, etika, dan perilaku yang dianggap penting dalam interaksi sosial di kalangan remaja. Oleh karena itu, revitalisasi norma sosial menjadi suatu keniscayaan untuk membekali anak muda dengan kompas moral yang kokoh dalam menavigasi kompleksitas tantangan zaman. penelitian ini mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan untuk menggali nilai-nilai sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui metode ini, peneliti berupaya untuk mengidentifikasi cara-cara revitalisasi norma sosial dapat diterapkan, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter dan identitas anak muda guna membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan mampu berkontribusi secara positif bagi peradaban yang berlandaskan nilai-nilai universal Islam.

Page 2 of 2 | Total Record : 15