cover
Contact Name
Ainurrahman Hidayat
Contact Email
anik_mamang@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
biologiyayan@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Panglegur KM 04 Pamekasan Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam
ISSN : 19077211     EISSN : 24428078     DOI : https://doi.org/10.19105/nuansa
Nuansa is a journal that publishes scientific articles that have been derived from research on social sciences and Islamic studies This journal is published biannually in June and December and published articles reviewed by experts on related issues Journal Nuansa scope includes culture politics law economy theology philosophy communication and history
Articles 248 Documents
Institusi Pesantren Sebagai Local-Genius Mampu Bertahan Menghadapi Ekspansi Modernisasi Pendidikan Samsul Bahri
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v16i2.2470

Abstract

Tulisan ini mengkaji Institusi Pesantren sebagai kearifan-lokal mampu bertahan menghadapi ekspansi modernisasi pendidikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan sosiologis-hostoris. Studi ini menyimpulkan bahwa pesantren sebagai kearifan-lokal mempunyai daya tahan yang kuat dalam menghadapi ekspansi modernisasi pendidikan, hal ini dikarenakan institusi pesantren memiliki modal tradisi yang dipegangi, proses pendidikan, serta sesuai dengan teori sosial fungsional dalam sebuah organisasi. (This paper examines the Islamic Boarding School Institution as local wisdom able to withstand the expansion of education modernization. The method used is descriptive-analytical with a sociological-hostoris approach. This study concludes that pesantren as local wisdom has strong resilience in facing the expansion of education modernization, this is because pesantren institutions have traditional capital that is held, education process, and in accordance with functional social theory in an organization.)
Pola Asuh Inklusif Keluarga Seagama dan Beda Agama: Sebuah Model Pendidikan Toleransi Di Desa Bondo Jepara Ahmad Saefudin; Ayu Widyawati
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v16i2.2534

Abstract

Masyarakat Desa Bondo, Jepara, dikenal dengan iklim toleransinya yang kuat. Dalam konteks kehidupan keluarga, umat Islam dan Kristen menyumbangkan karakteristik pola asuh yang inklusif. Dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui pisau analisis teori psikologi perkembangan anak dan teori kepemimpinan dari Hersey dan Blanchard, penelitian ini bertujuan untuk menampilkan model pendidikan dan pola asuh orang tua dari keluarga seagama dan beda agama. Dari hasil observasi partisipatoris dan wawancara mendalam, dapat disimpulkan bahwa bentuk pendidikan di Desa Bondo memunculkan pelbagai model, di antaranya model pendidikan keteladanan, model pendidikan inklusif, model pendidikan kedisiplinan, model pendidikan dengan memberi hukuman, model pendidikan kemandirian, dan model pendidikan religius. Selain itu, terdapat perbedaan pola asuh orang tua terhadap anak antara keluarga beda agama dan keluarga seagama. Bagi keluarga seagama (Kristen dengan Kristen), pola asuh yang mendominasi ialah permisif, demokratis dan otoriatif. Sedangkan pola asuh keluarga seagama (Islam dengan Islam) relatif sama dengan pola asuh yang diterapkan oleh keluarga beda agama (Kristen dengan Islam) yaitu demokratis, otoriter, dan otoritatif. Model pendidikan dan pola asuh orang tua tersebut berpengaruh signifikan terhadap kesadaran toleransi dalam diri anak-anak di Desa Bondo. (The people of Bondo, Jepara, are known for their strong tolerance situation. In the context of family life, Muslims and Christians contribute to the characteristics of inclusive parenting. Using a descriptive-qualitative approach through the analysis of psychological theories of child development and leadership theories from Hersey and Blanchard, this study aims at displaying the educational model and parenting of parents of religious families and different religions. Based on the results of participatory observation and interviews, it can be concluded that there are several models of education in Bondo, including the model of exemplary education, the model of inclusive education, the model of disciplinary education, the education model by giving punishment, the education model of independence, and the model of religious education. In addition, there are differences in parenting parents towards children between families of different religions and religious families. For family members of the same religion (Christian to Christian), parenting that dominates is permissive, democratic and authoritative. Whereas parenting families of religions (Islam and Islam) are relatively similar to those adopted by families of different religions (Christianity with Islam) namely democratic, authoritarian, and authoritative. The model of education and parenting has a significant effect on awareness of tolerance in children in Bondo.)
Kode Etik dan Moral Mahasiswa (Studi Terhadap Peran Tim Kode Etik dalam Membina Moral Mahasiswa di IAIN Madura) Halimatus Sa'diyah; Moh. Zaiful Rosyid
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v16i2.2628

Abstract

IAIN Madura sebagai Lembaga Pendidikan Islam harus senantiasa menegakkan nilai-nilai Islami sesuai dengan visi misinya yaitu religius, kompetitif dan kompeten. Namun nampaknya masih belum maksimal penerapannya terutama bagi mahasiswa di kampus. Hal ini terlihat dari adanya mahasiswa yang kurang mengindahkan aturan Kode Etik mahasiswa seperti penggunaaan busana yang kurang sopan, cara berkomunikasi dengan dosen dan pimpinan yang kurang etis dan lain sebagainya. Persoalannya adalah bagaimana cara Tim Kode Etik yang sudah dibentuk bisa memainkan perannya dalam menyelesaikan masalah moral mahasiswa tersebut, sehingga mahasiswa merasa dimonitoring dan diperhatikan ketika di kampus. Untuk itu peneliti melakukan penelitian melalui pendekatan kualitatif dengan deskriptif analitik, metode pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tim Kode Etik memiliki peran yang cukup besar dalam mengawal etika mahasiswa dan moral mahasiswa IAIN Madura agar lebih baik. Tim Kode Etik sebagai pembimbing, dan pengawas serta pembina moral mahasiswa IAIN Madura. Kegiatan pembinaan Kode Etik dilakukan sejak orientasi mahasiswa baru juga ketika proses pembelajaran di kelas, selain itu Tim Kode Etik juga bekerjasama dengan dosen pengajar dan Ka. Prodi untuk memberikan sanksi ketika melihat langsung pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa ketika di kampus.(IAIN Madura as an Islamic Education institution must always uphold Islamic values in accordance with its vision and mission of religious, competitive and competent. But it seems that the application is still not maximized, especially students on campus. This can be seen from the existence of students who do not heed the rules of the Student Code of Ethics such as the use of clothing that is not polite, how to communicate with lecturers and leaders who are less ethical and so forth. The purpose of this study is to analyze the role of the Code of Ethics Team in solving the students' moral problems, so that students can obey the code of ethics while on campus. The research uses a qualitative approach with descriptive analitik, the type is case study. The results showed that the Code of Ethics Team had a significant role in guarding the ethics and morals of IAIN Madura students to be better. The code of ethics team is a guide, and supervisor and moral guide for students of IAIN Madura. The code of ethics coaching activity has been carried out since the orientation of new students as well as during the learning process in the classroom. In addition, the code of ethics team also cooperates with the teaching lecturer and Head of Office. Study Program to give sanctions when seeing firsthand the violations committed by students while on campus. The existence of the Code of Ethics Team makes students reluctant to commit violations while on campus, because its massive monitoring makes students feel they are always being watched.)
Konsep Jurnalisme Dakwah Dalam Mencegah Tindak Korupsi Qudratulah Qudratullah
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v16i2.2642

Abstract

Orientasi jurnalisme dakwah harus lebih mengedepankan perbaikan kualitas dunia pers dibandingkan dengan keuntungan media semata. Jurnalisme dakwah menjadi inovasi terbaru dunia jurnalistik yang jauh dari penyimpangan-penyimpangan atas relasi yang terjalin dengan para pejabat. Tindakan korupsi menjadi salah satu penyimpangan yang menjadi perhatian penuh masyarakat karena dampak yang sangat merugikan bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat masalah mengenai konsep jurnalis dalam mencegah tindak korupsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan dengan mengkaji literatur-literatur yang dikumpulkan mengenai ilmu jurnalistik dan tindak korupsi yang diintegrasikan dengan ilmu dakwah. Kemudian dianalsis dengan konklusi data terlebih dahulu, kemudian display data dan gambaran kesimpulan. Hasil yang ditemukan mengungkapkan bahwa jurnalisme dakwah harus dapat berkontribusi dalam mencegah tindak korupsi melalui keterampilan kejurnalistikan yang diintegrasikan dengan konsep-konsep dakwah. Jurnalis dakwah yang dimaksud bukanlah berarti jurnalis yang beragama Islam tetapi jurnalis yang mengaplikasikan nilai-nilai dakwah dalam kegiatan jurnalistik yang dilakoni. Jurnalisme dakwah akan meliput berbagai peristiwa kemudian melaporkannya dengan menyebarluaskan kepada masyarakat melalui media massa dengan informasi yang mengandung ajakan, seruan, dan panggilan kepada jalan kebaikan. Jurnalisme dakwah akan selalu berpegang teguh pada prinsip menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. (The preaching journalism orientation should consider the better quality of journalism itself rather than the media benefit. Preaching journalism becomes the newest innovation in journalism which far from the official relations’ distortion. Corruption becomes one of the forms of distortion which take the society’s biggest attention because its impact is so harmful for both society and nation. Therefore, this study is trying to convey the journalist’ concept in preventing our nation from corruption. The kind of descriptive qualitative method is proposed in this study. This study is dealing with the literary study by analyzing literatures about journalism and acts of corruption integrated with preaching knowledge. Then it was first analyzed using data collection, data display and conclusion. The result of the research discovered that preaching journalism should give some contributions on preventing corruption through journalistic skill being integrated with preaching concepts. Preaching journalist is not necessarily a Muslim but a journalist who is applying the preaching values in their journalistic activities. The preaching journalism covers the news then they will report it by telling the society through mass media with information containing invitation, exclamation and calling to the good deed. The preaching journalism will always stick on their principle to persuade people to do good deed and preventing the bad.)
Studi Implementasi Kurikulum Berbasis KKNI pada Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura Aflahah Aflahah
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v16i2.2660

Abstract

Prodi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura telah menerapkan kurikulum berbasis KKNI sejak tahun 2016, dan sampai sekarang penerapannya masih belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum berbasis KKNI pada Prodi TBIN. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa fakta hasil observasi di lingkungan IAIN Madura, ditambah hasil wawancara dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Prodi TBIN melakukan beberapa tahapan seperti melakukan peninjauan ulang dan memberbaiki kurikulum, melakukan studi wawasan ke beberapa perguruan tinggi, dan mengadakan workshop dan program pendampingan. 2) Implementasi kurikulum bisa dikatakan berjalan hampir sebagaimana mestinya. 3) Evaluasi implementasi kurikulum masih pada konteks kurikulum sebagai sebuah pembelajaran dan pengajaran saja, yaitu hanya fokus pada penyesuaian mata kuliah dengan capaian pembelajaran. 4) Faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya: lemahnya penggunaan media pembelajaran IT, kurangnya pendampingan ahli KKNI, sarana dan Prasarana kurang mendukung, dan juga komitmen bersama semua pihak termasuk dosen prodi dan mahasiswa. Untuk itu seluruh pihak seharusnya bisa terus meningkatkan kualitas kurikulum dan mengembangkan perangkat kurikulum berbasis KKNI dengan baik.[TBIN Program of IAIN Madura have implemented KKNI based curriculum since 2016 but it is still far from maximal. This study is intended to describe the planning, implementation, evaluation, and the factors that affect the implementation of KKNI based curriculum on TBIN Program. This is descriptive qualitative research. The data sources were field observation results, complete with the data from interviews and documentation. Data analysis involved data reduction, data display, conclusion drawing, and verification. The research results were 1) TBIN program did several stages such as reviewing and ‘fixing’ the curriculum, doing insight studies to some Universities, and held a workshop and mentoring program. 2) The implementation of the curriculum can be assumed to be almost as expected. 3 The evaluation of curriculum implementation revealed that it is still in the context of the curriculum as learning and teaching, it only focused on course adjustment with the learning outcomes. 4) The factors influenced its implementation was linguistics and literature’s weak of the lecturers, lack of mastering IT-based learning, the budget was still low, the lack of mentoring experts of KKNI, facilities, and infrastructure is less support. Therefore, the entire parties should continue to improve the quality of the curriculum and develop KKNI based curriculum properly.]
Harmonisasi Pengaturan Persaingan Pasar Tradisional Dengan Toko Modern Di Kabupaten Sukoharjo Septiana Putri Utami
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v16i2.2707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi terhadap pengaturan persaingan pasar tradisional dengan toko modern di kabupaten Sukoharjo; pelaksanaan regulasi terkait pengaturan persaingan pasar tradisional dengan toko modern di kabupaten Sukoharjo; menciptakan harmonisasi pengaturan pasar tradisional dengan toko modern di kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yurudis sosiologis dengan populasi penelitian berupa 26 pasar tradisional di kabupaten Sukoharjo. teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan 3 pasar tradisional dengan sub populasi yang berdekatan dengan toko modern.Hasil penelitian ini adalah pengaturan persaingan pasar tradisional dan toko modern di kabupaten Sukoharjo diatur pada Perda No. 17 Tahun 2017 tentang penataan dan pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan; terdapat pelanggaran pelaksanaan regulasi yang dilakukan oleh pengusaha toko modern dalam hal manipulasi izin toko kelontong yang beroperasi dengan konsep toko modern; guna menciptakan harmonisasi pengaturan pasar tradisional dan toko modern diperlukan tindakan prefentif dan represif.(This study aims to determine the regulation of traditional market competition arrangements with modern stores in Sukoharjo district; implementing regulations related to the traditional market competition arrangements with modern stores in Sukoharjo district; creating harmonization of traditional market arrangements with modern stores in Sukoharjo district. This study used a method of sociological jurudical approach with the study population of 26 traditional markets in Sukoharjo district. The sampling technique used was purposive sampling using 3 traditional markets with sub-populations adjacent to modern stores.The results of this study are traditional market competition arrangements and modern stores in Sukoharjo district regulated in Local Regulation (Perda) No. 17 year 2017 about structuring and coaching public markets, shopping centers and convenience stores; there are violations in the implementation of regulations carried out by modern store entrepreneurs in term of manipulation of grocery store licenses operating with the concept of a modern store; in order to create harmonization of traditional market arrangements and modern stores, it requires preventive and repressive actions.)
Penguatan Character Building Peserta Didik Melalui Kurikulum Berbasis Lingkungan Sri Nurhayati
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v16i2.2740

Abstract

Character building memang sedang marak digaungkan oleh civitas akademika untuk terus dikembangkan dalam ranah pendidikan di sekolah. Dengan character building ini diharapkan dapat menurunkan tingkat degradasi moral para pemuda di Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendiskripsikan proses penguatan character building sekolah adiwiyata nasional di Kabupaten Pamekasan. Bagaimana kurikulum berbasis lingkungan hidup diterapkan, bagaimana desain perencanaan pembelajaran dilakukan, serta karakter apa saja yang dikuatkan dan mendiskripsikan bagaimana proses penguatan nilai- nilai karakter tersebut. Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus yang dilakukan di sekolah adiwiyata nasional yaitu MTsN 2 Pamekasan. Data yang diperoleh oleh peneliti melalui observasi, wawancara serta dokumentasi kegiatan adiwiyata di sekolah tersebut.  Sedangkan hasil penelitian menunjukkan bahwa MTsN 2 Pamekasan menerapkan semua komponen dalam program adiwiyata dan melakukan internalisasi kepada semua warga sekolah untuk melaksanakannya. Konten Adiwiyata juga ditambahkan dalam perencanaan pembelajaran sampai penilaian yang dilakukan oleh guru dala setiap POKJA (Kelompok Kerja) di luar kelas, dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan aktivitas lingkungan berbasis partisipatif untuk mengukur sejauh mana keberhasilan program Adiwiyata itu sendiri.(Character building has been loudly spoken by many environmental practitioners including teachers to be developed in education side. It is expected to decrease the moral degradation of Indonesian’s youths. This study is trying to describe the process of strengthening the students’ character building in a National Adiwiyata School Pamekasan Regency. How the school applies the environmental based curriculum, how the teachers design the teaching preparation containing adiwiyata content, what are the characters being built. How the teachers strengthen the students’ characters are the focus of this study. This is a study case which is done in National Adiwiyata School MTsN 2 Pamekasan. The result shows that beside the implementation of all components of Adiwiyata Program, the school also did internalization to make sure that all elements of the school inserted Adiwiyata content in all aspects of education. The contents of Adiwiyata are also added into the design of teaching preparation and the teachers did evaluation on the students’ role in the POKJA (group work) outside the class, in the extracurricular activity, and in the participative based environmental activity to know the reinforcement works well.)
Penerapan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controling) Manajemen Risiko Pembiayaan Modal Usaha Tabarok di PT BPRS Sarana Prima Mandiri Pamekasan Luthfiana Basyirah; Moch. Cholid Wardi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i1.2836

Abstract

Manajemen risiko merupakan serangkaian metode dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, melakukan mitigasi, memantau, dan mengendalikan risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha bank. Pembiayaan modal usaha Tabarok merupakan pembiayaan yang dikeluarkan oleh PT BPRS Sarana Prima Mandiri yang diberikan kepada nasabah dengan menggunakan akad mudharabah untuk melakukan kegiatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), yang diberikan tanpa menggunakan jaminan atau agunan. Tujuan pokok dalam penelitian ini untuk mengetahui POAC - Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling manajemen risiko dalam memberikan pembiayaan modal usaha Tabarok di PT BPRS Sarana Prima Mandiri Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa penerapan manajemen risiko  pembiayaan modal usaha Tabarok di PT BPRS Sarana Prima Mandiri Pamekasan sudah cukup baik dengan cara melaksanakan empat fungsi manajemennya yaitu POAC - Planning, Organizing, Actuating dan Controlling.(Risk management is a series of methods and procedures used to identify, measure, mitigate, monitor and control the risks which arises from all bank business activities. Tabarok business capital financing is financing issued by PT BPRS Sarana Prima Mandiri and provided to customers who use mudharabah agreements that conduct micro and small business activities (MSMEs). It is provided without using collateral. The main objective in this study is to determine POAC - Planning, Organizing, Actuating, and Controlling risk management in providing Tabarok business capital financing in PT BPRS Sarana Prima Mandiri Pamekasan. This study uses a qualitative approach where the type is descriptive research. The results of the study stated that the application of risk management of Tabarok business capital financing in PT BPRS Sarana Prima Mandiri Pamekasan was quite good by carrying out its four management functions namely POAC - Planning, Organizing, Actuating, and Controlling.)
Kepemimpinan dalam Pembelajaran Integratif Pada Madrasah Berbasis Pesantren di Kabupaten Jember Imron Fauzi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i1.2856

Abstract

Keberhasilan madrasah tidak dapat dilepaskan dari peran kepala madrasah sebagai pemimpin pembelajaran, karena kepala madrasah memiliki pengaruh terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah. Keunikan yang ditemukan pada pemimpin di pesantren Nurul Islam 1 Jember dan pesantren Al-Qodiri 1 Jember yang telah berinisiatif untuk mengembangkan sistem pembelajaran integratif pada lembaga madrasah formal yang dinaunginya secara lebih kreatif, inovatif, dan kompetitif. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatif. Penentuan informan yang dipilih dengan teknik purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumenter. Prosedur analisis data melalui tahapan data condensation, data display, dan conclusion drawing. Sedangkan keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini yakni pemimpin madrasah di pesantren Nurul Islam 1 Jember dan Al-Qodiri 1 Jember telah mengembangkan pembelajaran integratif yang memadukan antara kurikulum nasional dan kurikulum lokal pesantren; antara kegiatan pembelajaran di madrasah dan di pesantren; antara pembelajaran Kitab Kuning dan mata pelajaran umum, serta antara proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Temuan penelitian ini menunjukkan model pembelajaran di madrasah bersifat integratif delegatif berbasis pesantren.(Madrasah's success cannot be separated from the role of headmaster as a learning leader, because of the headmaster influences on improving the quality of learning in the madrasah. The uniqueness of leaders in Pesantren Nurul Islam 1 Jember and Pesantren Al-Qodiri 1 Jember who have developed an integrative learning system at formal educational institutions in a creative, innovative, and competitive manner. This research used a qualitative method. The determination of informants used by the purposive technique. Data collection techniques used in this study used interview, observation, and documentary method. Several activities in data analysis were: data condensation, data display, and conclusion drawing or verifications. Data validation uses source triangulation and method triangulation. This study shows leaders at Pesantren Nurul Islam 1 Jember and Pesantren Al-Qodiri 1 Jember have developed integrative learning that combines the national curriculum and local curriculum of pesantren; between learning in madrasah and pesantren; between learning the Kitab Kuning and general subjects, and between planning, implementing, and evaluating learning. The novelty of this research is the integrative learning based on pesantren in madrasah).
Persepsi Masyarakat Terhadap Perilaku Prososial Siswa Kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bongkudai Prasetio Rumondor; Syamsul Bahri Mamonto; Octri Amelia Suryani
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i2.2876

Abstract

Dalam interaksi sosial masyarakat Timur lebih mementingkan kebersamaan yang harmonis dan didasari dengan kasih sayang. Karenanya seringkali masyarakat melakukan penilaian terhadap orang lain dan menyimpulkan karakteristik kepribadiannya. Oleh karena itu, perilaku prososial mencakup segala bentuk tindakan yang menguntungkan dan dilakukan untuk menolong orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif penolong. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan Persepsi Masyarakat Bongkudai Terhadap Perilaku Prososial Siswa Kelas VIII Di MTs Negeri Bongkudai. Artikel ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hal ini dikarenakan data yang dikumpulkan adalah data yang di telaah secara sistematis mengenai fakta-fakta dan sifat populasi atau penelitian yang langsung dilakukan di lapangan (field research) sehingga peneliti mampu melihat bagaimana persepsi masyarakat terhadap perilaku prososial siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Bongkudai berdasarkan pengalaman dan kedekatan mereka dengan siswa yang ada. Dimana mereka melihat siswa di MTs Negeri Bongkudai terutama kelas VIII memiliki perilaku prososial namun harus selalu diarahkan serta diberikan motivasi agar perilaku mereka menjadi sebuah perilaku yang baik. Terutama pada Aspek berbagi, menolong, jujur, dermawan, kerjasama. Kelima perilaku ini masih mempunyai kekurangan. Oleh karena itu masyarakat, guru dan orang tua perlu saling berkoordinasi dalam rangka meningkatkan perilaku prososial siswa.(In social interaction, the East community emphasizes harmonious togetherness and is based on compassion. Therefore, people often make judgments about other people and infer their personality characteristics. Therefore, prosocial behavior includes all forms of action that are beneficial and done to help others, regardless of the motives of the helper. This article aims to describe the Perceptions of the Bongkudai Society against the Prosocial Behavior of Class VIII Students in MTs Negeri Bongkudai. This article uses a type of qualitative research with a descriptive approach. This is because the data collected is data that is systematically examined about the facts and nature of the population or direct research conducted in the field (field research) so that researchers are able to see how people's perceptions of student prosocial behavior. The results showed that the perception of the Bongkudai community was based on their experience and closeness with existing students. Where they see students in MTs Negeri Bongkudai especially in class VIII have prosocial behavior but must always be directed and motivated so that their behavior becomes a good behavior. Especially in aspects of sharing, helping, honest, generous, cooperation. These five behaviors still have flaws. Therefore the community, teachers, and parents need to coordinate with each other in order to improve students' prosocial behavior).