cover
Contact Name
Ainurrahman Hidayat
Contact Email
anik_mamang@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
biologiyayan@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Panglegur KM 04 Pamekasan Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam
ISSN : 19077211     EISSN : 24428078     DOI : https://doi.org/10.19105/nuansa
Nuansa is a journal that publishes scientific articles that have been derived from research on social sciences and Islamic studies This journal is published biannually in June and December and published articles reviewed by experts on related issues Journal Nuansa scope includes culture politics law economy theology philosophy communication and history
Articles 248 Documents
Etika Madura: Suatu Analisa Filsafati tentang Penghayatan Harmonis dan Disharmonis Terhadap Worldview Orang Madura Ainur Rahman Hidayat
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i1.2877

Abstract

Etika Madura mencerminkan nilai-nilai manusiawi yang menjadi salah satu pedoman alternatif menghadapi tantangan modernisasi untuk memahami tingkah laku, kebijaksanaan, dan penghayatan hidup orang Madura. Persoalan kesatuan dunia sebagai sebuah keteraturan dan ketersusunan yang baik, secara implisit terungkap dalam pandangan dunia masyarakat Madura. Dunia, manusia, dan alam adikodrati bagi masyarakat Madura bukanlah tiga bidang yang relatif berdiri sendiri dan masing-masing mempunyai hukumnya, melainkan merupakan satu kesatuan pengalaman. Kesatuan pengalaman yang dimiliki, dihayati, dan dipraktekkan secara turun temurun oleh orang Madura. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: pertama, Bagaimana worldview orang Madura dalam khasanah kearifan lokal Madura? Kedua, Bagaimana orientasi pengembangan etika Madura berbasis makna kearifan lokal dalam worldview orang Madura? Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menggunakan pendekatan (objek formal) etika. Bahan penelitian (objek material) adalah semua pemikiran, pemahaman, dan pemaknaan tentang worldview orang Madura yang telah ditulis oleh peneliti lain dengan menggunakan pendekatan yang berbeda. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah hermeneutika-filsafati dengan unsur metodis, yaitu deskripsi, komparasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Relasi tradisi budaya masyarakat Madura dalam struktur ontologis transendental bermakna sosio-kultursentrisme. Sosio-kultursentrisme merupakan kriteria ada tidaknya etika dalam diri orang Madura. Kedua, Relasi tradisi budaya masyarakat Madura secara hakiki sebagai prinsip pertama. Relasi merupakan titik pangkal dan titik akhir realitas dalam orientasi pengembangan etika dengan harmoni dan disharmoni sebagai norma ontologis transendental. Etika memandang Relasi sebagai tolok ukur untuk menilai kebenaran setiap pola pikir, sikap, dan perilaku dalam tradisi budaya masyarakat Madura.(Ethics Madura reflect the Values of humanity who became one of the guidelines alternatives to face the challenges of modernization to understand the behavior, wisdom, and appreciation of life of people of Madura. The issue of world unity as a good order and composition is implicitly revealed in the world view of the Madurese people. In the world, humans, and the supernatural nature of Madurese is not three relatively independent fields and each has its own laws, but is a unity of experience. The unity of experience possessed, lived, and practiced from generation to generation by Madurese. The formulation of the problem in the study of this, namely: First, how worldview of people of Madura in the treasures of wisdom locally Madura? Second, how is the orientation of Madura based ethical development the meaning of local wisdom in the Madurese worldview? Research is a research library by using the approach ethics. Materials research are all thinking, comprehension, and interpretation of the worldview of people of Madura who was written by researchers other by using the approach that is different. Analysis were used in research this is the hermeneutical-philosophical with elements of methodical, ie description, comparison, and reflection. Results of the study show that First, relations Madurese community cultural traditions in transcendental-ontological-structure of meaningful socio-culture-centrally in mind. socio-culture-centrally in mind the criteria there is absence of ethics in themselves the Madurese. Second, the cultural relation of Madurese people is essentially the first principle. Relationship is the starting point and end point of reality in the orientation of ethical development with harmony and disharmony as transcendental-ontological-norms. Ethics views relations as a benchmark for assessing the truth of each mindset, attitude, and behavior in the cultural traditions of the Madurese people).
A Study of The Rhetorical Strategy Used by Shabir Ally and Nabeel Qureshi in Interfaith Debates Mubrizatul Ilmi; Agwin Degaf
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i1.2979

Abstract

Kasus penistaan agama kerap kali terjadi di Indonesia. Bukan disebabkan karena terjadi sebuah kekerasan fisik atau pun teror yang meresahkan, melainkan karena penggunaan wacana yang kurang tepat oleh penutur. Dalam penelitian ini, debat antar agama menjadi objek penelitian karena ketertarikan peneliti untuk mengetahui strategi apa saja yang digunakan oleh pembicara untuk menjelaskan doktrin Agama mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembicara menggunakan strategi tersebut dalam meningkatkan kualitas argumen mereka. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan kedua kandidat debat dalam sesi presentation dan refutation, yaitu Dr. Qureshi dan Dr. Ally. Data dikumpulkan dengan cara menonton video live-streaming debat tersebut, mentranskrip, memilih data yang sesuai, dan mengelompokkannya sesuai dengan kategori masing-masing. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif untuk menentukan kategori dan cara pengaplikasian strategi retorika. Hasil penelitian setelah menganalisis dan membahas data adalah strategi retorika yang di tawarkan oleh Van Dijk dalam sesi presentation digunakan seluruhnya. Sedangkan dalam sesi refutation, kategori yang digunakan ialah evidentiality, example/illustration, norm expression, number game, reasonableness, dan religion self-glorification. Kedua pembicara menggunakan cara yang sama dalam pengaplikasian strategi tersebut di kedua sesi. Namun, strategi yang paling dominan digunakan ialah kategori evidentiality.(Religion blasphemy often occurs in Indonesia. It is not because of physical violence or disturbing terror occurred, but it causes the use of discourse which is not appropriate. In this study, the interfaith debate is the object of research because the researchers are interested in knowing what strategies are used by speakers to explain their religious doctrine. The purpose of this study is to find out how the speaker uses the strategy to support their arguments. Data and data source in this study is the utterances of the two debate candidates in the presentation and refutation sessions, those are Dr. Qureshi and Dr. Ally. The data is collected by watching the debate live-streaming video, transcribing, selecting the appropriate data, and grouping them according to their respective categories. The result of the study after analyzing and discussing the data is the rhetorical strategies offered by Van Dijk used by the speakers in the presentation session is all the categories, while in the refutation session, the categories used are evidentiality, example/illustration, norm expression, number game, reasonableness, and religion self-glorification. Both speakers used the same method in applying the strategy in both sessions. However, the most dominant strategy used is the evidentiality category).
Strategy and Evaluation of The Implementation of Moral Values at Islamic Universities Rohita Rohita; Rizqi Maulida
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i1.2993

Abstract

Penerapan nilai-nilai Islam pada Perguruan Tinggi Islam merupakan hal yang diterapkan dalam tiap aspek kehidupan kampus dan oleh seluruh civitas academia kampus. Nilai-nilai Islam adalah hasil eloborasi antara aturan yang berlaku dengan aspek ibadah dan moralitas. Penerapannya berhubungan dengan perilaku tiap individu hubungannya dengan Allah dan dengan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk penerapan nilai-nilai Islam di Perguruan Tinggi Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Penelitian ini dilakukan pada tiga Perguruan Tinggi Islam yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Al Azhar Indonesia dan Universitas Muhammadiyyah Jakarta dengan nara sumber berasal dari pimpinan kampus, fakultas, staf dan mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Islam pada tiga Perguruan Tinggi tersebut sudah terlaksana namun belum optimal. Hal yang menjadi kendala ialah hambatan pada penerapan ini baik level atas hingga bawah ditambah lagi kebijakan yang belum tertulis atau tersedia pada buku pedoman penerapan. Belum adanya Standar dalam evaluasi penerapan nilai Islam menjadi kendala dalam penerapan sehingga tidak dapat diketahui kategori atau tingkatan penerapan nilai-nilai Islam.(The implementation of Islamic values in campus life is the realization of Islamic values in the form of norms in every aspect of campus life carried out by all levels of the campus community. The elaboration of Islamic values is embodied in the form of legal norms, state, and morals framed in aspects of worship and morality. However, the realization is associated with the behavior of each individual in relation to Allah (hablumminallah) and its relationship with humans (hablumminanas). The purpose of this study is to know the depiction of the application of Islamic values in Islamic universities.The method used is qualitative research method with in-depth interview, documentation, and observation. This research was conducted at three Islamic universities, namely UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UAI, and UMJ with sources from university leaders, faculties, departments, staffs and students. The results show that Islamic values have been applied at the three campuses but not yet optimal, because there are obstacles both at the level of leaders and at the level of students and staff. Barriers at the level of leaders related to the policy agreement to apply Islamic values for all academic communities that affects the availability of a guidebook containing Islamic values. The guidebook could not be used effectively as a medium of socialization for all academic communities. These obstacles also affect the evaluation of the implementation of Islamic values, where the three campuses do not have a standard for evaluation to use in all parts of campuses. Therefore, it is difficult to know the level of the application of Islamic values.)
Entrepreneurship pada Masyarakat Kelompok Tani Melalui Pendidikan Koloman Sholawatan Zainuddin Syarif; Abdul Mukti Thabrani
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i1.3011

Abstract

Madura adalah sebutan daerah kepulauan untuk sebuah pulau kecil di seberang utara Surabaya. Sebagai daerah kepulauan, Madura dikenal memiliki banyak sistem dan nilai lokalitas. Salah satu nilai lokalitas Madura terletak pada bangunan kebudayaan mereka yang sarat kegiatan keagaman, satu di antranya adalah kegiatan keagamaan berupa Kolaman Malam Seninan. Sebuah perkumpulan majlis ta'lim yang rutin diadakan setiap minggu malam. Menariknya, dalam konteks masyarakat Madura, kegiatan keagamaan Kolaman Malam Seninan di sini tidak semata berisikan keagamaan an sich, namun juga berisikan aktivitas sosial lain di luar agama, yaitu sosial ekonomi berupa entrepreneurship. Studi akan mengkaji fenomena entrepreneurship pada masyarakat kelompok tani melalui pendidikan koloman sholawatan malam seninan. Tiga permasalah pokok yang akan dibahas dalam kajian ini, yaitu; entrepreneurship, pendidikan, dan terkahir adalah koloman sholawatan malam seninan. kesemua fokus masalah ini akan diuraikan dalam dua pertanyaan penelitian; Bagaimana realitas koloman sholawatan malam seninan yang ada di lingkungan Kabupaten Pamekasan? Bagaimana aktivitas entrepreneurship melalui pendidikan koloman sholawatan malam seninan dijalankan oleh kelompok tani di Kabupaten Pamekasan? Studi ini merupakan kajian lapangan yang didasarkan pada jenis penelitian kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Perspektif teori yang digunakan adalah teori pendidikan. Secara umum, temuan studi ini berisikan penjelasan deskriptif tentang sosial agama dan ekonomi dalam aktivitas koloman sholawatan malam seninan di kalangan Kabupaten Pamekasan, serta analisis teoritik tentang kegiatan entrepreneurship dalam kelompok tani melalui pendidikan koloman sholawatan malam seninan di Kabupaten Pamekasan.(Madura is the name of an archipelago for a small island north of Surabaya city. As an archipelago, Madura is known to have many locality systems and values. One of Madura's locality values lies in their cultural buildings which are full of diversity activities, one of which is religious activities in the form of 'Kolaman Malam Seninan'. A gathering of majlis ta'lim that is routinely held every Sunday night. Interestingly, in the context of the Madurese community, the 'Koloman Malam Seninan; religious activities here do not merely consist of religious 'an sich', but also contain other social activities outside of religion, namely socioeconomic in the form of entrepreneurship of 'Kolaman Malam Seninan'. Three main issues will be discussed in this study, namely; entrepreneurship, education, and finally is a nighttime prayer colony. all of the focus of this problem will be described in two research questions; What is the reality of the of Kolaman Malam Seninan in the Pamekasan Regency? How is the entrepreneurship activity through the education of 'Kolaman Malam Seninan' routine run by farmer groups in Pamekasan Regency? The study is a field study based on the type of qualitative research. The data used are primary and secondary data. The theoretical perspective used is educational theory. In general, the findings of this study contain a descriptive explanation of the socio-religious and economic aspects of the activities of the midnight health prayer among Pamekasan Districts, as well as a theoretical analysis of entrepreneurship activities in farmer groups through the education of 'Kolaman Malam Seninan' in Pamekasan.)
Konflik Peran Perawat Perempuan pada RSUD Dr. Agoesdjam Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat Rupita Rupita
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i1.3013

Abstract

Manajemen waktu diperlukan bagi perempuan yang bekerja sebagai perawat dalam menjalankan peran dan statusnya di keluarga dan di rumah sakit. Perempuan yang bekerja menjadi perawat sekaligus sebagai ibu rumah tangga harus melayani kebutuhan keluarga sehingga menimbulkan konflik peran. Konflik yang muncul dikarenakan tanggung jawab terhadap keluarga mengganggu tanggung jawab terhadap pekerjaan disebut konflik keluarga terhadap pekerjaan. Metode penelitian yang diguanakan adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Temuan penelitian ini bahwa manajemen waktu perempuan yang bekerja sebagai perawat dalam menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga di-setting sedemikian rupa agar tidak ada pekerjaan dan tanggung jawab yang tidak mereka selesaikan, baik itu tanggung jawab di rumah tangga maupun tanggung jawab di rumah sakit. Strategi dalam menyeimbangkan peran di dalam rumah tangga dan pekerjaan yaitu adanya pertukaran peran di dalam rumah tangga antara suami dan istri, bantuan dari orang tua atau mertua dalam pengasuhan anak, dan menggunakan alat dan fasilitas yang memudahkan dan mengefisienkan waktu perempuan dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Temuan penelitian ini adalah adanya manajemen waktu yang baik pada perempuan yang bekerja sebagai perawat dalam menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga, istri sekaligus sebagai perawat di rumah sakit.(Time management is needed for women who work as nurses in carrying out their roles and status in the family and in the hospital. Women who work as nurses as well as housewives must serve the needs of their families, causing role conflict. Conflicts that arise because of responsibility for the family disrupting responsibility for work are called family conflicts against work. The research method used qualitative approach. The location of this study was at the RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. The findings of this research that time management of women who work as nurses in carrying out their roles as housewives is in such a way that there is no work and responsibility that they do not complete, both in the household and in the hospital. Strategies in balancing roles in the household and work, namely the exchange of roles in the household between husband and wife, assistance from parents or in-laws in parenting, and using tools and facilities that facilitate and streamline women's time in doing homework. The findings of this study are that there is good time management for women who work as nurses in carrying out their roles as housewives, wives as well as nurses in hospitals.)
Gerakan Sosial dan Filantropi Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Indonesia Siswoyo Aris Munandar
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i2.3033

Abstract

Latar belakang dari studi kasus ini adalah Tasawuf selama ini dikenal sebagai dimensi esoterik dalam Islam. Identifikasi tersebut sering menyebabkan tasawuf dianggap dekat dengan hal-hal yang bersifat kebatinan dan askese. Selama ini kaum sufi dipandang sebagai kelompok umat yang lebih menekankan kesalehan individual (personal) daripada kasalehan sosial. Akan tetapi berbeda dengan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Indonesia justru murid-muridnya harus terjun kemasyarakat dan aktiv dalam sosial. Penelitian ini menggunakan metode historis dalam mempersepsikan peran Tarekat di masyarakatnya. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan melakukan studi observasi, wawancara, dan dokumen. Penelitian ini berusaha untuk mendekripsikan peran Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah terhadap kesalehan sosial masyarakat dan filantropi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan di mana ada sebuah tarekat yang justru mendorong para muridnya untuk terlibat dalam kehidupan bersama dengan masyarakat. Membuat progam filantropi yang bernama IBU BELLA yang berkerja sama dengan Rumah Zakat dan menghasilankan World Digital Philanthropy agar potensi zakat di Indonesia bisa di tingkatkan dengan menggunakan teknologi digital saat ini.(The background of this case study is that Sufism has been known as an esoteric dimension in Islam. This identification often causes Sufism to be considered close to spiritual and ascetic matters. So far, the Sufis have been seen as a group of people who emphasize individual piety (personal) rather than social piety. However, it is different from the Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah Tarekat in Indonesia, the students have to be involved in society and be active in society. This research uses historical methods in perceiving the role of the Tarekat in society. The data for this research were collected by conducting observational studies, interviews, and documents. This study seeks to describe the role of the Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah Tarekat on social piety and philanthropy. The results of this study show where there is a tarekat that encourages its students to be involved in life together with the community. Creating a philanthropic program called IBU BELLA which collaborates with Rumah Zakat and generates World Digital Philanthropy so that the potential for zakat in Indonesia can be increased by using current digital technology).
Social Behavior of The Children of Newspaper Sellers in Kupang City to Defend Existential at School Syahrul Syahrul; Amirulah Datuk
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i2.3299

Abstract

Eksistensi anak di jalanan sebagai penjual koran dianggap sebagai hal yang tidak edukatif karena dapat mempengaruhi perilaku anak. Sementara itu, anak harus berkerja di jalan sebagai penjual koran agar mereka dapat membiayai pendidikan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam penelitian ini, perilaku sosial anak menjadi kajian utama karena penting untuk membandingkan perilaku anak ketika di jalanan dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku sosial anak penjual koran dan eksistensinya di sekolah. Selain itu, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling dalam memilih subjek penelitian yang terdiri anak penjual koran dan guru. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Data kemudian diolah dengan teknik analisis Creswell, yaitu proses analisis bergerak dalam lingkaran di antara pengumpulan data, pengorganisasian data, pembacaan, memoing, deskripsi, klasifikasi, penafsiran, dan penyajian. Diperoleh hasil analisis data bahwa anak penjual koran di Kota Kupang menunjukkan perilaku ekspresif dengan cara melanggar peraturan sekolah seperti tidak mengenakan baju seragam dan kaos kaki serta sering menggunakan tas kresek untuk tempat buku-buku dan alat-alat tulis lainnya. Selain itu, anak-anak ini juga menunjukkan perilaku sosiometrik di jalanan, yaitu mereka berbohong apabila ada yang bertanya “apakah kamu masih sekolah?” Mereka akan menjawab, saya sekolah pagi jika ditanya di waktu sore dan malam, sebaliknya mereka akan menjawab sekolah sore jika ditanya di waktu pagi.(Children existed on the road as a newspaper seller was considered as uneducated because it made deviant behaviour, while children should work on the road as newspaper seller for tuition fee and daily needs. In this research, children's social behaviour is the main study because it is important to compare children's behaviour on the streets and at school. This study aimed to know the social behaviour of children of newspaper sellers to remain in school. The type of research is qualitative. The subject of the research was determined by purposive samplings such as children of newspaper sellers and teachers. The data was collected through in-depth interviews, observation, and file notes. Meanwhile, the data were analyzed through Creswell method, namely, in one circle among data collection, data categories, memo, description, classification, interpretation, and visualization. The result of this study showed that children of newspaper sellers in Kupang City exist at school with expressive behaviour who was shown on violating school rules such as not wearing uniforms and often using plastic bags for books and other stationery. On the other hand, they also showed sociometric behaviour on the road, namely, they lie when someone asks “are you a student?” Then they will answer learning in the morning if we were asked in the afternoon and evening, whereas they will answer school afternoon if we were asked in the morning).
Potentials and Challenges of Chinese Foreign Direct Investment in Indonesia Melda Ria Juwita; Tao Wang; Yusup Gumilar Sukma; Maman Iskandar; Agus Supriyadi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i2.3523

Abstract

Program ekonomi China Belt and Road Initiatives (BRI) memiliki pengaruh besar pada laju ekonomi dunia, terutama di negara-negara tuan rumah yang berpartisipasi di dalamnya. Indonesia adalah negara yang menjadi bagian dari program ini di kawasan Asia Tenggara, mengalami dampak yang cukup besar dalam hal pembangunan ekonomi dan peningkatan nilai investasi asing, yang ditandai dengan penambahan proyek investasi di berbagai bidang industri. Pertumbuhan investasi asing Cina di Indonesia dapat dilihat dari perkembangan taman industri Cina di beberapa daerah di Indonesia. Artikel ini disusun dengan melakukan tinjauan literatur dan pengumpulan data yang akurat yang bersumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) dengan tujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan yang muncul dari FDI Tiongkok untuk Indonesia dan sebaliknya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, terlepas dari potensi pangsa pasar Indonesia karena jumlah penduduk yang besar, kemudahan memperoleh bahan baku untuk produksi dan upah minimum untuk pekerja lokal relatif rendah. Namun, bagi investor Cina, hal ini diikuti oleh tantangan yang juga muncul, seperti harga tanah yang tinggi, infrastruktur Indonesia yang tidak memadai, dan berbagai peraturan investasi di hampir setiap wilayah. Bagi Indonesia, peningkatan FDI Cina mendorong lapangan kerja, memberikan peluang bagi alih teknologi dan pengetahuan. Namun, masalah lain muncul, seperti persaingan untuk pengusaha lokal dan kekhawatiran tentang ketergantungan ekonomi Indonesia pada Cina. Selain itu, untuk mendapatkan pemahaman komprehensif tentang taman Industri Cina dan dampaknya, penelitian masa depan dengan penelitian survei lapangan sangat dianjurkan.(The China Belt and Road Initiatives (BRI) economic program has an enormous influence on the pace of the world economy, especially in host countries that participate in it. Indonesia is a country that is a part of this program in the Southeast Asian region, experienced a considerable impact in terms of economic development and an increase in the value of a foreign investment, which is marked by the addition of investment projects in various fields of industry. The growth of Chinese foreign investment in Indonesia can be seen by the development of Chinese industrial parks in several regions in Indonesia. This article was prepared by conducting a literature review and accurate data collection sourced from the Indonesia Investment Coordinating Board (IICB) with the objectives to analyze the potentials and challenges that arise from Chinese FDI for Indonesia and vice versa. The results obtained from this study are, despite the potential of the Indonesian market share due to the large population, the ease of obtaining raw materials for production and the minimum wage for local workers is relatively low. However, for Chinese investors, it is followed by challenges that also arise, such as high land prices, inadequate Indonesian infrastructure, and different investment regulations in almost every region. For Indonesia, an increase in Chinese FDI encourages employment, provides opportunities for the transfer of technology and knowledge. However, other issues arise, such as competition for local entrepreneurs and concerns about Indonesia's economic dependence on China.Besides, to get a comprehensive understanding of Chinese Industrial parks and their impact, future research with field survey research is highly recommended).
Pola Penerimaan Peserta Didik Baru Berbasis Zonasi di SMPN dan SMAN Pamekasan Saiful Arif
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v17i2.3526

Abstract

Kebijakan baru pemerintah dalam dunia pendidikan dengan menggunakan pola zonasi pada penerimaan peserta didik baru di sekolah, menimbulkan banyak reaksi dan penolakan dari masyarakat, bahkan pada tahun ajaran baru 2019/2020, ketika kebijakan ini dilaksanakan, banyak gejolak  yang hampir secara nasional terdapat unjuk rasa terhadap pola ini. Artikel ini berusaha menyajikan persoalan di sekitar pelaksanaan zonasi yang menjadi kebijakan pemerintah secara nasional, dengan mengambil potret di Pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tentang respon masyarakat, respon sekolah, dan optimalisasi pemerataan pendidikan pola zonasi pada peneriman peserta didik baru pada sekolah di Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif dengan sumber data kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagian besar respon masyarakat dan sekolah di Pamekasan tidak setuju dengan pola zonasi, diantara alasan yang diberikan adalah menutup peluang anak yang memiliki prestasi tinggi yang berada di luar zona tidak bisa masuk di sekolah yang dipandang favorit yang ada di jantung kota, serta ternyata pola zonasi belum sepenuhnya optimal memeratakan pendidikan kepada semua sekolah.(The government's new policy in the world of education by appying school zoning policy in the admission of new students in schools causes a lot of reactions and resistance from the community, esspecially, in the new academic year 2019/2020. This policy raises many turmoils such as demonstrations against it. This article attempts to present the issues surrounding the implementation of school zoning as a national government policy, by focusing its' implementation in Pamekasan. This study aims to identify community responses, school responses, and optimization of the distribution of zoning pattern education in the admission of new students to schools in Pamekasan. This study used a descriptive qualitative approach with data sources for principals, teachers, students, parents, and the community. Collecting data used are in-depth interviews, direct observation, and documentation analysis. The results of the research obtained that most of the community and school responses in Pamekasan do not agree with the school zoning, among the reasons given is closing the opportunities for children with high achievement living outside the zone cannot enter the favorites schools locating in the center of the city. Moreover, the school zoning has not been optimally distributing the quality of education to all schools).
Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Terhadap Volume Perdagangan Saham Perusahaan Perbankan yang Listing Di Bursa Efek Indonesia. Fena Ulfa Aulia; Ira Hasti Priyadi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v18i1.3730

Abstract

Tingkat kesehatan bank merupakan aspek yangsangat penting untuk mengetahui sehat atau tidak sehat suatu bank. Bank yang sehat merupakan bank yang dapat menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik, dengan mengetahui tingkat kesehatan bank investor akan mendapatkan gambaran pasti dalam pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel tingkat kesehatan bank yang diukur dengan Capital Adequacy Ratio (CAR), Return On Asset (ROA), Non Performing Loan(NPL), Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Loan to Deposit Ratio(LDR) terhadap volume perdagangansahamperusahaanperban yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2017. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016 dan 2017. Metode pemilihan sampel dilakukan secara random sebanyak 23 sampel. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian uji secara parsial menunjukkan CAR, ROA, NPL, BOPO, dan LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap volume perdagangan saham. Kemudian secara simultan dalam pengujian uji F secara simultan variabel tingkat kesehatan bank yang diproksikan dengan LDR, CAR, ROA, BOPO, dan NPL tidak berpengaruh signifikan terhadap volume perdagangan saham.