cover
Contact Name
Ainurrahman Hidayat
Contact Email
anik_mamang@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
biologiyayan@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Panglegur KM 04 Pamekasan Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam
ISSN : 19077211     EISSN : 24428078     DOI : https://doi.org/10.19105/nuansa
Nuansa is a journal that publishes scientific articles that have been derived from research on social sciences and Islamic studies This journal is published biannually in June and December and published articles reviewed by experts on related issues Journal Nuansa scope includes culture politics law economy theology philosophy communication and history
Articles 248 Documents
Konstruksi Penanaman Nilai Toleransi dalam Menangkal Radikalisme di Pondok Pesantren Provinsi Bengkulu Nopian Gustari; Abdullah Idi; Ahmad Suradi; Nilawati
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v18i1.4150

Abstract

The strength of Islamic boarding schools spread across the archipelago is their enormous potential as an instrument of anti-radicalism, which generally fosters and teaches a culture of peace and shows more tolerance. So this article aims to describe the construction of the value of tolerance in order to counteract radicalism in Islamic boarding schools. The method used in this paper is a qualitative method, using a sociocultural, phenomenological and educational approach. In this article, it can be revealed that the value of tolerance that can be instilled in students in Islamic boarding schools to prevent the emergence of radical ideologies is first, to apply tolerance in terms of aqidah or belief, namely acknowledging the existence of other religions and giving freedom to each individual to embrace it. Second, tolerance in religious rituals, namely understanding that each religion has different teachings in worship procedures. Third, tolerance in social relations, namely the association and social interaction of people of other religions is not prohibited as long as it does not conflict with the control. Because tolerance between religious communities in worldly converts is indeed recommended to help each other, live in harmony regardless of differences in religion, ethnicity, language and race. This is a mainstream pesantren which actually displays a tolerant face, takes an accommodative attitude towards cultures without losing its monotheistic belief. (Kekuatan pondok pesantren yang tersebar di Nusantara adalah potensi yang sangat besar sebagai instrumen anti radikalisme, yang pada umumnya membina dan mengajarkan budaya damai serta lebih banyak menampakan toleransi. Maka artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi dalam penanaman nilai toleransi guna menangkal faham radikal di pondok pesantren. Adapun metode yang diguanakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan sosiokultural, fenomenologi dan edukatif. Dalam artikel ini, dapat diungkapkan bahwa nilai toleransi yang dapat ditananamkan kepada santri di pondok pesantren guna menangkal munculnya faham radikal adalah pertama, berlaku toleransi dalam hal aqidah atau keyakinan, yakni mengakui esksistensi agama lain dan memberi kebebasan kepada setiap individu untuk memeluknya. Kedua, toleransi dalam ritual keagamaan, yakni memahami bahwa masing-masing agama mempunyai ajaran berbeda-beda dalam tata cara peribadatan. Ketiga, toleransi dalam hubungan social, yakni pergaulan dan interaksinya dalam sosial umat agama lain tidak dilarang sepanjang tidak bertentangan dengan control tersebut. Karena toleransi antar umat beragama dalam mualamah duniawi memang dianjurkan supaya tolong menolong, hidup dalam kerukunan tanpa memandang perbedaan agama, suku, bahasa dan ras. Hal ini merupakan mainstream pesantren sesungguhnya menampilkan wajahnya yang toleran, melakukan sikap akomodatif atas kebudayaan-kebudayaan tanpa kehilangan keyakinan tauhidnya.)
Pre-Experimental Design Bimbingan Kelompok dengan Teknik Assertive Training dalam Peningkatan Keterampilan Komunikasi Siswa di SMK Kesehatan Nusantara Sri Rizqi Wahyuningrum; Anggi Pratama Putri; Muhammad Jamaluddin
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v18i1.4242

Abstract

Group guidance services are a way of providing assistance to counselees/students through group activities. In the implementation of group services, group dynamics must be created to foster a sense of belonging in the group. The method in this research was bytreatment in which was used a pre-experimental design. The design used was a one-group pre-test post-test design. Assertive training counselors try to give courage to clients in overcoming difficulties with others. Therefore this research resulted in the effectiveness of group guidance (assertive training) to improve student communication skills at SMK Kesehatan Nusantara. Pre-experimental design is a new method used to find the effect of treatment on others under controlled conditions. Based on the results of the paired sample t test analysis, it is known that the P value of 0,014 is less than α=0,05, so there is a significant difference between the pre-test and post-test mean results. This is supported by the t value of -2,853 greater than t table 2,16. The result of testing the correlation value of 0,937 proves that there is a strong correlation between group guidance services (assertive training techniques) in improving communication skills. (Layanan bimbingan kelompok merupakan salah satu cara pemberian bantuan yang dilakukan oleh konselor kepada konseli/siswa melalui kegiatan kelompok. Pelaksanaan layanan kelompok, dinamika kelompok harus tercipta untuk menumbuhkan rasa saling memiliki dalam kelompok. Assertive training konselor berusaha memberikan keberanian kepada klien dalam mengatasi kesulitan terhadap orang lain. Metode dalam penelitian ini menggunakan rancangan pre-experimentalyang di dalamnya ada perlakuan (treatment). Desain yang digunakan adalah one-group pre-test post-test design. Oleh karenanya penelitian ini menghasilkan keefektivan bimbingan kelompok (teknik assertive training) untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa di SMK Kesehatan Nusantara. Rancangan pre-experimental designmerupakan metode baru yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Berdasarkan hasil analisa uji paired sample t test diketahui bahwa nilai P sebesar 0,014 kurang dari 0,05 maka ada perbedaan yang bermakna dari hasil rata-rata pre-test dan post-test. Hal ini didukunh dengan nilai t hitung -2,853 lebih besar dari t tabel 2,16dan memiliki makna terdapat pengaruh bimbingan kelompok (teknik assertive training) terhadap keterampilan komunikasi siswa di SMK Kesehatan Nusantara.Hasil pengujian nilai korelasi sebesar 0,937 membuktikan adanya korelasi yang kuat antara layanan bimbingan kelompok (teknik assertive training) dalam meningkatkan keterampilan komunikasi.)
Problematika Pendidikan Karakter Generasi Z Pada Masyarakat Muslim Urban Pontianak Syamsul Kurniawan
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v18i1.4247

Abstract

This paper describes how character education given to generation-z in the midst of the dynamics of massive changes in the social environment is currently faced with many problems. In connection with this, the author conducts qualitative research that leads to a case study model. In collecting data, the authors use observations, interviews, and documentation. Meanwhile, to analyze the data, the authors analyze it interactively which includes data reduction, data exposure, as well as drawing conclusions and verification as appropriate with qualitative research procedures. Based on the research results, the development of advanced science and technology has changed the map of the social environment, mindset, and lifestyle of the urban-Muslim community in Pontianak. To some extent, this has resulted in problems in character education for the generation-z of the urban-Muslim community in this city. (Tulisan ini memaparkan bagaimana pendidikan karakter yang diberikan kepada generasi-z di tengah dinamika perubahan lingkungan sosial yang masif saat ini dihadapkan pada banyak permasalahan. Sehubungan dengan hal tersebut, penulis melakukan penelitian kualitatif yang mengarah pada model studi kasus. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data, penulis menganalisisnya secara interaktif yang meliputi reduksi data, pemaparan data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi sesuai dengan prosedur penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju telah mengubah peta lingkungan sosial, pola pikir dan gaya hidup masyarakat Muslim-urban di Pontianak. Sampai batas tertentu hal ini menimbulkan permasalahan dalam pendidikan karakter bagi generasi-z komunitas Muslim-urban di kota ini.)
TEKNIK PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL PADA MADRASAH IBTIDAIYAH Moch. Shohib; Moch Mahsun
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v18i1.4277

Abstract

The appear disruption era with the rapid technology development gives a positive effect to development of world industry and makes a decline effect of religious character of the next generation Indonesia, it was not exeepted in a small town like in Lumajang that’s the biggest population comes from Madura. The Madurese ethnic believed the leadership of Kiai as central figure in pesantren’s environment in establishment religious character of around environment. This research isa kind of qualitative descriptive, otherwise the date collection technig uses interview, observation and documentation in pesantren’s Darul Ulum or the society who lives around it. Next the data will be analyzed by tree angulation and date reduction to take the conelusion. This research showed that Madurese pesantren’s culture was belived by society can from religious character by reparing and increasing pesantren’s tri dharma (tree obligation) since built pesantren in Indonesia, in order that the education in Indonesia creates the gold generation 2045
Implementasi Metode Sorogan dan Bandungan Di Pondok Pesantren Ni’amul Ulum Tegalsari Yogyakarta Ainur Rahman; Naimah; Zubaidi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v18i2.4353

Abstract

Pondok pesantren ni’amul ulum tegalsari Yogyakarta is one of the Islamic education institutions that focuses on learning the yellow book by using the sorogan and bandungan method in teaching the yellow book in order to improve the skills of reciting the yellow book. The purpose of this research is to find out why the sorogan and bandungan method is still used, is it still effective, and how is an effective implementation strategy in learning the study of the study of the mahasantri yellow book in the learning system in Islamic boarding schools in the current era by looking at the progress of the times that are increasingly developing. What are the supporting causes and obstacles in the application ofe the sorogan and bandungan method strategies in learning the yellow book. The method used in this research is in the form of qualitative research methods and uses descriptive research. Sources of data in this study through informans, namely Putri Kiyai, Ustad, along with students, both old and new students, at pondok pesantren ni’amul ulum tegalsari Yogyakarta. Data collection techniques in this research are through observation, interviews and data from supporting Islamic boarding schools. From the results found in this study, namely; First, the yellow book learning system with the sorogan and bandungan metthods at the Ni’amul Ulum Tegalsari Islamic Boarding School in Yogyakarta is not much different from the sorogan and bandungan methods as in general, where the students face to face with the Kiyai/Teacher in the aspect of reading books yellow. Second, the supporting factor is the presence of a figure of Kiyai whose ability to read the yellow book has mastered and has been validated. Third, the problem that hinders and hinders learning in using the sorogan and bandungan methods is the lack of a teacher’s talent in the aspect of reading the yellow book and the lack of teaching staff. (Pondok Pesantren Ni’amul Ulum Tegalsari Yogyakarta ialah salah satu lembaga pendidikan Islam yang menfokuskan pembelajaran kitab kuning dengan memakai metode sorogan beserta bandungan didalam pengajaran kitab kuning guna untuk meningkatkan keahlian mengaji kitab kuning. Tujuan penilitian ini untuk mengetahuinya mengapa metode sorogan beserta bandungan tetap di gunakan, apakah tetap berjalan efektif, dan bagaimana strategi pelaksanaan yang efektif didalam pembelajaran keahlian mengaji kitab kuning mahasantri dalam sistem pembelajaran di pesantren pada zaman era saat ini dengan memandang kemajuan zaman yang semakin pesat perkembangannya. Apa penyebab pendukung beserta penghambat dalam penerapan strategi metode sorogan dan bandungan didalam pembelajaran kitab kuning. Metode yang dipakai dalam peneletian ini yaitu berupa metode penelitian kualitatif dan menggunakan penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini melalui infoman yaitu putri Kiyai, Ustad, beserta santri baik santri lama maupun yang santri baru di Pondok Pesantren Ni’amul Ulum Tegalsari Yogyakarta. Teknik pengumpulan data didalam penelitain ini ialah melalui observasi, interview serta data-data dari pesantren yang mendukung. Dari hasil yang di temukan dalam penelitian ini yaitu; Pertama, Sistem pembelajaran kitab kuning dengan metode sorogan dan bandungan di Pondok Pesantren Ni’amul Ulum Tegalsari Yogyakarta sedikit tidak jauh berbeda sama metode sorogan dan bandungan seperti pada umumnya yang mana para santri berhadap-hadapan secara berlangsung sama Kiyai/Guru di dalam aspek membaca kitab kuning. Kedua, Faktor yang mendukung adalah adanya sosok figur seorang Kiyai yang kemampuan baca kitab kuningnya telah menguasai dan telah tervalidasi. Ketiga, Persoalan yang menjadikan penghalang dan penghambatnya pembelajaran dalam memakai metode sorogan dan bandungan adalah minimnya bakat seorang guru dalam aspek kemampuan baca kitab kuning serta kurangnya tenaga pengajar.)
Realisasi Zakat Sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah di Propinsi Aceh Dahlawi Dahlawi; Herizal Herizal; Saddam Rassanjani
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v18i1.4372

Abstract

Original Regional Revenue (PAD) originating from zakat actually has great potential to be utilized by the regions if it is managed properly and optimally. This new fiscal resource can help solve regional problems such as poverty and unemployment. This study aims to see concretely how the management of zakat as PAD and tries to explore what factors are the obstacles to managing Zakat as PAD by Baitulmal Aceh based on Qanun Number 10 of 2018. In-depth interviews were conducted with 15 informants in Baitulmal Aceh who were selected using the method purposive sampling. While the data analysis uses the Miles and Huberman interactive model. The results show that there are different views in responding to the implementation of zakat as PAD. The first response is supportive because it is in accordance with the specificities of Aceh Province as regulated in Act no. 11 of 2006 concerning the Government of Aceh. Another response was refused because it could be burdensome for Muslims if two obligations were to pay at once to pay taxes and zakat. The zakat policy as PAD itself still creates multiple interpretations so that it becomes an obstacle in its implementation. Apart from the facts in the field that shows the contribution of zakat in local revenue is still relatively small. (Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari zakat sejatinya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan oleh daerah jika dikelola secara baik dan optimal. Sumber fiskal baru ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan daerah seperti kemiskinan dan pengangguran. Studi ini bertujuan melihat secara konkret bagaimana pengelolaan zakat sebagai PAD dan berusaha mengeksplorasi faktor apa saja yang menjadi kendala pengelolaan Zakat sebagai PAD oleh Baitulmal Aceh berdasarkan Qanun Nomor 10 Tahun 2018. In-depth Interview dilakukan terhadap 15 orang informan di Baitulmal Aceh yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles and Huberman. Hasil menunjukkan ada perbedaan pandangan dalam merespon implementasi zakat sebagai PAD. Tanggapan pertama mendukung karena sesuai dengan kekhususan Provinsi Aceh yang diatur dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh. Tanggapan lainnya menolak karena dapat memberatkan umat Islam jika dibebankan dua kewajiban sekaligus untuk membayar pajak dan zakat. Kebijakan zakat sebagai PAD sendiri masih menimbulkan multi tafsir sehingga menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Selain fakta lapangan yang menunjukkan kontribusi zakat dalam pendapatan asli daerah masih relative kecil.)
Rasionalitas Masyarakat Muslim Menerapkan 5M Saat Beribadah di Era Pandemi Covid-19 Pada Desa Jati Sidoarjo Ivanda Normalita; Agus Machfud Fauzi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v18i2.4548

Abstract

The Covid-19 virus is one of the deadliest viruses and kills almost every country. As a precautionary measure, the government provides policies that must be obeyed by all levels of society. According to WHO (World Health Organization) standards, the policy is known as the 5M, namely, wearing masks, washing hands, maintaining distance, reducing and reducing mobility. The policy must be applied to the daily activities of the community. Sidoarjo is one of the cities in the red zone recently. Data shows that there are more than 24.000 cases of COVID-19. For this reason, the Sidoarjo government applies 5M very strictly when people are carrying out worship. When the community does not implement it, the administrators of the place of worship will reprimand and give directions to the community. The result is that people in Jati Village apply 5M, including when carrying out worship such as congregational prayers, Friday prayers, and so on. The mosque management always provides masks for worshipers, as an anticipation for people who lose or forget not to bring masks. The purpose of this research is to analyze the rationality of people who apply 5M when worshiping in Jati Sidoarjo Village. Qualitative method using primary and secondary data sources. The theory used is the theory of Max Weber regarding the action of rationality. (Virus Covid-19 merupakan salah satu virus yang mematikan dan memakan korban hampir di setiap negara. Sebagai langkah antisipasi pemerintah memberikan kebijakan yang harus dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat. Sesuai standart WHO (World Health Organization) kebijakan tersebut dikenal dengan istilah 5M yaitu, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Kebijakan tersebut diterapkan pada aktivitas masyarakat sehari-hari. Sidoarjo merupakan salah satu kota yang berada di zona merah beberapa waktu terakhir. Data menunjukkan bahwa terdapat jumlah lebih dari 24.000 kasus covid-19. Untuk itu pemerintah Sidoarjo menerapkan 5M dengan sangat ketat tidak terkecuali saat masyarakat melaksanakan ibadah. Ketika masyarakat tidak menerapkan, maka pengurus tempat ibadah akan menegur dan memberikan arahan pada masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat di Desa Jati menerapkan 5M, termasuk saat menjalankan ibadah seperti, sholat jamaah, sholat jumat, dan sebagainya. Adapun pengurus masjid selalu menyediakan masker untuk jamaah, sebagai antisipasi bagi masyarakat yang kehilangan atau lupa tidak membawa masker. Tujuan dari penelitian yaitu, menganalisis mengenai rasionalitas masyarakat menerapkan 5M saat beribadah di Desa Jati Sidoarjo. Metode kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teori yang digunakan adalah teori dari Max Weber mengenai tindakan rasionalitas.)
Pelaksanaan Program Kegiatan KKG PAI SD Kabupaten Banyumas Dalam Peningkatan Kompetensi Guru di Masa Pandemi Covid-19 Winarni; Muhammad Misbah
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v18i2.4569

Abstract

KKG is a forum for gathering and communication between teacher subjects, as well as KKG PAI SD in Banyumas Regency. This activity is a forum for developing teacher competence by providing various forms of activities that are adapted to health protocols during the pandemic. The purpose of this study is to analyze and describe the implementation of PAI SD Teacher Working Group (KKG PAI SD) in improving teacher competence in Banyumas Regency. This research uses descriptive analytical research methods, with data collection tools: observations, interviews, documentation, and triangulation. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that; PAI SD KKG Group effectively improves teacher competence in Banyumas Regency based on the implementation of KKG activity programs, types of activity programs, successful activity planning, implementation of activity management, effectiveness of KKG in improving the competence of teachers before and after having held KKG; Obstacles in improving teacher competence, namely the difficulty of making the right strategy to attract teachers to participate in KKG activities, finding interesting, effective and efficient learning methods, determining media relevant to learning materials in the era of covid-19 protesters, low IT mastery and less maximal innovation. The support capacity of qualified and professional school personnel is still lacking, and insufficient existence; and the efforts that have been made by KKG in improving the competence of teachers determine the right strategy to attract teachers to follow the KKG is to bring up a varied program of activities. (KKG merupakan wadah perkumpulan dan komunikasi antar guru mapel, begitu juga KKG PAI SD di Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini merupakan wadah pengembangan kompetensi guru dengan memberikan berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan protokol kesehatan pada masa pandemi ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa dan mendeskripsikan pelaksanaan KKG PAI SD dalam meningkatkan kompetensi guru di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan deskritif analitik, alat pengumpulan data; observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan; Kelompok KKG PAI SD efektif meningkatkan kompetensi guru di Kabupaten Banyumas berdasarkan pelaksanaan program kegiatan KKG, jenis program kegiatan, keberhasilan perencanaan kegiatan, pelaksanaan pengelolaan kegiatan, efektivitas KKG dalam meningkatkan kompetensi guru sebelum dan setelah diadakan KKG; Hambatan dalam meningkatkan kompetensi guru yaitu sulitnya membuat strategi yang tepat untuk menarik minat guru mengikuti kegiatan KKG, menemukan metode pembelajaran yang menarik, efektif dan efesien, menentukan media yang relevan dengan materi pembelajaran di masa pendemi covid-19, penguasaan IT yang masih rendah dan inovasi yang kurang maksimal. Daya dukung personil sekolah berkualitas dan profesional masih kurang, dan belum mencukupi keberadaannya; dan Upaya-upaya yang telah dilakukan pengurus KKG PAI SD dalam meningkatkan kompetensi guru yaitu dengan memunculkan program kegiatan yang variatif, sehingga guru yang mengikuti kegiatan KKG memiliki pengetahuan yang lebih baik di banding sebelumnya.)
Prinsip Islam pada Service Excellent: Tinjauan Islamic Marketing Mix di Sakinah Supermarket Surabaya Kuhlil Hidayah; Luthfiana Basyirah
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v19i1.4851

Abstract

Society’s fettle tends to be modern today and thus making entrepreneur start competing establishing supermarkets or minimarkets. The competition quite tight because the supermarkets are close even nearby to one another. Therefore, it requires implementing effective and innovative strategies to meet the exact target market. Today’s aspect encountered is the use of sharia labels which then triggers the emergence of sharia marketing processes. Sharia marketing is the whole process; whether creating, offering, of charging value, there should be no things contrary to the contract and the principles of Islamic muamalat/ business. This study analyzed the implementation of the Islamic marketing mixture in Sakinah Supermarket Surabaya by using qualitative–descriptive research methods. In this paper, the data collection techniques took through surveys, interviews, and documentation. Then it was analyzed using an inductive mindset of data reduction, data display, and conclusion. Meanwhile, the validity of the data checked using a triangulation technique. This study concluded that Sakinah Supermarket Surabaya had implemented the concept of sharia marketing, which includes the 4P + S marketing mix, namely product, price, place, promotion, and service. (Saat ini, kondisi masyarakat cenderung bersikap modern, sehingga menjadikan pebisnis mulai bersaing dalam mendirikan supermarket atau minimarket. Persaingan ini dapat dikatakan ketat karena keberadaan supermarket satu dengan yang lain lokasinya tidak jauh atau bahkan saling berdampingan. Oleh karena itu, pentingnya bagi suatu supermarket atau minimarket mampu melaksanakan strategi yang efektif dan inovatif agar dapat memenuhi pasar sasaran yang tepat. Aspek yang banyak ditemui saat ini yaitu pada penggunaan label syariah yang kemudian memicu timbulnya proses syariah marketing. Syariah Marketing adalah seluruh proses, baik proses penciptaan, penawaran, maupun perubahan nilai (value) tidak boleh ada hal-hal yang bertentangan dengan akad dan prinsip prinsip muamalat (bisnis) yang Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Islamic marketing mix di Supermarket Sakinah Surabaya dengan menggunakan metode penelitian kualitatif – deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui survey, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan pola pikir yang induktif dengan cara data reduction, data display, dan conclusion. Sedangkan, untuk keabsahan data diperiksa menggunakan teknik triangulasi. Hasil dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa Supermarket Sakinah Surabaya telah menerapkan konsep syariah marketing yang meliputi marketing mix 4P + S, yaitu product, price, place promotion, dan service.)
Dinamika Pembangunan Ekonomi Di Madura Pada Era Kebiasaan Baru Covid-19; Tantangan dan Peluangnya Abd Hannan
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of IAIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v18i2.5041

Abstract

This study examines the challenges and opportunities for development in Madura amid the adoption of a new habit era due to the global pandemic, Covid-19. There are three main problems examined in this study; Econimi development in Madura, the era of new habits, and Covid-19. By using qualitative research and analysis based on the sociological theory of development, this study finds a number of findings; first, the dynamics of development in Madura in the midst of the adoption of a new habit era in general experienced quite serious upheavals or shocks, especially in the economic development sector. Second, the opportunities for strengthening Madura development in the midst of the new custom era are relatively open. This is influenced by the geographical condition of Madura as an archipelago which has abundant natural-social wealth, especially those originating from the maritime sector. Empowerment and utilization of natural resources, especially those based on local wisdom, can become a strategy in the midst of turbulent national-global economic chains; Third, to maximize these efforts, it is necessary to have collaboration and synergy with related parties, especially the government. In addition to ensuring the implementation of health protocols, it is equally important to ensure the financial power of the community. Providing stimulus packages, both fiscal and non-fiscal, so that later it can push the wheels of the regional economy. This is at the same time the biggest challenge, how to ensure that the distribution of the stimulus package is carried out in a measured, fast, and on target, as well as touching on fundamental sectors. (Studi ini mengkaji tantangan dan peluang pembangunan ekonomi di Madura di tengah diterapkannya era kebiasaan baru akibat pandemi global, Covid-19. Terdapat tiga permasalahan pokok yang dikaji dalam penelitian ini; pembangunan Madura, era kebiasaan baru, dan Covid-19. Dengan mempergunakan jenis penelitian kualitatif dan analisa berdasarkan teori sosiologi pembangunan, kajian ini mendapati sejumlah temuan; pertama, dinamika pembangunan di Madura di tengah penerapan era kebiasaan baru secara umum mengalami gejolak atau guncangan cukup serius, khususnya di sektor pembangunan ekonomi. Kedua, peluang penguatan pembangunan di Madura di tengah diberlakukannya era kebiasaan baru relatif terbuka. Demikian dipengaruhi oleh kondisi geografis Madura sebagai daerah kepulauan yang mempunyai kekayaan alam-sosial cukup melimpah, terutama yang bersumber dari sektor kemaritiman. Pemberdaayaan dan pemanfaatan kekayaan alam khususnya yang berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi di tengah gejolak rantai ekonomi nasional-global yang tidak menentu; Ketiga, untuk memaksimalkan upaya tersebut, perlu adanya kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah dan elemen masyarakat. Selain memastikan jalannya protokol kesehatan, pun tak kalah pentingnya adalah memastikan daya finansial masyarakat. Memberi paket stimulus baik fiskal maupun nonfiskal, sehingga nantinya dapat mendorong roda perekonomian daerah. Ini sekaligus menjadi tantangan terbesar, bagaimana memastikan distribusi paket stimulus tersebut dilakukan secara terukur, cepat, dan tepat sasaran, serta menyentuh sektor-sektor fundamental.)