Articles
40 Documents
PENDIDIKAN NILAI-NILAI KRISTEN DALAM MEMBANGUN BUDAYA YANG MENGHORMATI KEBERAGAMAN BAGI MASYARAKAT PLURAL
Diany Rita Pangapulon Saragih;
John David Simatupang;
Hotman Siagian
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52960/jd.v3i1.187
Untreated diversity can be a trigger for tension and a source of conflict. Building a culture that respects diversity by strengthening Christian values instilled in families, schools and churches can become the foundation of life in a pluralistic society in Indonesia. Christian values should become the practice of faith in life. This research uses a descriptive qualitative approach by collecting references through literature studies so that this article produces explanations that are discussed systematically. Christian values education plays a role in building a culture that respects diversity. This research can be interpreted that Christian values contribute to caring for and maintaining diversity in Indonesian society.. but also the teaching of Christian values plays a role in building spirituality, integrity, loyalty in order to maintain Christian faith in the midst of plurality diversity.
Analisis Penyebab Ketidaktersediaan Buku Ajar Pelayanan Anak dan Remaja Bagi Peserta Pelayanan Anak Dan Remaja
Herlina Magdalena Baitanu;
Maria Indriani Sesfao;
Deviana Sibulo
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52960/jd.v3i1.217
Penelitian ini di latar belakangi oleh ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah apa faktor penyebab ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja bagi peserta Pelayanan Anak dan Remaja?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja bagi peserta Pelayanan Anak dan Remaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Data dan hasil penelitian yang di kumpulkan kemudian di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah faktor penyebab ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja disebabkan kurangnya dana sehingga belum pengadaan buku ajar untuk ibadah PAR. Selain itu, kurikulum PAR dalam gereja belum diterapkan dengan baik dan pengajar PAR jarang mengikuti pelatihan PAR. Adapun dampak ketidaktersediaan buku ajar Pelayanan Anak dan Remaja adalah pengajar PAR kesulitan dalam mencari materi dan menyampaikan materi kepada anak PAR. Selain itu, kehadiran anak PAR semakin berkurang, pemahaman anak PAR menjadi rendah dan tujuan ibadah PAR tidak tercapai dengan baik.
Integritas Dan Mentalitas Ibu Gembala Dalam Pertumbuhan Jemaat Di Era Diskrupsi
Gracpen Samiugi
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52960/jd.v3i1.233
Kepemimpinan Gereja bukan sekedar tanggung jawab seorang Gembala saja melainkan ada Peran seorang Ibu Gembala dalam memberi pengaruh terhadap pertumbuhan Gereja, menjadi perbincangan antar kalangan Hamba Tuhan dan yang menjadi sorotan untuk menjawab persoalan dalam hal boleh tidaknya seorang Ibu gembala di pendetakan, ini adalah suatu keadaan di mana ada golongan denominasi gereja yang Pro dan golongan gereja yang kontra. Ini terjadi bahwa setiap denominasi gereja mempunyai aturan yang tertuang dalam AD/ART masing-masing. Namun di luar ini semua, menyingkapi peran penting Ibu Gembala dalam peningkatan pertumbuhan jemaat, bagaimana seorang Ibu Gembala dapat membawa suatu pengaruh atau dampak dalam pertumbuhan gereja, tentunya pertumbuhan yang lebih baik. Untuk mencapai suatu tujuan yang lebih baik maka integritas dan mentalitas seorang Ibu Gembala harus sejalan dengan firman Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh keteladanan dan karakteristik seorang Ibu Gembala bagi pertumbuhan gereja di Era Disrupsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengungkapkan data lapangan secara deskriptif dengan mengumpulkan data observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan masih banyak Ibu Gembala yang mempunyai integritas dan mentalitas yang kuat dalam mengembangkan pertumbuhan jemaatnya baik dalam menerapkan teladan kasih, perbuatan, kesetiaan dan kesucian. Ini semua sebagai model kepemimpinan yang efektif Di Era Disrupsi.
Efektivitas Penggunaan Media Dan Internet Of Things Dalam Mengajar Sekolah Minggu Masa Kini
Tio Fanny Glorianna Murtikasari;
Kristiani Kristiani
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52960/jd.v3i1.235
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media dan internet of things dalam mengajar Sekolah Minggu dengan tetap memperhatikan nilai-nilai Alkitabiah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penggunaan media dan internet of things dalam mengajar Sekolah Minggu harus melibatkan peran aktif dari orang dewasa, yaitu guru Sekolah Minggu, pendeta, dan orang tua. Namun peran yang paling penting dalam mendidik anak di gereja adalah guru-guru Sekolah Minggu, karena mereka memiliki tanggung jawab besar yang diberikan oleh gembala untuk memelihara iman anak-anak di gereja. Namun guru-guru Sekolah Minggu juga dituntut untuk kreatif, yaitu dengan mengikuti perkembangan zaman dalam mengajar anak-anak dengan menggunakan media pembelajaran dan bila perlu adanya internet of things yang dapat membantu dalam penyampaian materi Sekolah Minggu. Walaupun masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tetapi yang menjadi inti dari 2 hal tersebut adalah jangan sampai meninggalkan nilai-nilai Alkitabiah, atau bahkan tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
Pendidikan Kristen Sebagai Upaya Mengatasi Degradasi Moralitas dan Mereduksi Sikap Acuh Generasi Penerus terhadap Agama
Yonatan Alex Arifianto
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 1 (2023): June
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52960/jd.v3i1.238
Weak religious education and parental negligence in educating children, as well as the influence of gadgets and sophisticated technology in the digital era. And fragile family resilience can trigger the moral degradation of the next generation. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that Christian education as an effort to overcome the degradation of morality and reduce the indifferent attitude of the next generation towards religion, must be done seriously for Christian churches and families in packaging Christian education as the main curriculum or teaching to reduce moral decline. The family can provide a paradigm for future generations of the impact of moral degradation on the church and state. This can be identified from an indifferent attitude towards religion and positive law as an indicator of the degradation of morality and the importance of Christian education. So Christianity, namely the church and the family, must be able to actualize the principles and values of Christianity and the role of the church as part of overcoming massive moral degradation for the next generation who will carry on the baton of leadership
KORELASI ANTARA REGULASI DIRI DENGAN PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PASTORAL KONSELING IAKN KUPANG
Yedija Balan;
Glorius Deonatus Keo keo;
Dersy Rejoice Taneo;
Merling Tonia Litron Litos Conthes Messakh;
Merita Florawati Naisanu
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52960/jd.v3i2.241
Fenomena prokrastinasi akademik terjadi pada mahasiswa Program Studi Pastoral Konseling yaitu suka menunda mengumpulkan tugas, malas mengerjakan tugas, lebih suka menjiplak. Perilaku prokrastinasi diduga memiliki hubungan dengan regulasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Regulasi Diri dengan Perilaku Prokrastinasi Akademik pada mahasiswa semester IV Program Studi Pastoral Konseling Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang Tahun Akademik 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan jumlah sampel yang ditentukan 40 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala Regulasi diri yang disusun berdasarkan aspek-aspek menurut Zimmerman dan skala Prokrastinasi Akademik yang disusun berdasarkan aspek-aspek menurut Ferrari dengan bantuan SPSS for Windows 20. Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan Pearson Product Moment Correlation. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi diri dengan perilaku prokrastinasi akademik dengan peroleh r = -0,763 dan signifikansi 0,000. Hubungan kedua variabel ini menunjukan hubungan negativ atau tidak searah, artinya semakin tinggi regulasi diri seorang mahasiswa maka semakin rendah tingkat perilaku prokrastinasi akademiknya. Sebaliknya, semakin rendah regulasi diri seorang mahasiswa, maka semakin tinggi pula perilaku prokrastinasi akademiknya.
SKRINING PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-6 TAHUN
Vitha Eky;
Alesandra Atty;
Efa Nomtanis;
Sentika Jenbeka;
Fredericksen Victoranto Amseke
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52960/jd.v3i2.245
Kemampuan berbahasa pada anak sangatlah penting karena bahasa merupakan salah satu cara anak berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang di sekitar anak. Kemampuan berbahasa pada anak hendaknya terlihat dari kemampuan berbahasa reseptif, yaitu kemampuan mendengarkan dan membaca secara spesifik, ekspresif, khususnya mengkomunikasikan bahasa secara verbal dan non-verbal. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui apakah anak dalam perkembangan bahasanya berkembang sesuai usia, meragukan dan atau mengalami penyimpangan. Tidak hanya itu tujuan lain dari penelitian ini ialah agar dapat diberikan intervensi sedini mungkin pada anak yang mengalami penyimpangan bahasa. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Oesapa dengan jumlah partisipan 30 anak berusia 4-6 tahun. Skrining diberikan kepada partisipan. Kemudian hasil dari screening ini akan melihat profil kemampuan berbahasa responsif dan ekspresif anak. Ada 6 alat tes yang dapat digunakan untuk menyaring kemampuan berbahasa anak, yaitu perintas sederhana,kosakata ekspresif, menamai warna, menjawab pertanyaan, memori kalimat dan memori digit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 24 anak berada dalam taraf berkembang sesuai usia dan empat diantaranya berada dalam taraf meragukan serta sisanya dalam taraf mengalami penyimpangan.
Peran Dedikasi Guru Dalam Mengembangkan Profesionalisme Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak
Taloim, Merianus;
Arifianto, Yonatan Alex;
Triposa, Reni
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52960/jd.v3i2.272
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dedikasi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru, dengan hasil minat belajar siswa. Kendala yang dihadapi guru adalah siswa tidak berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran karena metode yang digunakan tidak tepat, ketidaktahuan guru dalam mengoperasikan teknologi dan belum sepenuhnya mampu menilai hasil belajar siswa. Namun guru selalu mengevaluasi hal ini untuk terus meningkatkan profesionalismenya sehingga perencanaan tersebut dapat dijadikan bahan acuan untuk pembuatan selanjutnya. Menggunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa strategi dan pendekatan yang afektif untuk memotivasi belajar siswa yakni dengan membangun hubungan yang baik dengan siswa. Mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata. Menyajikan tugas yang menantang. Memberikan umpan balik yang konstruktif. Menerapkan pembelajaran kooperatif. Membuat pembelajaran menarik. Menggunakan reward dan penghargaan. Memberikan otonomi dan pilihan kepada siswa. Menyajikan tujuan yang jelas dan terukur. Menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Membangun keterhubungan antar pelajaran. Merayakan kemajuan dan prestasi siswa. Mendorong keterlibatan aktif siswa. Membangun lingkungan pembelajaran yang aman.
Upaya Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pencegahan Kecanduan Game Online Terhadap Peserta Didik
Cinta, Yesa;
Parulyan, Hizar;
Kristiani, Dina
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52960/jd.v3i2.276
Dalam perkembangan teknologi yang canggih saat ini, gadget bisa berdampak positif. Namun, gadget juga berdampak negatif apabila peserta didik dalam praktik penggunaannya kurang tepat seperti penggunaan gadget untuk bermain game online secara berlebihan sehingga mengakibatkan peserta didik mengalami kecanduan pada game online. Oleh karena itu, Guru Pendidikan Agama Kristen harus memiliki upaya untuk pencegahan kecanduan game online terhadap peserta didik. Guru Pendidikan Agama Kristen harus mengarahkan dan memberi pemahaman kepada peserta didik mengenai dampak yang akan terjadi apabila mereka mengalami kecanduan game online, dengan cara pengalihan perhatian membuat kreatifitas-kreatifitas melalui gadget mereka dan menggunakan gadget tersebut untuk melakukan proses pembelajaran. Guru Pendidikan Agama Kristen berupaya untuk melakukan bimbingan atau konseling, sosialisasi tentang penggunaan gadget, pembinaan iman rohani dengan penjelasan dalam beberapa aspek dan berkomunikasi dengan orang tua peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengungkapkan data lapangan secara deskriptif dengan mengumpulkan data observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari beberapa upaya yang dilakukan guru Pendidikan Agama Kristen yang paling efektif dan berpengaruh untuk mencegah kecanduan game online terhadap peserta didik adalah komunikasi dan pengawasan dari orangtua.
Etika Kristen Dalam Memandang Pernikahan Dini Pada Masyarakat Madura
Lay, Rut Novita;
Efraim Tampubolon;
Peter Neno;
Indraldo Undras;
Stephanie Erastus
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52960/jd.v3i2.284
This research discusses the culture of early marriage in Madurese society with a focus on Christian ethics. Although this tradition still exists, there is a conflict between custom and national law regarding the age of marriage. Particularly in Jambu Monkey village, early marriage has serious repercussions, including girls dropping out of school and parental involvement in marriage decision-making. From the perspective of Christian ethics, marriage decisions should be based on piety and obedience to God, and early marriage is considered incompatible with these principles. The impacts of early marriage, including the potential for violence, economic hardship, and rapid population growth, are also discussed. The purpose of this study is to provide moral and ethical guidelines for Christians in addressing the issue of early marriage and to measure the social and moral consequences of early marriage in the context of Christian ethics.