cover
Contact Name
Supawanhar
Contact Email
supawahar53@gmail.com
Phone
+6281373681370
Journal Mail Official
jurnal.jogapa.ppmi@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Gandus Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Journal of Governance and Public Administration
ISSN : -     EISSN : 30317584     DOI : https://doi.org/10.59407/jogapa.v1i2
Journal of Governance and Public Administration (JoGaPA) is a national journal as a medium of scientific research results, thinking, and critical-analytical studies on research in the fields of public administration and governance, particularly focusing on the main problems in the development of the science of public administration and governance studies. Includes the development of Government policy, public administration, public management, the study of the autonomous region, the local government and bureaucracy, policy analysis, public service, political decentralization, fiscal, public economics and politics as well as regional planning and studies other social sciences.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): Maret" : 22 Documents clear
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH KABUPATEN TULUNGAGUNG BERBASIS E-GOVERMENT Kusuma, Andra Bisma; Pujiati, Pujiati; Ravenda, Jenius Cahya; Cahyono, Anang Sugeng; Nurhajati, Nunun
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i2.1669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan website https://dinkopum.tulungagung.go.id oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung dalam pengelolaan UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara nyata dan mendalam. Data dikumpulkan melalui teknik kualitatif dengan melibatkan beberapa narasumber. Analisis dilakukan berdasarkan model e-government Fietkiewicz et al., yang mencakup lima aspek utama: Information Dissemination, Communication, Transaction, Integration, dan Participation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi website telah memberikan kontribusi dalam penyebaran informasi dan komunikasi dengan pelaku UMKM, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam kelengkapan informasi layanan. Aspek transaksi telah berjalan melalui pendataan dan transfer informasi ke pemerintah pusat, sementara integrasi dengan berbagai instansi sudah cukup baik dalam mendukung layanan UMKM. Namun, partisipasi publik masih belum optimal karena belum adanya forum diskusi atau mekanisme e-voting. Secara keseluruhan, pemanfaatan website ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengelolaan UMKM, tetapi masih memerlukan peningkatan, terutama dalam inovasi layanan informasi dan keterlibatan publik. Kata Kunci: E-Government, UMKM, Dinas Koperasi, Tulungagung, Pengelolaan UMKM
SMART CITY DI SINGAPURA DAN DI INDONESIA DALAM KONSEP PERBANDINGAN E- GOVERMENT Freddy Febriansah; Jonathan, Alvin; Putri Laura, Jeany Farera; Cahyono, Anang Sugeng
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i2.1670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep Smart City di Indonesia dan Singapura dalam perspektif E-Government berdasarkan enam dimensi yang dikembangkan oleh Giffinger, yaitu Smart Mobility, Smart Environment, Smart Government, Smart Economy, Smart People, dan Smart Living. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis isi terhadap berbagai artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki perbedaan signifikan dalam penerapan konsep Smart City. Singapura telah mengembangkan infrastruktur digital yang lebih maju dengan sistem transportasi terpadu, pengelolaan lingkungan berbasis teknologi tinggi, serta implementasi e-government yang efisien. Sementara itu, Indonesia telah mengadopsi berbagai program Smart City di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, meskipun masih menghadapi tantangan dalam aspek infrastruktur, regulasi, dan keterlibatan masyarakat. Analisis perbandingan menunjukkan bahwa keunggulan utama Singapura terletak pada integrasi teknologi dan kebijakan pemerintah yang konsisten dalam mendukung digitalisasi layanan publik. Di sisi lain, Indonesia masih perlu meningkatkan infrastruktur digital, literasi teknologi, serta koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar implementasi Smart City dapat berjalan lebih efektif dan inklusif. Kata Kunci: Smart City, E-Government, Indonesia, Singapura, Digitalisasi, Teknologi
PEMANFAATAN APLIKASI SRIKANDI DALAM PENGELOLAAN ARSIP PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG Santoso, Faiz Aura Diva; Sulistyorini, Endah; Wati, Erlina Rahma; Cahyono, Anang Sugeng; Herminingsih, Dwi Ima
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i2.1671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Aplikasi Sistem Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) dalam pengelolaan kearsipan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung berdasarkan model e-government Layne & Lee (2001). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan wawancara. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, sedangkan data sekunder berasal dari dokumentasi, buku, jurnal, dan situs web. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Aplikasi SRIKANDI telah memenuhi indikator model e-government Layne & Lee. Pada indikator catalogue, aplikasi ini memfasilitasi pengelolaan surat menyurat secara digital. Pada indikator transaction, Aplikasi SRIKANDI mendukung pertukaran informasi antarinstansi dengan fitur persuratan dan pengarsipan elektronik. Indikator vertical integration terlihat dari integrasi sistem antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), memungkinkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan arsip. Namun, pada indikator horizontal integration, aplikasi ini belum sepenuhnya mengakomodasi integrasi lintas instansi di luar pemerintah karena berbasis Government to Government (G2G). Simpulan, Aplikasi SRIKANDI telah membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulungagung, meskipun masih terdapat tantangan dalam hal keterbatasan integrasi horizontal dan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kearsipan. Kata Kunci: Aplikasi Srikandi, Pengelolaan Arsip, E-Government,  Digitalisasi Kearsipan
PENYELENGGARAAN E-GOVERMENT BERBASIS APLIKASI PELAYANAN TUNGGAL SEPENUH HATI (PETUNG DADI) PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK Nurrouhiyyah, Siti Zubaidah; Diana, Desinta Fahma; Pratama, Oktaviana Eka Ayu; Cahyono, Anang Sugeng; Hariyanto, Slamet
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i2.1672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelenggaraan e-government berbasis aplikasi Pelayanan Tunggal Sepenuh Hati (Petung Dadi) oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Analisis dilakukan menggunakan model lima pilar Fietkiewicz, Mainka, dan Stock (2017), yang mencakup informasi, komunikasi, transaksi, integrasi, dan partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Petung Dadi memiliki potensi dalam menyederhanakan pelayanan publik, namun belum sepenuhnya optimal. Pada pilar informasi, masih terdapat kekurangan dalam deskripsi layanan serta keterbatasan sumber daya manusia dalam bidang teknologi informasi. Pilar komunikasi belum optimal karena belum adanya fitur komunikasi langsung dalam aplikasi. Pilar transaksi tidak terpenuhi, karena aplikasi hanya digunakan untuk penerbitan dokumen tanpa transaksi digital. Pilar integrasi mengalami kendala akibat terputusnya akses ke data kependudukan Dukcapil. Simpulan, meskipun aplikasi Petung Dadi mampu meningkatkan efisiensi pelayanan, diperlukan pengembangan lebih lanjut terutama dalam aspek integrasi sistem, peningkatan SDM, serta penguatan komunikasi dan partisipasi publik guna mencapai implementasi e-government yang optimal. Kata Kunci: E-Government, Aplikasi Petung Dadi, Pelayanan Publik, Lima Pilar Fietkiewicz
PERBANDINGAN IMPLEMENTASI ELECTRONIC GOVERNMENT (E-GOV) PELAYANAN PAJAK DI INDONESIA DAN JEPANG Resmi, Kunti Setiya; Arnanda, Tania Yovi; Latifah, Binti Imtistal Aminatul; Cahyono, Anang Sugeng; Muharsono, Muharsono
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i2.1673

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan praktik e-Government dalam sektor perpajakan antara Jepang dan Indonesia dengan menggunakan pendekatan tahapan e-Government Hiller dan Belanger (2001). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kepustakaan, mengandalkan sumber data dari buku, jurnal, artikel, dokumen, dan sumber daring yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menginterpretasikan informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua negara telah mengimplementasikan e-Government dalam perpajakan dengan berbagai keunggulan dan perbedaan. Dalam tahapan informasi, Jepang lebih unggul dengan menyediakan informasi yang lebih komprehensif melalui E-Tax, sementara Indonesia melalui pajak.go.id juga menyediakan informasi perpajakan yang cukup lengkap. Pada tahapan komunikasi dua arah, kedua negara memberikan fasilitas interaksi bagi masyarakat melalui formulir kontak dan layanan pelanggan. Dalam tahapan transaksi, Jepang menawarkan sistem pembayaran pajak online yang aman, sedangkan Indonesia memiliki fitur pendaftaran NPWP dan pelaporan SPT elektronik. Pada tahapan integrasi, Jepang mengutamakan integrasi dengan perangkat lunak akuntansi untuk efisiensi administrasi, sementara Indonesia memiliki sistem yang lebih luas dengan integrasi ke perbankan dan e-bupot. Dari sisi partisipasi, baik Jepang maupun Indonesia belum menyediakan fitur komentar langsung, namun tetap memberikan jalur komunikasi untuk umpan balik pengguna. Kata Kunci: E-Government, Perpajakan, Hiller Dan Belanger
PERAN INA DIGITAL DALAM MENJAWAB TANTANGAN INTEGRASI E GOVERNMENT Bed, Abdurouf Qosdul; Aprilliansyah , Amar; Cahyono, Anang Sugeng
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i2.1674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan dan implementasi INA Digital dalam transformasi e-government di Indonesia menggunakan kerangka Layne & Lee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan kondisi aktual dari sistem INA Digital berdasarkan sumber data sekunder seperti artikel dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa INA Digital telah mencapai tahap integrasi vertikal dengan mulai menghubungkan berbagai layanan pemerintah, seperti administrasi kependudukan, kesehatan, dan pendidikan, ke dalam satu platform. Saat ini, INA Digital juga sedang bergerak menuju tahap integrasi horizontal dengan menyatukan layanan lintas sektor untuk menciptakan sistem pemerintahan yang lebih holistik. Namun, terdapat beberapa hambatan yang masih perlu diatasi, seperti fragmentasi sistem, koordinasi antarlembaga, serta keterbatasan infrastruktur digital di beberapa wilayah. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa INA Digital merupakan langkah strategis dalam modernisasi layanan publik di Indonesia. Untuk memastikan keberhasilannya, diperlukan peningkatan koordinasi lintas instansi, penguatan infrastruktur digital, serta jaminan keamanan data dan privasi masyarakat. Implementasi bertahap dengan evaluasi berkelanjutan menjadi kunci dalam mengoptimalkan manfaat INA Digital bagi masyarakat dan pemerintahan. Kata Kunci: INA Digital, E-Government, Layne & Lee, Transformasi Digital, Layanan Publik
ANALISIS LINGKUNGAN BELAJAR MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI KELAS 2 Raia Lare Altsany; Daud Sion Marpaung; M Fariel Agiansyah2; Zetira Duati Putri; Muhammad Hafizh Habiburrohman; Joko Tri Nugraha
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i2.1704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan belajar terhadap motivasi belajar mahasiswa Ilmu Komunikasi kelas 2 tahun 2024 di Universitas Tidar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner berbasis Google Form. Responden penelitian berjumlah 50 mahasiswa yang dipilih menggunakan skala Likert sebagai alat ukur, dengan pilihan jawaban mulai dari "Sangat Tidak Setuju" hingga "Sangat Setuju". Proses penelitian meliputi pengamatan situasi, studi kepustakaan, perumusan masalah, penentuan tujuan penelitian, pengumpulan data, analisis data menggunakan SPSS, serta penarikan simpulan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memudahkan pemahaman pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan "Sangat Setuju" dan "Setuju" terhadap pertanyaan yang diajukan, terutama terkait pengaruh lingkungan belajar, kualitas persahabatan, lingkungan belajar kondusif, dan suasana mendukung terhadap motivasi belajar. Simpulan, bahwa selain lingkungan yang kondusif, fasilitas kampus seperti ruang kelas, komputer, AC, dan meja belajar berkontribusi dalam meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan belajar yang efektif, kondusif, dan positif memiliki dampak signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa. Oleh karena itu, institusi pendidikan diharapkan dapat memperhatikan aspek-aspek lingkungan kampus guna meningkatkan semangat belajar mahasiswa. Kata Kunci: Lingkungan Belajar, Motivasi Belajar, Mahasiswa, Suasana Akademik
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DI ERA MODERN MEMPENGARUHI POLA KOMUNIKASI MAHASISWA Setiawan, Bayu; Sari, Ika Juwita; Larasaty, Karunia; Humaicha Mahira, Nafisa; Indah Ramadhani, Wahyu; Tri Nugraha, Joko
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i2.1711

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyelidiki dampak perilaku komunikasi yang disebabkan oleh penggunaan media sosial. Kemajuan teknologi memang sangat pesat; Kehadiran media sosial memberikan contoh bahwa platform komunikasi dapat beroperasi secara efisien tanpa mengorbankan waktu dan tenaga. Subyek penelitian yang dijadikan bahan kajian adalah mahasiswa Universitas Tidar. Pengkajian ini berupaya untuk menilai kemanjuran dan dampak media sosial terhadap Komunikasi mahasiswa, mengingat pemanfaatannya yang luas dalam masyarakat kontemporer. Kemudian metode yang di terapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dipilih karena menyajikan data akurat mengenai efektivitas media sosial dalam memfasilitasi komunikasi antar mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 70 peserta mahasiswa yang memenuhi kriteria sebagai mahasiswa aktif di Universitas Tidar. Temuan kuesioner menunjukkan bahwa media sosial mempengaruhi praktik komunikasi mahasiswa secara signifikan. Pada hasil data ditemukan responden terbanyak berasal dari jurusan Ilmu Komunikasi yang berjumlah 28 responden dengan persentasi 40% diikuti mahasiswa jurusan Akuakultur sebanyak 7 responden dengan persentase 10% dan terakhir mahasiswa jurusan hukum sebanyak 5 responden dengan persentase 7,1% dari pemaparan hasil data di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa media sosial di era modern ini berkembang pesat dalam lini kehidupan manusia, khususnya mahasiswa Universitas Tidar yang menggunakan media sosial sebagai sarana berkomunikasi, sehingga penemuan ini bertujuan menjelaskan isu-isu terkait dengan media sosial yang dianggap sebagai saluran komunikasi yang efisien dalam masyarakat kontemporer. Kata Kunci : Media Sosial, Pola Komunikasi, Mahasiswa
INOVASI PELAYANAN PUBLIK DISPENDUKCAPIL MELALUI APLIKASI SIMINAKSOPAL DAN PROGRAM JEMPOL KEREN KABUPATEN TRENGGALEK Lestari, Nia Ayu; Lusiana; Cahyono, Anang Sugeng
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i2.1685

Abstract

Kondisi geografis di Kabupaten Trenggalek yang didominasi wilayah pegunungan berdampak pada kurang efisiennya pelayanan data kependudukan bagi masyarakat. Upaya yang dilakukan pemerintah daerah salah satunya dilakukan melalui inovasi pelayanan publik. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Trenggalek sebagai bagian dari pemerintah daerah memanfaatkan konsep e-government melalui aplikasi SIMINAKSOPAL dan program JEMPOL KEREN. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membahas tentang Inovasi Pelayanan Publik Dispendukcapil Melalui Aplikasi Siminaksopal dan Program Jempol Keren Kabupaten Trenggalek. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SIMINAKSOPAL dan Program JEMPOL KEREN telah sesuai dengan indikator teori Inovasi Rogers. Relative Advantage, keuntungan yang didapatkan dari inovasi ini yaitu memudahkan pemerintah dalam mencari data administrasi penduduk dan juga memudahkan masyarakat dalam pembuatan data administrasi kependudukan. Compability, kesesuaian inovasi ini dengan inovasi yang sebelumnya dan juga kesesuain dengan kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat kelompok rentan. Complexity, kerumitan untuk SIMINAKSOPAL yaitu jaringan yang tiba tiba eror sedangkan untuk kerumitan JEMPOL KEREN yaitu sulitnya akses menuju lokasi. Triability, uji coba aplikasi SIMINAKSOPAL dilakukan selama 2 bulan sedangkan program JEMPOL KEREN dilakukan dengan uji coba sebanyak 2 kali. Observability, untuk inovasi ini sangat mudah diamati oleh masyarakat karena keunggulanya dan kemudahan yang didapat dari inovasi ini.
THE INTERNATIONAL CRIMINAL JUSTICE MECHANISMS: SIERRA LEONE’S POST-CONFLICT ACCOUNTABILITY Thomas Sheku Marah
Journal of Governance and Public Administration Vol. 2 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jogapa.v2i2.1723

Abstract

Sierra Leone’s brutal civil war (1991–2002) bequeathed a dark history of mass atrocities, war crimes, crimes against humanity, and systematic gender-based violence. Therefore, the Special Court for Sierra Leone (SCSL) was created in 2002 as a hybrid international court to try the perpetrators responsible for these crimes. This research examines the framework, jurisdiction, and achievements of the SCSL as a post-conflict accountability and justice-delivering court. This study aims to critically assess the contribution of the SCSL to transitional justice by examining the prosecution of high-level perpetrators, the response of the SCSL to sexual and gender-based violence, the strengthening of community outreach through outreach programs, and the nation-building of local judiciaries. Using a qualitative approach based on case study methods, the study examines five central aspects of SCSL activity. The evidence was generated from primary sources such as court judgments, government reports, and policy reports, as well as from secondary literature: NGO reports, academic literature, and human rights reports. The cross-cutting themes and the impact—on legal, political, and social levels—of the tribunal were assessed through thematic analysis. The SCSL has set important new precedents in international law, such as the prosecution of a sitting head of state and the recognition of sexual violence as a distinct war crime. Its outreach and capacity-building programs served to promote legal literacy and institutional capacity in Sierra Leone, notwithstanding limitations with respect to funding, outreach to rural areas, and sustainability. The article argues that hybrid tribunals like the SCSL may be instructive for future post-conflict systems of justice insofar as they achieve a balance between international legal imperatives and local affinity.

Page 2 of 3 | Total Record : 22