cover
Contact Name
Masri
Contact Email
masri@uho.ac.id
Phone
+6282296451988
Journal Mail Official
jurnal.ophiolite@uho.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Geologi Lt. 2 Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Kampus Hijau Bumi Tridharma Universitas Halu Oleo, Anduonohu, Kendari, 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27154440     DOI : https://doi.org/10.56099/ophi.
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan adalah terbitan berkala ilmiah yang dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Teknik Geologi Universitas Halu Oleo. Terbitan ini memuat artikel pada topik ilmu geologi maupun geologi terapan. Riset ilmu geologi mencakup riset sains kebumian di bidang geologi, geofisika, dan geokimia. Riset geologi terapan mencakup bidang geologi eksplorasi, geologi rekayasa, mitigasi bencana geologi, hidrogeologi, dan geologi lingkungan.
Articles 35 Documents
Aplikasi Electical Resistivity Imaging (ERI) untuk investigasi Airtanah: Studi Kasus di Halaman Gedung Rektorat Universitas Islam Riau Suryadi, Adi; Pratama, David Toddy; Kausarian, Husnul; Batara, Batara
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan Vol 5 No 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophi.v5i2.p70-77

Abstract

Universitas Islam Riau merupakan salah satu universitas tertua yang ada di kota Pekanbaru. Kebutuhan air bersih terus meningkat seiring perkembangan universitas ini. Sebelumnya, pengeboran airtanah gagal dilakukan, karena pekerjaan tidak diawali dengan identifikasi kondisi geologi bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan agar dapat ditentukan lokasi pengeboran airtanah yang sesuai. Metode yang digunakan adalah metode Electrical Resistivity Imaging (ERI) dengan menggunakan Geocis Resistvity meter multi elektroda (32 elektroda), pengeboran airtanah untuk mendapatkan airtanah sekaligus log stratigrafi bawah permukaan dan persampelan airtanah untuk pengujian kualitas airtanah menggunakan peralatan YSI-Pro. Hasil analisis ERI didapatkan lapisan akuifer berada pada kedalaman 20 – 75 meter dengan nilai resistivitas 8456 – 87532 Ωm yang diinterpretasikan sebagai lapisan pasir.  Hal ini dikonfirmasi dengan pengeboran yang menunjukkan bahwa di bawah permukaan didominasi oleh pasir halus berdasarkan hasil analisis granulometri. Selain itu, interpretasi ERI mampu mengidentifikasi penyebab kegagalan pengeboran sebelumnya. Kegagalan disebabkan terdapatnya bongkah batuan pada kedalaman 15 meter dengan geometri membulat. Nilai resistivitas bongkah tersebut masuk dalam kategori resistivitas tinggi yaitu >87532 Ωm. Kondisi airtanah yang didapatkan mempunyai kualitas yang baik dengan indikator warna jernih, tidak berbau, rasa tawar, temperatur 27°C, pH netral (6.55), konduktivitas 0.0461 µs/cm, dan zat padat terlarut 28.5 mg/L.
Estimasi Cadangan Endapan Nikel Laterit Pada Sub Blok 4 Blok TAA PT Bumi Nikel Nusantara Kecamatan Andowia Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Juita, Ita; Anshari, Erwin; Saputra, Irfan
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan Vol 5 No 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophi.v5i2.p35-43

Abstract

Perhitungan cadangan merupakan hal penting dalam proses penambangan sumberdaya mineral. Perhitungan cadangan dijadikan sebagai dasar evaluasi untuk menghasilkan keputusan suatu endapan layak atau tidak layak ditambang. Pada penelitian ini, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak Micromine 2021.5. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai coefficient of varians (CV) assay zona limonit adalah 0,37 dan zona saprolit 0,33 sedangkan nilai CV komposit zona limonit adalah 0,35 dan zona saprolit 0,30 dan hasil variogram kadar nikel menghasilkan anisotropi geometri yang menggambarkan daerah pengaruh (range) sebaran endapan nikel untuk zona limonit sepanjang 48,02 m dan berarah N139,6°E sedangkan range untuk zona saprolit sepanjang 50,45 m dan berarah N140,1°E, yang berarah tenggara-baratlaut untuk zona limonit dan zona saprolit. Estimasi sumberdaya dilakukan menggunakan metode Inverse Distance Weight (IDW) Power 4 yang diperoleh melalui analisis hasil penaksiran menggunakan parameter root mean square error (RMSE) dengan total volume cadangan pada Sub Blok 4 Blok TAA adalah sebesar 276.350 m3 dan memiliki tonase sebesar 429.893 ton dengan nilai rata-rata kadar Ni adalah 1,68%.
Analisis Perbandingan Bahan Peledak Menggunakan Anfo dan Emulsion Matriks Terhadap Fragmentasi Peledakan Pada Penambangan Batugamping Quarry Blok B5 Utara PT Semen Tonasa Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan Salu, Sahrul Poalahi; Gunawan, Gunawan; Ambarsari, Ika
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan Vol 5 No 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophi.v5i2.p87-94

Abstract

PT. Semen Tonasa adalah perusahaan yang mengelola kegiatan pertambangan batugamping dengan luas lahan 751 Ha yang berlokasi di Desa Biringere. Kecamatan Bungoro. Kabupaten Pangkep. Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi penelitian berada pada front penambangan kuari Block B5 Utara. Kegiatan penambangan batugamping dilakukan dengan cara pengeboran dan peledakan. Ukuran fragmentasi hasil peledakan yang dibutuhan crusher unit adalah ≤ 80 cm dan target produksi peledakan sebesar 35.000 ton/hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh ukuran fragmentasi batugamping hasil peledakan dan produktivitas peledakan berdasarkan variasi bahan peledak ANFO dan DABEX. Ukuran fragmentasi batugamping hasil peledakan menggunakan persamaan Kuznetsov dan model Rosin Ramler. Hasil penelitian menunjukkan, produktivitas peledakan menggunakan bahan peledak ANFO sebesar 33.642,34 ton/hari dan bahan peledak DABEX sebesar 43.630, 65 ton/hari. Ukuran fragmentasi rata-rata yang dihasilkan bahan peledak ANFO adalah 119,82 cm dan bahan peledak DABEX sebesar 157,65 cm. Nilai indeks keseragaman fragmentasi hasil peledakan bahan peledak ANFO sebesar 0,36 dan  bahan peledak DABEX sebesar 0,41. Hasil tersebut menunjukkan, penggunaan bahan peledak DABEX menghasilkan produksi dan ukuran fragmentasi rata-rata hasil peledakan batugamping 24,6% lebih optimal dibanding hasil produksi dan ukuran fragmentasi rata-rata yang dihasilkan oleh bahan peledak ANFO. Penggunaan bahan peledak emulsi DABEX lebih direkomendasikan untuk memenuhi target produksi dan ukuran fragmentasi batugamping hasil peledakan yang ditetapkan oleh PT. Semen Tonasa.
Front matter OPHIOLITE Vol 05 No 02 October 2023 OPHIOLITE
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan Vol 5 No 2 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Klasifikasi Massa Batuan dan Metode Kesetimbangan Batas Terhadap Kestabilan Lereng Tambang PT. Ifisdeco, Sulawesi Tenggara Oksteming, Jenly; Awaliah, Wd Rizky; Anshari, Erwin
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan Vol 6 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophi.v6i1.p36-41

Abstract

PT Ifishdeco often experiences problems in its mining activities, which originate from geotechnical issues, such as landslide events. This study aims to recommend the value of slope parameters to remain stable and safe by considering the influence of geological structures and types of landslides in the South Block Jey Pit of PT Ifishdeco Tbk. Slope stability analysis using the Bishop method with Mohr-Coloumb criteria based on direct shear strength test results and rock mass classification. The results of the study show that the safety factor value of the actual slope geometry on slope A and slope B obtained safety factor values of 0.79 and 0.83 with unstable conditions caused by the influence of the presence of discontinuity planes that reduce the strength of the slope constituent. Based on the kinematic analysis results, the landslide types found on slopes A and B are classified as wedge failures. Optimization of slope geometry is required as a recommendation for slope geometry design. Optimization of the slope height and bench slope is necessary.
Morfotektonik pada Gunung Parang Melalui Pendekatan Geomorfologi Tektonik Digital, Daerah Karangsambung Ghufrani, Poppy; Soesilo, Joko
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan Vol 6 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophi.v6i1.p19-28

Abstract

Mount Parang is a sill intrusion formed as partial melting due to tectonic activity namely subduction in Miocene which then broke through the Karangsambung formation and revealed to the surface as Mount Parang. Apart from the Mount Parang intrusion, the result of tectonic activity at that time is hills morphology with landforms in the form of anticline and syncline fold structures that stretch from east to west of the Karangsambung area. The geomorphological approach aims to determine the level of tectonic activity based on morphotectonic analysis around the Mount Parang intrusion. Morphotectonic analysis is conducted through a quantitative approach, by measuring and calculating geomorphic index variables using mathematical formulas. The index variables analysed include hypsometric integral (Hi), basin watershed asymmetry (AF), stream gradient-length index (SL), ratio of valley floor width to valley height (Vf), and mountain front sinuosity (Smf). Based on calculation Hi has a value of 1.0 with SL covering three classes. The AF index has a value of >50 with Vf values is between 0.26 and 0.87 and Smf values between 1.3 and 2.7. Based on these values, it indicates that the area around the Mount Parang intrusion has high tectonic activity.
Potensi Likuifaksi Di Kabupaten Konawe Utara Sulawesi Tenggara Berdasarkan Metode Susceptibility Rating Factors (SRF) Cendra Jaya, Rio Irhan Mais; Deniyatno
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan Vol 6 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophi.v6i1.p11-18

Abstract

The liquefaction disaster that occurred in Palu, Central Sulawesi, was caused by a 7.5 SR. The movement of the Palu-Koro Fault triggered the earthquake which was then followed by liquefaction. North Konawe Regency, Southeast Sulawesi, is crossed by the Lawanopo Fault which is a continuation of the Palu-Koro Fault, so that North Konawe Regency has the potential for liquefaction. BMKG seismic data records that >90% of earthquake events in North Konawe are triggered by movements of the Lawanopo Fault. This research focuses on the potential for liquefaction that can be triggered by earthquake activity in North Konawe Regency. Susceptibility Rating Factor (SRF) method is used by calculating the liquefaction susceptibility index (ISL) based on historical parameters, geological data, soil texture and composition, and hydrogeological data. North Konawe Regency has 5% areas with high liquefaction potential, 2% medium potential, 6% low potential, and 87% very low potential. Areas with high potential (5%) and medium potential (2%) are densely populated areas because they are located in the center of the capital city of North Konawe Regency. This area is a basin formed due to the activity of the Lawanopo Fault.
Analisis Kerentanan Banjir Menggunakan Metode Normalised Morphometric Flood Index (NMFI) Studi Khusus: SubDAS Air Manna, Bengkulu Selatan Islam, Muhammad Izzul; Setiawan, Budhi
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan Vol 6 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophi.v6i1.p1-10

Abstract

Air Manna River is the main river that accommodates water flow from small rivers in the Air Manna sub-watershed. This river has a reasonably large water discharge. One way to determine a watershed's flood disaster potential is by using the morphometric aspect approach to the watershed. After analysing the morphometric parameters, it was found that some areas in the Air Manna sub-watershed have high flood potential. These areas are areas with high drainage density values, high main channel slope in the river flow, low length of overland flow values, high ruggedness number, and low bifurcation ratio values. Furthermore, the results of the morphometric parameter analysis of the research area will be normalized using the Normalized Morphometric Flood Index (NMFI) method. NMFI simplifies the values of the morphometric parameter analysis results into the range 0 - 1, which aims to reduce the subjectivity of the analysis results so that it will increase the accuracy of the analysis data. Based on the results of processing with the NMFI method, three levels of flood hazard were obtained, i.e. low, medium, and high, which are depicted by green, yellow, and red colours on the map. Areas with low hazard levels amounted to 5.98% or 2009.75 km2, medium hazard levels amounted to 80.09% or 26916.64 km2, and areas with high hazard levels amounted to 13.92% or 4678.23 km2.
Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan terhadap Pola Banjir di Ibu Kota Provinsi Lampung: Studi Menggunakan SIG dan Pendekatan Temporal Matondang, Pebriadi Halomoan; Rizkiani, Deli; Akbari, Irgi; Haerudin, Nandi; Mulyasari, Rahmi
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan Vol 6 No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophi.v6i1.p29-35

Abstract

Bandar Lampung often faces major challenges related to flooding. In recent years, flooding in the city has become a serious problem that requires special attention and handling. Infrastructure development and continuous population growth affect changes in the city's environmental setting. From the continuous flooding in Bandar Lampung city, it is necessary to analyse flood patterns with a spatial and temporal approach. The utilization of Geographic Information System (GIS) method is one of the effective ways in making maps with various data used such as rainfall, land cover, watershed, slope, and information on flood incidents over a 10-year period, from 2013 to 2023. The watershed, land cover and slope data also provide an overview of the dynamics of water flow and its influence on flood-prone areas. From the data, it was found that the distribution of Bandar Lampung urban forest area decreased by 63859.61 ha from 83778.11 ha to 19918.5 ha or about 23.8% of the Bandar Lampung City area. In addition, there was an increase in residential and industrial areas of 36750.95 ha from 2013 of 27143.83 ha to around 63,894.78 ha or approximately 76.2% of the total area of Bandar Lampung City. This research contributes to the importance of understanding the dynamics of flooding in Bandar Lampung City and contributes to the understanding of the dynamics of flooding in Bandar Lampung City.
Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Leuwidamar dan Sekitarnya, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Atthoriq, Muhammad Hafidz; Rochmana, Yogie Zulkurnia
OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan Vol 6 No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56099/ophi.v6i2.p42-52

Abstract

Daerah Leuwidamar memiliki lingkungan pengendapan yang beragam sehingga memerlukan pemahaman geologi lebih detail seperti pemahaman stratigrafi. Pemahaman stratigrafi masih belum terlalu komprehensif di daerah Leuwidamar. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi sejarah geologi Leuwidamar dengan menentukan kronologi dan mekanisme pengendapannya. Metode penelitian yang dilakukan dengan observasi lapangan untuk mendapatkan data lapangan, analisis stratigrafi untuk mengetahui urutan pengendapan formasi batuan, dan analisis paleontologi untuk penentuan umur relatif formasi batuan. Sejarah geologi daerah Leuwidamar dikelompokkan menjadi empat fase geologi. Fase pertama pada kala Miosen Tengah - Miosen Akhir terjadi beda fasies pengendapan pada Formasi Bojongmanik (Tmbl) yang memiliki umur (N13) Sedangkan Formasi Bojongmanik (Tmbs) memiliki umur (N13-N16). Kemudian pada fase kedua meningkatnya aktivitas tektonik dan orogenik yang menyebabkan terbentuknya struktur geologi sehingga menyebabkan banyak zona lemah yang membuat Formasi Bojongmanik diintrusi oleh Formasi Andesit. Fase ketiga, pada kala Pliosen Awal terjadi aktivitas vulkanik sehingga terendapkan Formasi Genteng (Tpg). Fase keempat, terjadi jeda waktu hingga pada kala Pliosen Akhir aktivitas vulkanik meningkat sehingga terendapkan Formasi Cipacar (Tpc) dengan lingkungan (gunung api distal). Dengan memahami sejarah geologi dapat memberikan gambaran tentang evolusi proses proses geologi yang terjadi di daerah Leuwidamar.

Page 2 of 4 | Total Record : 35