cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 55 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025): November" : 55 Documents clear
Pelestarian Caping Kalo Sebagai Warisan Budaya Kabupaten Kudus Khas Desa Gulang Terhadap Nilai Pendidikan IPS Rizkia Arijaya; Aruna Dwi Fadhlillah; Firky Afriza; Faiz Ulwan Zaky; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6237

Abstract

Caping merupakan salah satu produk kerajinan tradisional yang memiliki nilai fungsional sekaligus budaya dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia. Desa Gulang di Kabupaten Kudus merupakan salah satu sentra produksi caping yang masih mempertahankan teknik pembuatan secara turun-temurun dengan memanfaatkan bahan baku lokal seperti bambu dan janur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi caping di Desa Gulang, peran sosial-ekonomi kerajinan tersebut bagi masyarakat, serta upaya pelestarian budaya lokal dalam menghadapi modernisasi dan perubahan gaya hidup. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengrajin, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan caping di Desa Gulang bukan hanya merupakan aktivitas ekonomi, tetapi juga simbol identitas budaya lokal yang berkaitan erat dengan kegiatan pertanian dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Selain itu, kerajinan ini berpotensi dikembangkan sebagai produk kreatif bernilai ekonomi melalui inovasi desain tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Dengan demikian, caping Desa Gulang memiliki prospek untuk terus dipertahankan sebagai warisan budaya sekaligus sumber ekonomi masyarakat.
Pelestarian Wayang Klithik sebagai Identitas Budaya Lokal Masyarakat Desa Wonosoco terhadap Penguatan Nilai Pendidikan IPS Berbasis Kearifan Lokal Bunga Nur Jannah; Fatihatun Nuril Ulya; Berliana Febrianti; Sofia Illiyatun Ni’mah; Nihayatul Khusna; Dany Miftah M.Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6238

Abstract

Wayang Klithik sebagai seni tradisional Desa Wonosoco memiliki nilai sosial, moral, dan historis bagi pembelajaran IPS, namun pemanfaatannya sebagai sumber belajar masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelestarian Wayang Klithik dan relevansinya dalam penguatan nilai IPS berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek Wayang Klithik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wayang Klithik berbeda dengan Wayang Kulit, dibuat secara tradisional, dan digunakan dalam ritual budaya seperti bersih sendang. Pelestariannya memperkuat identitas budaya lokal, mendukung pembelajaran IPS berbasis nilai sosial, moral, dan spiritual, serta berdampak pada pembentukan karakter generasi muda dan peningkatan sosial-ekonomi desa. Penelitian ini masih bersifat deskriptif, sehingga diperlukan pengembangan media pembelajaran Wayang Klithik.
Nilai Kearifan Lokal pada Tradisi Sego Jangkrik dalam Prosesi Buka Luwur Sunan Kudus Aula Zabidatus Syarifah; Rahma Auliani; Shifa Cholifiannida; Diaz Ananda Nifa Amelia; Aniqotus Suroyya; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6239

Abstract

Pelaksanaan tradisi Sego Jangkrik dalam prosesi Buka Luwur Sunan Kudus kini menghadapi tantangan empiris berupa pergeseran persepsi generasi muda yang memandangnya sekadar ritual pembagian makanan tanpa memahami filosofi mendalamnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai kearifan lokal dalam tradisi tersebut sebagai media dakwah kultural dan sarana pembentukan karakter. Menggunakan metode kualitatif dengan strategi etnografi terfokus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi digital, dan studi dokumentasi untuk menggali makna simbolik partisipan. Temuan menunjukkan bahwa Sego Jangkrik merupakan living value system yang memuat empat dimensi utama: nilai keagamaan, solidaritas sosial, pelestarian identitas budaya, dan nilai pendidikan yang relevan dengan pembelajaran IPS. Disimpulkan bahwa tradisi ini berfungsi vital sebagai perekat kohesi sosial dan identitas religius, yang mengimplikasikan perlunya strategi pelestarian berbasis edukasi dan dokumentasi formal untuk menjaga keberlanjutan makna simbolisnya di tengah arus modernitas.
Tradisi Dandangan sebagai Identitas Masyarakat Kudus Najwa Aranda M; Fariz Zain Zidan; Dika Aulia Prasetia; Dany Miftah M.Nur; Abdul Charis
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6240

Abstract

Tradisi Dandangan adalah suatu fenomena sosial yang berkembang di masyarakat Kudus sebagai bentuk kearifan lokal yang diadakan sebelum bulan Ramadan. Tradisi ini, yang berawal dari era Sunan Kudus, telah berkembang menjadi wadah interaksi sosial, budaya, dan ekonomi yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat sekaligus merefleksikan identitas kolektif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna dari tradisi Dandangan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Kudus dengan menelusuri latar belakang, nilai-nilai yang ada, dan peran sosial yang diambil. Metode penelitian yang digunakan meliputi kajian literatur dan pengamatan deskriptif terhadap pelaksanaan tradisi tersebut. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Dandangan berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai-nilai budaya, penguat hubungan sosial, serta pendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Oleh karena itu, tradisi Dandangan memiliki fungsi yang signifikan dalam membangun dan meneguhkan jati diri masyarakat Kudus.
Coffe Street sebagai Ruang Sosial Alternatif: Perubahan Gaya Hidup dan Interaksi Sosial di Kalangan Mahasiswa IPS Muhammad Fachri Tajul Arifin; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena Coffe Street sebagai ruang sosial alternatif bagi mahasiswa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam konteks perubahan gaya hidup dan pola interaksi sosial. Studi ini berfokus pada bagaimana keberadaan kafe jalanan tersebut tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring sosial, berdiskusi, serta mengekspresikan identitas diri mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap pengunjung, barista, serta pengelola Coffe Street. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola interaksi dan makna sosial yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Coffe Street berfungsi sebagai ruang sosial inklusif yang mendukung proses sosialisasi dan kreativitas mahasiswa. Tempat ini juga mencerminkan pergeseran gaya hidup ke arah yang lebih terbuka, dinamis, dan komunikatif. Kesimpulannya, Coffe Street bukan sekadar tempat nongkrong, melainkan arena sosial baru yang memperkuat solidaritas, memperluas jaringan pertemanan, dan menjadi bagian dari identitas budaya mahasiswa masa kini.
Nilai-Nilai Sosial Budaya dalam Tradisi Grebeg Besar Demak Dwi Lutfah Barliana; Mazidatun Ni’mah; Al Fauza Khasan Mubarok; Rizziq Abdillah Fahmi; Ahmad Kholis Ubaidillah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6242

Abstract

Tradisi Grebeg Besar Demak merupakan warisan budaya yang tetap dipertahankan di tengah perubahan sosial masyarakat. Rangkaian ritualnya menampilkan ekspresi religius, kohesi sosial, dan penghormatan terhadap warisan Kesultanan Demak. Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi masih berperan penting sebagai rujukan nilai sosial budaya dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai sosial budaya yang tercermin dalam ritual Grebeg Besar Demak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data penelitian diperoleh dari jurnal-jurnal ilmiah, artikel penelitian terdahulu, laporan budaya, dan dokumen akademik terkait Grebeg Besar serta kajian tradisi Jawa. Analisis data dilakukan melalui proses kategorisasi, interpretasi isi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Grebeg Besar memuat nilai religiusitas yang tampak dalam prosesi penjamasan pusaka dan doa bersama; nilai gotong royong melalui peran kolektif masyarakat pada setiap tahapan ritual; nilai solidaritas yang muncul dari interaksi antarwarga dan pengunjung; serta nilai pelestarian identitas budaya melalui simbol-simbol warisan Kesultanan Demak. Kajian literatur ini menegaskan bahwa Grebeg Besar berfungsi sebagai sarana pemeliharaan kohesi sosial dan kesinambungan budaya lokal. Penelitian ini terbatas pada analisis berbasis referensi, sehingga penelitian lanjutan perlu melibatkan studi lapangan agar pemahaman mengenai praktik dan makna aktual tradisi dapat lebih komprehensif.
Perkembangan Museum Kretek Kudus sebagai Identitas Budaya Lokal Nabilatuzzahra’; Siti Nafisah; Listya Mella Amalia; Siti Khozainul Muna; Mohammad Ainun Najib; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6244

Abstract

Penurunan minat Masyarakat  untuk berkunjung ke Museum Kretek Kudus dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, hal ini menjadi perhatian sosial yang cukup mencolok. Hal ini disebabkan karena museum ini menyimpan sejarah panjang industri kretek yang telah lama membentuk karakter sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Kudus. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran museum dalam menjaga identitas lokal belum bisa dimaksimalkan secara baik. Dari situ, penelitian ini dilakukan untuk meneliti perkembangan Museum Kretek Kudus sejak didirikan hingga saat ini, serta menganalisis kontribusi museum dalam memperkuat identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan melakukan observasi langsung pada 6 November 2025 dan meninjau berbagai literatur terkait museum, sejarah industri kretek, serta upaya pelestarian budaya. Semua data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara sistematis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Kretek tidak hanya menyimpan berbagai artefak seperti alat produksi, arsip sejarah, foto dokumentasi, dan diorama pembuatan kretek, tetapi juga menjalankan peran edukatif melalui penyebaran narasi budaya dan sejarah industri kretek kepada generasi muda. Museum ini berfungsi sebagai pengingat kolektif masyarakat, melindungi budaya material, memperkenalkan nilai-nilai kerja dan solidaritas sosial yang ada di Kudus, serta memperkuat identitas masyarakat sebagai “Kota Kretek.” Penelitian ini menyimpulkan bahwa Museum Kretek Kudus memegang peran penting dalam menjaga budaya lokal, sehingga keberlanjutan museum ini perlu didukung oleh pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat agar tetap relevan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
PENERAPAN MEDIA PODCAST DALAM PEMBELAJARAN IPS SEBAGAI SARANA PENGUATAN LITERASI DIGITAL SISWA KELAS VIII DI MTS BUSTANUL ULUM Hanif Al Faruq; Luthfi Ahmad Syahrul; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6248

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah penerapan media pembelajaran berbasis podcast dalam pembelajaran IPS sebagai sarana penguatan literasi digital siswa kelas VIII di MTs Bustanul Ulum. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan proses, pengalaman, dan dinamika interaksi yang muncul selama pembelajaran berlangsung. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru serta siswa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang menggabungkan aktivitas mendengarkan, refleksi, dan diskusi kelas sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih dialogis dan kontekstual. Penggunaan podcast terbukti meningkatkan motivasi, memperkuat keterlibatan siswa, dan mengembangkan kemampuan literasi digital melalui kegiatan mengakses, menganalisis, dan memproduksi konten audio sederhana. Siswa menjadi lebih kritis dalam memilih informasi, lebih percaya diri mengemukakan pendapat, serta lebih terampil menggunakan perangkat digital untuk keperluan belajar. Temuan ini menegaskan bahwa podcast dapat berfungsi sebagai media pembelajaran yang adaptif, relevan dengan karakteristik generasi digital, dan mampu menjembatani konsep-konsep sosial dengan pengalaman nyata siswa di lingkungan mereka.
Interaksi Antar Generasi Tua dan Generasi Muda dalam Tradisi Kirab Air Salamun di Desa Jepang azzahro, anisa; M. Nur, Dany Miftah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6257

Abstract

Tradisi Kirab Air Salamun adalah salah satu kebudayaan lokal yang masih dijaga oleh masyarakat Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Tradisi ini memiliki nilai yang berkaitan dengan agama dan kehidupan sosial, serta menjadi sarana untuk berinteraksi antar generasi, seperti antara tokoh-tokoh tua, tokoh adat, dan pemuda. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, makna, serta cara interaksi antar generasi dalam pelaksanaan Kirab Air Salamun, khususnya peran pemuda dalam menjaga nilai-nilai tradisi tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa tradisi ini berfungsi sebagai sarana mentransfer nilai budaya, spiritual, dan gotong royong dari generasi tua ke generasi muda. Pemuda terlibat aktif dalam tradisi ini dengan peran sebagai anggota panitia, pengiring, serta pelestari nilai melalui media digital. Interaksi antar generasi mencerminkan adaptasi budaya yang dinamis, di mana nilai tradisional tetap dipertahankan namun dikembangkan sesuai semangat zaman modern. Dengan demikian, Kirab Air Salamun tidak hanya menjadi tanda kesakralan agama, tetapi juga menghidupkan identitas bangsa dan keberlanjutan budaya Desa Jepang.
ANALISIS AKAD MURABAHAH PADA PEMBIAYAAN HUNIAN: PERBANDINGAN PRAKTIK BANK DAN NON-BANK Zidane Alhakim, Fauzan
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6260

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena disintermediasi perbankan dalam industri properti di Indonesia, yang ditandai dengan munculnya developer properti syariah non-bank sejak tahun 2015. Model ini lahir dari kritik terhadap praktik perbankan syariah yang dianggap belum sepenuhnya kaffah (holistik), khususnya terkait penerapan denda dan asuransi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus, penelitian ini membedah model bisnis dan kepatuhan fikih dari skema Murabahah yang diterapkan secara langsung oleh developer. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dengan praktisi, yang kemudian divalidasi dan dikontekstualisasikan (triangulasi) menggunakan data sekunder berupa fatwa DSN-MUI, jurnal akademik, data ekonomi makro, dan riset pasar. Temuan utama menunjukkan bahwa keunggulan model non-bank tidak hanya terletak pada kepatuhan fikih yang lebih ketat—dengan mengeliminasi area abu-abu denda (Ta'zir) dan asuransi (Takaful)—tetapi juga pada keunggulan struktural-finansial. Dengan mengandalkan pendanaan berbasis ekuitas (modal sendiri), developer non-bank secara unik mampu menawarkan skema harga tetap (fixed price) jangka panjang yang stabil bagi konsumen, strategi yang secara inheren berisiko bagi perbankan syariah yang berbasis leverage (dana pihak ketiga). Lebih lanjut, analisis adaptasi pasar menunjukkan bahwa model ini selaras dengan preferensi Generasi Z yang terpolarisasi: baik segmen asset-light maupun segmen aspirasional yang didorong oleh tuntutan transparansi. Meskipun demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa eliminasi peran perbankan telah menggeser risiko utama dari risiko fikih menjadi risiko perlindungan konsumen yang signifikan, menyoroti urgensi adanya kerangka regulasi baru.