cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 443 Documents
Asesmen Psikologi: Kunci Sukses Bimbingan Konseling Elysia Shabrina Luthfiyah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.4926

Abstract

Asesmen psikologi merupakan bagian penting dalam kegiatan bimbingan dan konseling karena berfungsi sebagai titik awal untuk memahami kondisi psikologis seseorang secara utuh. Melalui asesmen, konselor dapat menelusuri dan mengidentifikasi permasalahan yang dialami individu, serta memahami latar belakang dan dinamika yang menyebabkan masalah tersebut muncul. Data dari asesmen ini sangat penting sebagai dasar dalam menyusun strategi penanganan atau intervensi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan karakter klien. Tak hanya untuk mengenali masalah, asesmen juga membantu konselor dalam menyusun program layanan yang relevan, menentukan alternatif solusi yang memungkinkan, serta menilai efektivitas dari proses konseling yang sudah dijalankan. Selain itu, asesmen berperan dalam menggali potensi yang dimiliki klien, mengenali kekuatan yang bisa dikembangkan, dan menemukan hambatan yang perlu diatasi agar klien bisa berkembang secara maksimal. Dengan pendekatan ini, bimbingan dan konseling bisa diarahkan secara lebih tepat sasaran—baik untuk mendukung perkembangan pribadi, sosial, akademik, maupun karier klien. Oleh karena itu, asesmen psikologi bukan sekadar alat untuk mendiagnosis, tetapi juga bagian penting dari keseluruhan proses layanan konseling yang efektif dan profesional.
Optimalisasi Tes Intelegensi dalam Bimbingan dan Konseling: Studi Tentang Alat Ukur, Keakuratan Interpretasi, dan Relevansinya terhadap Potensi Individu Aurelyn Ayu Vara Azzahra
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.4928

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis peran dan efektivitas tes intelegensi dalam praktik bimbingan dan konseling, dengan menyoroti kelebihan, keterbatasan, dan relevansinya dalam memahami potensi individu secara komprehensif. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun tes intelegensi seperti WISC, WAIS, dan CFIT memberikan informasi awal yang berharga tentang kapasitas kognitif, interpretasi hasilnya harus dilandasi oleh pemahaman kontekstual dan pendekatan multidimensional. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan tes intelegensi yang tidak sensitif terhadap latar belakang budaya dan sosial dapat mengarah pada bias interpretatif dan pengambilan keputusan yang tidak adil. Dengan pendekatan studi literatur dan wawancara terhadap konselor profesional, artikel ini berkontribusi pada penguatan praktik asesmen yang lebih etis, akurat, dan inklusif. Secara keseluruhan, artikel ini merekomendasikan integrasi data kuantitatif dan kualitatif dalam asesmen, serta perlunya pelatihan konselor dalam kompetensi teknis dan kesadaran budaya, agar tes intelegensi dapat benar-benar mendukung pengembangan potensi individu dalam konteks bimbingan dan konseling.
Etika Profesional dalam Menjaga Kerahasiaan dan Objektivitas Asesmen Psikologi: Kajian Literatur pada Praktik Bimbingan dan Konseling Zharima Berlian Ningrum
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.4938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip etika profesional dalam menjaga kerahasiaan dan objektivitas asesmen psikologi pada praktik bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sumber-sumber akademik seperti jurnal, buku, dan kode etik psikologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerahasiaan adalah aspek fundamental yang menjamin keamanan psikologis klien, terutama dalam konteks konseling digital yang rawan kebocoran data. Objektivitas asesmen juga harus dijaga dengan menjauhkan bias pribadi dan tekanan eksternal dalam proses evaluasi. Pemahaman terhadap kode etik, nilai moral, dan pendekatan spiritual memperkuat integritas konselor dalam menghadapi dilema etika. Pendidikan dan pelatihan etika yang berkelanjutan menjadi kunci dalam membentuk profesionalisme layanan konseling. Kesimpulannya, etika profesional bukan hanya sebagai aturan tertulis, tetapi sebagai komitmen moral yang melekat dalam praktik konseling. Kajian ini memberikan masukan konseptual untuk penguatan etika dalam layanan asesmen psikologi.
Tes Kepribadian: Antara Objektif dan Proyektif dalam Konteks Bimbingan dan Konseling Indira Lathifah Maratus Sholihah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.4947

Abstract

Pemahaman kepribadian sangat penting dalam layanan bimbingan dan konseling untuk merancang intervensi yang efektif. Artikel ini membahas dua pendekatan utama dalam asesmen kepribadian, yaitu tes objektif dan proyektif, serta penerapannya dalam konteks bimbingan dan konseling. Tes objektif seperti MMPI dan EPPS menawarkan hasil yang terstandar dan reliabel, sedangkan tes proyektif seperti Rorschach dan TAT mampu menggali aspek bawah sadar kepribadian. Melalui kajian teori dan analisis literatur, artikel ini menguraikan karakteristik, kelebihan, dan keterbatasan masing-masing tes, serta relevansinya dalam praktik BK. Hasil kajian menegaskan pentingnya pemilihan tes yang sesuai dengan tujuan asesmen dan kompetensi konselor. Pelatihan interpretasi dan etika penggunaan tes juga menjadi rekomendasi utama untuk mendukung asesmen psikologi yang akurat dan bermanfaat.
PERAN LITERASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SOSIAL DAN ETIKA KEMANUSIAAN DI ERA TEKNOLOGI Afrian Duta Rufangga; Anida Zakia; Bayu Setiyo Nugroho; Meila Inayati; Muhammad Erik David Erlangga; Indra Simanungkalit
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.4953

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mengubah cara manusia berinteraksi, mengakses informasi, dan mengekspresikan dirinya diruang digital. Dalam konteks ini, literasi digital tidak hanya menjadi keterampilan teknis, tetapi juga menyangkut kemampuan individu untuk berpikir kritis, beretika, serta memiliki kepekaan sosial dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Artikel ini membahas peran penting literasi digital  dalam membentuk kesadaran sosial dan nilai-nilai kemanusiaan, khususnya dikalangan generasi muda. Literasi digital yang dikembangkan secara komprehensif dapat mendorong pengguna untuk tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga mampu memilah infromasi, menghargai perbedaan, serta membangun empati terhadap sesama. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini mengkaji berbagai penelitian yang menunjukkan keterkaitan antara kecakapan digital dan sikap sosial, termasuk tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi opini di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kemanusiaan dalam pembelajaran literasi digital sangat krusial dalam menciptakan masyarakat digital yang beretika, inklusif, dan berkeadaban.
Pengaruh Tes Psikologi terhadap Pengambilan Keputusan Karir pada Siswa Sekolah Menengah Atas Chalisah Salsabila Widodo
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.4955

Abstract

Masa Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan periode krusial dalam menentukan arah karir siswa, namun banyak siswa menghadapi kebingungan dalam memilih jurusan atau profesi yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Artikel ini membahas pengaruh tes psikologi terhadap pengambilan keputusan karir pada siswa SMA. Tes psikologi, seperti tes minat, bakat, kepribadian, dan kognitif, dapat membantu siswa memahami potensi diri, menyesuaikan pilihan karir dengan profil psikologis, serta mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Selain itu, tes psikologi juga memberikan data objektif yang bermanfaat bagi guru dan orang tua dalam proses bimbingan. Faktor internal (minat, bakat, efikasi diri) dan eksternal (keluarga, teman, guru, kondisi sosial ekonomi) turut memengaruhi keputusan karir siswa. Guru Bimbingan dan Konseling berperan penting dalam mengadministrasikan tes dan memberikan arahan berdasarkan hasil tes tersebut. Studi kasus dan data pendukung menunjukkan bahwa integrasi tes psikologi dalam program bimbingan karir efektif membantu siswa membuat keputusan yang lebih tepat. Oleh karena itu, disarankan agar sekolah mengoptimalkan penggunaan tes psikologi dan melibatkan guru BK secara aktif dalam proses pengambilan keputusan karir siswa.
Tinjauan Literatur: Peran Konseling Kelompok dalam Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kesiapan Pubertas pada Remaja Dini Nurhidayati Sormin; Alfy Dew purnama; Miftahul April lita; Lintang Asri Sabillah
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.4993

Abstract

Kesehatan reproduksi masih dianggap sebagai isu tabu di kalangan remaja, khususnya pada masa remaja dini yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial secara cepat. Minimnya pengetahuan serta sikap tidak siap dalam menghadapi pubertas berpotensi menyebabkan berbagai permasalahan seperti kecemasan, perilaku seksual berisiko, hingga pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis peran konseling kelompok dalam edukasi kesehatan reproduksi dan kesiapan pubertas pada remaja dini. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan terhadap berbagai sumber ilmiah dalam 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa konseling kelompok efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi, mengurangi kecemasan, serta membangun kesiapan mental dan sosial remaja dalam menghadapi pubertas. Pendekatan ini juga mendorong komunikasi yang terbuka, dukungan sosial sebaya, serta penanaman nilai dan tanggung jawab sejak dini. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi konseling kelompok dalam sistem pendidikan sebagai strategi preventif dan promotif bagi kesehatan reproduksi remaja..
ETIKA ASSESMENT PSIKOLOGI DALAM PRAKTIK BIMBINGAN DAN KONSELING: ANTARA MORALITAS, OBJEKTIVITAS DAN RESIKO DIGITALISASI INE MURO'AFAH HARIANTO.P
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5004

Abstract

Asesmen psikologi memiliki peran penting dalam praktik bimbingan dan konseling sebagai dasar pemahaman kondisi psikologis konseli dan perancangan intervensi yang tepat. Namun, keberhasilan asesmen tidak hanya bergantung pada akurasi hasil, tetapi juga pada penerapan prinsip etika yang mencakup moralitas dan objektivitas. Moralitas dalam asesmen menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data konseli, menghormati hak individu, serta menghindari penyalahgunaan informasi. Sementara itu, objektivitas menuntut konselor untuk menggunakan instrumen yang valid dan reliabel, serta menafsirkan hasil secara profesional dan bebas bias. Kompetensi profesional menjadi faktor kunci dalam menjamin asesmen berjalan secara etis dan objektif, terutama dalam konteks penggunaan alat tes psikologi. Di era digital, muncul tantangan baru terkait keamanan data dan privasi konseli, seiring meningkatnya penggunaan asesmen berbasis teknologi. Artikel ini mengkaji prinsip-prinsip etika asesmen dalam bimbingan dan konseling, dengan fokus pada pentingnya moralitas, objektivitas, dan kesiapan profesional dalam menghadapi risiko digitalisasi asesmen. Pemahaman mendalam terhadap etika asesmen diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan konseling yang bertanggung jawab, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan konseli.
Pengaruh Platform Instagram terhadap Kecemasan Mahasiswa Semester 6 Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Siti Miftahul Rahmah; Nida Alyssya Putri; Ellena Kusuma; Fanny Nida Auliya; Bramantio Haryo Shancoko
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5010

Abstract

Kemajuan teknologi dan meningkatnya penggunaan media sosial telah membawa dampak signifikan terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan platform Instagram terhadap tingkat kecemasan mahasiswa semester 6 Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode kuasi-eksperimen dan teknik purposive sampling, melibatkan 34 responden yang aktif menggunakan Instagram. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara intensitas penggunaan Instagram dan kecemasan (r = 0,566; p < 0,05). Uji regresi menunjukkan bahwa penggunaan Instagram berkontribusi sebesar 32% terhadap variasi kecemasan mahasiswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial secara intensif dapat menjadi salah satu pemicu meningkatnya kecemasan pada mahasiswa. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengelola penggunaan media sosial secara bijak dan bagi institusi pendidikan untuk menyediakan dukungan psikologis yang memadai.  
Analisis Hambatan Psikologis Siswa dalam Pembiasaan Membaca Asmaul Husna sebagai Upaya Pembentukan Karakter Religius di SDN Tugurejo 02 Beuty Annisak; Arsan Shanie; Aida Hujjatul Maghfiroh; Amalia Risfianti; Firman Shandy Dermawan; Lina Nur Rahma
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5019

Abstract

Hambatan psikologis siswa dalam pembiasaan membaca Asmaul Husna sebagai upaya pembentukan karakter religius di SDN Tugurejo 02 menjadi fokus utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis hambatan yang dihadapi siswa, seperti kurangnya motivasi internal, rasa malu dan kurang percaya diri, kecemasan akan penilaian sosial, kurangnya pemahaman makna Asmaul Husna, dan pengaruh lingkungan yang kurang mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan membaca Asmaul Husna di SDN Tugurejo 02 efektif dalam membentuk karakter religius siswa, termasuk sikap cinta kepada Allah, kejujuran, kedisiplinan, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama, meskipun terdapat hambatan psikologis.