cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 449 Documents
Intervensi Psikoedukatif Untuk Mengurangi Perilaku Phubbing Pada Kelompok Siswa SMP Negeri Di Manado G. M. Gerungan, Edmie; Amanda Pasca Rini
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7049

Abstract

Phubbing (phone snubbing) merupakan fenomena perilaku mengabaikan lawan bicara karena fokus pada ponsel yang semakin marak di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi psikoedukatif dalam mengurangi perilaku phubbing pada kelompok siswa SMP. Subjek penelitian adalah lima siswa kelas VII di SMP Negeri Manado berusia 12-13 tahun yang dipilih berdasarkan skor phubbing tertinggi (22-25/30) dari 29 siswa kelas. Metode asesmen komprehensif digunakan meliputi kuesioner phubbing, observasi terstruktur, wawancara mendalam dengan guru, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil asesmen menunjukkan kelompok menggunakan ponsel rata-rata 10,9 jam per hari, mengecek ponsel 4-6 kali per jam pelajaran, dan hanya berkomunikasi langsung rata-rata 3 menit saat istirahat. Dinamika psikologis menunjukkan bahwa perilaku phubbing terbentuk melalui kebiasaan otomatis, kekhawatiran tertinggal informasi, kesulitan menunda gratifikasi, dan normalisasi perilaku dalam kelompok sebaya. Intervensi psikoedukatif dilakukan dalam 6 sesi meliputi pengenalan konsep phubbing, pemahaman dampak negatif, peningkatan kesadaran diri, komunikasi efektif, strategi praktis pengurangan phubbing, dan pembuatan komitmen perubahan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep phubbing (+89%), kesadaran dampak negatif (+125%), pengetahuan komunikasi efektif (+60%), dan motivasi untuk berubah (+114%). Tingkat kehadiran mencapai 97% dengan partisipasi aktif yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan psikoedukatif terstruktur efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang dampak negatif phubbing pada remaja dalam setting pendidikan, meskipun diperlukan program lanjutan untuk melihat perubahan perilaku jangka panjang.
Stres Akademik pada Siswa Kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan: Studi Kasus dan Implikasi Layanan Psikologi Sekolah Hardianto, Pradigdo; Amanda Pasca Rini
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7050

Abstract

Stres akademik merupakan fenomena psikologis yang umum dialami oleh siswa sekolah menengah, khususnya pada fase akhir pendidikan ketika tuntutan akademik, praktik kejuruan, serta tekanantransisi ke dunia kerja meningkat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikandinamika stres akademik pada siswa kelas XII Jurusan Teknik Pemesinan di SMK PGRI Gresik sertamenelaah implikasinya terhadap layanan psikologi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode asesmen mulltimodal yang meliputi wawancara mendalam, observasi perilaku, studi dokumentasi, serta skrining psikologis menggunakan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas XII, dengan fokus analisis mendalam pada lima siswa yang menunjukkan tingkat stres sedang hingga parah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53% siswa berada pada kategori stres di atas normal. Manifestasi stres akademik tampak dalam bentuk kelelahan fisik, penurunan motivasi belajar, konflik interpersonal, penarikan diri sosial, serta kecemasan terhadap masa depan. Temuan inimenunjukkan adanya ketidakseimbangan antara tuntutan akademik dan kapasitas coping siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi psikologis berbasis sekolah yang bersifat preventif dan kuratif melalui psikoedukasi dan konseling kelompok berbasis kekuatan (strength-based counseling) guna mendukung kesejahteraan psikologis siswa SMK menjelang kelulusan.
Kesulitan Interaksi Sosial dan Penurunan Fungsi Akademik pada Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Laporan Kasus Anthonie, Wenda; Amanda Pasca Rini
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7051

Abstract

Kesulitan interaksi sosial dan penurunan fungsi akademik merupakan permasalahan yang sering muncul pada anak usia sekolah dasar, khususnya ketika anak menghadapi stresor psikososial yang signifikan. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan laporan kasus seorang siswi kelas V sekolah dasar yang menunjukkan penurunan prestasi akademik dan perubahan perilaku sosial setelah mengalami perubahan signifikan dalam dinamika keluarga. Metode asesmen yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumentasi, serta pemeriksaan psikologis menggunakan Coloured Progressive Matrices (CPM), Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), Child and Adolescent Social Support Scale (CASSS), dan Child PTSD Symptom Scale (CPSS). Hasil asesmen menunjukkan kapasitas intelektual non-verbal dalam kategori rata-rata, disertai kesulitan emosional, hambatan interaksi sosial, serta gejala stres pascatrauma tingkat sedang. Intervensi psikologis berupa psikoedukasi emosi dan stres, latihan relaksasi pernapasan dan grounding, serta pelatihan asertivitas dasar menunjukkan perubahan positif pada aspek regulasi emosi, rasa aman, dan keterlibatan sosial klien di sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif yang melibatkan aspek emosional, sosial, akademik, dan dukungan lingkungan dalam menangani kasus kesulitan penyesuaian pada anak usia sekolah.
Pengembangan Model Psycho-Poetic Inquiry Berbasis Regulasi Emosi untuk Mengurangi Kejenuhan Belajar Mahasiswa PBSI Prina Yelly; Neviyarni S.; Iqbal Nuari
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6742

Abstract

Kejenuhan belajar mahasiswa dalam pembelajaran Kajian Puisi merupakan permasalahan empiris yang ditandai oleh rendahnya keterlibatan belajar dan kelelahan emosional, sebagaimana teridentifikasi dalam studi pendahuluan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji kelayakan dan efektivitas model pembelajaran Psycho-Poetic Inquiry berbasis regulasi emosi dalam mengatasi kejenuhan belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan dengan mengacu pada kerangka ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, serta diuji menggunakan desain satu kelompok prates dan pascates. Instrumen kejenuhan belajar diadaptasi dari Maslach Burnout Inventory Student Survey, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa model pembelajaran dinyatakan sangat valid oleh ahli materi dan ahli psikologi pendidikan. Hasil uji statistik menunjukkan adanya penurunan tingkat kejenuhan belajar mahasiswa secara signifikan setelah penerapan model pembelajaran dengan nilai p < 0,05. Keunikan model ini terletak pada integrasi regulasi emosi melalui teknik reframing emosi dalam proses inkuiri dan analisis teks puisi. Temuan ini menunjukkan bahwa model Psycho-Poetic Inquiry layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran Kajian Puisi di perguruan tinggi, khususnya pada lembaga pendidikan tenaga kependidikan.
EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA TATA NASKAH DINAS PEMERINTAH DAERAH MELALUI MODEL CIPP Prina Yelly; Ambiyar; Fahmi Rizal
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.6744

Abstract

Implementasi kebijakan penggunaan bahasa Indonesia dalam tata naskah dinas pemerintah daerah merupakan aspek penting dalam menjamin kejelasan hukum, akuntabilitas administrasi, dan kualitas komunikasi publik. Namun, hasil penelusuran awal terhadap dokumen resmi yang dipublikasikan secara daring menunjukkan masih ditemukannya ketidakkonsistenan penerapan kaidah kebahasaan, khususnya pada aspek ejaan, diksi, dan struktur kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan penggunaan bahasa Indonesia pada tata naskah dinas pemerintah daerah melalui Model CIPP yang mencakup dimensi context, input, process, dan product. Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluatif dengan sumber data berupa dokumen naskah dinas resmi yang dipublikasikan secara daring dalam rentang waktu tertentu. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi ideal kebijakan kebahasaan berdasarkan regulasi nasional dengan kondisi aktual yang tercermin dalam dokumen, menggunakan rubrik penilaian kebahasaan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan bahasa Indonesia berada pada kategori cukup efektif, yang ditandai oleh kesenjangan pada tingkat sedang, dengan kelemahan utama terletak pada aspek process dan product, terutama terkait mekanisme verifikasi kebahasaan dan konsistensi penerapan kaidah bahasa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan Model CIPP dalam evaluasi kebijakan bahasa berbasis dokumen autentik digital. Temuan penelitian ini berimplikasi pada perlunya penguatan pengendalian mutu kebahasaan secara operasional dalam tata kelola administrasi pemerintahan daerah.
Pengaruh Tradisi Arab Pra-Islam terhadap Formasi Pemikiran Akhlak Islam Alya Nur Zhafira; Farkhan Abdillah Latief; Munafaoziyatun; Rahmat Lutfi Guefara
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7063

Abstract

Artikel ini membahas pengaruh tradisi Arab pra-Islam terhadap pembentukan pemikiran akhlak dalam Islam. Melalui proses akulturasi, Islam menerima nilai-nilai positif seperti kejujuran dan kedermawanan, mereformasi aspek sosial seperti diskriminasi gender dan perbudakan, serta menolak elemen negatif seperti penyembahan berhala dan fanatisme kesukuan. Pendekatan historis-kritis digunakan untuk menganalisis bagaimana wahyu Islam berinteraksi dengan konteks budaya Jahiliyah, menghasilkan sistem akhlak yang berlandaskan tauhid dan keadilan. Implikasi kontemporer dibahas dalam konteks masyarakat modern, termasuk di Indonesia, di mana akhlak Islam dapat diterapkan untuk mengatasi isu sosial seperti ketidaksetaraan dan konflik budaya.
Rekonstruksi Ajaran Tasawuf Awal dan Relevansinya dalam Mengatasi Krisis Spiritualitas Masyarakat Modern Barokah Mellany Khoirunnisa; Nur Suci; Alferian Maulana; Rahmat Lutfi Guefara
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7066

Abstract

Krisis spiritualitas merupakan salah satu problem fundamental yang dihadapi masyarakat modern, ditandai oleh kegelisahan batin, kehampaan makna hidup, serta dominasi orientasi ranscendenta. Fenomena ini menunjukkan adanya ketimpangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan perkembangan spiritual manusia. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi ajaran tasawuf awal dalam Islam serta menganalisis relevansinya sebagai tawaran solusi atas krisis spiritualitas modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui penelusuran literatur klasik dan kontemporer terkait tasawuf, sejarah kemunculannya, serta dinamika spiritual masyarakat modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa ajaran tasawuf awal yang menekankan tazkiyatun nafs, zuhud, keikhlasan, dan kesadaran ilahiah memiliki relevansi yang kuat dalam membangun keseimbangan antara dimensi lahir dan batin manusia. Tasawuf tidak hanya berfungsi sebagai warisan spiritual Islam, tetapi juga sebagai kerangka etis dan praksis untuk memulihkan orientasi hidup manusia modern agar lebih bermakna, ranscendental, dan berorientasi pada nilai-nilai ketuhanan.
KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN PENDIDIKAN YANG BERAKHLAK DIMTS AR-RIYADL Fitri Setiawati; Muhammad Fery Mustika; Tina Anggraeni; Ikrom Mikdad
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7099

Abstract

Penelitian ini membahas peran Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang berakhlak di MTs Ar-Riyadl. Kurikulum PAI tidak hanya berfungsi sebagai pedoman pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana penanaman nilai-nilai moral dan keagamaan dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kurikulum PAI, metode pembelajaran yang diterapkan, serta tantangan yang dihadapi dalam pembentukan akhlak siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan civitas sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum PAI yang terintegrasi dengan metode pembelajaran berbasis keteladanan, pembiasaan, serta pendekatan targhib dan tarhib mampu meningkatkan kesadaran moral, kedisiplinan, dan tanggung jawab siswa. Namun, pelaksanaan pendidikan akhlak masih menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal, seperti keterbatasan sumber daya, pengaruh teknologi, serta kurang optimalnya keterlibatan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara sekolah, guru, dan orang tua agar tujuan pendidikan yang berakhlak dapat tercapai secara berkelanjutan.
Analisis Kompetensi Guru SD Dalam Merancang Asesmen Matematika: Sebuah Kajian Literatur Sistematis Tentang Tantangan Dan Faktor Pendukung Nafi Pri Nur Ratih; Salza Sabilatul Azira; Garneta Hematala; Aryadi Nursantoso
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi guru sekolah dasar dalam merancang asesmen pembelajaran matematika pada implementasi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan artikel jurnal, buku, dan karya ilmiah relevan yang dipublikasikan pada periode 2021–2025. Kajian difokuskan pada pemahaman guru terhadap konsep asesmen, kemampuan merancang asesmen diagnostik, formatif, dan autentik, serta kendala yang dihadapi dalam praktik pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian guru telah memiliki pemahaman dasar mengenai asesmen pembelajaran, namun masih mengalami kesulitan dalam menyusun instrumen asesmen yang sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Kendala utama meliputi keterbatasan pemahaman teknis, beban administrasi, serta minimnya pelatihan berkelanjutan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru dalam merancang asesmen pembelajaran matematika perlu didukung melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan.