cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
arima@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.8 , Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora
ISSN : 30264898     EISSN : 3026488X     DOI : https://doi.org/10.62017/arima.v1i4
Core Subject : Social,
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Jurnal yang diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal ini adalah jurnal studi ilmu-ilmu Sosial humaniora dan pendidikan yang bersifat peer-review dan terbuka. Bidang kajian dalam jurnal ini termasuk linguistik, sastra, filsafat, psikologi, hukum, pendidikan, sosial, administrasi dan studi budaya. ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora dan Pendidikan menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.
Articles 443 Documents
Dampak Psikologis Pernikahan Dini Terhadap Kesejahteraan Mental Remaja Fitri Octaviani Ramadhan; Muhammad Daffa Santoso; Muhammad Khosyi Uddin; Ati Kusmawati
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5036

Abstract

Perkawinan usia muda menjadi persoalan pelik di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2021), menunda usia pernikahan dapat berdampak positif bagi keharmonisan keluarga. Penelitian ini berupaya menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mendorong terjadinya perkawinan dini di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti dampak perkawinan dini bagi individu yang menjalaninya, anak-anak mereka, serta masyarakat luas. Tak ketinggalan, akan dibahas pula sejumlah upaya pencegahan yang dapat ditempuh untuk menekan angka perkawinan dini di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari beragam sumber, termasuk jurnal dan artikel yang mengupas tuntas fenomena perkawinan dini. Berbagai hal, mulai dari peran orang tua, kondisi ekonomi, kejadian yang memicu pernikahan (misalnya, kehamilan di luar nikah), adat keluarga, hingga kebiasaan setempat, dapat menjadi pemicu perkawinan usia muda.
Strategi Guru PPKn Dalam Membangun Karakter Siswa Melalui Pembelajaran Terintegrasi (Studi Kasus di SMPN 11 Mataram) Tri Rahayu; Putri Jasmine; Mohamad Mustari
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran PPKn yang terintegrasi dengan pembentukan karakter siswa dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mengembangkan nilai-nilai karakter di SMPN 11 Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dan observasi partisipatif. Subjek penelitian terdiri dari guru PPKn dan 9 siswa yang mewakili kelas VII, VIII, dan IX. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PPKn terintegrasi berhasil diterapkan melalui pendekatan kontekstual dengan berbagai metode seperti diskusi kelompok, role playing, dan project-based learning. Implementasi pembelajaran terintegrasi terbukti efektif dalam mengembangkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi pada siswa. Dampak positif terlihat dari peningkatan partisipasi aktif siswa (89% memberikan respons sangat baik), penurunan tingkat keterlambatan dari 15% menjadi 5%, dan berkurangnya pelanggaran tata tertib dari 8 kasus menjadi 2-3 kasus per bulan. Pembelajaran terintegrasi juga berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa (78% memberikan respons sangat baik) dan kemampuan penerapan nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran PPKn terintegrasi dengan pembentukan karakter memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan kepribadian siswa secara holistik dan dapat menjadi model pembelajaran yang efektif untuk diterapkan di sekolah-sekolah lain.  
“Mahasiswa UIBU Edukasi Self-Harm sebagai Upaya Penguatan Karakter Pelajar Pancasila SMP PGRI 01 Wajak" Hesti Rika Rahayu; Ananda Yunia Nura Fraizilla; Meme Meri Widyawati; Aulia Unadifa; Puspita Pebri Setiani; Rizki Agung Novariyanto
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5130

Abstract

Isu permasalahan kesehatan mental di kalangan remaja sangat menjadi sorotan, khususnya perilaku self-harm yang mengkhawatirkan seiring dengan meningkatnya tekanan sosial dan akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) di SMP PGRI 01 Wajak bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai self-harm sebagai bentuk upaya penguatan karakter pelajar pancasila. Melalui metode penyuluhan, diskusi interaktif, dan kegiatan reflektif, siswa diajak memahami konsep self-harm, mengenali faktor pemicunya, serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus membentuk pribadi yang tangguh, beriman, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Hasil sosialisasi ini menunjukkan bahwa siswa lebih terbuka dalam menyampaikan perasaan, memahami pentingnya mencari bantuan, serta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep self-love. Edukasi mental health terbukti menjadi strategi yang efektif dalam membentuk generasi muda yang sehat secara mental dan berkarakter Pancasila.
DAMPAK LITERASI DIGITAL TERHADAP EMPATI DAN SOLIDARITAS SOSIAL DI MEDIA SOSIAL Ria Amelia; Faza Nisrina Nu'ma; Lyra Virna; Muhammad Khayan; Mar Atus Salisatul Udhma; Indra Simanungkalit
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5140

Abstract

Transformasi digital telah mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial manusia, khususnya melalui media sosial. Artikel ini meneliti pengaruh literasi digital terhadap pembentukan empati dan solidaritas sosial dalam ruang digital. Literasi digital bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan mencakup kemampuan berpikir kritis, etis, dan sosial dalam menghadapi informasi digital. Studi pustaka menunjukkan bahwa individu dengan literasi digital tinggi lebih cenderung menunjukkan empati digital dan berpartisipasi dalam bentuk solidaritas sosial yang bermakna, dibandingkan dengan mereka yang literasi digitalnya rendah. Empati digital memfasilitasi pemahaman emosional lintas batas sosial, sementara solidaritas sosial digital memanifestasikan diri melalui partisipasi dalam gerakan sosial daring. Oleh karena itu, literasi digital yang menyeluruh menjadi fondasi penting dalam menciptakan ruang media sosial yang sehat, inklusif, dan empatik.
PENDIDIKAN HUMANIS DAN LITERASI DIGITAL: STRATEGI MEMBANGUN GENERASI Z YANG KRITIS DAN BERETIKA DI ERA DIGITAL Najwa Oktaviani; Najwa Maulidia Khanifah; Muhammad Alvin Ilham; Juanito Setiawan; Mohammad Zacky Ramadani
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5160

Abstract

Perkembangan zaman ke era digital mendorong transformasi di semua aspek kehidupan salah satunya adalah perubahan dalam pendekatan pendidikan, terutama dalam membentuk karakter dan etika generasi Z yang hidup dalam lingkungan digital yang kompleks. Banyak tantangan yang harus dihadapi bagi generasi yang tumbuh dalam ekosistem digital, seperti penyebaran hoaks, dan pengaruh media sosial yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dengan keterampilan literasi digital sebagai bekal dalam menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interseksi antara pendidikan humanis dan literasi digital sebagai strategi membangun generasi yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga beretika dalam penggunaan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menganalisis berbagai literatur yang relevan mengenai konsep pendidikan humanis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan humanis yang menekankan pada nilai-nilai kemanusiaan seperti integritas, empati, dan tanggung jawab perlu diintegrasikan dengan literasi digital yang mencakup kemmapuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Implementasi di lingkungan kampus melalui pembelajaran berbasis teknologi yang mengedepankan nilai-nilai etika dan berpikir kritis dapat mendorong Generasi Z untuk menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki kompas moral yang kuat
PSIKOLOGI PEKERJAAN SOSIAL DALAM MENANGANI ANAK JALANAN : STUDI TENTANG RASA AMAN DAN IDENTITAS DIRI Shela Shalsa Bila; Ahmad Nurfajri Muharram; Ati Kusmawati
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5171

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran psikologis pekerja sosial dalam mendampingi anak jalanan, dengan fokus pada pengembangan rasa aman dan identitas diri. Pendekatan kualitatif studi kasus digunakan dengan melibatkan lima pekerja sosial dari lembaga perlindungan anak di wilayah urban. Hasil menunjukkan bahwa membangun kepercayaan, menciptakan keamanan emosional, dan mendukung pembentukan identitas merupakan tantangan utama yang dihadapi. Empati, konsistensi, dan lingkungan yang suportif menjadi kunci dalam proses ini. Studi ini menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan dan dukungan psikologis bagi pekerja sosial dalam menangani kerentanan anak jalanan secara efektif.
ANALISIS PEDAGOGIS-TEOLOGIS DALAM TRADISI RITUAL WULLA PODDU PADA MASYARAKAT SUMBA BARAT KAMPUNG OMBARADE Nadap Rafi Ghungnga; Hendrik A E Lao
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5213

Abstract

Studi kasus ini menganalisis aspek pedagogis-teologis tradisi ritual Wulla Poddu di Kampung Ombarade, Sumba Barat, yang masih dipraktikkan meskipun adanya integrasi dengan agama Kristen. Tujuan penelitian adalah memahami Wulla Poddu sebagai wahana pendidikan karakter. Metode kualitatif deskriptif digunakan, menganalisis data observasi partisipan dan wawancara. Hasilnya menunjukkan Wulla Poddu mengajarkan disiplin, kerjasama, dan penghormatan leluhur melalui tahapan ritual yang kaya makna simbolis. Wulla Poddu berpotensi sebagai model pendidikan karakter berkelanjutan, merekomendasikan integrasi nilai-nilai ritual ke dalam kurikulum formal. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang tradisi Wulla Poddu dan implikasinya bagi pendidikan karakter.
Kontribusi Peradaban Islam terhadap Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Global: Studi Komparatif Era Abbasiyah dan Era Modern Abdul Latief; Tenny Sudjatnika
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5245

Abstract

Artikel ini membahas kontribusi peradaban Islam terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan global melalui pendekatan komparatif antara era Abbasiyah dan era modern. Masa Abbasiyah dikenal sebagai puncak kejayaan intelektual umat Islam, ditandai dengan berdirinya Bayt al-Hikmah dan berkembangnya karya ilmiah dalam bidang matematika, kedokteran, astronomi, dan filsafat. Sistem pendidikan pada masa ini bersifat integratif dan terbuka, dengan sinergi antara ilmu agama dan sains. Di sisi lain, pendidikan Islam di era modern menghadapi tantangan besar akibat pengaruh kolonialisme dan globalisasi. Pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum menyebabkan keterputusan epistemologis yang cukup tajam. Namun, tokoh pembaru seperti Muhammad Abduh berupaya mereformasi sistem pendidikan Islam dengan mengintegrasikan sains, rasionalitas, dan nilai-nilai keislaman ke dalam kurikulum modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan pada era Abbasiyah, seperti keterbukaan intelektual, integrasi ilmu, dan etika ilmiah, masih relevan untuk mengembangkan pendidikan Islam kontemporer yang lebih adaptif dan unggul secara global. Artikel ini merekomendasikan revitalisasi pendidikan Islam berbasis warisan keilmuan klasik dan inovasi modern.
Konsep Pendidikan Islam dalam Risalat Al-Tawhid Karya Muhammad Abduh: Analisis Pemikiran Rasionalisme dalam Pendidikan Iqbal, Muhammad Raka Iqbal Fadil Muharom; Tenny Sudjatnika
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5250

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep pendidikan Islam dalam "Risalat al-Tawhid" karya Muhammad Abduh dengan fokus pada pendekatan rasionalisme dalam pendidikan. Menggunakan metode analisis deskriptif-interpretatif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji tiga aspek utama: konsep pendidikan Islam menurut Muhammad Abduh, peran rasionalisme dalam pendidikan Islam, dan integrasi antara akal dan wahyu dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abduh berhasil memformulasikan konsep pendidikan Islam yang holistik dengan meletakkan tauhid sebagai fondasi epistemologis yang mengintegrasikan pengembangan intelektual, spiritual, dan moral. Rasionalisme dalam pemikiran Abduh merupakan revitalisasi tradisi rasional Islam yang menekankan penggunaan dalil sebagai landasan pencarian kebenaran, bukan adopsi buta dari Barat. Kontribusi paling signifikan Abduh adalah formulasinya tentang integrasi harmonis akal dan wahyu dalam pembelajaran, di mana keduanya bersifat komplementer. Konsep ini menolak dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, serta mendorong metodologi pembelajaran yang mengombinasikan dimensi rasional dan spiritual. Temuan penelitian ini memiliki relevansi tinggi bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang menuntut kemampuan berpikir kritis tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual Islam.
PERAN LITERASI DIGITAL TERHADAP PARTISIPASI SOSIAL GENERASI MUDA DALAM AKSI TOLAK RUU TNI Anval April Nurizqi; Audi Amara; Muhammad Adhira Khalim; Reval Kristiawan; Vindrani Dwiningtyas
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i1.5258

Abstract

Literasi digital memainkan peran krusial dalam meningkatkan partisipasi sosial generasi muda, terutama dalam isu politik seperti penolakan Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) tahun 2025. Literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi informasi, dan berpartisipasi secara bertanggung jawab di ruang digital. Generasi muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi, membangun kesadaran kolektif, dan mengorganisasi aksi nyata, termasuk melalui "clicktivism" dan gerakan tagar yang berhasil memobilisasi opini publik dan aksi lapangan. Meskipun demikian, partisipasi digital menghadapi tantangan serius seperti penyebaran hoaks dan disinformasi, polarisasi akibat algoritma media sosial, serta ancaman terhadap kebebasan berekspresi seperti doxing. Oleh karena itu, penguatan literasi digital harus mencakup kemampuan verifikasi informasi, kesadaran terhadap algoritma, dan pemahaman keamanan digital untuk melindungi aktivis. Dengan demikian, literasi digital memberdayakan generasi muda untuk menjadi aktor penting dalam menjaga demokrasi dan hak asasi manusia melalui ruang digital secara kritis, aman, dan bertanggung jawab.