Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Al Irsyad: Jurnal Ilmiah Dakwah dan Konseling Islam diterbitkan oleh jurusan Bimbingan Kon seling Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komukasi UIN Imam Bonjol Padang. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun. Jurnal ini pertama kali diterbitkan April 2009 oleh Jurusan Bimbngan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang dengan nama Al Irsyad: Jurnal Ilmiah Dakwah dan Konseling Islam. Dalam perjalanannya Jurnal Al Irsyad mengalami perubahan yang agak signifikan dengan mengacu kepada Pedoman Akreditasi Jurnal Ilmiah Tahun 2018. Perubahan yang terjadi meliputi: 1.Perubahan nama, pada awalnya bernama Al Irsyad: Jurnal Ilmiah Dakwah dan Konseling Islam, menjadi Al Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam. 2. Perubahan pada lay out, perubahan mencakup tampilan yang disesuaikan dengan pedoman akreditasi jurnal ilmiah tahun 2018. 3. Perubahan format, pada awalnya jurnal ini memakai format kertas B.5, berubah menjadi format kertas A.4 Berdasarkan kepada perubahan tersebut, maka volume jurnal dimulai dari Volume 1 Nomor 1 Tahun 2018. Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam adalah akses terbuka dan peer review jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Janurari-Juni dan Juli-Desember setiap tahunnya.
Articles
94 Documents
Efektivitas Konseling Individual Terhadap Pasien Penyakit Jantung Koroner (Studi Kasus Di Piai Tangah Kecamatan Pauh Kota Padang)
Erfina Ramadhani;
Zuwirda Zuwirda
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 13, No 1 (2022): Volume 13 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jbki.v13i1.4296
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah klien penyakit jantung koroner yang berusia lanjut mempunyai permasalahan rendahnya nilai-nilai spiritual dan ibadah pasien penyakit jantung koroner dalam masa penyembuhan sehingga perlu pembinaan melalui konseling individual dengan terapi melalui zikir untuk untuk mengatasi permasalahan pasien, apalagi masalah tersebut berkaitan dengan kondisi klien secara psikologis menunjukan sering mengeluh dan sedih, fisiologis menunjukan lemah dan tidak berdaya, dan spiritual keagamaan nya rendah termasuk juga berikaitan dengan penyakit jantung koroner. Agar dapat membantu membangun kesabaran dan menenangkan pikiran. Dalam hal ini diperlukan konseling individual melalui terapi zikir agar pasien penyakit jantung koroner dapat meningkatkan nilai-nilai spiritual dan ibadah dalam masa penyembuhan nya dan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap nilai-nilai spiritual dan ibadah klien penyakit jantung koroner. Penelitian ini berbentuk penelitian (action reseach) berupa penelitian tindakan bimbingan dan konseling yang bertujuan untuk melakukan pemahaman terhadap pasien penyakit jantung koroner pada nilai-niai spiritual dan ibadah dengan lebih baik. Sumber data penelitian ini adalah pasien penyakit jantung koroner berusia 60 tahun dan 83 tahun yang berjumlah 2 orang. Pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan konseling individual, (1) Tahap perencanaan peneliti melakukan observasi terhadap anak dan kerabat pasien penyakit jantung koroner. Ditemukan bahwa adanya penurunan nilai-nilai spiritual pada pasien penyakit jantung koroner (2) Tahap tindakan peneliti melakukan konseling individual untuk mengetahui kondisi dari pasien penyakit jantung koroner, rendahnya nilai-nilai spiritual dan ibadah pasien penyakit jantung koroner dalam masa penyembuhan. Melalui konseling individual yang dilakukan terdapat kondisi klien secara psikologis menunjukan sering mengeluh dan sedih, fisiologis menunjukan lemah dan tidak berdaya, dan spiritual keagamaan nya rendah. (3) Tahap observasi pada tahap ini dilakukan pembinaan melalui konseling individual melalui terapi melalui zikir untuk mengatasi permasalahan pasien (4) Tahap refleksi hasil yang didapat dari konseling individual terhadap pasien penyakit jantung berhasil melatih dan mengajarkan pemahaman tentang nilai-nilai spiritual dengan baik, konselor memberikan terapi khusus melalui zikir kepada klien penyakit jantung agar dapat meningkatkan nilai- nilai spiritual klien tersebut.
CYBERBULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH: UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN
Rhdhotus Sani
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 14, No 02 (2023): Volume 14 Nomor 02 Tahun 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jbki.v14i02.7322
Berkembangnya teknologi di era modern saat ini seperti internet dan media sosial memberikan pengaruh besar pada kehidupan manusia dalam berinteraksi sosial khusunya bagi kalangan remaja di lingkungan sekolah. Adanya internet dan media sosial seperti whatsapp, instagram, twitter dan lain sebagainya juga tentu saja dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi remaja yang masih duduk di bangku sekolah. Banyak para remaja yang masih duduk di bangku sekolah dapat mengakses teknologi namun kurang bijak dan tanpa pengawasan dalam lingkup sosial, sehingga dapat menimbulkan berbagai macam penyimpangan. Seperti contoh penyimpangan akibat kurang bijaknya dalam berteknologi yang sering ditemui di kalangan remaja adalah cyberbullying. Kasus cyberbullying yang dilakukan remaja di lingkungan sekolah merupakan contoh ketidakbijakan penggunaan internet dan media sosial dari generasi muda dan pengawasan lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk: 1) mengetahui cyberbullying di lingkungan sekolah serta dampaknya; 2) upaya pencegahan dan penanggulangan cyberbullying. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kulitatif dengan pendekatan library research. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa cyberbullying di lingkungan sekolah terjadi akibat beberapa kelalaian baik dari diri sendiri, lingkungan keluarga maupun sekolah seperti orang tua dan guru. Dengan adanya upaya pencegahan dan penanganan dari tindakan preventif diri sendiri secara bijak dalam bersosial media, tindakan preventif orang tua untuk mengawasi dan terbuka kepada anak, serta tindakan preventif dari guru untuk mengawasi anak didik dalam bersosial di sekolah diharapkan dapat meminimalisir kasus tindakan bullying di lingkungan sekolah.
KONSEPSI (KESALAHPAHAMAN) BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN
Nurfarida Deliani
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No. 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jbki.v1i2.136
Guidance and counseling is import commodity, where, the outgrowth still transient. Till now, There is no solid agreement or misconception between guidance and counseling expert for implementation of guidance and counseling in Indonesia. Those problems could be appear due to the lack of competency or knowledge of the counselor in Indonesia. This misconception must be eliminated for the better serve of guidance and counseling in Indonesia. This article aim to share and giving about what is the guidance and counseling, and position of guidance and counseling in school or community.
Gambaran Kecerdasan Emosional Mahasiswa serta Implikasinya dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
Fadil Maiseptian
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jbki.v3i2.1079
Students whose emotional intelligence is not well developed will find it difficult to recognize and control their emotions, have low motivation so that they are awkward in getting along and can even lead to aggressive behavior. The purpose of this study is to describe the emotional intelligence students and their implications in guidance and counseling services. The type of research used is descriptive with a quantitative approach. The subjects of this study were students Islamic guidance and counseling (BKI) faculty of dakwah and communication science at UIN Imam Bonjol Padang. Determination of research samples using simple random sampling/ random samples. The instrument used in this study was an emotional intelligence questionnaire. The data analysis technique used is the percentage formula test. The results of the study illustrate that on average the conditions of emotional intelligence of students are in the medium category and need to be improved using the services available in guidance and counseling. So that good emotional intelligence will have an impact on a positive life for every student before entering the adult development stage.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MAHASISWA DALAM KULIAH ONLINE (Studi pada Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN Imam Bonjol Padang)
Afnibar Afnibar;
Dyla Fajhriani. N;
Ahmad Putra
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 11, No 2 (2020): Volume 11 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jbki.v11i2.2091
ABSTRACTLearning difficulties is a condition in which a person cannot learn properly, because there are certain disorders. In the learning process students are often found to have difficulty in learning, which affects the learning outcomes achieved. Learning difficulties are caused by various factors, both internal and external factors. The purpose of this study is to find out in detail and comprehensively the difficulties of student learning in online lectures. The research method used is qualitative research. The data source is 60 students majoring in Islamic Counseling Guidance. Data collection is done through online media utilizing 2 (two) WhatsApp groups. The results obtained were that most students said that they did not understand what the lecturer explained, the limited learning resources (such as books that were not available), it was difficult to discuss with friends because many friends did not understand either, there was no practice for lectures that should have been practical, limited time given by lecturers to complete assignments, many disturbances both from the learning environment that is not conducive or other tasks given by parents. A small number of students said that they did not have an android mobile phone, so they borrowed a parents or olders handphone, and it was difficult to get internet access.
Psychological Well-Being Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Belajar Daring Selama Pandemi Di Kenagarian Kapa Kecamatan Luhak Nan Duo Pasaman Barat
Jannatul Maqwa;
Wanda Fitri;
Nasril Nasril;
Siska Novra Elvina
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 13, No 1 (2022): Volume 13 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jbki.v13i1.4278
Sesuai kebijakan pemerintah untuk melaksanakan belajar di rumah secara daring selama masa covid-19, hal ini mempengaruhi peran orang tua di rumah dengan menampingi anak belajar secara intens. Banyak orang tua yang merasa tidak siap menjadi “guru” bagi anak-anaknya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi psychological well-being orang tua dalam mendampingi anak belajar daring selama pandemi di Kenagarian Kapa Kecematan Luhak Nan Duo Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian sebanyak 6 orang. Teknik penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Penerimaan diri pada mayoritas informan rendah, informan cenderung menyerah dengan keadaan yang ada, hanya sebagian kecil yang ikhlas menerima keadaan. (2) Hubungan positif dengan orang lain pada mayoritas informan cenderung menunjukkan hal negatif, terlihat ketika meluapkan emosi yang tidak terkontrol. (3) pada aspek otonom, seluruh informan tidak mampu hidup mandiri, mereka membutuhkan orang lain. (4) Penguasaan lingkungan, mayoritas informan tidak mampu menguasai lingkungannya dan hanya sebagian kecil saja yang mampu. (5) Informan memiliki tujuan hidup yang rendah, tidak memikirkan masa depan dan tidak memiliki cita-cita. (6) mayoritas informan tidak mampu beranjak dari masa lalu dan perubahan dirinya kepada pribadi yang buru, hanya sebagian yang mampu beranjak dari masa lalu dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
TERAPI BERMAIN DALAM MENGURANGI TRAUMA PADA ANAK KORBAN KEKERASAN
Mardiatul Hasanah;
Wanda Fitri;
Urwatul Wusqa
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 14, No 01 (2023): Volume 14 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jbki.v14i01.6308
Kasus kekerasan pada anak di Indonesia setiap tahun meningkat. Anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan kasih sayang juga mendapatkan pengalaman traumatik dari orang-orang terdekatnya. Dampak kekerasan pada anak menimbulkan traumatik sepanjang hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana terapi bermain dalam konseling kelompok dapat mengurangi trauma pada anak yang mengalami korban kekerasan. Penelitian ini mengambil informan dari LSM Nurani Perempuan Women’s Crisis Center Kota Padang sebanyak 4 orang anak korban kekerasan, 1 orang konselor dan 1 orang pendamping konselor. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara.. Hasil penelitian menunjukan 1). Terapi bermain dalam layanan konseling kelompok ternyata berhasil dalam membantu anak mengatasi hal-hal yang menghambat dan menganggu perkembangan kepribadiannya melalui aktifitas permainan yang menyenangkan sehingga anak dapat berinteraksi kembali dengan orang lain. 2). Terapi bermain dalam layanan konseling kelompok juga berhasil sasarannya karena adanya perubahan perilaku anak kearah yang lebih baik dan anak sudah dapat menentukan rencana masa depannya. 3). Terapi bermain dalam layanan konseling kelompok juga berhasil dilihat dari kepuasan terhadap program dimana semua anak merasa senang mendapat pendampingan dari konselor. 4). Terapi bermain dalam layanan konseling kelompok juga menunjukan mampu memberikan motivasi dan dukungan penuh terhadap anak agar anak dapat mengenal dirinya sendiri. 5). Terapi bermain dalam layanan konseling kelompok dapat mencapai tujuan hidup mereka sehingga anak mampu berperilaku positif. Kata Kunci : Terapi Bermain, Layanan Konseling Kelompok, Anak Korban Kekerasan
PELAYANAN PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI TUNANETRA (STUDI KASUS DI IAIN IMAM BONJOL PADANG)
Meri Susanti;
Nora Zulvianti
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No. 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jbki.v1i1.124
Blindness is a term for individuals who experience interference in terms of vision and need aids in daily activities, and also to support the educational process. Educational services for blind people in educational institutions are generally referred to as inclusive education. This inclusive education model emphasizes full integration, eliminates the labeling of children with the principle of "Education for All". Inclusive education services are held at regular education institutions. They are enforced and have the same rights and obligations. The implementation of education in regular educational institutions also has a negative side, because these educational institutions are not fully prepared to organize inclusive education, such as approaches and methods used by educators who are not in accordance with the characteristics of disability and their educational needs, and lack of facilities and infrastructure that can support the process education, especially if all related elements do not cooperate with each other, but this can hamper the development of their potential.
Pengaruh Religiusitas terhadap Berpikir Positif pada Kelompok Pengajian di Desa Koto Petai Kabupaten Kerinci
Ahmad Zuhdi;
Zuwirda Zuwirda
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jbki.v3i2.1073
This research is based on the phenomena in Koto Petai Village where the people are classified as religious but still not able to apply positive thinking patterns. This study uses a quantitative method with the type of associative research in the form of a causal relationship. The population in this study were members of the Majlis Ta'lim Tarbiyatul Islamiyah study group, Ahlussunnah wal Jamaah and Middle Group totaling 182 people. Sampling with purposive sampling specific nonprobability sampling technique with a sample of 117 people. Data was collected with a Likert scale model, namely the scale of religiosity and scale of positive thinking. Based on the results of the study it was found (1) Tarbiyatul Islamiyah have a high level of religiosity (about 66.7%), Ahlussunnah wal Jamaah have a high level of religiosity (about 59.6%), and Middle Group was high too (about 85.7%), (2) the level of positive thinking of members the Tarbiyatul Islamiyah study group is balanced between medium and high, which is 50.0%, the study group Ahlussunnah wal Jamaah has a moderate level of positive thinking that is 61.7%, and the Middle Group has a positive level of thinking that is 64.3%, (3) religiosity have a significant effect on positive thinking in the Tarbiyatul Islamiyah study group with R-Square value of 0.226, in the Ahlussunnah wal Jamaah study group there was no significant effect with the R-Square value of only 0.034, and in the Middle Group study group there was no influence significant with the R-Square value of only 0.055.
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK KOGNITIF-BEHAVIORAL
M. Edi Kurnanto;
Putriani Putriani
Al Irsyad : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 11, No 2 (2020): Volume 11 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/jbki.v11i2.2086
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat kepercayaan diri para narapidana sebelum dan sesudah mendapat layanan konseling kelompok kognitif-behavioral dan mengukur efektivitas layanan dalam meningkatkan kepercayaan diri bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) II B Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ekaperimen ini dilakukan dengan Pre-experimental One Group Pretest Posttest Design. Data diperoleh melalui alat berupa angket dan dianalisis dengan pendekatan kuantitatif melalui rumus prosentase dan uji t. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Layanan konseling kelompok kognitif-behavioral efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) II B Sungai Raya.