cover
Contact Name
Ainiah
Contact Email
elwasathyammi@gmail.com
Phone
+6285362700652
Journal Mail Official
elwasathyammi@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia Jalan Emun Beriring, Asir-Asir Asia, Kec. Lut Tawar, 24512 Kab. Aceh Tengah, Indonesia
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies diterbitkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI) dengan tujuan menyebarluaskan hasil penelitian atau kajian tentang perkembangan ilmiah studi-studi keislaman yang mencakup aspek kajian Fikih, Ekonomi Islam, Al-Quran dan Hadis, Pemikiran Islam, Dakwah, Akidah, Ilmu Kalam dan Psikologi Islam. Naskah yang dimuat dalam jurnal ini berasal dari hasil penelitian dan kajian ilmiah yang dilakukan akademisi, peneliti maupun pemerhati studi Islam. Terbit berkala setahun dua kali setiap Mei dan November. Redaksi menerima kontribusi dari artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan di media/jurnal lain. Naskah artikel yang dikirimkan akan dievaluasi/review dan melalui proses editing agar sesuai dengan gaya selingkung jurnal.
Articles 62 Documents
Analisis Perilaku Tabarruj dalam Perspektif Syariat Islam dan Dampaknya Terhadap Kepribadian Mahasiswi Di Kota Banda Aceh musradinur; Shofiya Aqilla
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 4 No 1 (2026): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol41.2026.99-112

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan maraknya media sosial telah membawa perubahan yang signifikan dalam industri fashion mahasiswi, kampus sebagai wadah memperoleh ilmu pengetahuan kini sudah menjadi tempat umum yang menyebabkan lahir dan berkembangnya perilaku tabarruj. Tersebarnya perilaku tabarruj di lingkungan Mahasiswi Perguruan Tinggi di Kota Banda Aceh, sangat berpengaruh pada nilai syari’at Islam. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif studi fenomenologi yang bertujuan untuk memahami pengalaman subjek terhadap fenomena tabarruj di lingkungan perguruan tinggi di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi di kota Banda Aceh memahami secara beragam dan komprehensif terkait konsep tabarruj yang berkembang saat ini, para responden memahami bahwa tabarruj tidak sejalan dengan penerapan syariat Islam. Bentuk-bentuk tabarruj yang terjadi diantaranya meliputi dua aspek yaitu pakaian (penggunaan pakaian yang ketat, rok dengan belahan, serta gaya berpakaian yang mengikuti tren mode, selain itu, penggunaan hijab berbahan tipis yang cenderung transparan) dan aspek berhias diri (penggunaan make up yang berlebihan, pemerah pipi (blush on) yang terlalu tebal, perona mata (eyeshadow) dengan warna mencolok, lipstick yang terlalu terang dan parfum yang berlebihan). Dampaknya terhadap kepribadian mahasiswi yaitu terutama dalam membentuk konsep diri yang tidak stabil, melemahkan kontrol diri, serta mengalihkan fokus dari tujuan akademik.
Resiliensi Mental Spiritual Manifestasi Nilai Al-Hisab dan Wazan dalam Menghadapi imtihanah dan fitnah Kehidupan Taufik Hidayat; Ansor
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 4 No 1 (2026): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol41.2026.87-98

Abstract

Dinamika kehidupan modern kerap memicu krisis mental dan spiritual akibat ketidaksiapan individu dalam merespons ujian hidup. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan formulasi resiliensi mental-spiritual melalui integrasi nilai Al-Hisab dan Wazan sebagai instrumen menghadapi Mumtahanah dan Fatanna dalam kehidupan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan psikologi dan analisis tafsir tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mumtahanah dan Fatanna bukan sekadar cobaan destruktif, melainkan fase krusial untuk menyaring kualitas iman dan memurnikan karakter manusia. Resiliensi mental-spiritual dapat diwujudkan secara kokoh ketika individu menginternalisasi nilai Wazan kesadaran bahwa setiap beban ujian telah ditakar secara presisi sesuai kapasitas diri serta nilai Al-Hisab keyakinan matematis bahwa setiap respons kesabaran dikalkulasi secara akurat tanpa ada yang sia-sia. Implikasi penelitian ini menawarkan sebuah model psikoterapi spiritual Islam yang transformatif, mengubah cara pandang individu dari keputusasaan menjadi ketangguhan psikologis berbasis teologi.