cover
Contact Name
Ainiah
Contact Email
elwasathyammi@gmail.com
Phone
+6285362700652
Journal Mail Official
elwasathyammi@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia Jalan Emun Beriring, Asir-Asir Asia, Kec. Lut Tawar, 24512 Kab. Aceh Tengah, Indonesia
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies diterbitkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI) dengan tujuan menyebarluaskan hasil penelitian atau kajian tentang perkembangan ilmiah studi-studi keislaman yang mencakup aspek kajian Fikih, Ekonomi Islam, Al-Quran dan Hadis, Pemikiran Islam, Dakwah, Akidah, Ilmu Kalam dan Psikologi Islam. Naskah yang dimuat dalam jurnal ini berasal dari hasil penelitian dan kajian ilmiah yang dilakukan akademisi, peneliti maupun pemerhati studi Islam. Terbit berkala setahun dua kali setiap Mei dan November. Redaksi menerima kontribusi dari artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan di media/jurnal lain. Naskah artikel yang dikirimkan akan dievaluasi/review dan melalui proses editing agar sesuai dengan gaya selingkung jurnal.
Articles 54 Documents
Arthur John Arberry (1905-1969) (Studi Orientalisme Dan Orientalis) Sudianto, Ahmad; Prabowo, Yudhi
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol32.2025.194-210

Abstract

Orientalisme merupakan pendekatan Barat dalam mengkaji Timur, khususnya Islam, yang sejak abad ke-19 berkembang seiring dengan kepentingan kolonialisme. Studi-studi orientalis sering kali tidak hanya bertujuan memahami Islam, tetapi juga dipengaruhi oleh asumsi ideologis dan kepentingan politik tertentu. Artikel ini mengkaji konsep orientalisme dalam studi Islam dengan menyoroti pemikiran dan karya Arthur John Arberry, khususnya dalam kajian Al-Qur’an dan tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Arberry serta menempatkannya dalam konteks sejarah orientalisme guna mengungkap sisi positif dan keterbatasan pendekatan orientalis terhadap Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Arberry berupaya menghadirkan pandangan yang relatif lebih objektif dan apresiatif terhadap Islam, karyanya tetap dipengaruhi oleh kerangka dasar orientalisme yang cenderung menyederhanakan dan menggeneralisasi ajaran Islam. Akibatnya, pemahaman tentang Islam yang dibangun melalui karya-karya orientalis belum sepenuhnya merepresentasikan kompleksitas ajaran Islam. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih kritis dan kontekstual dalam studi Islam agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Orientalisme; Studi Islam; Arthur John Arberry; Al-Qur’an; Tafsir
Integrating Moderation within the Immoderate-Labelled Islamic Movement (A Case Study of the Personal Experience and Al-Guroba Da'wah Initiatives) Marheni, Cut Linda; Zumadil, Zumadil
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol32.2025.248-259

Abstract

This research investigates the dynamics of Islamic movements in the setting of religious understanding in Central Aceh, Indonesia. This is carried out by a case investigation, based on the private experiences of an individual and the establishment and the growth of the Al-Guroba dakwah initiative headquarters. By doing an in-depht interview, we examined the evolution in the religious understanding of a figure exposed to various religious histories; from traditional institutions, Salafism, to a more moderate religious thought. This study underscores how trans-national support; ideologically and financially, contributes to the dissemination of fundamentalist Salafism, which often leads to "upheaval" and societal disputes at the local level, as a results of what considered exclusive and less moderate da'wah methodology. The aftermath, Al-Guroba da'wah headquarters evolved and positioned itself as a substitute da'wah movement, practicing an inclusive da'wah. Dakwah is applied through social activities, education, and media. These findings offer perspectives into the evolution of an individual religious understanding, the challenges of pluralism, and the significance of community initiatives in fostering moderation within the various Islamic movement in Indonesia.
Evolusi Otoritas Ilmu Al Qur’an dari Mushaf Klasik ke Aplikasi Digital abdullah, muhdlar
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol32.2025.224-247

Abstract

Transformasi media dari mushaf klasik hingga aplikasi digital membuka ruang signifikan pada otoritas ilmu Al-Qur’an. Jika sebelumnya otoritas keilmuan terpusat pada ulama dan sanad maka kini teknologi digital menyediakan akses luas yang menggeser legitimasi tradisional. Artikel ini bertujuan mengkaji evolusi otoritas ilmu Al-Qur’an menggunakan teori otoritas Max Weber sebagai pisau analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan observasi aplikasi digital Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa otoritas ilmu Al-Qur’an bergerak dari otoritas tradisional seperti ulama dan mushaf klasik menuju otoritas rasional-legal seperti mushaf cetak standar, lalu berkembang ke otoritas teknologi seperti aplikasi digital atau website. Pergeseran ini memperlihatkan adanya demokratisasi ilmu, namun juga menimbulkan problem validitas tafsir dan otentisitas teks
Relevansi Pembelajaran Ilmu Kalam dalam Penguatan Nalar Teologis Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam di Era Kontemporer Amanda, Ruri
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol32.2025.211-223

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran ilmu kalam memiliki peran strategis dalam membentuk nalar teologis mahasiswa Perguruan Tinggi Islam, terutama di tengah dinamika pemikiran keagamaan pada era kontemporer yang ditandai oleh rasionalisme, pluralisme, dan perkembangan wacana keislaman modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pembelajaran ilmu kalam dalam memperkuat nalar teologis mahasiswa agar mampu memahami aqidah Islam secara rasional, kritis, dan argumentatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu kalam serta pendidikan Islam di perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran ilmu kalam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi doktrin aqidah, tetapi juga sebagai instrumen pengembangan daya kritis mahasiswa dalam merespons berbagai tantangan pemikiran modern. Ilmu kalam berkontribusi dalam membangun kemampuan berpikir reflektif, dialogis, dan moderat, sehingga mahasiswa tidak bersikap tekstualistik maupun apologetik semata. Dengan demikian, pembelajaran ilmu kalam tetap relevan dan penting untuk dikembangkan secara kontekstual dalam kurikulum Perguruan Tinggi Islam guna memperkuat fondasi teologis mahasiswa di era kontemporer. Kata Kunci: ilmu kalam, nalar teologis, mahasiswa, perguruan tinggi Islam, era kontemporer. ABSTRACT The teaching of Ilm al-Kalām plays a strategic role in shaping the theological reasoning of students in Islamic Higher Education Institutions, particularly amid the dynamics of contemporary religious thought characterized by rationalism, pluralism, and the development of modern Islamic discourses. This article aims to analyze the relevance of Ilm al-Kalām learning in strengthening students’ theological reasoning so that they are able to understand Islamic creed in a rational, critical, and argumentative manner. This study employs a qualitative approach using library research methods by analyzing various literatures related to Ilm al-Kalām and Islamic higher education. The findings indicate that the teaching of Ilm al-Kalām does not merely function as a means of transmitting doctrinal beliefs, but also serves as an instrument for developing students’ critical thinking in responding to modern intellectual challenges. Ilm al-Kalām contributes to the formation of reflective, dialogical, and moderate modes of thought, enabling students to avoid purely textualistic or apologetic attitudes. Therefore, the teaching of Ilm al-Kalām remains relevant and essential to be developed contextually within the curriculum of Islamic Higher Education Institutions in order to strengthen students’ theological foundations in the contemporary era. Keyword: Ilm al-Kalām, theological reasoning, students, Islamic higher education, contemporary era