cover
Contact Name
Ainiah
Contact Email
elwasathyammi@gmail.com
Phone
+6285362700652
Journal Mail Official
elwasathyammi@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia Jalan Emun Beriring, Asir-Asir Asia, Kec. Lut Tawar, 24512 Kab. Aceh Tengah, Indonesia
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies diterbitkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI) dengan tujuan menyebarluaskan hasil penelitian atau kajian tentang perkembangan ilmiah studi-studi keislaman yang mencakup aspek kajian Fikih, Ekonomi Islam, Al-Quran dan Hadis, Pemikiran Islam, Dakwah, Akidah, Ilmu Kalam dan Psikologi Islam. Naskah yang dimuat dalam jurnal ini berasal dari hasil penelitian dan kajian ilmiah yang dilakukan akademisi, peneliti maupun pemerhati studi Islam. Terbit berkala setahun dua kali setiap Mei dan November. Redaksi menerima kontribusi dari artikel ilmiah yang belum pernah dipublikasikan di media/jurnal lain. Naskah artikel yang dikirimkan akan dievaluasi/review dan melalui proses editing agar sesuai dengan gaya selingkung jurnal.
Articles 51 Documents
Pemikiran Umar Chapra Tentang Hakikat Riba: Analisis Ekonomi Dan Etika Dalam Sistem Keuangan Islam Ate, Nisara; Chasani, Muchamad Toif
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol31.2025.1-13

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran M. Umer Chapra tentang hakikat riba dalam sistem keuangan Islam, dengan fokus pada dampak ekonomis dan etis yang ditimbulkan serta solusinya. Chapra mengkritik riba sebagai praktik yang menciptakan ketidakadilan sosial dan ekonomi, serta mengusulkan pengembangan sistem perbankan dan keuangan Islam yang bebas dari riba, dengan prinsip-prinsip keadilan dan kesejahteraan sosial sebagai landasan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk mengumpulkan dan menganalisis literatur terkait pemikiran Chapra, serta implikasi ekonomis dan etis dari riba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem profit-and-loss sharing, serta pentingnya zakat dan infaq, dapat menciptakan distribusi kekayaan yang lebih adil dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Kata Kunci: Pemikiran Umar Chapra; Hakikat Riba; Sistem Keuangan Islam ABSTRACT This study aims to analyze M. Umer Chapra's thoughts on the nature of usury in the Islamic financial system, focusing on the economic and ethical impacts it causes and its solutions. Chapra criticized usury as a practice that creates social and economic injustice and proposed the development of an Islamic banking and financial system that is free from usury, with the principles of justice and social welfare as a foundation. This study uses a literature study method to collect and analyze literature related to Chapra's thoughts, as well as the economic and ethical implications of usury. The results of the study indicate that the implementation of a profit-and-loss sharing system, as well as the importance of zakat and infaq, can create a fairer distribution of wealth and improve social welfare. Keywords: Umar Chapra's Thoughts; Hakikat Riba; Islamic Financial System  
Ali Syariati dan Konsep Ummah: Menuju Masyarakat Ideal dalam Perspektif Islam Dari, Wulan; Chasani, Muchamad Toif
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol31.2025.65-78

Abstract

ABSTRAK Dalam ajaran Islam, kesejahteraan individu dan masyarakat merupakan hal yang saling terkait, di mana perbaikan individu harus diimbangi dengan perbaikan lingkungan sosial. Penelitian ini membahas pemikiran Ali Syariati tentang konsep ummah sebagai dasar untuk membangun masyarakat ideal dalam perspektif Islam. Syariati mengartikan ummah bukan hanya sebagai komunitas keagamaan, tetapi juga sebagai kesatuan sosial, politik, dan ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menganalisis literatur yang relevan mengenai pemikiran Syariati dan aplikasinya dalam konteks modern. Temuan menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai spiritual dan moral dalam kehidupan sehari-hari dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera, serta menjadi alat untuk melawan ketidakadilan sosial. Kata Kunci: Ummah, Masyarakat Ideal, Ali Syariati. ABSTRACT In Islamic teachings, the welfare of individuals and society is interrelated, where individual improvement must be balanced with improvement of the social environment. This research discusses Ali Syariati's thoughts on the concept of the ummah as a basis for building an ideal society from an Islamic perspective. Syariati interprets the ummah not only as a religious community, but also as a social, political, and economic unity based on Islamic values. This study uses a literature study method to analyze relevant literature on Syariati thought and its application in the modern context. The findings show that the integration of spiritual and moral values in daily life can create a more just and prosperous society, as well as be a tool to fight social injustice. Keywords: Ummah, Ideal Society, Ali Syariati  
Strategi Dan Peran Bimbingan Orang Tua Untuk Membentuk Kepribadian Melalui Bimbingan Tauhid Pada Anak Autis (Studi Kasus Terhadap Anak Autis Spektrum Ringan) Shofia Hati, Dyah Mawaridlotus; Nurjannah
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol31.2025.33-48

Abstract

ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk m. Dengan metode kualitatif deskriptif melalui studi kasus, dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Hasilnya, bahwa orang tua memiliki peran sentral dalam membangun kesadaran tauhid pada anak autis melalui pendekatan konsisten dan adaptif. Kedua pendekatan tersebut terbukti mampu memperbaiki kondisi emosional anak autis. Adapun strategi bimbingan orang tua dengan cara pembiasaan seperti memperdengarkan murottal, mengontrol emosi dengan dzikir, serta membangun rutinitas keagamaan yang sederhana telah memberikan dampak positif terhadap pemahaman tauhid serta kontrol emosi mereka. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan tauhid pada anak autis membutuhkan pendekatan berbasis kasih sayang, pemahaman mendalam terhadap kebutuhan anak, dan kolaborasi dengan profesional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam mendukung perkembangan spiritual anak autis dengan cara yang efektif dan manusiawi. Kata Kunci: Anak autis; Bimbingan orang tua; Tauhid ABSTRACT This article examines parental guidance strategies for shaping personality through tawhid-based instruction in children with mild autism spectrum disorder. Employing a descriptive qualitative case study design, data were collected through interviews and observations. The findings indicate that parents play a central role in cultivating tawhid awareness in autistic children by employing consistent and adaptive approaches, both of which effectively enhance the children’s emotional well-being. Specifically, parental strategies—such as habituation to murottal (Qur’anic recitation), emotional regulation via dhikr (remembrance of God), and the establishment of simple religious routines—have positively influenced the children’s understanding of tawhid and their capacity for emotional control. This study confirms that nurturing monotheistic values in children with autism requires a compassion-based approach, a deep understanding of each child’s needs, and collaboration with professionals. It is hoped that these findings will guide parents, educators, and communities in supporting the spiritual development of autistic children in an effective and humane manner. Keywords: Autistic children; Parental guidance; Tawhid      
Konsep Pemimpin Perempuan Menurut Fatwa Abdurrauf As-Singkili untuk Kontemporer (Kajian Tafsir Tarjuman Al-Mustafid) Lakmana, Ghairi
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol31.2025.14-32

Abstract

Penelitian ini membahas konsep kepemimpinan perempuan dalam Islam berdasarkan pemikiran Abdurrauf As-Singkili, seorang ulama besar Nusantara abad ke-17. Studi ini berfokus pada tafsir moderat yang tercermin dalam karya As-Singkili, Tarjuman Al-Mustafid, serta relevansinya terhadap konteks sosial dan budaya pada masa itu, terutama dalam pengangkatan Sultanah perempuan di Kesultanan Aceh. Melalui pendekatan maqashid tafsir, penelitian ini mengkaji ayat-ayat terkait kepemimpinan perempuan, seperti QS. An-Nisa: 34, QS. At-Taubah: 71, dan QS. An-Naml: 23, serta penafsiran As-Singkili terhadap peran perempuan dalam berbagai aspek. Hasil analisis menunjukkan bahwa As-Singkili tidak melarang maupun menganjurkan kepemimpinan perempuan secara eksplisit, tetapi menekankan pada konteks, kemampuan, dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Penafsiran moderat ini berhasil mempengaruhi penerimaan masyarakat Aceh terhadap kepemimpinan perempuan, bahkan menghasilkan empat generasi Sultanah berturut-turut. Dalam kehidupan modern, pandangan As-Singkili relevan dalam membangun pendekatan inklusif terhadap hak-hak perempuan untuk memimpin, dengan syarat tertentu yang kontekstual dengan kebutuhan masyarakat. Kajian ini menegaskan pentingnya fleksibilitas dalam penafsiran teks agama untuk mendukung keadilan dan kemaslahatan umat. Kata Kunci: As-Singkili; Kepemimpinan Perempuan; Tafsir.   ABSTRACT This research discusses the concept of women's leadership in Islam based on the thoughts of Abdurrauf As-Singkili, a 17th century Nusantara scholar. This study focuses on the moderate tafsir reflected in As-Singkili's work, Tarjuman Al-Mustafid, and its relevance to the social and cultural context at that time, especially in the appointment of female Sultanah in the Sultanate of Aceh. Through the maqashid tafsir approach, this research examines verses related to women's leadership, such as QS. An-Nisa: 34, QS. At-Taubah: 71, and QS. An-Naml: 23, as well as As-Singkili's interpretation of the role of women in various aspects.The results of the analysis show that As-Singkili neither explicitly prohibits nor recommends women's leadership, but emphasises the context, ability, and conditions that must be met. This moderate interpretation succeeded in influencing Acehnese society's acceptance of women's leadership, even resulting in four successive generations of Sultanah. In modern life, As-Singkili's views are relevant in building an inclusive approach to women's rights to lead, with certain conditions that are contextual to the needs of society. This study emphasises the importance of flexibility in the interpretation of religious texts to support justice and the benefit of the people Keywords:  As-Singkili; Woman Leadership; Tafser
Efektivitas Komunikasi Penyuluh Agama Dalam Penyelenggaraan Taman Pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Gayo Lues Abdussyukur; Muhtarudin
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol31.2025.49-64

Abstract

  ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari efektivitas komunikasi antara penyuluh agama dan penyelenggara Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Kabupaten Gayo Lues. TPQ, sebagai institusi pendidikan nonformal, memiliki peran strategis dalam pembentukan generasi Qur'ani, dan penyuluh agama bertindak sebagai agen perubahan yang membantu masyarakat dalam pembinaan keagamaan, namun letak geografi Gayo Lues yang berbukit-bukit menjadi tantangan komunikasi verbal langsung ataupun melalui saluran media elektronik. Penelitian ini adalah kualitatif, studi lapangan yang menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan secara interaktif. Penelitian ini menemukan bahwa efektifitas komunikasi antara penyuluh dan penyelenggara TPQ bersifat interpersonal, keterlibatan para stakeholder, dan terintegrasi melalui saluran formal maupun informal, komunikasi dari kantor hingga warung kopi, berlangsung secara rutin, kontekstual, dan adaptif terhadap budaya lokal. Konten komunikasi mencakup hal-hal seperti pendidikan, iman, strategi dan metode pembelajaran al-Quran, dan kepedulian sosial, sementara strategi komunikasi berfokus pada empati, kerja sama, dan pemecahan masalah kolaboratif. Meskipun demikian, masalah seperti keterbatasan waktu, ketidakmampuan untuk menggunakan teknologi, dan komitmen menghambat komunikasi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa dalam mendukung keberlangsungan pendidikan Islam berbasis masyarakat, metode komunikasi yang kontekstual dan kultural sangat penting. Kata Kunci: Efektivitas; Komunikasi; Penyuluh Agama; Taman Pendidikan al-Qur’an   ABSTRACT The purpose of this study is to examine the effectiveness of communication between the organizers of the Al-Qur'an Education Park (TPQ) and religious counselors in Gayo Lues District. TPQ, as a non-formal educational institution, plays a strategic role in shaping the Qur'anic generation, while religious counselors act as agents of change, assisting the community in religious development. However, the mountainous geography of Gayo Lues poses challenges for direct verbal communication or through electronic media channels. This study employs a qualitative field research approach using data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation. We conducted interactive data reduction, data presentation, and conclusion drawing to analyze the data. The study found that communication between religious counselors and TPQ organizers was interpersonal, engaged, and integrated through formal and informal channels, ranging from offices to coffee shops, occurring regularly, contextually, and adaptively to local culture. The content of communication includes topics such as education, faith, strategies and methods of Quranic learning, and social concerns, while communication strategies focus on empathy, cooperation, and collaborative problem solving. However, issues such as time constraints, inability to use technology, and commitment hinder communication. The findings of this study emphasize that contextual and cultural communication methods are crucial in supporting the sustainability of community-based Islamic education. Keywords: Effectivity, Communication, Religious Counselors, al-Quran Education Center  
Integrasi Hadis Dengan Bimbingan Konseling Islam: (Upaya Mengendalikan Emosi Marah Perspektif Hadits dan Psikologi) Hamdani, Hunaizan; Irsyadunnas
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol31.2025.79-98

Abstract

  Artikel ini bertujuan untuk memahami pengelolaan emosi marah melalui pendekatan integrasi antara hadis dan psikologi. Kajian ini menelaah pentingnya pengendalian emosi marah sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW dan telaah ilmiah dari perspektif psikologi untuk membangun perilaku positif dan menjaga kesehatan mental serta hubungan sosial Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), dengan penggalian data dari berbagai literatur buku dan jurnal baik secara digital maupun manual. Data yang diperoleh melalui pencatatan, klasifikasi, dan observasi tema-tema relevan, kemudian dianalisis secara interkoneksi antara ulumul hadis dan bimbingan konseling Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa emosi marah adalah respons psikologis dan fisiologis yang memiliki dampak negatif jika tidak dikelola dengan baik, termasuk risiko kesehatan fisik dan gangguan mental serta keretakan hubungan sosial. Nabi Muhammad SAW memberikan teladan dan tata cara praktis mengendalikan marah, seperti duduk, berwudhu, berzikir, dan mengubah posisi fisik. Perspektif psikologi juga menyarankan model pengendalian emosi seperti kesadaran diri, katarsis, dan rasionalisasi. Integrasi hadis dan psikologi menunjukkan bahwa pengendalian emosi marah harmonis dapat meningkatkan kesehatan mental dan hubungan sosial yang harmonis. Kata Kunci: Integrasi; Emosi Marah; Hadits; Psikologi ABSTRACT This article aims to understand the management of angry emotions through an integrated approach between hadith and psychology. This study examines the importance of controlling angry emotions according to the teachings of the Prophet Muhammad SAW and scientific studies from a psychological perspective to build positive behavior and maintain mental health and social relationships. The method used is library research, with a number of data from various literature books and journals both digitally and manually. Data obtained through recording, classification, and observation of relevant themes, then analyzed interconnectedly between the ulumul hadith and Islamic counseling guidance. The results of the study show that angry emotions are psychological and physiological responses that have negative impacts if not managed properly, including the risk of physical health and mental disorders and training social relationships. The Prophet Muhammad SAW provided an example and practical procedures for controlling anger, such as sitting, ablution, dhikr, and changing physical positions. The psychological perspective also suggests a model of emotional control such as self-awareness, catharsis, and rationalization. The integration of hadith and psychology shows that harmonious control of angry emotions can improve mental health and harmonious social relationships. Keywords: Integration; Angry Emotions; Hadith; Psychology  
Dari Manuskrip ke Digital: Transformasi Studi Tafsir di Era Digital (Studi Analisis Website Altafsir.com) Wildan, Wildan
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol31.2025.99-113

Abstract

Studi ini menganalisis transformasi studi tafsir al-Qur’an dari medium manuskrip ke media digital melalui kajian terhadap platform Altafsir.com. Transformasi digital telah menciptakan perubahan signifikan dalam produksi, diseminasi, dan akses terhadap khazanah tafsir, yang sebelumnya terbatas pada lingkungan akademik dan institusi keagamaan. Situs Altafsir.com yang dikembangkan oleh Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought, menyediakan lebih dari 150 kitab tafsir dari berbagai mazhab dan era dalam format daring yang dapat diakses secara global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi dan kritik media digital, untuk mengevaluasi struktur konten, representasi keilmuan, validitas, serta implikasi epistemologis dari platform tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa Altafsir.com tidak hanya memperluas akses terhadap tafsir klasik dan modern, tetapi juga membentuk paradigma baru dalam studi keislaman berbasis teknologi. Meski demikian, tantangan metodologis seperti keterbatasan terjemahan, dominasi bahasa Arab, dan minimnya interaktivitas pengguna tetap menjadi perhatian kritis. Studi ini merekomendasikan penguatan literasi digital keagamaan dan kolaborasi antara akademisi dan pengembang teknologi untuk menjaga integritas ilmiah dalam konteks digitalisasi tafsir. Dengan demikian, Altafsir.com berperan bukan hanya sebagai repositori pengetahuan, tetapi juga sebagai medium konstruksi ulang otoritas dan makna keagamaan dalam lanskap Islam kontemporer. Kata Kunci: Altafsir.com; Digital; Transformasi dan Studi Al-Qur’an ABSTRACT This study analyzes the transformation of the study of Qur'anic interpretation from manuscripts to digital media through a study of the Altafsir.com platform. Digital transformation has created significant changes in the production, dissemination, and access to the treasury of interpretation, which was previously limited to academic environments and religious institutions. The Altafsir.com site, developed by the Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought, provides more than 150 books of interpretation from various schools of thought and eras in an online format that can be accessed globally. This study uses a qualitative approach with content analysis and digital media criticism methods, to evaluate the content structure, scientific representation, validity, and epistemological implications of the platform. The results of the study show that Altafsir.com not only expands access to classical and modern interpretations, but also forms a new paradigm in technology-based Islamic studies. However, methodological challenges such as limited translations, the dominance of Arabic, and minimal user interactivity remain critical concerns. This study recommends strengthening religious digital literacy and collaboration between academics and technology developers to maintain scientific integrity in the context of digitalization of interpretation. Thus, Altafsir.com plays a role not only as a repository of knowledge, but also as a medium for reconstructing religious authority and meaning in the contemporary Islamic landscape. Keywords: Altafsir.com, Digital, Transformation and Al-Quran Studies
Optimalisasi Pembiayaan Mudharabah pada Perbankan Syariah di Indonesia: Analisis Risiko dan Strategi Mitigasi Pasarela, Husni
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol31.2025.136-147

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko-risiko yang terkait dengan pembiayaan mudharabah pada lembaga perbankan syariah. Bank syariah diharapkan menerapkan prinsip-prinsip hukum Islam (syariah) dalam transaksi keuangannya, terutama melalui sistem bagi hasil, salah satunya melalui akad mudharabah. Namun, dalam praktiknya, penggunaan pembiayaan mudharabah masih tergolong rendah dibandingkan dengan jenis pembiayaan lainnya seperti murabahah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara dengan beberapa bank syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya penyaluran pembiayaan mudharabah disebabkan oleh tingginya tingkat risiko yang harus ditanggung oleh bank, termasuk penyimpangan penggunaan dana (side streaming), kurangnya transparansi dari nasabah (asimetri informasi), dan terjadinya wanprestasi. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana bank syariah mengelola risiko tersebut melalui mekanisme restrukturisasi, penjadwalan ulang, dan reconditioning, serta penggunaan agunan sebagai bentuk jaminan apabila terjadi kelalaian atau pelanggaran akad oleh nasabah. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa meskipun mudharabah sangat sesuai dengan prinsip dasar keuangan syariah, profil risikonya yang tinggi memerlukan manajemen risiko yang cermat untuk melindungi dana masyarakat yang dipercayakan kepada bank syariah. Kata Kunci: Mudharabah; Pembiayaan Syariah; Risiko Pembiayaan; Perbankan Syariah; Manajemen Risiko. ABSTRACT This study aims to examine the risks associated with mudharabah financing in Islamic banking institutions. Islamic banks are expected to uphold the principles of Islamic law (Sharia) in their financial transactions, particularly through profit-and-loss sharing systems, one of which is the mudharabah contract. However, in practice, the application of mudharabah financing remains limited compared to other financing instruments such as murabahah. This research employs a qualitative approach through field observations and interviews with several Islamic banks. The findings indicate that the limited distribution of mudharabah financing is attributed to the high level of risk borne by the bank, including fund misappropriation (side streaming), lack of transparency from customers (information asymmetry), and defaults. The study also highlights how Islamic banks manage these risks through mechanisms such as restructuring, rescheduling, and reconditioning, as well as the use of collateral as a safeguard in cases of negligence or contract breaches by customers. The study concludes that although mudharabah aligns closely with core Islamic financial principles, its high-risk profile necessitates prudent risk management to safeguard public funds entrusted to Islamic banks. Keywords: Mudharabah; Islamic Financing, Financing Risk, Islamic Banking, Risk Management  
Perbandingan Penggunaan Majas Anthropomorphisme Dalam Al-Qur’an dan Bibel Sebagai Indikasi Kertelibatan Manusia Dalam Wahyu Amanda, Ruri
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol31.2025.114-135

Abstract

Penelitian tentang penggunaan majas anthropomorphisme dalam kitab suci merupakan salah satu variasi studi yang terdapat pada ruang lingkup kajian Hermeneutika. Adapun yang dimaksud dengan anthropomorphisme adalah salah satu turunan dari majas personifikasi dimana adanya pelekatan sifat-sifat manusiawi pada objek-objek non-kemanusiaan, misalnya melekatkan sifat kemanusiaan pada hewan, tumbuhan atau bebatuan yang umumnya banyak terdapat dalam cerita-cerita dongeng berjenis fabel. Namun dalam konteks keagamaan penggunaan anthropomorphisme juga biasa digunakan dalam ayat-ayat kitab suci dimana entitas Tuhan diserupakan memiliki sifat-sifat yang lazim dimiliki oleh manusia seperti amarah, benci, penyesalan, dendam dan sifat lazim lainnya. Secara idealis, seharusnya Tuhan Yang Maha Sempurna adalah entitas non-kemanusiaan  yang tidak patut memiliki sifat-sifat manusia yang penuh dengan kelemahan, namun penggunaan anthropomorphisme sering digunakan sebagai salah satu strategi untuk menjelaskan tentang keberadaan sosok Tuhan kepada manusia agar profil Tuhan dapat dipahami secara gamblang oleh manusia itu sendiri. Penelitian ini mencoba memperbandingkan secara sederhana tentang penggunaan anthropomorphisme dalam Alquran dan Bible yang kemudian bisa dijadikan indikasi tentang keterlibatan manusia dalam penyusunan/transmisi wahyu dari Tuhan kepada Manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Library Research. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa secara anthropomorphisme Bible memiliki indikasi kuat tentang keterlibatan manusia dalam penyusunannya walaupun para teolog Kristen memiliki alasan logis dalam menjelaskannya dan sedangkan Alquran menunjukkan indikasi kenetralannya dari pengaruh manusia dalam penyusunannya sesuai dengan konsep teologis umat Muslim yang diyakini selama ini Kata Kunci: Anthropomorphisme; Sifat Manusia; Alquran; Bible     ABSTRACT Research on the use of anthropomorphism in sacred scriptures is one of the many study variations within the scope of Hermeneutics. Anthropomorphism refers to a subtype of personification, in which human characteristics are attributed to non-human entities, such as animals, plants, or inanimate objects, a device commonly found in fables and folklore. However, in religious contexts, anthropomorphism is also frequently employed in scriptural verses where God is described as possessing traits typically associated with humans, such as anger, hatred, regret, vengeance, and other common human emotions. Ideally, a Perfect and Supreme God should be considered a non-human entity, free from the weaknesses inherent to human nature. Yet, the use of anthropomorphism is often adopted as a narrative strategy to help human beings comprehend the divine by portraying God in more relatable, human-like terms. This research offers a simple comparative analysis of the use of anthropomorphism in the Qur’an and the Bible. It aims to explore whether such portrayals can serve as indicators of human involvement in the composition or transmission of divine revelation. The study employs a Library Research methodology. The findings reveal that, in terms of anthropomorphism, the Bible shows strong indications of human involvement in its composition, despite the logical theological explanations offered by Christian scholars. In contrast, the Qur’an appears to maintain a neutral stance, showing no clear signs of human influence in its formulation aligning with the theological concept long upheld by the Muslim community. Keyword: Anthropomorphisme; Human Attributes; The Quran, The Bible
Pengaruh Algoritma Media Sosial Terhadap Narasi keislaman di Ruang Digital Amin, M. Samsudin
El-Wasathy: Journal of Islamic Studies Vol 3 No 1 (2025): El-Wasathy: Journal of Islamic Studies
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elwasathy.vol31.2025.148-158

Abstract

ABSTRAK Perkembangan media sosial telah membawa dampak signifikan dalam transformasi dakwah Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana algoritma media sosial memengaruhi penyebaran narasi keislaman di ruang digital, termasuk peluang dan tantangan yang ditimbulkannya. Platform seperti instagram, tiktok, dan facebook memanfaatkan algoritma untuk menyajikan konten berdasarkan preferensi pengguna, yang kemudian mempengaruhi eksposur dan bentuk pemahaman keagamaan masyarakat. Di satu sisi, media sosial memperluas jangkauan dakwah dan membuka ruang diskusi keagamaan secara lintas budaya; namun di sisi lain, algoritma juga berpotensi memperkuat narasi ekstrem, menyebarkan misinformasi, serta melemahkan otoritas keilmuan tradisional. Penelitian ini menyoroti pentingnya literasi digital dan kesiapan akan menghadapi era dakwah digital melalui penguasaan teknologi, penyusunan pesan yang bijak, dan konsistensi penyebaran konten yang sahih. Kata Kunci: Narasi Keislaman, Algoritma Media Sosial, Dakwah Digital. ABSTRACT The rise of social media has significantly transformed the landscape of Islamic preaching. This study aims to analyze how social media algorithms influence the dissemination of Islamic narratives in digital spaces, including the opportunities and challenges they present. Platforms such as instagram, tiktok, and facebook employ algorithms to deliver content based on user preferences, which in turn shapes public exposure and religious understanding. On the one hand, social media expands the reach of Islamic preaching and enables cross-cultural religious discourse; on the other hand, algorithms risk amplifying extreme narratives, spreading misinformation, and undermining traditional scholarly authority. This study highlights the need for digital literacy and the preparedness of preachers to navigate the digital preaching era through technological competence, wise message construction, and consistent distribution of authentic Islamic content. Keywords: Islamic Narrative, Social Media Algorithm, Digital Preaching.