cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Culture and Religion Issues
ISSN : -     EISSN : 30473586     DOI : 10.47134/diksima
Indonesian Culture and Religion Issues ISSN 3047-3586 discussing the dynamics of the relationship between culture and religion in the context of Indonesia, including the interaction between cultural diversity and religious pluralism in the country. Possible topics may encompass social, economic, political, and cultural aspects related to religious practices, interfaith tolerance, and the cultural impact on religious beliefs. Authors are invited to electronically submit through Journal Website no more than 15 pages of a full paper. The submitted paper should follow the author FORMAT available on the GUIDELINES
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2025): July" : 15 Documents clear
The Role of History in The Research on Sufism Khatamov Tokhir Abdumutalovich
Indonesian Culture and Religion Issues Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diksima.v2i3.190

Abstract

In recent years, as a result of reforms in the field of science and education in our country, opportunities for studying the teachings of Sufism in the fields of history and Islamic studies have been expanding. Sufism is an amazing spiritual and cultural phenomenon of Islam, which was studied by individual Christian researchers who found themselves in the Muslim world, observing the lifestyle, ritual practices, beliefs of fakirs, dervishes, and feasts. This article analyzes the scientific study of Sufi teachings from the perspective of history and Islamic studies during the years of independence. Additionally, it provides scientific and historical conclusions on the methods of source criticism, historical processes, and the analysis of periods in research studies
Systematic Analysis of The Religious Factor In Historical Processes Makhmudjanovna, Turdieva
Indonesian Culture and Religion Issues Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diksima.v2i3.206

Abstract

This article discusses the religious factor, its role in the policies of states, particularly its historical and current significance in the countries of Southeast Asia, its place in international relations, and how religion serves as a link between the individual and society, and an important factor in achieving consensus in the political system of the global community. Attention is paid to the fact that the cultural and religious factors in international politics are no less important than other factors.
Komodifikasi Budaya dalam Media dan Tantangannya bagi Keberlanjutan Sosial Hermayani, Azahra; Apriliyani, Rani; Yandasari, Putri; Nurdhatilah, Aura; Purwanto, Eko
Indonesian Culture and Religion Issues Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diksima.v2i3.207

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak komodifikasi budaya dalam media terhadap keberlanjutan sosial, dengan menyoroti perubahan nilai dan identitas budaya lokal serta tantangan pelestariannya di tengah dinamika media komersial. Komodifikasi budaya, yakni transformasi elemen budaya menjadi komoditas, telah menjadi strategi utama dalam industri media dan pariwisata. Melalui representasi dalam media massa dan digital, elemen budaya seperti tradisi, simbol, dan praktik lokal diinterpretasikan ulang untuk kepentingan pasar, sering kali mengaburkan makna aslinya. Studi literatur ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tematik terhadap berbagai sumber akademik dan laporan penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa komodifikasi budaya membawa dampak ganda: di satu sisi mendorong pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya melalui visibilitas global, serta memperkuat jejaring sosial; namun di sisi lain, berpotensi mengikis keaslian budaya, memicu homogenisasi identitas lokal, dan memperparah ketimpangan sosial. Media berperan sebagai aktor ambivalen sekaligus melestarikan dan mengancam keragaman budaya tergantung pada cara representasi dibingkai dan kepentingan yang mendasari produksinya. Ketimpangan kekuasaan dalam struktur media turut mempengaruhi narasi budaya yang tersebar, memperlihatkan dominasi kelompok tertentu dalam memproduksi makna. Untuk itu, dibutuhkan kebijakan publik yang partisipatif, kolaboratif, dan sensitif terhadap konteks lokal, yang mampu menyeimbangkan antara manfaat ekonomi dan pelestarian budaya. Kesimpulannya, meskipun komodifikasi budaya tidak dapat dihindari dalam ekonomi global, pendekatan pengelolaan yang bijak dan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup dan relevan dalam masyarakat yang terus berubah.
Ritual Digital: Bagaimana Media Sosial Mengubah Perayaan Tradisional Tsaltsabilla, Arsyafa; Amelia, Lisa; Maharani, Silvy; Cahyani, Yusti Aulia; Purwanto , Eko
Indonesian Culture and Religion Issues Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diksima.v2i3.208

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika perubahan perayaan tradisional dalam lanskap digital, dengan fokus pada peran media sosial dalam merekonstruksi bentuk, makna, dan pola partisipasi ritual budaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap perubahan bentuk, makna, dan partisipasi dalam perayaan tradisional, serta memahami implikasi budaya dari transformasi tersebut dalam konteks era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, kajian ini menganalisis sejumlah sumber ilmiah untuk memahami media sosial bukan hanya sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai ruang budaya yang aktif membentuk ulang praktik tradisi. Temuan menunjukkan bahwa media sosial menghasilkan bentuk ritual baru yang menggabungkan unsur daring dan luring, serta mengaburkan batas antara yang sakral dan yang sehari-hari. Simbol-simbol budaya mengalami transformasi makna akibat penyederhanaan visual dan interpretasi ulang oleh pengguna. Selain itu, keterlibatan lintas usia dan audiens global menciptakan keragaman perspektif terhadap nilai dan identitas budaya. Penelitian ini menegaskan bahwa ritual digital merepresentasikan pergeseran signifikan dalam praktik budaya yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi komunikasi dan pola interaksi sosial kontemporer.
Media sebagai Agen Budaya: Podcast sebagai Sarana Edukasi dan Pelestarian Kearifan Lokal Azhani, Gadis Anastasha; Purwanto, Eko; Lestari, Devita; Putri, Meisia Nailah; Cahyani , Dian
Indonesian Culture and Religion Issues Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diksima.v2i3.211

Abstract

Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, pelestarian kearifan lokal menghadapi tantangan serius, terutama dalam mentransmisikan nilai budaya kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran podcast sebagai media edukatif dan strategis dalam mendukung pelestarian serta penyebaran kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur yang menelaah berbagai sumber ilmiah dan konten digital terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa podcast mampu meningkatkan kesadaran budaya, memperluas jangkauan cerita tradisional, serta memfasilitasi partisipasi komunitas dalam pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, podcast terbukti menjadi media efektif dalam mendokumentasikan, menghidupkan kembali, dan menyebarluaskan kearifan lokal secara inklusif dan relevan dengan generasi digital saat ini.
Dampak Culture Shock Terhadap Kinerja Akademik Mahasiswa Sumatera Selatan pada Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Kairo: Tantangan dan Strategi Salsabila Jandisha Anjani; Nuraida; Anita Trisiah
Indonesian Culture and Religion Issues Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diksima.v2i3.212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak culture shock terhadap kinerja akademik mahasiswa asal Sumatera Selatan yang sedang menempuh studi di Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, serta untuk menganalisis strategi adaptasi yang mereka terapkan dalam menghadapi tantangan budaya dan sistem pendidikan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang memungkinkan peneliti memahami pengalaman mahasiswa secara mendalam tanpa melakukan intervensi terhadap objek penelitian. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi dengan enam mahasiswa asal Sumatera Selatan angkatan 2021, yang dipilih secara purposif karena mereka mengalami langsung proses adaptasi di lingkungan budaya dan akademik baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa culture shock yang dialami meliputi kesulitan bahasa (perbedaan antara bahasa Arab Fusha dan Amiyah), sistem pembelajaran yang berbeda, serta tekanan sosial akibat perbedaan budaya. Hal ini berdampak pada motivasi dan performa akademik mahasiswa. Namun, para mahasiswa mampu mengembangkan strategi adaptasi melalui bimbingan belajar, diskusi dengan senior, mempererat relasi sosial melalui organisasi daerah, serta meningkatkan aktivitas spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan adaptasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan mental, dukungan sosial, dan strategi komunikasi yang tepat dalam menghadapi perbedaan budaya
Budaya dalam Era Media Sosial: Studi pada Komunitas Tradisional di Indonesia Ibrahim, Maulana Malik; Rifad, Dhafi Muhamad; Purwanto, Eko; Purnama, Caissar; Maulidan, Rizky Afri
Indonesian Culture and Religion Issues Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diksima.v2i3.213

Abstract

Media sosial telah menjadi alat penting dalam melestarikan dan mentransformasikan budaya komunitas tradisional di Indonesia. Studi ini mengeksplorasi bagaimana komunitas seperti Cipaku, Pakualaman, Baduy, Dayak Iban, Bali Aga, Toraja, Osing, dan Sasak memanfaatkan platform digital untuk menjaga identitas budaya mereka di tengah arus modernisasi. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus serta etnografi digital, penelitian ini menelusuri peran media sosial dalam mendokumentasikan, mengomunikasikan, dan menyebarkan praktik budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial membantu generasi muda untuk lebih mengenal dan terlibat dalam warisan budaya mereka. Selain itu, media sosial juga memungkinkan promosi budaya ke khalayak yang lebih luas dan memperkuat koneksi antar komunitas. Namun, penggunaan media sosial juga menimbulkan tantangan, seperti risiko komersialisasi berlebihan, distorsi nilai budaya, dan konflik antara adat dan tren digital. Oleh karena itu, penting bagi komunitas untuk mengembangkan literasi digital dan pendekatan kritis agar media sosial dapat dimanfaatkan secara bijak untuk keberlanjutan budaya.
Penerimaan Budaya Asing melalui Media Film dan Musik Ayu, Maneza Kusuma; Khasanah, Nila Sarifatul; Putri, Nazela Alida; Kustiana, Citra; Purwanto, Eko
Indonesian Culture and Religion Issues Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diksima.v2i3.214

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana film dan musik asing memengaruhi penerimaan budaya asing oleh masyarakat Indonesia di tengah arus globalisasi. Di era digital seperti sekarang, media populer seperti film Hollywood, K-pop, dan musik Barat telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, memengaruhi cara berpikir, berinteraksi, dan membentuk identitas budaya. Melalui pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka, penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana masyarakat Indonesia menyerap, menafsirkan, dan menyesuaikan budaya asing dengan nilai-nilai lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengaruh budaya asing cukup besar, masyarakat Indonesia lebih selektif dalam menerima unsur budaya yang dianggap sesuai dengan norma sosial dan tradisi setempat. Proses ini menghasilkan fenomena hibriditas budaya, yang menggabungkan elemen-elemen budaya asing dan lokal, menciptakan identitas budaya yang bersifat dinamis. Meskipun media global memengaruhi generasi muda, nilai-nilai lokal seperti kekeluargaan, solidaritas, dan etika tetap terjaga. Penelitian ini menunjukkan bahwa globalisasi budaya melalui media tidak hanya memperkenalkan nilai-nilai asing, tetapi juga memperkaya identitas budaya lokal dengan membuka ruang untuk inovasi dan kreasi.
Teori Kajian Budaya: Hegemoni Budaya dalam Televisi Indonesia Pijar, Muhamad; Dewa, Bimo Kusuma; Azimah, Ahmad Fauzan; Kholid, Ahmad Syauki Fahrezi; Purwanto, Eko
Indonesian Culture and Religion Issues Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diksima.v2i3.215

Abstract

Televisi memainkan peran sentral dalam membentuk pandangan, pola pikir, dan nilai budaya masyarakat Indonesia, terutama di era globalisasi. Pengaruh ini sangat nyata pada kalangan remaja yang sedang membentuk identitas budaya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana televisi Indonesia mereproduksi dan menyebarluaskan nilai-nilai budaya dominan melalui tayangan-tayangannya, serta mengkaji dampaknya terhadap keberagaman budaya lokal dan pembentukan kesadaran kolektif masyarakat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menyoroti bagaimana televisi berfungsi sebagai media dominasi budaya, khususnya dalam menampilkan budaya perkotaan dan gaya hidup Barat. Representasi budaya lokal sering kali dikemas dalam bentuk yang dikomodifikasi, terutama dalam sinetron dan reality show. Tayangan-tayangan tersebut membentuk nilai dan identitas generasi muda, memperkuat persepsi bahwa budaya dominan adalah standar ideal, sementara budaya lokal cenderung terpinggirkan atau direpresentasikan secara stereotipikal.
Kajian Wacana Budaya dalam Media Cetak Era Reformasi Ilham, Muhammad Nasril; Ramadhani, Muhammad Dzaky; Pamungkas, Revaldi Bagus; Angkasa, Fadhlika; Purwanto, Eko
Indonesian Culture and Religion Issues Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/diksima.v2i3.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wacana budaya dikonstruksi dan direpresentasikan dalam media cetak Indonesia pasca-reformasi, dengan fokus pada strategi bahasa dan narasi yang digunakan media dalam membingkai isu budaya, serta hubungan antara perubahan sosial-politik dan peran media cetak sebagai agen pembentuk ideologi. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis (CDA) digunakan untuk mengkaji wacana budaya yang dibentuk media cetak antara tahun 1998 dan periode tertentu, dengan data utama berasal dari artikel, berita, dan opini yang diterbitkan oleh media nasional seperti Kompas, Media Indonesia, dan Republika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media cetak pasca-reformasi mengubah wacana budaya dengan mendorong diskusi publik yang lebih inklusif, menggantikan narasi teologis dan memperkenalkan representasi budaya yang lebih beragam, termasuk pengakuan terhadap budaya Tionghoa Indonesia. Di sisi lain, tantangan seperti komersialisasi media dan stereotip yang terus berlanjut menunjukkan ketegangan antara keberagaman budaya dan homogenisasi budaya dalam media. Media cetak berperan dalam membentuk identitas budaya dengan memanfaatkan metafora, simbol, dan narasi, namun juga berisiko memperkuat bias dan stereotip, sehingga menuntut keterlibatan kritis dalam membaca wacana media untuk menciptakan pemahaman budaya yang lebih inklusif.

Page 1 of 2 | Total Record : 15