cover
Contact Name
Resmana Lim
Contact Email
editor.dimensi.ppi@petra.ac.id
Phone
+62312983147
Journal Mail Official
ppi@petra.ac.id
Editorial Address
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya 60236
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional
ISSN : -     EISSN : 30321565     DOI : https://doi.org/10.9744/jdip
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional is published biannually, in March and September, by Petra Christian University, Indonesia. Jurnal Dimensi Insinyur Profesional aims to: 1) Promote a comprehensive approach to engineering incorporating viewpoints of different disciplines, 2) Strengthen academic exchange with other institutions, 3) Encourage scientist, practicing engineers, and others to conduct research and other similar activities.
Articles 54 Documents
Etika Persepsi Masyarakat Terhadap Revitalisasi Halte BRT Nuvika Razak; Julius Sentosa Setiadji
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 4 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.4.2.33-42

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah halte Bundaran HI dan M.H Thamrin yang telah direvitalisasi oleh pemerintah terlihat lebih modern dari sebelumnya dan melupakan fungsi sebenarnya dari halte, menjadi sempit dan tidak nyaman oleh para pengguna jasa, tidak hanya sebagai akses untuk BRT tetapi juga dimanfaatkan untuk kepentingan komersial seperti tempat berfoto dan wisata. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas penumpang BRT, menentukan tingkat kepuasan pelanggan yang berpengaruh terhadap layanan BRT, dan menentukan persepsi masyarakat pengguna BRT terhadap revitalisasi halte. Metode yang dipilih untuk menganalisa data adalah kuantitatif dengan metode statistik deskriptif dan diuji dengan statistik inferensial menggunakan uji statistik non parametris dengan Uji T. Sedangkan untuk menguji kepuasan pelanggan menggunakan skala likert.Hasil penelitian yang didapatkan yaitu diuji dengan Uji T dimana nilai Asymp. Sig sebesar 0,0001 lebih kecil dari probabilitas 0,05 yang mana artinya terdapat pengaruh fasilitas dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas penumpang BRT. Tingkat kepuasan pelanggan sebesar 34% adalah pernyataan tidak puas/kurang baik. Persepsi masyarakat terhadap revitalisasi halte Bundaran HI dinilai kurang setuju karena adanya tempat berjualan dan petugas keamanan yang kurang tanggap terhadap situasi darurat. Rekomendasi kedepan untuk pemerintah terhadap halte bahwa tidak perlu dibangun secara berlebihan dan mewah, pembangunan halte sebaiknya cukup terpenuhi fasilitas utama dan pendukung serta memperhatikan kepuasan pelanggan agar menjadi daya tarik penggunaan transportasi publik.
Analisa Kepatuhan Penggunaan APD Pada Konstruksi Skala Kecil-Menengah Anjeli Sintya Kobloy; Surya Hermawan; Zulhilmi Bangkit
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 4 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.4.2.43-47

Abstract

Proyek konstruksi Skala Kecil-Menengah, seperti pembangunan ruko, sering kali mengabaikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karena dianggap memiliki risiko rendah dibandingkan gedung tinggi. Namun, secara hukum dan etika, tidak ada pengecualian standar perlindungan nyawa pekerja berdasarkan skala proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan menganalisis kesenjangan (GAP) antara tuntutan etika dengan praktik nyata di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods). Data kuantitatif diperoleh melalui observasi terhadap 33 pekerja pada proyek ruko 2 lantai 10 unit, sedangkan data kualitatif digali melalui wawancara mendalam dengan mandor dan pengelola proyek. Didapatkanlah hasil yang menunjukkan tingkat kepatuhan APD rata-rata hanya 26,3%. Kesenjangan ini dipicu oleh persepsi risiko rendah terhadap bangunan 2 lantai, keterbatasan anggaran K3 yang dialihkan untuk biaya material. Akar masalah dari rendahnya kepatuhan ini adalah adanya Kesenjangan Etika dimana prioritas profit dan progres pembangunan mengesampingkan tanggung jawab profesional yang diamanatkan oleh UU No. 1 Tahun 1970 dan Kode Etik Insinyur Sapta Dharma.
Evaluasi Kelayakan Struktur Girder Jembatan Akibat Naiknya Muka Air Sungai di Jakarta Ruben Adicahya; Jimmy Chandra
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 4 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.4.2.48-54

Abstract

Dalam praktik keinsinyuran, profesionalisme dan etika merupakan aspek yang wajib dimiliki oleh setiap insinyur untuk menghasilkan desain dengan keandalan dan keamanan yang baik. Seorang insinyur wajib mempunyai prinsip kejujuran dan ketidakberpihakan, serta mengutamakan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (K3L). Selama berkarir sebagai insinyur sipil di bidang struktur, penulis menemui beberapa tantangan terkait pelanggaran profesionalisme maupun etika yang dapat mencederai integritas seorang insinyur. Studi kasus yang diangkat pada artikel ini adalah sebuah proyek jembatan eksisting yang dikonstruksi pada tahun 1990 di Jakarta. Akibat naiknya level permukaan air di area Jakarta Utara, muka air sungai telah menyentuh level soffit girder jembatan. Maka dari itu, gelagar jembatan akan ditinggikan 60 cm dengan metode jacking bila struktur gelagar masih aman dan layak digunakan kembali. Namun, mengingat terbatasnya data gambar as-built dan perkembangan peraturan desain beban jembatan sejak tahun 1990 hingga kini, evaluasi struktur gelagar eksisting dilakukan dengan asumsi yang konservatif agar aspek keamanan yang paling diutamakan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa gelagar eksisting gagal memenuhi persyaratan tegangan layan dan kekuatan lentur minimum. Pihak pengembang real estate di kawasan Jakarta Utara sebagai pemilik jembatan, tetap berkeinginan untuk mempertahankan gelagar eksisting, ataupun melakukan perbaikan minor saja. Namun, sebagai seorang insinyur profesional, hasil evaluasi teknis tetap disampaikan apa adanya walaupun mengandung konsekuensi peningkatan biaya.
Implementasi Profesionalisme, Etika Profesi dan K3 dalam Pekerjaan Supervisi Pengaman Sungai Waemese, Kabupaten Manggarai Barat Priseila Pentewati; Surya Hermawan
Jurnal Dimensi Insinyur Profesional Vol. 4 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jdip.4.2.55-61

Abstract

Banjir pada Sungai Wae Mese, Kabupaten Manggarai Barat, menunjukkan peningkatan frekuensi dan intensitas dalam beberapa tahun terakhir, sehingga dilakukan pembangunan bangunan pengaman banjir dan diperlukan supervisi keinsinyuran yang akuntabel selama pelaksanaan pekerjaan pengaman banjir. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan konstruksi ditinjau dari aspek profesionalisme, etika profesi, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Metode Pelaksanaan mengunakan pendekatan deskriptif–kualitatif digunakan untuk menilai kesesuaian metode kerja terhadap spesifikasi teknis, standar keinsinyuran, dan ketentuan keselamatan. Hasil pengawasan menunjukkan bahwa struktur parapet pasangan batu kali memenuhi persyaratan stabilitas, dengan faktor keamanan terhadap geser sebesar 2,83, guling 10,28, dan tekanan tanah pondasi 17,39, seluruhnya lebih tinggi dari batas minimum ijin sebesar 1,5. Kondisi gerusan pada satu ruas pekerjaan yang mengancam jalan nasional mengharuskan dilakukan perubahan desain pada satu ruas menjadi tiang pancang beton, yang terbukti memiliki faktor keamanan memadai (Qall < Qijin = 0,41 < 2,00) sehingga menjadi keputusan teknis yang tepat. Penerapan K3, melalui penggunaan APD dan pengaturan zona kerja yang ketat, menghasilkan capaian zero accident selama pelaksanaan. Studi ini menegaskan bahwa supervisi profesional berperan penting dalam menjamin mutu, keselamatan, dan keandalan bangunan pengendali banjir.