cover
Contact Name
ZAINUL ANWAR
Contact Email
anwarzein205@gmail.com
Phone
+6285790776665
Journal Mail Official
nuranirahmania@gmail.com
Editorial Address
Jl. K.H. Abdul Fattah, Nglawak, Kertosono, Kab. Nganjuk, Jawa Timur
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
MENTARI : Journal Of Islamic Primary School
Published by STAI Miftahul Ula
ISSN : 30218497     EISSN : 30218497     DOI : -
Core Subject : Education,
Mentari : Journal of Islamic Primary School is a double-blind peer-reviewed journal published by the Study Program of Education for Islamic Elementary School Teachers , Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ula Kertosono Nganjuk. The journal publishes research articles of Islamic primary education or primary education in Islamic country (See Focus and Scope). The articles of this journal are published annually; March, June, September and Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 73 Documents
Pengembangan Media Komik Digital untuk Meningkatkan Pembelajaran PPKn di SD/MI Antika, Citra Rindi; Salfadilah, Fatonah; Assyfa, Zahra; Fazila, Atiqa; Pangestu, Demas
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 3 No 4 (2025): December 2025
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan menurunnya minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) yang masih menggunakan teknik konvensional tanpa media yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pengembangan, kepraktisan, dan efektivitas media komik digital dalam meningkatkan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka, dengan mengkaji 15 publikasi relevan yang terbit antara tahun 2020 dan 2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa evolusi media komik digital sebagian besar mengikuti model Penelitian dan Pengembangan (R&D), yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan evaluasi. Berdasarkan validasi ahli dan umpan balik siswa, media ini dinilai sangat tepat digunakan karena desainnya yang menarik, konten yang selaras dengan kurikulum, dan gaya komunikasi yang efektif. Lebih lanjut, media komik digital telah menunjukkan peningkatan motivasi siswa, prestasi akademik, dan atribut karakter termasuk akuntabilitas, toleransi, dan kejujuran. Oleh karena itu, komik digital dapat menjadi pilihan baru untuk memperkuat cita-cita Pancasila dan meningkatkan kualitas pendidikan PPKn di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI).
Sintesis Literatur: Peran Guru Dalam Strategi Pembelajaran PPKn Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Sekolah Dasar Sari, Jhonita Arya; Romanda, Sisi; Salfadila, Fatonah; Setiawati, Renanda
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 3 No 4 (2025): December 2025
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di tingkat dasar terhambat oleh fasilitas yang tidak memadai, kurangnya kesiapan pendidik dalam metodologi baru, dan minimnya keterlibatan siswa, sehingga menghambat pengembangan karakter yang selaras dengan Profil Siswa Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidik dalam metodologi pembelajaran PPKn untuk mewujudkan profil ini melalui tinjauan pustaka. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif, memanfaatkan data sekunder yang dikumpulkan dari 20 jurnal terpilih melalui basis data seperti Google Scholar dan Publish or Perish. Hal ini dilanjutkan dengan analisis interaktif berdasarkan kerangka kerja Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data untuk penyederhanaan, penyajian data dalam format tabular dan kategorikal, serta perumusan kesimpulan untuk memahami pola dan tema utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidik berperan efektif sebagai fasilitator, motivator, dan panutan dengan menggunakan pendekatan baru seperti Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), yang telah terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, dan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjadi referensi bagi praktik pendidikan, pelatihan guru, dan perumusan kebijakan kurikulum yang tepat. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendidik sebagai pusat pengembangan karakter Pancasila, yang menekankan perlunya peningkatan kompetensi guru dan kebijakan pendidikan untuk memfasilitasi kemajuan individu dan bangsa di masa depan.
Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kurikulum Merdeka: Kajian Literatur Nadiya, Afra Azizatun; Hidayati, Atika Nur
Mentari : Journal of Islamic Primary School Vol 3 No 4 (2025): December 2025
Publisher : PGMI, STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka memposisikan evaluasi pembelajaran sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, evaluasi tidak hanya berfungsi untuk memperhitungkan hasil belajar, tetapi juga untuk memantau proses, memperbaiki pembelajaran, serta memperkuat literasi dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini memiliki tujuan dalam rangka mengkaji konsep, permasalahan, dan solusi evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka melalui kajian literatur. Metode penelitian yang dipergunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka library research terhadap 15 artikel jurnal nasional terakreditasi SINTA yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan seleksi artikel berdasarkan kesesuaian judul dan fokus kajian, sedangkan analisis data dilaksanakan dengan analisis isi (content analysis). Hasil kajian mengindikasikan bahwasanya evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka menekankan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif yang berorientasi pada proses dan hasil belajar. Namun, pelaksanaan evaluasi di lapangan masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru pada asesmen autentik dan dominasi penilaian kognitif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan penerapan evaluasi autentik, asesmen formatif berkelanjutan, serta peningkatan kompetensi guru agar evaluasi pembelajaran selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka.