Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora adalah jurnal penelitian yang menyediakan wadah bagi dosen, akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk menyampaikan dan berbagi ilmu berupa artikel penelitian empiris dan teoritis, studi kasus, dan kajian pustaka. Jurnal ini mengundang para profesional di dunia pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan untuk berpartisipasi dalam menyebarluaskan ide, konsep, teori baru, atau perkembangan ilmu-ilmu kemanusiaan, dengan cakupan di bidang antropologi, budaya lisan dan budaya tulisan, bahasa, seni klasik dan kontemporer.
Articles
75 Documents
Menepis Diskriminasi: Membaca Proses Liminalitas dan Semangat Stoikisme Seniman Difabel di Kota Malang
Aprilia, Erlinda Dian;
Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v3i2.1685
Berdasarkan waktu terjadinya, para difabel terbagi menjadi dua yakni difabel kongenital dan non kongenital. Di Kota Malang, terdapat beberapa seniman difabel yang menekuni pada beberapa bidang. Selain terjebak dalam stereotipe masyarakat mereka juga mengalami permasalahan dalam proses berkarya, padahal beberapa dari mereka memiliki prestasi dalam bidang seni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara seniman difabel kongenital dan non kongenital serta memahami proses liminalitas yang didalamnya terdapat prinsip stoikisme untuk membantu dalam survive di kehidupan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnografi yang menghasilkan data kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara seniman difabel kongenital dan non kongenital yang terletak pada aspek ekonomi, pendidikan, tingkat dan jenis difabel, serta waktu terjadinya difabel. Hal yang mendasari dari perbedaan tersebut adalah durasi proses adaptasi yang dibutuhkan oleh seniman difabel kongenital dan non kongenital. Dalam proses fase liminalitas, seniman difabel kongenital dan non kongenital juga mengalami perbedaan sejak titik awal terjadinya ketiga fase tersebut. Di samping itu, seniman difabel kongenital dan non kongenital menerapkan prinsip stoikisme dalam menghadapi tantangan saat menghadapi fase liminalitas.
Konsep Kerja dan Praktik Diri Affective Labor atau Relawan Komunitas Turun Tangan Bojonegoro
Magfiroh, Lailatul;
Kewuel, Hipolitus Kristoforus
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v3i4.1687
Saat ini, kelompok atau komunitas berbasis sosial telah banyak memberi sumbangsihnya dalam membantu masyarakat, misalnya masa sulit COVID-19 maupun pasca COVID-19. Dari pernyataan di atas relevan dengan salah satu komunitas berbasis sosial di Kabupaten Bojonegoro yaitu Turun Tangan. Turun Tangan terdiri dari para relawan atau bahasanya dalam kepenulisan ini yaitu affective labor. Penelitian ini berupaya untuk menelisik terkait konsep kerja yang dipegang teguh oleh relawan Turun Tangan Bojonegoro serta sarana atau teknik perawatan diri yang dilakukan. Penelitian ini disusun dengan metode kualitatif dengan kepenulisan etnografi. Data dalam penelitian ini didapatkan dari observasi partisipasi dan wawancara mendalam, serta dianalisis menggunakan teori affective labor dan teori care of the self. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa affective labor Turun Tangan Bojonegoro dapat merumuskan gerakan sosial berdasar dari tiga konsep kerja. Tindakan yang dilakukan relawan dengan melibatkan orang lain atau masyarakat, nantinya manfaat yang didapatkan harus selalu mengarah untuk kebermanfaatan dan kebaikan diri relawan untuk mencapai bentuk transformasi kehidupan.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Jagung di Desa Balearjo Kecamatan Pagelaran Malang
Huda, Rofi’ul
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 2 (2022): April
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v2i2.1691
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh antara luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk, dan pestisida terhadap produksi jagung di Desa Balearjo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan populasi berjumlah 120 petani jagung dengan sampel berjumlah 24 petani jagung. Dengan pengumpulan data dilakukan secara kuesioner dan dokumentasi dan teknis analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. diperoleh nilai signifikan luas lahan (X1) diperoleh nilai signifikan 0.003 < 0.05 maka ada pengaruh antara luas lahan (X1) terhadap produksi jagung. Tenaga kerja (X2) diperoleh nilai signifikan 0.022 < 0.05 maka ada pengaruh antara tenaga kerja (X2) terhadap produksi jagung. Benih (X3) diperoleh nilai signifikan 0.014 < 0.05 maka ada pengaruh antara benih (X3) terhadap produksi jagung. Pupuk (X4) diperoleh nilai signifikan 0.012 < 0.05 maka ada pengaruh antara Pupuk (X4) terhadap produksi jagung. Pestisida (X5) diperoleh nilai signifikan 0.042 < 0.05 maka ada pengaruh antara pestisida (X5) terhadap produksi jagung. Berdasarkan hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) variabel luas lahan (X1), tenaga kerja (X2), benih (X3), pupuk (X4), dan pestisida (X5) diperoleh nilai signifikan 0.000 < 0.05 maka ada pengaruh terhadap produksi jagung di Desa Balearjo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang.
Evaluasi Tingkat Keberlanjutan Sistem Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Masyarakat Desa Wringinsongo Tumpang Malang
Huda, Rofi’ul
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 2 No. 3 (2022): Juli
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v2i3.1692
Salah satu bentuk pengelolaan sumber daya air berbasis masyarakat adalah Sumber Tirta Desa Wringinsongo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Terbentuk dari kerjasama masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberlanjutan sistem pengelolaan sumber daya air Sumber Tirta. Metode survei dilakukan untuk mengevaluasi tingkat keberlanjutan sistem pengelolaan sumber daya air Sumber Tirta. Analisis data keberlanjutan dengan mengukur atribut lingkungan, sosial dan ekonomi. Pengkategorian dengan menghitung skor rata-rata perolehan skor keberlanjutan secara menyeluruh dan dimensional. Hasil analisis menunjukan data bahwa sistem pengelolaan sumber daya air Sumber Tirta termasuk pada kategori cukup berkelanjutan. Masing-masing dimensi juga termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan hingga sangat berkelanjutan. Hal ini menandakan bahwa pengelolaan sumber daya air tidak terpaku pada satu dimensi saja namun harus ada keterpaduan antara dimensi lingkungan, sosial dan ekonomi dalam pengelolaan sumber daya air.
Implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian terhadap Koperasi Balo' Toraja Kota Samarinda
Damantary, Sephia Ekaputri;
Angelica, Angelica;
Bungalangan, Fajar Dirgah;
Arifudin, Nur
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v3i3.2088
Koperasi simpan pinjam merupakan salah satu jenis koperasi yang didasarkan pada kesamaan kegiatan dan kepentingan ekonomi anggotanya. Salah satu contoh koperasi simpan pinjam adalah Koperasi Balo’ Toraja yang berada di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer berupa wawancara dan observasi serta data sekunder berupa studi kepustakaan Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah Koperasi Balo’ Toraja Kota Samarinda telah mengimplementasikan aturan yang ada dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Penelitian ini membahas tentang legalitas Koperasi Balo’ Toraja yang pendiriannya sesuai dengan Pasal 6 dan Pasal 7 UU Perkoperasian. Selain itu, penelitian ini juga membahas tentang kewajiban adanya Rapat Anggota sesuai Pasal 22 ayat (1) UU Perkoperasian yang penerapannya dilaksanakan oleh Koperasi Balo’ Toraja untuk membahas hal-hal dalam Pasal 23 UU Perkoperasian dengan sistem perwakilan kelompok setiap satu tahun. Pemerintah juga berkontribusi dalam menyalurkan bantuan dana serta mengawasi jalannya koperasi ini.
Manusia: Makhluk Berpikir dan Berilmu yang Luar Biasa dalam Menghadapi Tantangan
Fiadi, Amadea Zulfaa
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v4i1.2437
Penelitian ini mengeksplorasi posisi manusia sebagai makhluk yang berpikir dan berilmu dalam perspektif humanisme yang integral, holistik, dan universal. Manusia, sebagai entitas yang relasional dan multidimensional, memiliki kemampuan unik dalam penalaran dan berpikir yang memungkinkan pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Filsafat menempatkan manusia sebagai makhluk bernalar, yang melalui akal budi dan kecerdasannya, mampu menciptakan serta merealisasikan ide-ide yang berdampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk memberikan gambaran yang mendalam mengenai fenomena ini, dengan fokus pada bagaimana kemampuan berpikir manusia membentuk ilmu pengetahuan dan memengaruhi kehidupan sehari-hari. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pemanfaatan kemampuan berpikir dan bernalar manusia untuk kemajuan peradaban, serta tanggung jawab moral dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara etis dan berkelanjutan. Hasil ini menunjukkan bahwa manusia memiliki peran sentral dalam menciptakan dunia yang lebih baik melalui kekuatan pikirannya yang reflektif dan inovatif.
Peran Pancasila dalam Menguatkan Nasionalisme Generasi Muda di Era Globalisasi
Annury, Itsaar;
Pratama, Bagas Adhi
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v4i1.2438
Penelitian ini menganalisis peran Pancasila dalam membangkitkan nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda Indonesia di era globalisasi. Arus budaya asing yang kuat telah menggerus identitas nasional, menyebabkan generasi muda lebih cenderung mengadopsi nilai-nilai asing dibandingkan budaya lokal. Pancasila, sebagai dasar negara, berfungsi sebagai filter yang mampu menyaring pengaruh asing sekaligus mempertahankan keutuhan budaya nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui studi literatur dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pemahaman Pancasila melalui pendidikan formal, peran keluarga, dan media sosial sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran nasionalisme pada generasi muda. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat diperlukan untuk mengembangkan strategi edukasi yang lebih kreatif dan efektif. Temuan ini menegaskan pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi untuk membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, sehingga mampu menghadapi tantangan globalisasi dengan bijaksana.
Analisis Filsafat Ilmu Terhadap Fenomena Bunuh Diri: Faktor, Klasifikasi, dan Upaya Preventif
Putri, Reqyan Salsabilla
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v4i1.2439
Penelitian ini mengkaji fenomena bunuh diri dari perspektif filsafat ilmu, dengan fokus pada faktor-faktor, klasifikasi, dan upaya preventif. Metode yang digunakan adalah pendekatan berbasis studi literatur dengan conceptual approach untuk menganalisis bunuh diri sebagai fenomena eksistensial yang melibatkan otonomi individu dalam pengambilan keputusan, tanpa mengaitkannya secara langsung dengan nilai-nilai etis atau religius. Berdasarkan teori Emile Durkheim, bunuh diri diklasifikasikan menjadi empat kategori: egoistic suicide, altruistic suicide, anomic suicide, dan fatalistic suicide. Penelitian ini juga mengidentifikasi upaya preventif yang dapat dilakukan dari dua perspektif: pertama, perspektif individu yang mengalami pemikiran bunuh diri, dengan mempertimbangkan nilai-nilai maqasid syariah dan ancaman siksa bagi pelaku bunuh diri sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran; kedua, perspektif eksternal yang menekankan pentingnya perlindungan terhadap martabat manusia serta kontrol sosial yang efektif terhadap aspek-aspek kehidupan yang dapat memicu tekanan psikologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bunuh diri, yang sering kali dipahami sebagai tindakan mistis, dapat dianalisis secara ilmiah dan filosofis untuk memahami kondisi jiwa manusia serta menemukan solusi preventif yang lebih efektif.
Dampak Globalisasi terhadap Nilai-Nilai Pancasila dan Nasionalisme di Era Digital
Pramudita, Oktavia
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v4i1.2440
Penelitian ini menganalisis dampak globalisasi terhadap nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme di Indonesia, khususnya di era digital. Globalisasi membawa dampak positif seperti kemajuan teknologi dan komunikasi, namun juga memicu degradasi nilai-nilai Pancasila, yang tercermin dalam menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme di kalangan generasi muda. Budaya asing yang masuk melalui media digital seringkali menggerus identitas lokal dan memengaruhi perilaku masyarakat, seperti meningkatnya individualisme dan konsumerisme. Selain itu, keterpaparan yang tinggi terhadap konten global telah mengubah cara pandang generasi muda terhadap budaya dan tradisi lokal. Hal ini menimbulkan tantangan baru bagi upaya pelestarian nilai-nilai budaya bangsa di tengah derasnya arus globalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif, mengkaji fenomena sosial melalui tinjauan literatur dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sangat diperlukan untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah arus globalisasi. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa peran aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pendidik, dan masyarakat, sangat penting dalam upaya revitalisasi ini. Kesimpulan ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan nilai-nilai Pancasila yang berkelanjutan bagi generasi muda guna menghadapi tantangan globalisasi dan menjaga integritas nasional.
Relasi Kebenaran Umum, Kebenaran Ilmiah, dan Kebenaran Agama dalam Perspektif Filsafat
Marpaung, Esther Mutialita
Antropocene : Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56393/antropocene.v4i1.2441
Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kebenaran umum (common sense), kebenaran ilmiah, dan kebenaran agama dalam perspektif filsafat ilmu. Menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis konsep kebenaran dalam ketiga dimensi tersebut serta implikasinya dalam kehidupan manusia. Temuan utama menunjukkan bahwa kebenaran umum sering kali digunakan dalam konteks praktis sehari-hari, sementara kebenaran ilmiah menawarkan validasi melalui metode empiris yang ketat, dan kebenaran agama memberikan kerangka moral dan etis yang kuat. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa ketiga bentuk kebenaran ini saling melengkapi dalam membantu manusia mencapai pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang realitas. Keterbatasan penelitian ini termasuk kurangnya bukti empiris, namun penelitian ini memberikan rekomendasi untuk integrasi perspektif agama dalam pendidikan ilmiah dan filosofis guna menciptakan pemahaman yang lebih holistik. Hasil penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan interdisipliner dalam studi kebenaran. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk menguji hubungan ini melalui pendekatan empiris yang lebih mendalam. Integrasi berbagai bentuk kebenaran diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan etika masyarakat.